
Satu tahun kemudian.....
Hubungan Naina dan juga Reyza masih terlihat baik. Meski sekarang mereka sudah sangat jarang berkomunikasi. Hanya beberapa kali dalam sebulan, mengingat kegiatan Naina dan juga Reyza yang semakin padat membuat mereka jarang berhubungan.
Dua tahun sudah mereka menjalani hubungan jarak jauh, cinta mereka begitu kuat meski terhalang oleh jarak dan ambisi masing masing. Baik Naina maupun Reyza masih tetap menjalani hidup mereka dengan baik, meski sisi hati mereka terasa begitu hampa dan kosong.
Saat ini Reyza tengah berada di atas jembatan menara atau yang sering disebut Tower Bridge. Selepas pulang dari universitas nya sore tadi dia memutuskan untuk menenangkan diri ditempat ini. Tempat biasa dia menghabiskan waktu walau hanya berdiam diri dan menatap hamparan sungai Thames yang membentang membelah Tower Bridge.
Saat ini langit mulai gelap karena matahari telah pergi dan digantikan oleh cahaya sinar Aurora yang menghiasi langit London malam itu.
Meskipun saat ini tengah musim dingin namun tak membuat Reyza beranjak dari tempat itu, bahkan dalam penglihatan nya, berdiri diatas jembatan sana seorang diri menjadi suatu hal yang menyenangkan karena dengan begitu dia bisa dengan tenang mengenang kebersamaan nya dengan Naina dahulu.
Reyza menatap nanar hamparan sungai yang berkilauan karena cahaya lampu dan cahaya Aurora yang memantul menjadi satu kesatuan yang begitu indah, entah kenapa hati nya belakangan ini seperti merasa begitu sedih akan suatu hal, tapi dia tidak tahu apa. Yang dia tahu dia hanya merasakan kerinduan yang begitu mendalam pada Naina, gadis yang sangat dicintai nya itu.
Reyza menghembuskan nafas nya dengan kasar hingga uap keluar dari mulut nya, dia mengeluarkan ponsel nya dan mencoba untuk menghubungi seseorang
Tut Tut Tut
lama Reyza menunggu, dia tahu gadis nya sedang sibuk saat ini, tapi entah kenapa dia begitu ingin mendengar suara nya, memastikan apa gadis nya itu baik baik saja
dan tidak lama terdengar suara lembut nan merdu yang membuat bibir tipis pemuda itu terangkat sempurna.
"halo kak" terdengar suara Naina dari seberang sana
"kak" panggil Naina lagi saat Reyza tidak menjawab nya
"hmmm" gumam Reyza namun bibir nya masih terus tersenyum
"ada apa, kakak baik baik aja kan?" tanya Naina
"tidak Nai, kakak tidak baik baik saja" jawab Reyza dengan tarikan nafas yang terdengar begitu berat
"kenapa, ada apa, apa kakak sakit?" tanya Naina begitu khawatir
"ya, hati kakak yang sakit Nai" jawab Reyza
Naina terdiam disana
"rasa nya rindu ini begitu menyiksa sayang" lirih Reyza dan dapat dia dengar Isak tangis gadis itu mulai keluar diseberang sana
"Nai juga rindu kakak. tapi waktu kita masih satu tahun lagi" lirih Naina dan dapat Reyza rasakan bahwa gadis itu tengah menahan tangis nya saat ini. Dan itu sungguh membuat hati nya menjadi tidak menentu sekarang. Jika tuan Suryo memberi Izin, Reyza pasti sudah terbang kesana untuk memeluk gadis nya, walau hanya satu jam saja.
"jangan menangis sayang" pinta Reyza yang juga ikut merasakan sesak yang begitu mendalam
"enggak, Nai gak nangis kak" jawab Naina
"kamu bukan pembohong yang baik" ucap Reyza tertawa pedih membuat Naina juga ikut tertawa meski sesekali Isak tangis itu masih terdengar
"kamu baik baik saja disana kan?" tanya Reyza
"Nai baik baik aja kak. Maaf ya, Nai jarang hubungi kakak. Nai cuma cari kesibukan biar rindu ini gak terus terusan nyiksa hati Nai kak" ungkap Naina
__ADS_1
"gak apa apa sayang, kakak mengerti. tapi kamu harus tetap jaga kesehatan disana ya. kamu harus baik baik aja. tunggu kakak pulang" kata Reyza
"Nai akan selalu menunggu kakak disini" jawab Naina
"janji" pinta Reza
"janji sayang" jawab Naina membuat Reyza tersenyum kembali. Dia menatap langit malam itu dengan perasaan pedih, entah kenapa walau sudah mendengar suara nya, tapi hati nya masih saja tidak tenang
"aku mencintaimu Nai" ungkap Reyza sembari memandang langit yang tampak indah mencoba mengukir wajah Naina diatas sana
"Nai juga sangat mencintai kakak, bahkan rasa nya cinta ini semakin hari semakin bertambah" jawab Naina
"kakak pun begitu sayang. jaga hati dan dirimu baik baik disana ya" pinta Reyza lagi
"tentu. kakak juga begitu ya. Nai tunggu kakak pulang" ucap Naina dari seberang sana
"iya sayang" jawab Reyza
Setelah itu dia pun memutuskan panggilan nya, mata nya kembali memandang langit malam itu, mencari jejak kenangan yang masih melekat didalam hati dan fikiran nya
..
Dibelahan bumi lain...
Naina menangis terisak disebuah bangku taman, tangan nya menutupi seluruh bagian wajah nya yang memerah dan banjir dengan air mata. Rasa nya begitu pedih, begitu menyiksa hati dan fikiran nya.
Mendengar suara Reyza membuat nya semakin bertambah rindu, dan sesak itu semakin mendalam. Ya , saat Reyza menelpon, Naina sedang berada ditaman tempat biasa mereka menghabiskan waktu dulu nya.
Dan tidak disangka, saat hati dan fikiran nya tertuju pada kekasih nya itu, Reyza malah menghubungi nya, seperti hati mereka saling terkait satu sama lain. Mendengar suara Reyza benar benar membuat Naina semakin merindu, ingin rasa nya dia terbang kesana dan melepas rindu nya, namun dia tidak ingin merusak kepercayaan tuan Suryo, tuan besar itu sudah begitu baik pada nya selama ini, bahkan selama Reyza berada diluar negeri sudah beberapa kali Naina diundang kerumah utama walau hanya untuk sekedar undangan makan siang bersama.
"satu tahun lagi kak, sudah sejauh ini. semoga takdir berpihak pada kita" gumam Naina saat tangis nya mulai mereda
Dia mencoba menarik nafas nya perlahan untuk meredakan Isak tangis yang masih tersisa. Sungguh Reyza benar benar sudah membuat nya seperti orang gila saat ini. Untung saja Naina mempunyai kegiatan yang bisa membuat nya bisa melupakan sedikit perasaan nya, jika tidak entah bagaimana hari hari nya, walaupun terkadang Naina harus keluar masuk rumah sakit karena kelelahan, apalagi dua minggu lagi jadwal nya untuk sidang dan akan wisuda.
Setelah dirasa tenang, Naina melirik jam tangan nya, dan hari sudah mulai beranjak siang rupa nya. Dia pun segera melangkah kembali keluar dari area taman itu menuju mobil nya. Dia sengaja membawa mobil sendiri, karena memang dia butuh privasi dan ketenangan, Loli sedang kuliah saat ini, Beti dan Putra tinggal dirumah karena Naina hanya pamit sebentar.
Mengingat sore nanti dia harus kerumah Danil untuk memenuhi undangan mantan bos nya itu.
..
Naina terlihat memijit pelipis nya yang terasa pusing saat dia turun dari mobil nya dan tiba dirumah nya.
Beti menatap Naina dengan lekat sembari mengernyitkan dahi nya
"kalau capek itu cobalah dirumah aja Nai, kau itu perlu istirahat, gak usahlah kelayapan kesana kemari" omel Beti dari tempat nya duduk disofa ruang tamu rumah itu
Naina pun langsung duduk disebelah Beti dan langsung menyandar disofa itu dengan mata yang langsung terpejam
"aku cuma jalan sebentar" jawab Naina pelan
"jalan kok Sampek buat mata sembab" sindir Beti namun Naina hanya diam tidak perduli
__ADS_1
"istirahat lah, nanti sore kita harus kerumah pak Danil" kata Beti mengingatkan
"iya, aku tidur sebentar ya, nanti bangunin" kata Naina yang langsung beranjak menuju kamar nya, Beti hanya geleng geleng kepala pelan. Dia tahu Naina pasti dari tempat biasa dan menangis disana, dia sudah hafal tabiat sahabat sekaligus bos nya itu.
..
Sore hari...
Kini Naina dan Beti sudah berada dirumah mewah milik Danil. Tampak disana sudah ramai para tamu undangan. Ya, Danil mengadakan acara pesta ulang tahun untuk putri kecil nya yang kini sudah memasuki usia dua tahun.
Naina disambut langsung oleh Angelina yang terlihat sangat cantik meski sudah memiliki seorang anak.
"selamat datang dirumah kami Nai, Beti" sapa Angelina sembari memeluk Naina yang juga balas memeluk nya kemudian bergantian dengan Beti
"terimakasih mbak. Dimana Alesya?" tanya Naina
"ada didalam bersama Oma nya, ayo masuk" ajak Angelina menarik tangan Naina yang mengikuti nya, dan Beti yang setia dibelakang Naina
"onty Naiii" teriak seorang gadis kecil dalam gendongan seorang wanita paruh baya ,ibu nya Angelina
"hai anak cantik selamat ulang tahun ya" ucap Naina sembari mengambil gadis kecil itu dari gendongan Oma nya, setelah sebelum nya Naina saling sapa terlebih dahulu dengan wanita itu
Naina mencium gemas pipi gembul anak Danil dan Angelina itu, wajah nya begitu mirip Angel, hanya mata nya yang mirip dengan Danil, sangat menggemaskan.
"onty bawa apa?" tanya Alesya polos dengan bahasa yang masih sedikit celat dan menunjuk kotak disebelah Naina yang dibawa oleh Beti
"ini hadiah buat kamu sayang" jawab Naina menunjuk kotak kado yang lumayan besar
"buka onty" pinta gadis kecil itu lagi
"nanti saja ya sayang, sekarang kita harus tiup lilin dulu oke" kata Angelina yang mendekat kearah mereka bersama dengan Danil
Alesya pun hanya mengangguk polos membuat Naina bertambah gemas
"apa kabar Nai, saya kira kamu tidak bisa datang ke acara kami " kata Danil mengambil alih anak nya yang meminta untuk digendong
"baik mas. kebetulan saya sedang tidak ada jadwal, lagi pula kalau pun ada bisa dipending dulu, udah lama gak ketemu gadis cantik ini" kata Naina mencubit gemas pipi bulat Alesya membuat gadis kecil itu tertawa, ya sudah beberapa kali Naina bertamu kerumah Danil karena permintaan Angelina, dan tentu saja Naina begitu senang karena anak Angel bisa menjadi moodbooster nya
"onty nyanyi onty" kata Alesya membuat semua orang saling pandang dan tertawa gemas
"dia tahu onty nya penyanyi" kata Danil terkekeh
"ya, bahkan setiap melihat Naina di televisi dia yang paling heboh" tambah Angelina
"dia sudah menjadi penggemar mu sejak dini nak" kali ini Oma Alesya yang bicara dan membuat semua orang menjadi tertawa lucu
Dan akhir nya Naina menghabiskan malam itu dirumah Danil, mengisi acara mereka dengan beberapa buah lagu, hingga dia bisa melupakan sejenak rasa galau dan rindu nya pada Reyza. Walaupun dimana saja dia berada bayangan Reyza tetap saja menghantui nya .
...
...*dimanapun aku berada, sejauh apapun aku melangkah, titik rindu yang aku temui hanya tentang dirimu...
__ADS_1
\_Naina*\_