
Keesokan hari nya...
Sore ini Naina dan juga Reyza bersama Beti sudah berada didalam mobil mereka untuk pergi ke gedung Gemilang group yang ada dikota sebelah
Dengan perasaan was was Reyza banyak terdiam sepanjang perjalanan.
"kak, kenapa diam aja dari tadi? " tanya Naina heran
"gak papa kok " balas Reyza melirik Naina dengan senyum tipis nya
"gak biasa nya" ucap Naina lagi
"lagi sakit gigi mungkin Nai" kata Beti ikut menimpali
"tau aja kamu bet" kata Reyza mengiyakan perkataan Beti
"beneran kak? " tanya Naina
"iya, gak enak aja bawaan nya" kilah Reyza sembari tetap fokus pada kemudi nya
Kan jadi bohong, batin Reyza
"singgah aja kedokter gigi, nanti tambah parah" kata Naina begitu polos hingga membuat Reyza menjadi salah tingkah
"eh gak usah, nanti juga sembuh, tadi udah minum obat kok" jawab Reyza tersenyum kikuk dan melirik Naina sebentar
Mereka pun melanjutkan perjalanan selama hampir dua jam.
Ditemani dengan percakapan Naina dan Reyza sedangkan Beti sudah tertidur lelap dikursi nya.
Setelah tiba didepan gedung mewah itu Naina dan Beti turun dari mobil dan disambut oleh mbak Nita
"nai, kakak keluar sebentar ya, mau jumpai temen lama, bentar aja kok" kata Reyza menatap Naina
"oh yauda, nanti kemari lagi kan" tanya Naina
"iya sayang, pasti. Bet titip Naina" kata Reyza menatap Beti yang kepayahan membawa barang barang Naina
"oke " balas Beti
"hati hati kak" ucap Naina. Reyza pun hanya mengangguk dan tersenyum.
Setelah Naina dan Beti masuk Reyza bergegas melajukan mobil Naina yang dibawa nya menuju kerumah utama yang kebetulan tidak begitu jauh dari gedung itu.
Setelah hampir setengah jam mengemudikan mobil itu dengan kecepatan yang lumayan tinggi Reyza pun tiba dikediaman orang tua nya.
"ma, pa, Rey pulang! " seru Reyza sembari masuk kedalam rumah mewah itu
Hingga tak lama terdengar langkah kaki keluar dari lift dirumah itu.
"sayang, kenapa baru pulang sekarang? " tanya Miranti yang langsung memeluk reyza
"maaf ma, Rey sibuk menyelesaikan skripsi, mama sehat kan?" tanya Reyza menatap wajah teduh mama nya
"mama sehat sayang" jawab Miranti lembut. Mereka pun duduk disofa keluarga rumah itu
Hingga tak lama kemudian tuan Suryo muncul dengan masih menggunakan setelan jas mahal nya
"hei, dasar kau anak durhaka, setelah dua minggu baru ini muncul" kata tuan Suryo mengejutkan Reyza.
"maaf pa, Rey sibuk" kata Reyza sembari memeluk papa nya
"sibuk apa kau? " tanya tuan Suryo sinis
"skripsi ku lah pa, apa lagi" balas Reyza yang kini langsung duduk dan bersandar dibahu mama nya
"alasan mu sibuk skripsi, pulang tidak sempat, tapi menjadi model sheralia itu kau bisa, sungguh terlalu" omel tuan Suryo
__ADS_1
"hehe, maaf papa, Rey terpaksa. " jawab Reyza terkekeh
"alasan kau" sewot tuan Suryo lagi
"oh ya, tumben papa mengadakan acara ulangtahun perusahaan mengundang artis Rc, biasa nya tidak pernah? " tanya Reyza yang memang sangat penasaran dan kini dia telah menegakan tubuh nya menghadap tuan Suryo
"ya biar kau pulang lah, lihat sekarang, kau mengikuti kemana pun dia pergi kan, " jawab Tuan Suryo membuat Reyza sedikit terkesiap dan Miranti hanya tersenyum tipis melihat kelakuan suami dan anak semata wayang nya itu
"aishh papa, kan papa bisa menelpon ku seperti biasa, tidak perlu lah membuat heboh seperti ini" ucap Reyza heran
"biar saja, papa hanya ingin tau seberapa hebat bakat gadis mu itu, dan seperti apa orang nya" jawab tuan Suryo tersenyum smirk membuat Reyza mendengus kesal
"jangan yang macam macam pa" ancam Reyza menatap curiga papa nya
"macam macam apa, papa hanya ingin tau" jawab tuan Suryo santai
"mama, lihat lah kelakuan papa" adu Reyza pada Miranti yang hanya terkekeh melihat suami nya yang suka sekali menggoda Reyza
"tidak apa, mama pun ingin melihat seperti apa gadis itu, selama ini mama hanya melihat nya ditelevisi saja" ungkap Miranti pada Reyza yang kini menghela nafas nya dengan berat
"tapi tetap jangan bocorkan siapa Rey sebenar nya pada dia dan juga orang lain" kata Reyza lagi
"yaya, kau tenang saja anak muda" jawab tuan Suryo
...
Setelah beberapa saat mengobrol dengan orang tua nya Reyza pun kembali kegedung Gemilang group milik papa nya.
Terlihat tamu undangan sudah mulai hadir, dan Naina juga sudah siap dirias. Reyza juga sudah memakai kemeja tanpa kerah nya dan juga jas nya dari rumah utama tadi. Terlihat keren namun masih berwibawa.
Untung nya tidak ada wartawan dan paparazi disana, sehingga tidak terjadi kehebohan apapun digedung itu.
"kak, udah ganti pakaian aja" tanya Naina saat Reyza sudah ada dihadapan nya
"iya dong, lihat kamu udah cantik gini, masak iya kakak tampil biasa aja" kata Reyza mencubit gemas hidung bangir Naina
"woah, udah ganteng aja abang ganteng ini, ayo kita kedepan, yang lain udah didepan itu" ajak Beti pada Naina dan juga Reyza
Mereka pun duduk ditempat yang sudah disiapkan oleh panitia acara itu.
Terlihat Niko dengan sekretaris nya, Dion dengan papa nya, ayah Clarissa dengan asisten nya, dan Danil beserta asisten nya juga tampak hadir diacara itu.
Reyza sesekali memberikan senyum nya pada tamu yang dia kenal itu.
Hingga tak lama kemudian datanglah sang pemilik pesta dan pemilik gedung itu. Dengan gagah nya dia berjalan bersama istri nya. Semua tamu undangan pun berdiri menyambut kedatangan tuan Suryo dan juga Miranti istri nya.
"wah ternyata bapak itu yang dibilang raja nya sultan ya kak" bisik Naina yang berdiri disebelah Reyza yang juga ikut menundukkan tubuh mereka saat tuan Suryo hadir ditempat itu.
Dan Reyza pun hanya menganggukan kepala nya
Calon mertua mu. Batin Reyza menahan senyum nya
"keren banget, walau udah tua pesona nya luar biasa, tapi kalau dipandang pandang mirip kakak deh" ungkap Naina yang membuat Reyza langsung terhenyak dan tersenyum canggung
"apaan sih Nai, ngawur kamu" bisik Reyza pula.
Setelah menyalami para tamu undangan tuan Suryo beserta istri nya pun mendatangi tempat duduk Reyza dan Naina. Sontak saja itu membuat Reyza gugup dan orang orang disana menatap heran pada tuan Suryo, termasuk Dion yang langsung terkejut dan terperangah
"selamat malam, selamat datang diperusahaan saya," kata tuan Suryo menatap lekat wajah cantik Naina
"selamat malam tuan, terima kasih banyak sudah memberikan saya kesempatan untuk tampil diacara ini" jawab Naina sembari menjabat tangan tuan Suryo dan Miranti bergantian
"ya tampilkan bakat terbaikmu, jangan mengecewakan" kata tuan Suryo tegas
"pasti tuan, akan saya usahakan" jawab Naina yakin
Sementara Reyza hanya tersenyum kikuk melihat kedua orangtua nya
__ADS_1
Setelah menyapa Naina tuan Suryo beserta Miranti pun kembali ketempat duduk nya.
Setelah acara inti dimulai dan tuan Suryo telah memberikan pidato singkat nya, kini giliran Naina dan beberapa rekan nya yang menghibur para tamu undangan.
Semua mata tertuju pada gadis cantik bersuara emas itu. Tak salah jika dia bisa menjadi artis yang naik daun dalam waktu sekejap karena bakat nya yang luar biasa, begitulah fikir para tamu undangan disana.
Tak terkecuali Miranti yang menatap kagum Naina.
Tak salah jika anak anaku jatuh hati padamu. Batin nya menatap wajah Naina yang memang anggun dan mempesona, attitude nya juga sangat ramah namun masih terkesan sopan.
Hati Miranti sedikit teriris ketika melihat Naina, karena tiba tiba saja dia menjadi teringat dengan putera sulung nya yang telah pergi, putera yang juga sangat menyukai gadis itu.
..
Malam ini Naina membawakan beberapa buah lagu. Hingga malam kian larut barulah acara selesai.
Para tamu sudah banyak yang membubarkan diri. Tinggalah tuan Suryo beserta istri nya, , Danil dan juga Dion bersama papa nya. Mereka masih berbincang bincang masalah bisnis mereka. Sedangkan Miranti mendapati Naina dan juga Reyza
"kamu ternyata asli nya cantik sekali nak" ucap Miranti lembut menatap wajah Naina yang merona malu mendengar perkataan nya
"ah nyonya bisa saja, saya tidak seperti itu" jawab Naina menunduk malu
"ya kamu memang cantik, apa kamu mau saya jodohkan dengan anak saya? " tanya tuan Suryo yang tiba tiba sudah berada didekat mereka.
Reyza melirik papa nya tajam, Danil yang sudah mengetahui itupun hanya bisa menahan tawa nya.
"maaf tuan, saya tidak mungkin cocok bersanding dengan anak tuan, lagi pula saya juga sudah punya pilihan sendiri" jawab Naina sopan
"rasain lo, tuan Suryo kepincut sama cewe lo, nambah lagi saingan lo" bisik Dion ditelinga Reyza yang mendengus kesal
"kamu cukup cantik dan menarik, saya rasa kamu cocok dengan anak saya, yakan ma, " kata tuan Suryo lagi sembari bermain mata dengan Miranti
"tentu saja" jawab Miranti mengikuti permainan suami nya membuat Reyza semakin kesal
"saya bukan apa apa tuan, sungguh tidak pantas" jawab Naina menundukan kepala nya sedikit
"apa kelebihan kekasih mu itu, kalau anak saya sudah pasti mempunyai segala nya" tanya tuan Suryo yang juga melirik ke arah Reyza yang sudah terlihat jengah melihat kelakuan mereka
"dia memang tidak punya apa apa tuan, tapi dia yang sudah banyak berjuang untuk saya hingga saat ini" balas Naina tersenyum
"apa dia kekasih mu? " tanya tuan Suryo menunjuk Reyza
"iya tuan" jawab Naina malu malu
Apasih mau papa ini, batin Reyza yang telah berdiri canggung disebelah Naina
"ah, dia tidak ada apa apa nya dibanding dengan anak saya" kata tuan Suryo terkekeh pelan
"mungkin kalau Naina berjumpa dengan anak Tuan dia pasti akan berubah fikiran" kata Dion yang mulai membuka suara menambah api dalam hati Reyza
"ah ya, benar juga, apa kamu mau sheralia, bertemu dengan anak saya? " tanya tuan Suryo lagi
"tidak tuan, maaf. sungguh saya tidak pantas" jawab Naina
"kamu akan menyesal jika kamu menolak nya" kata tuan Suryo
"emmh maaf tuan Suryo yang terhormat. Kami permisi dulu, kami harus beristirahat. Permisi" kata Reyza yang langsung menarik lengan Naina membuat semua orang yang berada disana langsung terpelongo melihat kelakuan nya yang berani sekali menentang tuan Suryo.
"maaf tuan, nyonya kami permisi" ucap Naina yang segera berlalu mengikuti langkah Reyza yang terus menarik lengan nya
"astaga anak itu, cari mati" gumam Dion yang masih terdengar Ditelinga yang lain.
Pak suryo, Miranti dan juga Danil hanya bisa menahan tawa mereka melihat kelakuan Reyza, sedangkan yang lain menatap takut tuan Suryo yang mereka fikir akan marah karena kelakuan Reyza itu.
..
next
__ADS_1