Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Apa Pantas ?


__ADS_3

Malam sudah semakin larut, namun Reyza, Naina dan juga Beti masih belum ada yang memejamkan mata mereka.


"kenapa kakak merahasiakan identitas kakak? " tanya Naina yang berbaring menatap langit langit kamar rumah sakit itu


"kakak hanya ingin hidup tenang Nai" jawab Reyza yang juga sama posisi nya seperti Naina


"apa dengan menjadi anak seorang sultan tidak bisa hidup tenang? " tanya Naina yang kini menatap Reyza


"menjadi anak tuan Suryo sama seperti menjadi artis seperti mu Nai, kemana pun pergi pasti menjadi sorotan orang, dan kakak tidak ingin seperti itu" jawab Reyza yang juga menatap Naina


"hmh, Nai tidak menyangka selama ini yang diceritakan kak Dion itu ternyata kakak sendiri, entah bagaimana jika dia tau kalau orang yang selama ini sering diejek nya adalah anak sultan yang dia maksud" kata Naina tersenyum


"biar kan saja dulu. Jika sudah waktu nya dia pasti akan terkejut sendiri" kata Reyza terkekeh pelan.


"oh ya, berarti yang dibilang Cla tentang perjodohan itu, kakak kan orang nya? " tanya Naina menatap Reyza sinis


"haha, iya" kata Reyza terkekeh sembari menggaruk pelipis nya canggung


"hmmh, pantas saja kakak juga begitu terkejut waktu itu" ucap Naina geleng geleng


"tentu saja, nasib percintaan kakak juga jadi taruhan nya kan" jawab Reyza


"ya, dan jika kak Dion tau kakak lah orang nya mungkin dia akan beneran guling guling" kekeh Naina


"hahahah, kakak rasa begitu" kata Reyza pula


Mereka pun saling tatap sembari melempar senyum termanis mereka


"kak" panggil Naina


"hmm, kenapa sayang" tanya Reyza


Beti pun melirik dua sejoli itu dari sofa tempat nya berbaring, pura pura bermain ponsel tapi telinga nya juga menguping.


"apa Nai pantas bersanding dengan kakak" tanya Naina sendu


"hei, kenapa berbicara seperti itu? " tanya Reyza tak suka


"kita seperti langit dan bumi kak, Nai bukan apa apa, dan kakak seorang pangeran, bagaimana kata orang nanti? " ucap Naina melihat Reyza


"kamu yang terhebat sayang, jangan dengarkan kata orang. Kamu lihat banyak orang dinegara ini yang mengagumi mu, apa yang kamu ragukan hmm" tanya Reyza yang juga menatap lekat wajah Naina.


"Nai hanya merasa tak pantas kak" jawab Naina sendu


"kamu tidak mencintaiku Kah? " tanya Reyza serius


"Nai mencintai kakak, sungguh" jawab Naina pula


"lalu kenapa bicara mu seperti itu?" tanya Reyza lagi


"maaf" lirih Naina melepaskan pandangan dari Reyza


"jangan fikirkan apapun, jangan lihat statusku, tapi lihat lah apa yang sudah kita lakukan sejauh ini, kamu pahamkan" kata Reyza lembut


"iya kak" jawab Naina tersenyum menatap Reyza


Ah kalau tak ada orang sudah habis kau nai. Batin Reyza gemas


"kalian ini, tidurlah, liat itu jam berapa. Badan kalian perlu istirahat, besok lagi lah kangen kangenan itu. Kalau kalian kenapa kenapa bisa habis aku" omel Beti yang kini mendekat kearah Reyza dan Naina


"ck, iya iya, kau tidurlah duluan" kata Reyza


"kok aku sih tuan ganteng, yang sakit kan kalian, macemana nya " ucap Beti lagi


"udah tidur tidur. Pejam mata kau itu Nai. Jangan tatap tatapan terus kalian" kata Beti sembari menyelimuti Naina dan juga Reyza berhantian


"hei, kau sudah seperti emak emak komplek saja bet" jawab Reyza saat Beti menyelimuti tubuh nya


"diam dan tidurlah tuan, mana ada emak komplek secantik aku ini. sudah besok lagi kita bahas ini oke, aku udah capek kali ini, belum lagi besok ngadepi tuan Suryo, aiihs spot jantung aku" kata Beti yang langsung berbaring disofa ruangan itu


"haha, biasa aja bet, papa memang seperti itu" kata Reyza menatap lucu Beti sedangkan Naina hanya terkekeh pelan.

__ADS_1


"ya ya, seperti seorang terdakwa aku kalau udah didekat tuan Suryo. Haha. Yasudah selamat tidur " kata Beti menutup seluruh badan nya dengan selimut


Reyza pun hanya geleng geleng melihat kelakuan teman Naina yang satu itu


"selamat tidur sayang, istirahat lah" kata Reyza menatap teduh wajah Naina


Naina pun hanya mengangguk dan tersenyum.


Naina pun memejamkan mata nya, sedangkan Reyza masih menatap gadis nya itu. Hingga tak lama kemudian dia juga ikut terbang kealam mimpi


..


Keesokan pagi nya Naina terbangun duluan, dilihat nya Reyza masih tertidur dan begitu juga dengan Beti yang masih asik dalam mimpi indah nya, nampak wajah lelah dari sahabat plus asisten nya itu


Ditatap nya wajah tampan Reyza yang sedang terlelap, terlihat teduh dan sangat mirip dengan Abimanyu, kakak nya. Meski Abimanyu lebih terlihat dewasa dan lebih gagah dengan kesan hangat nya. Kenapa dia tidak pernah berfikir sampai sejauh itu dulu nya, padahal kesamaan itu sudah jelas ada pada senyum mereka.


"sungguh takdir tuhan yang tak pernah kuduga kak, awal nya aku begitu terkejut saat mengetahui kalian adalah saudara, dan sekarang aku juga dikejutkan jika sebenar nya kalian lah anak sultan yang dimaksud orang orang selama ini. Entah aku harus apa kak, yang jelas aku bersyukur tuhan begitu baik pada ku, meski aku takut jika suatu saat nanti aku tak akan mampu mengimbangi mu" batin Naina


Setelah dirasa puas memandangi wajah Reyza Naina pun berjalan tertatih kekamar mandi dengan sebelah tangan nya memegang infus.


Beberapa menit saat Naina dikamar mandi Reyza pun terbangun. Dilirik nya tempat tidur Naina namun penghuni nya sudah tidak ada.


Dia melirik Beti yang masih asik tertidur dengan mulut yang menganga.


Dilihat nya kearah kamar mandi yang terdengar suara gemericik air.


Reyza pun mencoba untuk duduk diatas tempat tidur nya sembari menunggu Naina.


Hingga beberapa saat kemudian Naina keluar dengan selang infus nya


"kenapa tidak membangunkan Beti sayang, lihat kamu kesusahan kan" kata Reyza yang juga tidak bisa berbuat apa apa karena tubuh nya masih terasa sakit semua.


"gak papa kak, Nai bisa kok. Kasian dia masih ngantuk banget kayak nya" kata Naina yang sudah duduk ditempat tidur nya


"iya, tidur kayak orang mati gitu, gak bangun bangun.


Heii. Betii, tuan Suryo datang! " seru Reyza sembari melemparkan bantal kearah Beti yang langsung bangun dan terkejut


"ha, ii iiya tuan, ada apa ada apa? " tanya Beti gelagapan, dia pun memandang Reyza dan Naina yang sedang terkekeh tertawa geli melihat kearah nya


"udah siang Bet" jawab Naina


"kamu itu tidur seperti orang mati, tidak tau bangun bangun" kata Reyza pula


"haiis tuan ganteng ini, ngantuk kali aku bah, dari kemaren gak tidur tidur asik nungguin kalian aku, gak kasian nya kalian nengok aku ini" kata Beti sembari merapikan bantal dan selimut nya dengan wajah kesal


"hehe, maaf ya mak bet, kak Reyza ini iseng banget" kata Naina menunjuk Reyza yang sedang tertawa


"udah jangan sewot gitu, nanti aku kasih bonus deh" ucap Reyza


"wah sementang anak sultan ya kan, enak kali dia ngomong bonus" ejek Beti


"yasudah kalau tidak mau" kata Reyza cuek


"eh, ya mau lah, siapa yang gak mau bonus, aissh tuan ganteng ini pun. Yang banyak ya tuan, aku kan jaga double ini. Hehe" kata Beti terkekeh


"iya iya, yauda sana bersih bersih, sesudah itu carikan kami sarapan" titah Reyza pula


"asiaaapp" kata Beti langsung berlalu kekamar mandi


Reyza pun hanya geleng geleng melihat kelakuan beti.


"mungkin besok Nai mulai aktivitas lagi kak" kata Naina yang tengah duduk menghadap ke arah Reyza


"emang nya kamu udah baikan, pending dulu lah kegiatan kamu" kata Reyza yang juga menatap Naina


"Nai udah berasa sehat kok, nanti lama lama mbak Nita curiga kak, lagian besok ada acara penting untuk record company" jelas Naina


"iya tuan ganteng, mbak Nita udah nelponin aja dari malam tadi, nanyain Nai terus kapan pulang" timpal Beti yang baru keluar dari kamar mandi


"tapi kesehatan kamu kan lebih penting nai" kata Reyza lagi

__ADS_1


"gak papa kak, Nai udah berasa sehat kok. Apa lagi ngeliat kakak udah gak papa begini, " jelas Naina


"yauda lah, terserah kamu aja, " sahut Reyza melengos


"Nai janji, selesai acara Nai pasti kemari nemeni kakak, " kata Naina yakin


"beneran ya" ucap Reyza lagi


"iya sayang" jawab Naina


Reyza pun tersenyum manis mendengar panggilan sayang dari Naina


"Clarissa kirim pesan nih Nai, kata nya si Dion nyariin tuan ganteng, ada tugas hari ini yang harus diselesaikan, dia udah coba menghubungi tuan ganteng tapi ponsel nya gak bisa dihubungi" jelas Beti yang memegang ponsel Naina


"oh iya, aku lupa, ponsel ku juga entah kemana Bet, duh mana laptop nya dikostan lagi, " ucap Reyza bingung


"kakak kost bareng Putra kan, suruh dia aja anterin kemari" jawab Naina


"oh iya ya, lupa aku" kata Reyza sembari memukul pelan dahi nya


"bet telponkan ya" titah Reyza


"siap tuan bos" kata Beti yang langsung menelpon putra.


Hingga tak lama kemudian tuan Suryo dan juga Miranti datang mengunjungi mereka bersamaan dengan dokter yang akan memeriksa Reyza dan Naina.


"bagaimana keadaan mereka dok? " tanya Miranti pada dokter itu


"nona Naina sudah baik baik saja nyonya, infus nya juga sudah bisa dibuka. Sedangkan tuan muda kondisi nya juga sudah mulai membaik, hanya masih perlu banyak istirahat" jelas dokter itu.


"baiklah, terima kasih dokter" kata Miranti. Setelah mencabut infus Naina dokter itu pun keluar dari ruangan itu.


"kau dengar boy, perbanyak istirahat agar cepat pulih" ucap tuan Suryo menepuk pelan pundak Reyza


"iya pa, Rey dengar" jawab Reyza malas


"oh ya pa, papa dan mama pulang saja lah, Rey sudah membaik, ada Naina dan Beti disini"


Ungkap Reyza yang sedang menikmati sarapan yang dibawa Miranti


"kau mengusir kami, dasar anak durhaka" kata tuan Suryo


"papa, kalau kalian terlalu lama disini aku khawatir jika identitas ku akan terbongkar, lagian aku masih butuh bantuan teman teman ku untuk menyelesaikan tugas skripsi ku yang tinggal dua minggu ini. Ayolah" bujuk Reyza menatap tuan Suryo


Sedangkan Naina dan Beti hanya diam dan mendengarkan, tak berani sedetik pun mereka menatap tuan Suryo yang sungguh masih terlihat gagah dan berwibawa diusia nya yang tidak muda lagi


"tapi kau harus janji jangan terlalu lelah ya nak, agar cepat pulih" ucap Miranti yang duduk disamping Reyza


"iya ma, mama tenang ya, jangan khawatir, Rey pasti cepat sembuh" ungkap Reyza memegang lengan Miranti


"oke baiklah. Tapi roy dan juga Danil akan selalu mengawasi kalian" kata tuan Sutyo tegas


"ya ya, terserah papa saja" jawab Reyza


Jadi selama ini mas Danil dekat dengan keluarga sultan ini, pantas saja dia begitu baik dengan ku dan kak Abi dulu. Batin Naina dalam lamunan nya


"dan kalian ingat ya nona nona, jangan bocorkan hal ini pada siapapun, jika sampai bocor maka tamat lah kalian. " ancam tuan Suryo yang membuat nyali Beti dan juga Naina seketika menciut


"i iya tuan. Kami janji" jawab Naina dan juga Beti serempak


"papa tenang lah, mereka pasti bisa jaga rahasia" kata Reyza


"yasudah, kalau begitu kami pulang, kau ingat harus tetap perbanyak istirahat" kata tuan Suryo lagi


"iya pa" jawab Reyza


"Nai, Beti, saya titip Rey ya, beri tahu saya jika kalian memerlukan apa apa" ucap Miranti menatap Naina dan juga Beti


"iya nyonya, kami pasti akan membantu menjaga kak Reyza" jawab Naina dengan senyum nya


"baiklah, kami permisi dulu. Jaga dirimu baik baik ya sayang" kata Miranti mengelus lembut kepala Reyza

__ADS_1


"iya ma, kalian berhati hati lah" ucap Reyza


Pak Suryo dan juga Miranti pun kembali kekota tempat dimana rumah utama berada


__ADS_2