
Malam ini Naina sudah terlihat rapi dan kelihatan sangat cantik dengan gaun malam nya. Wajah pucat nya dihias sedemikian rupa supaya terlihat lebih segar dan menawan seperti biasa.
Malam ini dia akan mengadakan pertemuan dengan Niko dan team managemen nya untuk membahas tentang pengunduran diri nya.
Naina pergi diantar oleh Putra sementara Beti tetap tinggal dirumah bersama Lolita.
Mereka mengadakan pertemuan disebuah restauran mewah dikota itu.
Naina masuk kerestauran dimana sudah terlihat beberapa orang menunggu kedatangan nya. Termasuk Niko yang sudah menatap Naina sejak dia melangkahkan kaki nya didalam ruangan itu.
Dengan senyum nya yang manis seperti biasa, Naina menyapa mereka semua.
"selamat malam semua, maaf saya terlambat" kata Naina sedikit membungkukkan tubuh nya
"tidak apa, kami juga baru tiba" jawab Niko, Naina hanya tersenyum dan kemudian duduk ditempat nya disebelah mbak Nita
Mereka berbincang bincang hangat sebelum menikmati makanan yang disajikan disana.
Mereka makan dengan sesekali diselingi pembicaraan ringan.
Sesekali juga Niko mencuri pandang pada Naina, ya, sudah dua bulan ini dia jarang bertemu dengan Naina, hanya beberapa kali saat Naina mengisi acara yang khusus hanya untuk Record Company. Tapi ada yang terlihat berbeda saat Niko memandangnya. Gadis itu tak seceria biasa nya. Batin Niko.
Setelah selesai makan Naina pun mulai membuka suara.
"sebelum nya saya minta maaf karena sudah mengganggu waktu kalian. " ucap Naina sembari menarik nafas nya yang terasa sesak. Dia mencoba tegar, rasa nya sungguh berat melepaskan apa yang selama ini sudah diperjuangkan nya, bahkan rasa nya dia masih belum puas dengan pencapaian nya, namun apa mau dikata, tubuh nya sungguh tidak mampu lagi untuk berjuang sendiri.
Semua orang menatap heran kearah Naina, apa sebenarnya yang ingin disampaikan oleh gadis itu, termasuk Niko dan juga mbak Nita.
"pak Niko, mulai malam ini saya menyatakan untuk resign dari record company. Surat pengunduran diri akan saya kirim secepat nya" ungkap Naina yang sontak saja itu membuat semua orang disana sangat terkejut dengan pernyataan gadis itu terutama Niko dan juga mbak Nita
"apa, tapi kenapa Nai? " tanya Niko merasa tidak terima dengan keputusan Naina
"maaf pak, tapi saya hanya ingin beristirahat dulu dari dunia hiburan. Sudah cukup bagi saya tiga tahun ini merasakan suka duka menjadi seorang entertainment" jelas Naina yang mencoba menahan air mata nya agar tidak tumpah
"tapi namamu sedang berada diatas Nai, apa kau tidak sayang melepas semua nya? Atau ada masalah lain? " tanya mbak Nita pula
"tidak mbak. Ini sudah keputusan ku. Sungguh tidak ada masalah apapun. Aku hanya ingin beristirahat dulu. Mungkin untuk setahun ini saja kok" jelas Naina berusaha menunjukan senyum nya. Namun berbeda dengan Niko, dia tampak terduduk lemas mendengar pernyataan Naina
__ADS_1
"apa karena kau sering digosipkan dengan ku maka dari itu kau berniat untuk resign dari perusahaan ku Nai? " tanya Niko tanpa menatap wajah Naina yang terkejut
"tidak pak, tidak, sungguh bukan karena itu. Percayalah, saya sangat senang bisa bekerja dengan agensi bapak, bahkan perusahaan bapak yang membuat nama saya menjadi seperti sekarang. Saya hanya ingin beristirahat untuk beberapa waktu saja pak. Tidak ada maksud lain.
Jika pun nanti saya akan kembali, orang pertama yang saya cari adalah bapak. sungguh" ungkap Naina tegas, dia menatap wajah Niko yang kelihatan sangat kecewa
Niko pun menatap wajah Naina. Terlihat sekali wajah nya sangat serius mengatakan itu. Niko pun hanya bisa mengangguk pasrah
"baiklah, saya akan mengizinkan mu mundur, tapi ingat jika suatu saat kau berubah fikiran kau harus kembali pada kami" kata Niko dengan perasaan yang berkecamuk, memikirkan kenapa Naina tiba tiba resign, padahal nama nya sedang berada diatas awan saat ini
Naina pun tersenyum hangat menatap bos nya yang sangat baik pada nya selama tiga tahun ini
"iya pak saya janji, terima kasih banyak" ucap Naina sembari membungkukan tubuh nya sedikit
Setelah berbincang bincang mengenai pengunduran diri Naina mereka pun beranjak dari tempat itu. Meski semua team nya nampak keberatan namun mereka juga tidak bisa memaksa kehendak Naina. Mereka hanya berharap jika suatu hari nanti Naina mau kembali dan bergabung lagi dengan mereka.
Mbak Nita sampai menangis karena dia tidak bisa lagi berada disisi Naina, selama ini gadis itu sangat baik pada nya. Dan Naina mencoba menenangkan manager nya itu dan berjanji akan selalu mencari nya jika Naina kembali suatu saat nanti.
Naina hendak berjalan keluar restauran namun langkah nya ditahan oleh Niko.
"Nai, boleh kita bicara sebentar? " tanya Niko penuh harap
Mereka pun kembali duduk diruangan yang lebih privat. Hanya mereka berdua.
"apa ada yang kau sembunyikan dari kami Nai? Saya tau ini impian mu sejak dulu, seharus nya tak semudah itu kau melepaskan nya bukan? " tanya Niko menatap lekat manik hitam milik Naina
"tidak ada pak, saya hanya ingin istirahat saja. Mungkin untuk menenangkan diri sementara waktu. Bukan selama nya" jawab Naina dengan senyum nya yang selalu saja membuat jantung Niko bergetar hebat.
"baiklah jika itu keputusan mu. Lalu setelah ini kau mau kemana?" tanya Niko lagi
"seperti nya saya akan pulang kampung dulu pak. Menemani orang tua saya. Sudah lama kami tidak berkumpul" ungkap Naina berbohong
"jadi saya tidak bisa bertemu dengan mu lagi" gumam Niko namun masih terdengar jelas ditelinga Naina
Naina pun tersenyum, kemudian dia menggenggam erat tangan Niko yang berada diatas meja, dan sontak saja itu membuat Niko terkejut mendapat perlakuan yang tak biasa dari Naina
"carilah perempuan yang lebih baik dari saya pak, bapak orang baik, pasti akan menemukan orang baik juga. Jangan mengharapkan yang tidak pasti" kata Naina menatap wajah tampan Niko yang dingin namun terlihat sendu saat ini
__ADS_1
"maafkan saya Nai, tapi sungguh perasaan saya sudah jatuh pada pesona mu. Bahkan sejak pertama kali saya bertemu dengan mu dulu" balas Niko yang juga menatap lekat wajah Naina
"seiring berjalan nya waktu, cinta itu akan hilang pak. Cobalah untuk membuka hati dengan yang lain" kata Naina mencoba meyakinkan Niko
"entah lah Nai, untuk sekarang biarlah seperti ini. Saya tau hatimu sudah ada yang memiliki, jika memang kita tidak berjodoh, tidak apa. Saya sudah bahagia pernah jatuh cinta padamu" jelas Niko yang masih setia menatap Naina
Naina pun tersenyum sembari melepaskan pegangan tangan nya.
"saya selalu berdoa agar bapak bisa cepat mendapatkan pendamping hidup seperti yang bapak inginkan" ucap Naina tulus
"amin, semoga kebahagiaan selalu bersamamu Nai" balas Niko
"amin, kalau begitu mari kita pulang pak. Hari sudah sangat larut" ajak Naina
Niko pun hanya mengangguk, sungguh hati nya sudah sedikit tenang karena sudah mengungkapkan perasaan nya pada Naina. Meski tak termiliki namun dengan melihat itu sudah cukup bagi nya.
"Nai" panggil Niko ketika mereka sudah berada dihalaman resto itu
"ya pak" jawab Naina yang langsung menoleh pada Niko
"untuk yang pertama dan terakhir kali, bolehkah aku memelukmu? " tanya Niko ragu
Naina tampak terdiam sejenak namun tak lama kemudian dia pun menganggukan kepala nya.
Niko pun langsung memeluk erat tubuh kurus Naina. Menghirup aroma vanila yang akan selalu diingat nya sampai kapan pun, gadis yang sangat diidamkan nya, dan gadis yang menjadi cinta pertama nya.
Naina membalas pelukan Niko membuat Niko menghangat hati nya, mungkin ini yang terakhir, tapi tidak mengapa, dia sudah begitu bahagia pernah merasakan kehangatan dari Naina.
"terimakasih, aku mencintaimu" bisik Niko ditelinga Naina.
Dia pun langsung melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Naina yang tak bisa dijelaskan bagaimana raut nya.
"sampai jumpa lagi pak. Terima kasih untuk semua nya" ucap Naina dan langsung meninggalkan Niko yang masih mematung memperhatikan punggung Naina yang sudah masuk kemobil nya.
"aku selalu bahagia untuk mu Nai" batin Niko
"ini adalah awal kehancuran ku. Batin Naina.
__ADS_1
Dia tahu bahwa ada seorang paparazi yang sudah mengambil gambar nya bersama Niko tadi