
Pagi ini Reyza sudah berada dikamar Naina dengan Beti, Loli dan juga Sean yang tak mau ketinggalan.
Reyza tengah duduk disamping Naina diranjang nya. sedangkan ketiga bodyguard itu duduk disofa kamar Naina.
"sayang, kakak mau pamit dulu ya, besok kakak datang lagi" kata Reyza lembut sembari menggenggam erat tangan Naina
"kakak mau kemana? , janji besok datang lagi? " tanya Naina sendu
"iya sayang, kita hanya berpisah malam nanti, setelah itu kita akan terus selalu bersama" ungkap Reyza tersenyum lembut
"maksud kakak" tanya Naina tak mengerti
"ada kejutan untuk mu besok. Kau hanya perlu menyiapkan dirimu" kata Reyza yang semakin membuat Naina bingung
"kejutan apa? " tanya Naina lagi
"hei, kalau diberi tahu bukan kejutan dong nama nya" kata Reyza terkekeh membuat Naina cemberut
"udah jangan cemberut, jelek tau. " ucap Reyza mencubit gemas bibir gadis itu
"yasudah, kakak pulang dulu ya, kamu baik baik disini" kata Reyza sembari mencium lembut kening Naina,
Naina pun hanya mengangguk dan tersenyum melepas kepergian Reyza.
Reyza menghampiri ketiga orang yang selalu menguntit nya itu. Dan mengajak mereka keluar. Meski curiga namun Naina tetap mencoba tenang melihat kelakuan Reyza.
"Sean, tolong urus semua nya disini . Aku mau besok sudah harus selesai. Hanya pernikahan sederhana. Aku juga tidak tau apa kedua orang tua ku mau hadir atau tidak" ungkap Reyza sendu
"siap tuan. Besok pasti selesai" jawab Sean yakin
"Beti dan Loli, pakai ini untuk membeli perlengkapan Naina dan juga kalian, ingat jangan merepotkan ibu dan eyang putri" kata Reyza sembari menyerahkan kartu kredit tanpa batas pada Beti
"baik tuan" jawab Beti dan Loli serempak
"aku tidak diberi tuan? " tanya Sean dengan wajah pura pura bodoh nya membuat Reyza berdecak kesal
"ck, kau ini. Ini , jangan sampai ada kesalahan. Kau ingat itu" kata Reyza sembari menyerahkan lagi kartu yang ada didompet nya pada Sean.
"aku pergi dulu. Titip Naina" ucap Reyza menatap ketiga orang itu
"siap tuan bos " jawab mereka serempak membuat Reyza geleng geleng kepala.
Setelah berpamitan pada eyang putri dan juga ibu, Reyza pun segera melajukan mobil nya untuk pergi kerumah utama keluarga nya.
Meski terkejut mendengar permintaan Reyza untuk menikah besok malam, namun ibu maupun eyang putri tak bisa berbuat apa apa, mengingat Reyza yang begitu kekeh untuk merawat sendiri Naina. Mungkin lebih cepat akan lebih baik. Meskipun hanya acara akad saja yang dihadiri oleh orang orang terdekat Naina.
Setelah menempuh hampir enam jam perjalanan Reyza pun tiba dirumah nya. Sesampai nya dirumah utama Reyza langsung masuk kedalam kamar nya dan langsung membersihkan dirinya karena hari sudah mulai masuk tengah hari. Rumah sepi karena tuan suryo sudah jelas berada diperusahaan sedangkan mama nya pasti sedang berada dibazar amal yang diadakan nya setiap hari ini.
Dia bersiap siap untuk kembali keperusahaan nya karena hari ini kebetulan ada meeteng penting bersama salah satu pemegang saham diperusahaan itu, sehingga Reyza pagi pagi sekali berangkat dari rumah eyang putri. Jangan sampai dia dicoret dari KK karena terus mengabaikan perusahaan Gemilang grup batin nya.
Meski lelah, namun dia harus tetap menjalankan tanggung jawab nya sebagai Presdir yang menggantikan tuan Suryo.
Hingga hari telah gelap, Reyza baru kembali kerumah lagi kerumah.
Setelah membersihkan diri Reyza pun keluar kamar menuju ruang makan untuk makan malam bersama orang tua nya.
"dasar anak nakal, tiga hari hilang dan baru pulang sekarang. Seperti jelangkung saja" omel tuan Suryo
Reyza pun hanya mencebikkan bibir nya
"bagaimana keadaan Naina nak? " tanya Miranti
"masih belum ada perubahan, tapi sudah lebih baik" jawab Reyza sendu.
"coba kau bawa kejepang, tempat sahabat papa itu. Siapa tau cocok" saran tuan Suryo
"iya pa, 10 hari lagi aku akan membawa nya. Papa mau membantu menghubungi tuan Hoishi kan? " tanya Reyza menatap tuan Suryo penuh harap
"oke, gampang" jawab tuan Suryo
Mereka makan dengan hikmat, setelah makan Reyza memberanikan diri mengutarakan niat nya. Apapun yang terjadi dia akan tetap menikahi gadis itu, dengan atau tanpa restu orang tua nya.
" pa, ma, ada yang ingin Rey sampaikan" ucap Reyza agak gugup namun mencoba tenang
__ADS_1
Tuan Suryo dan Miranti menatap raut wajah Reyza yang tegang
"ada apa nak? " tanya Miranti heran
"besok malam Rey akan menikahi Naina" ucap Reyza tanpa melihat raut wajah orang tua nya yang terkejut mendengar keinginan nya
"hei, apa apaan kau ini" seru tuan Suryo heran
"Rey, kau serius? " tanya Miranti pula
Reyza pun menatap kedua orang tua nya dengan wajah memelas
"pa, ma, maafkan Rey. Tapi ini sudah keputusan Rey, Rey ingin merawat dan menemani nya untuk melakukan pengobatan. Ret tidak ingin menyesal untuk kedua kali nya pa, ma" jawab Reyza sendu
"kau tau kan dia kini bukan gadis yang seperti dulu lagi. Apa kau yakin akan menikahi nya, menikah itu bukan sebuah ajang permainan Reyza askara" kata tuan Suryo lantang
"papa Rey mohon, restui kami. Rey sudah yakin akan keputusan ku ini. Rey hanya ingin membuat nya semangat lagi. Rey janji walaupun Rey akan jarang keperusahaan tapi Rey akan berusaha tetap menjalan kan tugas Rey dengan baik. Ada Sean yang menghandle disini, dan Rey akan tetap mengawasi nya pa, Rey janji. Rey mohon restui kami" pinta Reyza yang kini berlutut dikaki tuan Suryo
Tuan Suryo pun terlihat menghela nafas nya.
"terserah kau saja" ucap nya ketus dan langsung berlalu meninggalkan Reyza yang masih berlutut.
Miranti hanya menghela nafas berat dan membawa Reyza untuk duduk ditempat nya kembali.
"kau sudah yakin dengan keputusan mu nak? " tanya Miranti serius namun tetap tenang
"iya ma, Rey sudah yakin. Dari beberapa tahun lalu kami sudah saling berjanji untuk menikah, dan saat sekarang dia sedang terpuruk tidak mungkin Rey mengkhianati janji Rey sendiri dan meninggalkan nya. Rey sangat mencintai nya ma. Tolong restui kami ma" pinta Reyza sembari menggenggam lembut tangan Miranti
"jika itu sudah menjadi keputusan mu, mama pasti mendukung mu nak, tapi kau tetap harus menjalani kewajiban mu sebagai pemimpin yang baik agar papa mu tidak kecewa" ujar Miranti lembut
"iya ma, Rey berjanji. Terima kasih ma" jawab Reyza tulus dia langsung mencium punggung tangan mama nya yang masih terlihat cantik itu
"besok malam kau akan menikah? " tanya miranti sembari mengusap lembut kepala Reyza
"iya ma, hanya akad saja" jawab Reyza
"mama tidak yakin papa mau datang nak" ungkap Miranti lembut
"tidak apa ma, Rey mengerti. Restu dan doa kalian sudah cukup untuk kami" jawab Reyza memeluk mama nya.
..
Keesokan pagi nya..
Setelah berpamitan pada Miranti, Reyza pergi dari rumah itu dengan koper nya. Tuan suryo masih tidak mau menemui nya dan itu tentu saja membuat Reyza sangat bersedih.
Reyza melajukan mobil nya kearea pemakaman keluarga nya.
Dia melangkahkan kaki nya menuju kesebuah makam orang tersayang nya.
Setelah menaburi kembang, dia mengusap lembut makam Abimanyu, kakak nya.
Kak,
Maafkan aku baru datang sekarang
Kak,
Aku kesini untuk meminta restumu
Aku akan menikahi naina malam nanti
Restui kami ya kak, semoga kau bisa melihat kami dari atas sana
Kak,
Kau tau, hatiku sangat hancur saat ini mendengar gadis kita tengah menderita
Aku harus apa kak
Aku rasa nya tak sanggup melihat dia merintih kesakitan setiap saat
Kak
__ADS_1
Minta pada tuhan ya, untuk mengangkat penyakit nya
Aku ingin membuat nya bahagia kak
Aku sungguh takut dia juga pergi seperti mu
Tolong minta pada tuhan jangan ambil dia dulu
Bilang pada tuhan beri aku kesempatan untuk menjalani hidup ku dengan dia
Kak,
Salam rinduku untukmu
Aku menyayangi mu
Setelah mengutarakan isi hati nya dan memanjatkan doa Reyza kembali kemobil nya. Namun baru saja ingin menghidupkan mesin mobil ponsel nya bergetar. Ada pesan masuk dari Dion
Dion : gimana kabar, kenapa beberapa hari ini tidak masuk tuan Askara?
Reyza : aku ada urusan. Jika kau tidak sibuk, ku tunggu di cafe xx sekarang juga
Dion : oke
Reyza segera melajukan mobil nya kecafe tempat nya dan Dion bertemu
Setengah jam kemudian dia sudah sampai dicafe itu. Hingga lima menit kemudian Dion pun tiba dengan setelan kantor nya.
"wih, kau tak kerja lagi za, santai sekali pakaian mu" tanya Dion heran
"aku akan menikah malam nanti" ungkap Reyza tenang yang sontak saja membuat Dion tersedak minuman yang tengah diminum nya
"uhuk uhuk.. Apa, dengan siapa? Kau menghamili anak orang? " tanya Dion kaget
"sialan kau, tidak lah. Aku tak sebejat itu" jawab Reyza kesal
"lantas dengan siapa?" tanya Dion
"dengan Naina" jawab Reyza yang membuat Dion tersedak sekali lagi
"uhuk uhuk, apa, bagaimana bisa. Tapi kan katamu" tanya Dion menatap wajah Reyza mencari jawaban
Reyza pun menarik nafas nya dalam dalam sebelum menjawab pertanyaan Dion.
"aku salah paham di, dan bodoh nya aku tidak mau mencari tahu kebenaran nya. Kau tau kan kalau Niko ternyata menikah dengan orang lain dan bukan dengan Naina" kata Reyza lesu
"ya aku tau, lantas dimana Naina? " tanya Dion pula.
Reyza menghela sejenak nafas nya
"Naina sakit, setahun ini dia sembunyikan sakit nya dari semua orang, bahkan dengan ku sendiri" jawab Reyza sendu
"sakit apa? " tanya Dion lagi
"kanker otak stadium 3" lirih Reyza
"apa, astaga, jadi selama ini kita salah paham" kata Dion menyesal telah bersikap buruk pada gadis itu tempo hari, pantas saja Naina terlihat berbeda, batin nya
Reyza pun hanya mengangguk
"lalu sekarang kau berniat menikahi nya?" tanya Dion lagi
"ya, aku ingin merawat nya sendiri. Aku tidak ingin menyesal lagi Di, sudah cukup waktu setahun aku mengabaikan nya" ungkap Reyza sendu dan kesal jika mengingat kebodohan nya
"itu adalah keputusan yang baik za, aku mendukung mu. Siapa tau dengan kau menikahi nya semangat nya untuk hidup akan kembali kuat" kata Dion sembari menepuk nepuk pundak Reyza
"terima kasih" balas Reyza
"bolehkah aku dan Cla ikut dengan mu, istriku itu sangat merindukan Naina" pinta Dion penuh harap
"tentu saja. Kurasa ini akan menjadi kejutan untuk nya" jawab Reyza yang membuat Dion senang
"oke, aku akan segera memberitahu nya. Dimana Naina sekarang? " tanya Dion lagi
__ADS_1
"jemput lah istrimu dulu, aku tunggu diperbatasan, kita akan pergi bersama dengan heli ku" jelas Reyza yang membuat Dion menganggukan kepala nya dan langsung beranjak dari cafe itu.