
Malam ini sudah sangat larut. Hanya suara suara kendaraan yang sesekali terdengar. Namun Naina maupun Reyza belum juga bisa memejamkan mata mereka.
Mereka sama sama masih terbaring diatas ranjang mereka. Menatap nanar langit langit kamar dengan lamunan masing masing.
"kak, ternyata gadis itu Naina, sungguh tuhan mempunyai takdir yang tak pernah ku sangka sangka" gumam Reyza. Dia pun mengingat kenangan nya bersama kakak nya pada waktu dulu
Flashback of
Saat itu Abimanyu tengah berada diapartemen Reyza. Beberapa bulan sekali ia pasti menyempatkan dirinya untuk berkunjung keAmerika untuk melihat adik semata wayang nya itu.
"hei, kapan kau akan pulang, kau kurang ajar sekali, kenapa harus aku yang selalu mengunjungimu" kata Abimanyu kesal. Ia tengah berbaring diranjang empuk milik Reyza
"hehe, maaf kak, aku sibuk sekali, mungkin akhir tahun aku akan pulang" ungkap Reyza yang juga berbaring disebelah kakak nya
"ck, kau sibuk dengan kuliah mu atau dengan pacarmu itu ha? " tanya Abimanyu sembari memukul pelan pundak Reyza
"ya sekalian kak" jawab Reyza terkekeh
"sialan kau, dasar anak durhaka" sewot Abimanyu
"aiishh maka nya kau juga cari pacar kak, ingat umur mu, dari dulu kau cuma belajar belajar dan belajar, jangan jadi jones" ucap Reyza meledek
"apa jones? " tanya Abi yang mengernyitkan dahi nya
"jomblo ngenes. Hahahha" jawab Reyza terbahak membuat Abimanyu mendengus senyum
"sialan, aku sudah ada calon ya, tinggal mengesahkan saja" sahut Abimanyu pula dengan mata berbinar mengingat wajah cantik gadis kesayangan nya
"wah, benar kah, siapa? Siapa yang mau dengan pria kaku sepertimu? " ejek Reyza terkekeh
"dia gadis yang menarik, cantik, meski manja tapi dia sangat mandiri. Kau tau dia sangat pandai menyanyi" kata Abimanyu dengan wajah yang berbinar
Reyza pun memperhatikan raut wajah kakak nya itu
"waw, aku tidak menyangka ternyata kau juga bisa jatuh cinta kak" goda Reyza
"tentu saja, dia gadis pertama dalam hidupku yang bisa membuat ku merasakan jatuh cinta" kata Abimanyu lagi
"oh my god, gadis seperti apa dia yang bisa melelehkan seorang Abimanyu Askara Gemilang? " goda Reyza terkekeh
"dia gadis yang luar biasa Rey, jika kau mengenal nya, aku jamin kau juga akan jatuh cinta pada nya" jawab Abimanyu yang juga terkekeh
"hahaha, tidak akan, aku sudah ada Angelina kak" kata Reyza bangga
"hhahaaha, takdir tuhan siapa yang tahu, aku berharap dia bisa menjadi bagian dari keluarga kita suatu saat nanti" gumam Abimanyu
Flashback on
"aku berjanji akan membuat gadis mu bahagia kak, tenanglah disana. " gumam Reyza sendu
Sementara ditempat Naina
"kak, aku berjanji akan bahagia disini, kakak tenang disana ya, terima kasih sudah meminta pada tuhan untuk mengirimkan senyummu melalui orang lain. Aku mencintaimu Abimanyu askara, jika tuhan mengizinkan ku untuk jatuh cinta lagi semoga orang itu adalah orang yang sepertimu kak, " pinta Naina dalam doa nya
....
Keesokan hari nya Naina dan juga Reyza sudah berada dikampus mereka.
Mereka kuliah seperti biasa. Hingga saat jam kosong mereka memutuskan untuk berkumpul dikantin kampus.
Clarissa dan juga Dion saling pandang dan mengarahkan mata mereka pada Naina dan juga Reyza yang sedari awal tadi tidak banyak bicara seperti biasa.
Mereka hanya larut dalam lamunan masing masing, Naina dengan rasa tidak enak nya karena sudah terlalu banyak mengungkapkan isi hati nya semalam dan Reyza dengan perasaan nya yang masih terkejut karena mengetahui bahwa Naina adalah kekasih kakak nya.
"hei, kalian itu seperti orang pacaran yang lagi berantem tau gak, diem aja dari tadi. Kalian kira kami ini cuma siaran radio apa" kata Dion kesal
"tau ni, lo kenapa sih Nai, ada masalah? Matalo juga gue perhatiin sembab gitu. " tanya Clarissa pula
"enggak kok, cuma kurang tidur aja tadi malam" jawab Naina
"apa jangan jangan lo yang buat Naina kayak begini za? " tuduh Dion yang membuat Reyza langsung melotot
__ADS_1
"kok gue, enak banget lo ngomong? " seru Reyza kesal
"lah terus kenapa kalian diem dieman gitu? Curiga gue" kata Dion lagi
"kan udah dibilang tadi, Naina kurang tidur, dan gue juga. Kita malam tadi kerja lembur, ya gak Nai" kata Reyza menatap Naina yang juga menatap nya. Mendapat kode dari Reyza Naina pun langsung menganggukan kepala nya
"iya kak, kami gak papa kok, ini karena lembur makanya kami gak semangat hari ini" balas Naina
"ck, kalian ini, jangan terlalu diforsir lah kerjaan itu" ucap Dion
"kami mau cepat kaya, biar ngalahin keluarga askara" kata Reyza yang membuat Dion dan Clarissa terkekeh geli
"mau lo kerja jungkir balik sampai kiamat juga gak bakalan lo ngalahin kekayaan mereka kalo kerjaan lo cuma jadi pelayan dicafe begitu za" ejek Dion disela tawa nya
"ya, kecuali pakek pesugihan" timpal Clarissa pula
"sepele kalian, nasib orang kan gak ada yang tau, kalau kak Reza bisa jadi orang kaya suatu saat nanti baru tau rasa, kalian yang bakal dibeli nya" kata Naina yang membuat Reyza terkekeh
"hahhaa, gue rela deh jadi bawahan lo za kalo lo bisa ngalahin keluarga askara itu" kata Dion
"gue pegang kata kata lo" kata Reyza tersenyum devil
"iya, gue janji deh, bakal jadi asisten lo yang bakalan nurutin semua keinginan lo. Kalian berdua saksi nya ya" kata Dion lagi menatap Clarissa dan juga Naina
Naina dan Clarissa hanya tertawa geli, sementara Reyza hanya geleng geleng kepala.
Kita lihat suatu hari nanti, seorang Gladion Alexander Zilguino akan menjadi kacung Reyza Askara Gemilang. Batin Reyza tertawa jahat
Mereka pun menghabiskan waktu siang itu bersama. Dengan diiringi candaan Dion dan juga Clarissa
...
Sore ini Reyza sudah bersiap siap untuk berangkat kerja. Dia berangkat kerja lebih awal karena ia berniat untuk menjemput Naina terlebih dahulu.
Setelah siap diapun melajukan motor nya kearah rumah kontrakan Naina.
Hanya butuh lima menit dia sudah tiba didepan rumah kontrakan naina. Terlihat gadis itu sedang duduk dikursi teras sambil memakai sepatu nya.
"mau jemput kamu, udah siap kan? " tanya Reyza pula
"eh, tapi kan aku bawa motor kak" ucap Naina sembari menunjuk motor nya
"udah gak usah bareng aku aja, gak baik anak gadis bawa motor sendirian malam malam" kata Reyza yang membuat Naina melongo
Selama ini juga aku bawa motor sendiri. Batin Naina
"udah ayok, masukin aja motor kamu kerumah, kan lumayan irit bensin" kata Reyza terkekeh
"em yauda deh, bentar kak" Naina pun memasukan kembali motor nya kedalam rumah
Setelah itu diapun berangkat bersama dengan Reyza. Seperti biasa diperjalanan mereka sama sama saling diam dalam lamunan masing masing. Hingga tak terasa mereka sudah tiba dicafe tempat mereka bekerja.
"makasi ya kak" kata Naina sembari melepaskan helm dikepala nya namun agak kesusahan karena tersangkut.
Melihat itu Reyza pun mengambil alih untuk membukakan helm naina.
Sembari tangan nya bekerja mata nya terus menatap wajah cantik gadis itu, sehingga membuat Naina menjadi salah tingkah dan gugup.
Cantik. Batin Reyza
Benar benar mirip. Dan kenapa jantung ku berdebar begini. Batin Naina
Mereka masih saling pandang dengan kekaguman masing masing hingga tatapan mereka terputus karena Beti mengejutkan mereka
"aiih mak jang kalian ini, masih sore kali ini lo woy, udah tatap tatapan aja ku tengok. Ngiri kali aku nengok nya" kata Beti yang geleng geleng kepala. Sementara Reyza dan Naina sudah salah tingkah dan langsung terkekeh geli
"udah sana masuk, suara ku udah habis ini. Lama kali pun kau datang nya Nai, itu siPutra sama Edo juga udah repot bang ganteng, kalian malah asik pacaran disini" ucap Beti sewot
"iya iya, cerewet banget sih mak bet" jawab Naina nyengir
"tau nih simbak sewot amat, cepet tua lo nanti" goda Reyza yang membuat Beti melengos
__ADS_1
"macemana aku gak sewot, baper aku itu nengok kalian mesra mesraan didepan aku, masih sore lagi" kata Beti yang semakin membuat Reyza dan juga Naina tertawa geli
Mereka segera masuk kedalam dan mulai bersiap siap untuk bekerja.
Terlihat suasana cafe sudah mulai ramai pengunjung karena hari juga sudah mulai malam.
Hingga malam ini Naina sudah menyanyikan beberapa lagu cinta untuk menghibur pengunjung. Reyza juga sudah mondar mandir kesana kemari melayani permintaan pengunjung cafe itu.
Reyza kini tengah berada didapur untuk mengambil gelas gelas bersih yang terususun dirak gelas. Dilihat nya Naina berjalan kearah nya dengan wajah yang agak lesu.
"kenapa, capek? " tanya Reyza lembut
"hu'um, haus banget" jawab Naina sembari mengipas wajah dengan tangan nya
"nih minum dulu, belum kakak minum kok" kata Reyza yang menyerahkan segelas lemon jus nya pada Naina
"makasi kak, baik banget" kata Naina yang langsung meminum habis air dalam gelas itu
"kasian aja liat kamu yang udah kayak cacing kepanasan gitu" ejek Reyza
"enak aja aku disamain kayak cacing" kata Naina cemberut
"hehe, yauda kakak mau lanjut lagi. Nanti pulang kamu tunggu kakak ya" kata Reyza yang langsung berlalu dari hadapan Naina
"oke" balas nya.
'kesambet setan apa sih dia, kok jadi baik dan lembut gitu' batin Naina heran melihat tingkah Reyza
..
Mereka bekerja dengan sesekali saling pandang dan melempar senyum. Membuat Beti dan Putra dengan sengaja terus menggoda mereka.
Tak terasa waktu sudah menunjukan jam pulang, mereka semua sudah bersiap siap untuk pulang namun kegiatan mereka dihentikan oleh Danil yang nampak nya baru tiba ditempat itu.
"mohon maaf semua nya, mohon perhatian kalian sebentar" kata Danil sambil menepuk nepukan tangan nya.
Semua pelayan pun berkumpul termasuk Naina dan juga Reyza
" besok lusa saya akan mengadakan party dicafe ini. Anniversary pernikahan saya dengan istri saya. Jadi saya mohon partisipasi kalian untuk acara ini, dan tentu saja akan ada bonus untuk kalian semua" kata Danil lantang
Semua karyawan cafe itu bersorak bertepuk tangan mendengar kata bonus.
"semua nya sudah diatur oleh asisten saya, dan untuk mengisi acara Naina dan juga Beti seperti biasa" kata Danil sembari menatap kedua gadis itu bergantian
"baik pak, dengan senang hati, " jawab Beti
"baiklah, kalian boleh pulang, saya harap mulai besok kalian bisa bekerja sembari menyiapkan keperluan pesta karena saya akan mengundang beberapa rekan bisnis saya" tambah Danil
"baik pak" jawab seluruh karyawan dicafe itu
Mereka pun kembali berkemas untuk pulang kerumah masing masing.
"aku kira mas Danil masih lajang" kata Reyza sambil memakai jaket nya
"muka nya itu memang awet muda bang, istri nya pak Danil itu ya, beh cantik nya mintak ampun, blasteran bang" kata Beti dengan logat batak nya
"cantikan mana sama Naina" kata Reyza menggoda Naina yang berdiri disebelah nya
"sebelas dua belas bang, naina kan cantik asli buatan indonesia, kalau istri nya pak Danil campuran dia, haha" jawab Beti dengan gelak tawa nya
"apaan sih mak bet, kamu kira aku barang apa asli buatan indonesia" sewot Naina membuat Beti dan Reyza tertawa lucu
"tapi mas Danil jarang nampak dicafe ya, apa dia punya usaha lain? " tanya Reyza lagi
"dia juga seorang CEO diperusahaan Adiguna kak, jadi sesekali aja meriksa cafe ini" jawab Naina yang sudah memasang helm dikepala
Dan Reyza hanya menganggukan kepala nya.
Mereka pun pulang kerumah masing masing dengan Reyza yang mengantarkan Naina terlebih dahulu.
...
__ADS_1
next