Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Clarissa dan Dion


__ADS_3

Malam ini Clarissa dan juga Dion tengah berada disalah satu restauran mewah. Mereka nampak nya sudah saling janjian dan tengah pendekatan. Hal itu tentu saja membuat Clarissa merasa sangat bahagia karena sedari awal masuk kuliah dikampus dia sudah menaruh hati pada idola kampus itu. Walaupun kini sudah ada Reyza yang mengalahkan ketampanan nya namun cap sebagai idola kampus masih dipegang nya karena menurut penghuni kampus Dion lah mahasiswa yang paling kaya dan disegani dikampus itu.


Begitu pula dengan Dion, semenjak bertemu Clarissa beberapa waktu lalu karena perdebatan antara Reyza dan Naina dia sudah jatuh hati pada pandangan pertama dengan gadis itu.


Gadis cantik anak seorang pengusaha yang berbeda dengan yang lain, membuat nya jatuh hati pada gadis itu.


Mereka tengah menikmati makan malam romantis mereka berdua disebuah ruangan privat yang telah dipesan oleh Dion.


"Cla, boleh kakak tanya sesuatu? " tanya Dion saat mereka sudah menyelesaikan makan malam nya


"hmm, mau nanya apa kak? " tanya Clarissa balik


"bagaimana menurut mu Naina? " tanya Dion yang langsung membuat Clarissa terkejut dan bahkan raut wajah nya seketika berubah


Tampak dia menghembuskan sedikit nafas nya yang tiba tiba berubah sesak.


"hei, kenapa wajah mu begitu, kakak menanyakan dia karena kakak ingin mendekatkan dia dengan Reyza, kakak liat mereka cocok" ungkap Dion sedikit terkekeh melihat perubahan wajah Clarissa


"ah kakak, ya aku rasa juga mereka cocok" ucap Clarissa tertunduk malu atas fikiran nya yang sudah melenceng tadi


"emm, tapi seperti nya agak sulit" kata Dion lagi


"kenapa kak? " tanya Clarissa heran


"Reza pernah dkhianati dan itu yang membuat dia trauma untuk membuat hubungan baru" jelas Dion


"hemmh, seperti nya mereka senasib" jawab Clarissa yang membuat Dion mengernyitkan dahi nya


"maksud mu Naina juga pernah dkhianati? " tanya Dion lagi


"bukan dikhianati sih, tapi ditinggal pergi." jawab Clarissa sedih ketika mengingat kisah cinta sahabat nya itu


"apakah itu tidak sama saja Cla? " tanya Dion masih bingung


"ditinggal pergi jauh kak, kekasih nya meninggal saat mereka baru menjalani hubungan. Bayangkan betapa sakit nya dia saat itu, aku saja mungkin tak akan sanggup jika jadi dia. Karena hal itulah yang membuat dia juga trauma mau membuka hati lagi" jelas Clarissa yang membuat Dion sedikit terkejut.


"oh astaga, tragis sekali percintaan mereka. Pantas saja mereka sama sama menjaga hati agar tidak ada yang menyentuh" kata Dion geleng geleng kepala


"ya, terkadang aku kasihan melihat Naina, sudah banyak yang mencoba mendekati tapi dia sama sekali gak peduli, bahkan anak pak Brata kak Sean itu sampai kini masih usaha, tapi ya itu jangankan membuka hati nya, melihat nya saja Naina gak mau, " jelas Clarissa


"bagaimana tanggapan dia mengenai Reza?" tanya Dion lagi


"entah lah kak, tapi menurut ku dengan kak Reza dia bisa lebih dekat dibandingkan yang lain, lihat lah setiap bertemu mereka selalu saja bertengkar dan saling mengejek, Naina tak pernah seperti itu dengan yang lain" jelas Clarissa lagi


"ya, dan aku rasa Reyza juga begitu. Hanya dengan Naina dia bisa lebih banyak berekspresi, kamu lihatkan jika dikampus dia itu seperti batu bernapas, dingin dan tak tersentuh" kata Dion yang membuat Clarissa terkekeh

__ADS_1


"bagaimana jika kita dekatkan saja mereka kak, siapa tau dengan mereka dekat mereka bisa saling mengobati luka hati masing masing" ujar Clarissa menatap Dion


"aku setuju Cla, aku iba melihat anak itu. Haha" ucap Dion terkekkeh


"tapi kakak bisa jamin kan kalau dia tidak akan melukai hati sahabatku, aku kasihan melihat Naina kak, dia sudah berusaha jatuh bangun untuk menyembuhkan luka hati nya" tutur Clarissa sedih


"aku rasa Reza tidak sejahat itu Cla, dia juga pernah merasakan sakit, jadi untuk menyakiti hati orang lain dia pasti berfikir dua kali bukan. Meskipun anak itu cukup misterius tapi aku yakin dia orang baik" jelas Dion menatap wajah cantik Clarissa


Clarissa yang ditatap pun menjadi salah tingkah. Dan Dion sangat menyukai itu.


"baiklah bagaimana dengan hubungan kita, jangan lupakan yang satu ini" kata Dion


"eh maksud kakak? " tanya Clarissa gugup


"ya apakah kamu mau menjalani hubungan dengan ku? " tanya Dion serius


"ha, apakah ini tidak terlalu cepat? " tanya Clarissa lagi


"apa kamu tidak menyukai ku Clarissa shakuilla? " tanya Dion menatap lekat manik gadis itu yang membuat sipemilik semakin gugup


"a a aku" ucap Clarissa gugup


"tidak usah dijawab sekarang, aku akan menunggu. Tenang lah" kata Dion dengan senyum hangat nya


Ah, jantung ku mau copot. Tuhan tolong. Batin Clarisaa menjerit


Dion mengantarkan Clarissa kerumah mewah nya.


Setelah mengantarkan Clarisaa diapun melajukan mobil nya untuk kembali kekediaman Keluarga gladion.


Namun baru setengah perjalanan dia melihat Reyza sedang duduk disebuah bengkel tambal ban kecil disudut kota itu.


Dion pun memarkirkan mobil nya disana dan langsung menghampiri Reyza yang sedang asik memainkan ponsel hingga tanpa sadar Dion sudah berdiri disebelah nya


"woi" ucap Dion menepuk bahu Reyza yang jelas saja membuat Reyza terlonjak kaget.


"astaga. ngejutin aja lo" kata Reyza sembari memegang dadanya


"hahhaah, serius amat lo main ponsel sampek gak tau gue dateng, " kata Dion terkekeh


"ck, mana gue tau kalau lo kesini, lagian ngapain lo kesini, wajah lo seneng banget kelihatan nya" kata Reyza menatap heran Dion


"habis jalan gue sama si Clarisaa" ungkap Dion dengan wajah berbinar


"aiishh pantesan aja tu muka licin banget, habis dapet vitamin ternyata " goda Reyza

__ADS_1


"yalah, gak kayak muka lo yang dingin banget kayak beruang kutub" ejek Dion pula


"haha sialan lo, gimana udah sah belom? " tanya Reyza menatap wajah Dion


"belom lah, cepet amat, tu anak pun belum tau gimana sama gue, kalau ditolak kan malu" jawab Dion terkekeh


"ya elah, keburu diambil orang, gue rasa tu anak juga naksir elo kok, keliatan dari wajah nya saat ketemu sama lo" ucap Reyza


"pengalaman ya lo" kata Dion terkekeh senang


"ck, lo masih kalah jauh dari gue" kata Reyza bangga


"ya kalah lah, gue belum ngerasain jatuh bangun, nah elo udah jatuh teguling guling lagi, sampek takut mau ngeliat cewe lagi" kata Dion terbahak


"wah sialan lo" ucap Reyza sembari mengetuk kepala dion dengan ponsel nya


"aih, benjol kepala gue, " sahut Dion terkekeh sembari mengusap kepala nya


"biar waras otak lo, " kata Reyza sewot


"eh, ngomong ngomong ponsel lo keren juga za, kalah punya gue, mahalan ponsel lo dari pada motor lo itu, dapet dari mana? " tanya Dion heran sembari membolak balikan ponsel mahal Reyza yang langsung direbut nya dari tangan Reyza tadi


sialan ni anak mata nya tajem amat. Batin Reyza


"itu hadiah " jawab Reyza sembari merebut kembali ponsel nya


"hadiah apa ponsel seharga bepuluh juta begitu" tanya Dion lagi


"em dulu gue menang olimpiade di kampus lama, hadiah nya lumayan besar, jadi gue beliin aja ponsel ini" kata Reyza beralasan.


Sementara Dion masih melirik nya dengan curiga


"lo pasti nyangka gue maling kan" ucap Reyza yang membuat Dion langsung terbahak


"hehe, habis nya heran gue, lo pakek motor butut tapi ponsel lo sekelas anak sultan" kata Dion lagi


"sesekali Di, gue pengen ngerasa jadi anak sultan" ungkap Reyza terkekeh


"haha, yaya terserah lo lah, yauda gue balik dulu ya, lo udah mau siap juga kan" kata Dion pula.


"iya, tu udah selesai kok" jawab Reyza


Dion pun melangkahkan kaki nya keluar bengkel itu untuk pulang kerumah nya, sedangkan Reyza pulang kerumah kost nya.


mustahil banget hadiah. batin Dion

__ADS_1


...


next


__ADS_2