
Beti duduk merenung dikamar nya, malam ini hari benar benar buruk. Hujan deras disertai Guntur dan kilat menyambar nyambar sejak tadi. Dia duduk menatap jendela dengan perasaan tidak menentu.
Seminggu lagi pernikahan nya dengan dokter Bayu, dan malam ini dokter tampan itu baru akan pulang kerumah nya dari luar kota setelah selesai dengan tugas nya disana.
Entah kenapa hati Beti benar benar risau tidak menentu. Padahal baru beberapa jam yang lalu dia mendapat telepon dari dokter Bayu jika dokter itu sedang dalam perjalanan pulang .
Tapi sampai detik ini Beti tidak tahu lagi kabar nya, bahkan baru saja ibu menelpon nya, menanyakan telah sampai dimana anak nya itu.
"ya Tuhan, lindungilah dia dimana pun dia berada" gumam Beti
Dia baru saja ingin menelpon nomor kekasih nya itu, tapi sudah beberapa kali dicoba nya namun hasil nya nihil, nomor dokter Bayu tidak dapat dihubungi
"apa aku bilang sama tuan ganteng aja ya" gumam nya sembari melirik jam
"tapi udah jam segini, mereka pasti lagi istirahat" gumam Beti lagi
Dia beranjak dari duduk nya, dan semakin mendekat kearah jendela. Dimana hujan masih belum juga reda
"CK, tapi aku khawatir. Seharus nya dia udah sampai, kenapa belum sampai juga" kata Beti yang kini berlalu keluar kamar nya menuju kamar Reyza diatas
Namun langkah nya langsung terhenti diujung anak tangga. Dia menatap keatas dan terlihat ragu, dia takut akan menganggu Reyza dan Naina
"ada apa Bet?" tanya sebuah suara yang langsung mengagetkan Beti, dia sampai terlonjak sangking terkejut nya
"ah papa, i itu, anu, duuh" ucap Beti terbata, dia sampai menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal
"ada apa?" tanya tuan Suryo lagi
"itu pa, emm, sa saya mau keatas, mau minta tolong tuan ganteng, tapi takut" jawab Beti dengan wajah tak enak nya
"memang nya mau minta tolong apa, ini sudah malam. Wajah kamu juga cemas begitu?" tanya Tuan Suryo lagi
Beti terlihat menarik nafas nya sejenak
"Abang gak bisa dihubungi nomor nya pa, saya khawatir, seharus nya sudah dari tadi dia tiba dirumah, tapi barusan ibu nelpon nanyai Abang karena belum sampai" ungkap Beti membuat tuan Suryo mengangguk mengerti
"tenang lah, mungkin karena hujan dia singgah ditempat lain. Nanti saya yang akan mencari tahu. Bayu memang sudah mengabari kamu jika dia pulang hari ini?" tanya tuan Suryo pula
"iya pa, siang tadi dia nelpon saya, dia bilang sudah Maghrib pasti sudah sampai, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi" ungkap Beti
"yasudah, nanti saya yang akan mencari tahu. Kamu tunggulah dikamar" ucap tuan Suryo
"iya pa, terimaksih" balas Beti
Dia pun kembali kedalam kamar nya, namun tetap saja hati nya tidak tenang sedari tadi
Sementara dikamar Naina dan Reyza...
__ADS_1
"by, Nai laper, pengen makan deh" ucap Naina yang saat ini tengah menemani Reyza mengerjakan pekerjaan nya
Mereka duduk berdua diatas tempat tidur nya dengan Reyza yang masih fokus pada laptop nya
"tumben, biasa nya paling males makan malem" tanya Reyza
"laper, tadi makan nya cuma dikit. Nai turun ya, gak papa kan ditinggal" tanya Naina pula
"iya, nanti aku nyusul. Bentar lagi kok. Kamu duluan" kata Reyza sembari mengusap pelan pucuk kepala Naina yang mengangguk dan langsung beranjak dari tempat tidur
Naina keluar kamar dengan lift nya, dia merapatkan cardigan nya setelah keluar dari lift. Dia hendak berjalan kedapur namun suara ketukan pintu terdengar begitu nyaring membuat langkah kaki nya tertahan.
Dia melirik sekitar dimana rumah besar nan mewah itu sudah sangat gelap dan sepi, karena memang hari sudah larut.
Naina berjalan perlahan dan meragu, namun suara ketukan pintu semakin terdengar cepat, bahkan bel pun sudah berdering sejak tadi.
"siapa Nai?" tanya tuan Suryo yang ternyata sudah ada dibelakang Naina, membuat Naina langsung terlonjak kaget
"kamu terkejut?" tanya tuan Suryo terkekeh pelan
"papa, ngejutin aja" ucap Naina sembari mengusap dada nya karena memang dia benar benar terkejut
"papa duduk disofa dari tadi, kamu aja yang gak lihat" kata tuan Suryo membuat Naina langsung tersenyum canggung
"eh hehe, maaf pa. habis nya gelap jadi gak lihat deh" jawab Naina
dia langsung berjalan kearah pintu utama yang diikuti oleh Naina, karena memang dia juga penasaran dengan siapa yang datang.
Tuan Suryo membuka pintu dan dapat mereka lihat Sean dan teman nya ada disana dengan wajah yang tidak bisa diartikan. Pakaian mereka basah kuyup karena terkena hujan.
"ada apa Sean?" tanya tuan Suryo
"tuan besar, maaf mengganggu waktu anda. Tapi saya dapat laporan jika dokter Bayu kecelakaan dan saat ini sudah ada dirumah sakit Cendana" ungkap Sean membuat tuan Suryo dan Naina begitu terkejut
"apa kecelakaan?" tanya mereka berdua dengan wajah shock nya
"ada apa?" tanya Reyza pula yang baru tiba didepan pintu, dia hendak kedapur menyusul Naina, namun dia mengalihkan langkah nya ketika mendengar suara ribut ribut didepan rumah
"dokter Bayu kecelakaan tuan" jawab Sean
"ya Tuhan, lalu bagaimana keadaan nya?" tanya Reyza cepat, sementara Naina sudah lemas dan menangis
"dia ada dirumah sakit Cendana, mobil nya menabrak pembatas jalan dijalan tol bebeapa jam yang lalu" ungkap Sean
"ya Tuhan, siapkan mobil kita kesana sekarang" kata tuan Suryo dan Sean langsung mengangguk dan berlari kearah bagasi
"kak, bagaimana ini" kata Naina begitu sedih. Dia mengenangkan nasib Beti saat ini. Padahal seminggu lagi dia akan menikah, tapi musibah malah datang menghampiri
__ADS_1
"tenang lah, aku akan melihat nya dengan papa. kamu dirumah temani Beti ya" ucap Reyza
"ada apa ini?" tanya mama yang juga sudah ada disana
"kenapa Nai, pa, Rey?" tanya mama panik lihat wajah mereka begitu memprihatinkan
"Bayu kecelakaan ma, sekarang ada dirumah sakit" jawab tuan Suryo membuat mama terhenyak kaget
"ya Tuhan, lalu bagaimana keadaan nya?" tanya mama panik
"kami akan melihat nya, semoga dia tidak apa apa" kata tuan Suryo lagi
"kecelakaan, siapa pa, tuan ganteng? siapa yang kecelakaan ?" tanya Beti yang ternyata sudah ada disana
Semua orang menatap nya dengan lirih, apalagi Naina yang langsung menangis dalam dekapan Reyza. Sungguh dia tidak sanggup membayangkan hal yang akan terjadi. Dia tidak ingin melihat Beti sedih, dia tahu rasa nya bagaimana , sangat tahu
"jawab pa, ma, siapa?" tanya Beti tak bertenaga. Rasa nya dia benar benar lemas sekarang, fikiran nya sudah benar benar takut
"Bet, sabar nak" kata mama langsung memeluk Beti
"Bayu pasti baik baik saja" kata mama lagi membuat Beti mematung dengan air mata yang langsung mengalir diwajah cantik nya
"jadi Abang kecelakaan" lirih nya begitu pelan
"Abang mau ninggalin aku" Isak nya lagi
Naina langsung berlari dan ikut memeluk Beti
"enggak, dokter Bayu pasti baik baik aja, dia pasti baik baik aja Bet" ucap Naina yang tak mampu menahan air mata nya
"kalian tunggulah dirumah. Biar kami yang melihat nya." kata tuan Suryo , namun Beti langsung melepaskan pelukan Naina dan berlari kearah tuan Suryo
"saya ikut tuan, saya ingin lihat Abang" pinta beti begitu memelas
"rumah sakit Cendana jauh dari kota ini Bet. Tunggulah dirumah, jika memungkinkan kami akan membawa dokter Bayu kesini. Dan berdoa lah semoga dia tidak apa apa" kata Reyza menepuk pelan pundak Beti yang terlihat sudah menangis tersedu sedu
"tapi aku ingin lihat Abang" ucap Beti terisak membuat Naina dan Reyza saling pandang sedih
"kita dirumah dulu ya, kita berdoa semoga dokter Bayu gak apa apa" kata Naina pada Beti
"iya nak, kita tunggu dirumah ya. Bayu pasti tidak apa apa" ungkap mama pula
"tunggulah. Tenangkan dirimu" ucap tuan Suryo pula
Beti hanya mengangguk pasrah, Naina dan mama segera membawa nya duduk disofa. Sedangkan Reyza dan tuan Suryo langsung berangkat bersama Sean kerumah sakit dikota sebelah setelah sebelum nya berganti baju terlebih dahulu.
"Abang ku Nai, Abang ku" gumam Beti terus menerus. Dia sama sekali tidak bisa berhenti menangis hingga membuat mama dan Naina sangat bingung menenangkan nya.
__ADS_1