
Reyza dan Naina masuk kedalam gedung Perusahaan Gladion menuju ruangan tempat para cru dan artis berkumpul untuk menyiapkan diri mereka.
Reyza duduk disalah satu kursi bersama cru yang lain sementara Naina dirias oleh seorang makeup artis ditempat nya.
"waw, ganteng banget mas Reza malam ini, cocok banget deh sama mbak Naina" ucap Cindi mendekati Reyza
"haha, bisa aja mbak nya" jawab Reyza terkekeh
"iya bener lo mas, liat tu mbak Della dari tadi liatin mas nya aja, pasti dia naksir tu" kata Cindi lagi membuat Reyza ikut mengalihkan pandangan nya pada orang yang dimaksud oleh Cindi
"Della, yang duduk dikursi sebelah Naina? " tanya Reyza menatap Cindi
"iya, temen nyanyi mbak Nai, dia salah satu artis senior juga, tapi karena retting mbak Nai bagus, dia jadi kalah pamor" bisik Cindi dan Reyza hanya mengangguk kepala nya
"nih mas, coba pakek jas ini deh, biar makin perfect " kata Sela yang tiba tiba datang membawa sebuah jas ditangan nya
"apa gak berlebihan ya mbak? " tanya Reyza tak enak
"ya enggak lah, mas nya kan pacar sekaligus asisten mbak Nai, jadi harus tampil sempurna dong, nanti mas juga kedepan dampingi mbak Nai, udah pakek aja" titah Sela langsung memakaikan jas itu ketubuh Reyza.
Reyza pun hanya pasrah sambil sesekali melirik Naina yang juga melirik nya dari cermin rias nya. Nampak wajah nya tersenyum memandang Reyza
"nah kan makin keren, gak kalah deh sama pak bos, " kata Sela menatap Reyza dengan raut wajah puas akan penampilan Reyza
"waw makin ganteng mas Reza, mbak Nai aku pinjem boleh? " teriak Cindi pada Naina membuat semua orang yang ada diruangan itu tertawa melihat kelakuan nya. Mereka semua juga menatap kagum penampilan Reyza yang memang tak jauh beda dengan bos mereka, tampan dan mempesona. Apalagi Della yang sedari tadi juga menatap kagum Reyza tanpa menghiraukan tatapan tidak suka Naina.
"wah lu kira barang Cin main pinjem aja" kata salah seorang cru
"tau nih, limited edition itu" kata Sela pula
Mereka pun mengisi waktu luang dengan sesekali bercanda sembari menunggu acara dimulai.
Satu jam kemudian acara pun dimulai. Reyza dan juga Naina sudah duduk tenang dikursi yang telah disediakan untuk para panitia dan artis yang mengisi acara itu. Tampak Niko dengan asisten nya baru datang. Reyza dan juga Naina pun berdiri menyambut CEO mereka yang juga merupakan tamu undangan Gladion.
Reyza menatap sekilas wajah CEO itu saat berjabat tangan dengan nya.
Lumayan juga, benar kata mereka. Batin Reyza
"dia partner kamu atau asisten Nai" tanya Niko pada Naina
"dua dua nya pak" jawab Naina tersenyum malu
"oh begitu, kalian sungguh serasi" ucap Niko namun pandangan nya tak lepas dari Naina yang kelihatan sangat memukau malam ini
"terima kasih pak" balas Naina dan Reyza bersamaan
"tampilkan penampilan terbaik mu malam ini" kata Niko sembari berjalan kearah tempat duduk nya yang terletak diseberang meja Naina dan juga Reyza
"baik pak" jawab Naina dengan pasti
Tak lama kemudian pemilik pesta tiba disana, tuan Alex dan Dion, melihat Reyza dan Naina dia pun langsung mendatangi meja dimana Reyza dan Naina berada.
__ADS_1
"hai bro, woah keren banget penampilan kalian malam ini. Pangling gue liat nya" kata Dion menatap kagum Reyza dan juga Naina.
"ck, biar gak malu maluin gue, kalah pesona kan lo" ejek Reyza membuat Dion terkekeh
"haha, pesona gue gak ada yang bisa ngalahin bro" jawab Dion bangga
"haha, pd banget pangeran kampus ini" ucap Reyza tergelak
"haha, yauda nikmati pesta nya ya, gue mau ketempat bokap gue dulu, " kata Dion sembari menepuk pelan bahu Reyza, dan Reyza pun hanya mengangguk
"Clarissa gak datang kak? " tanya Naina menghentikan langkah Dion
"oh datang kok, dia bareng bokap nya, bentar lagi juga nyampek, gue kesana ya" jawab Dion melanjutkan langkah nya
Dan tak lama kemudian Clarissa yang dibicarakan pun tiba bersama ayah nya.
"hai Nai, wah lo cantik banget" kata Clarissa menatap kagum Naina yang memang berubah drastis penampilan nya dengan make up yang memukau
"ck, masih kalah sama kamu lah" kata Naina merendah
"haha, kak Reza juga beda banget malam ini, cocok banget kalian, pangling gue" kata Clarissa yang juga menatap Reyza
"haha, bisa saja kamu. Tu ayah kamu sudah ngeliatin " kata Reyza menunjuk ayah Clarissa
"oh iya, yauda aku kesana dulu ya, bye nNai, bye kak" ucap Clarissa yang langsung berlalu dari hadapan Reyza dan Naina
Reyza dan Naina pun duduk sembari menunggu giliran Naina bernyanyi.
Reyza mengarahkan pandangan nya kesisi paling depan tempat dimana pemilik perusahaan duduk bersama rekan rekan nya. Terlihat tuan Suryo bersama asisten nya pak Roy juga sudah berada disana.
Habis lah aku kali ini, batin Reyza
"kakak kenapa, liatin siapa sih? " tanya Naina heran melihat Reyza yang seperti salah tingkah
"eh, enggak kok, cuma gak biasa aja menghadiri acara formal seperti ini" kilah Reyza
"iya sih, Nai juga sebenar nya gugup, tapi mau gimana lagi" ungkap Naina menghembuskan nafas nya dengan kasar
"udah jangan gugup gitu, bawa rileks supaya penampilan kamu bagus. Liat wajah kamu udah cantik gitu, kalau kamu gugup kan gak lucu" kata Reyza memberi semangat
"ck, iya iya, kakak ini memuji atau mengejek sih" ucap Naina pura pura cemberut
"hehe, jangan cemberut, entar pipi nya ngembang" bisik Reyza diteling Naina
"kakak, nyebelin. Kakak itu yang jangan senyum senyum, liat tuh cewe cewe disini pada ngeliatin kakak semua " bisik Naina juga
"kamu cemburu? " tanya Reyza menggoda
"kakak ih, " ucap Naina mencubit gemas lengan Reyza dengan wajah nya yang merona malu.
Reyza pun hanya terkekeh geli melihat gadis kesayangan nya itu.
__ADS_1
Mereka tidak sadar kelakuan mereka membuat orang orang yang melihat terbawa perasaan.
Tampak Della yang selalu memperhatikan Reyza menatap mereka tidak suka. Dan Niko juga sesekali melirik pasangan itu dengan wajah datar nya.
Beberapa saat kemudian setelah acara pembukaan kini giliran Naina yang menghibur para tamu undangan dengan suara merdu nya.
Dengan membawakan lagu athousand years Naina dapat menghibur seluruh tamu undangan diGladion corp itu.
Malam ini Naina membawakan beberapa buah lagu. Hingga malam semakin larut barulah acara itu dibubarkan.
Tampak tamu tamu undangan sudah berlalu meninggalkan tempat itu. Termasuk Niko dan juga tuan Suryo papa Reyza.
Reyza dan Naina masih diruang ganti untuk membersihkan makeup dan juga mengganti pakaian.
Setelah selesai bersiap Naina dan Reyza pun berangkat keluar menuju tempat parkir motor rReyza.
Terlihat disana masih ada Dion yang juga baru keluar dari dalam gedung
"lo baru pulang Di? " tanya Reyza menyapa Dion
"iya ni, pak tua menyebalkan itu nyuruh gue pulang belakangan. Takut amat gedung nya kabur, heran gue" gerutu Dion membuat Reyza dan Naina terbahak
"hahha, durhaka lo" kata Reyza tergelak
"kesel gue, gak jadi gue pulang bareng ayang beb gue" sahut Dion lagi
"nasib lo, liat kami kemana mana berdua terus, yakan yang" ejek Reyza sembari menggenggam tangan Naina
"ck, bahagia lo diatas penderitaan gue" kata Dion sewot
"hahha, fakta bro" balas Reyza lagi
"kalian naik apa? " tanya Dion
"biasa lah, naek jaguar gue" jawab Reyza menunjuk motor butut nya disudut tempat parkir
"astaga, tampang aja keren, yang dinaeki begitu. Kenapa gak bilang gue, kan bisa pakek mobil gue" kata Dion geleng geleng
"hehe, gak papa lah sesekali" ucap Reyza tertawa geli
"kalah saing lo nanti sama bos Naina, lo gak liat tadi dia ngelirik Naina terus" kata Dion melirik Naina yang tersenyum kikuk
"ya gimana lagi, tergantung Naina ajalah, gue kan cuma bisa nya gini sekarang" jawab Reyza pasrah
"udah udah, kok jadi ngebahas orang lain sih. Yuk ah kita pulang, udah larut ini" kata Naina tak enak menatap wajah Reyza yang sudah berubah
"haha, iya yauda gue juga udah mau pulang. Hati hati kalian" ucap Dion melambaikan tangan nya
"oke" balas Reyza
..
__ADS_1
..
next