
Malam ini Naina dan juga Reyza sudah berada dicafe tempat mereka bekerja. Naina sedang berada diruang ganti untuk merias wajah nya.
Sedangkan Reyza sedang melayani pengunjung yang sudah ramai memenuhi cafe itu.
"hai abang ganteng. Lama kali kita gak jumpa ya bang. Kata si Naina abang sakit. Udah sembuh kan? " tanya Beti mengejutkan Reyza yang sedang mengambil pesanan minuman
"eh mbak Beti, iya mbak, cidera sedikit kemarin. Ini udah sembuh kok" jawab Reyza ramah
"oh bagus lah kalau begitu. Gak enak kali kurasa kalau gak ada abang disini. Gak ada vitamin kami. Hahaha" kata Beti berkelakar
"haha, simbak ada ada aja, yauda saya mau lanjut dulu deh" kata Reyza dan langsung berlalu
"ya bang, hati hati bang, jangan lupa senyum bang" teriak Beti yang membuat semua orang menatap nya sambil geleng geleng kepala.
Beberapa saat kemudian Naina sudah berada diatas panggung, dia duduk dengan anggun sambil memegang gitar nya.
Pandangan mata nya melirik kearah Reyza yang sedang tersenyum kepada salah satu pengunjung .
Senyum mu indah, tapi menyakitkan untukku. Batin Naina
Naina pun mulai melantunkan lagu nya yang merupakan isi hati nya
Dipetik nya senar gitar nya dengan anggun dan penuh perasaan
Pernah ada
Rasa cinta
Antara kita
Kini tinggal kenangan
Ingin kulupakan
Semua tentang dirimu
Namun tak lagi
Kan seperti dirimu
Oh bintangku
Jauh kau pergi
Meninggalkan diriku
Disini aku
Merindukan dirimu
Ingin kucoba
Mencari penggantimu
Namun tak lagi
Kan seperti dirimu
Oh kekasih
Jauh kau pergi
__ADS_1
Meninggalkan diriku
Disini aku
Merindukan dirimu
Ingin ku coba
Mencari penggantimu
Namun tak lagi
Kan seperti dirimu
Oh bintangku
...
Reyza terpaku mendengar bait demi bait yang dinyanyikan oleh Naina. Entah kenapa dia merasa kalau lagu itu adalah curahan isi hati sang penyanyi.
Pasti ada luka yang sedang dia simpan dibalik wajah menjengkelkan nya itu. Batin Reyza
Mereka pun bekerja tanpa saling menegur sapa. Hanya pandangan mereka yang beberapa kali saling bertemu.
Saat ini Naina tengah bersiap siap untuk pulang kerumah nya. Karena hari ini ia tidak membawa motor jadi dia pamit pulang terlebih dahulu.
Sementara Reyza masih dicafe untuk membantu teman yang lain membersihkan dan menutup cafe itu.
Naina berjalan sendiri dipinggir trotoar jalan sambil menunggu ojek online yang dipesan nya.
Sesekali Mata nya melirik kekanan dan kekiri melihat kesekeliling yang sudah nampak sepi. Hanya motor dan mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi karena jalanan sudah mulai sepi. Toko toko juga sudah banyak yang tutup membuat suasana semakin nampak menyeramkan.
Hingga sesekali mata nya melihat kearah belakang dimana ada dua orang yang mengikuti nya.
Seketika diapun berlari ketakutan karena orang orang itu juga mengejar nya.
Oh tuhan, tolong aku. Batin Naina yang sudah ketakutan
Hingga langkah nya terhenti saat tangan nya berhasil dicekal oleh dua orang itu.
Naina menjerit ketakutan saat dua sepeda motor lain ikut berhenti mengelilinya.
"lepasin, apa mau kalian, tolong jangan sakitin saya" teriak Naina yang sudah menangis ketakutan.
"tolong!!!! tolong!!! tolong!! " teriak Naina beberapa kali
"diam, gak kan ada yang bisa nolongin lo disini, "
"lo milik kita malam ini cantik" kata preman preman itu
"cih, jangan harap, dasar brengsek" kata Naina meludahi wajah pria itu
Plakk
"kurang aja lo" kata preman itu menampar wajah Naina membuat gadis itu langsung terdiam gemetar
"bawa dia kegudang" seru seorang preman
"jangan, tolong!!! " teriak Naina semakin histeris saat tubuh nya mulai dibopong.
Namun belum sempat preman itu membawa Naina pergi datang lah seorang Pemuda yang dengan cepat turun dari motor nya dan langsung menghajar satu persatu preman itu tanpa ampun.
__ADS_1
Bak buk bak buk
Beberapa preman langsung terkapar tak berdaya diatas jalanan .
"kakak tolong, " teriak Naina saat dia ditarik menjauh oleh preman yang lain
Tanpa ampun Reyza pun melayangkan tendangan nya kearah wajah preman itu yang membuat nya jatuh tersungkur ketanah.
Ditendang nya dan dipukul nya preman preman itu hingga semua nya terkapar tak berdaya.
"kurang ajar kalian, berani nya sama perempuan" teriak Reyza marah.
Setelah dirasa tak ada lagi yang bisa bergerak diapun melihat kearah Naina yang sudah terduduk lemas dipinggir jalan.
"lo gak papa? " tanya Reyza cemas
" a aku takut" kata Naina menangis, tubuh nya masih bergetar hebat
Melihat itu Reyza pun mengangkat nya dan mendudukan nya disebuah kursi yang tak jauh dari tempat itu.
Naina masih saja menangis ketakutan, Reyza yang melihat itu semakin iba. Diapun mendekap tubuh gadis itu yang gemetaran. Diusap lembut punggung nya,
"sudah, jangan takut, ada aku disini. mereka udah gak bisa lagi ganggu kamu" kata Reyza lembut, diapun membiarkan Naina yang memeluk erat tubuh nya dan menangis sesunggukan didekapan nya.
Setelah beberapa saat Naina mulai tenang, diapun melepaskan pelukan nya.
"maaf kak" kata Naina malu saat sadar atas apa yang dilakukan nya
"gak papa, yauda ayo aku antar kamu pulang" ajak Reyza
"apa aku gak ngerepotin? " tanya Naina takut takut
"kamu mau mereka dateng lagi? " tanya Reyza lagi dan sontak itu membuat Naina ketakutan lagi
"gak mau" lirih Naina yang kembali menempel pada tubuh Reyza
"yasudah kalau begitu mari aku antar kamu pulang" kata Reyza lagi dan akhir nya Naina pun mengangguk setuju
Diperjalanan mereka hanya sama sama saling diam dengan fikiran mereka masing masing.
Hingga mereka membuka suara saat Reyza menanyakan dimana rumah Naina yang ternyata tidak begitu jauh dari rumah kost Reyza. Hanya berbeda satu blok saja.
Mereka pun tiba didepan rumah kontrakan Naina. Reyza membantu Naina turun dari motor dan memapah nya masuk kerumah karena nampak nya gadis itu sudah sangat lemas.
"makasih banyak ya kak, udah nolongin aku dan anter aku pulang" jawab Naina lemas
"iya, tapi kamu gak papa kan, kamu lemes banget lo Nai. kita kerumah sakit aja ya" tanya Reyza yang mulai khawatir
"aku gak papa kok kak, cuma lemes aja, nanti dibawa istirahat juga sembuh" jawab Naina berusaha tersenyum
"yauda, aku pulang ya, kamu istirahat" kata Reyza yang masih menatap wajah Naina yang mulai memucat
Dan Naina hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
Reyza pun pulang kerumah kost nya dengan fikiran masih mengingat keadaan Naina yang terlihat sangat lemas tadi.
Sementara Naina langsung terbaring ditempat tidur dengan memeluk erat bantal guling nya. Rasa takut masih menghantui nya, namun kedatangan Reyza sungguh membuat nya merasa lega, dan lagi bahasa yang dipakai Reyza malam ini terlihat lebih lembut dari biasa nya. Entah mengapa pria itu bisa bersikap lembut pada nya, fikir Naina.
..
next
__ADS_1