
Kini Naina sudah cantik dengan gaun nya, Beti dan Loli juga sama. Mereka kini tengah menunggu Sean untuk pergi kepesta itu.
"kenapa aku deg degan gini ya " ungkap Naina sembari menarik nafas nya yang terasa sesak
Entah kenapa jantung nya berdebar debar tak menentu
"bawa rileks Nai" ujar Beti
"mau ketemu kak Reyza mungkin" ceplos Loli yang langsung mendapat cubitan di lengan nya dari Beti
"mulut mu itu" sewot Beti
"hehe, maaf kak" ucap Loli tak enak
Tak berapa lama Sean pun tiba. Dia menatap ketiga gadis yang sama sama cantik itu.
"kita berangkat sekarang" tanya Sean pada Loli dan yang lain
"iya bang, biar gak kemaleman pulang nya. Angin malam gak bagus buat Naina" jawab Beti dan diangguki oleh Loli
"oke" jawab Sean
Dia kemudian membukakan pintu untuk Naina dan juga Beti, dan terakhir untuk gadis kecil kesayangan nya.
Didalam perjalanan Naina nampak terus saja diam, entah mengapa jantung nya semakin tak menentu saat ini.
"Nai, kau yakin datang kepesta itu. Disana sudah pasti ada Reyza" ungkap Sean hati hati sembari melirik Naina dari kaca mobil
"Nai yakin kak. Gak apa apa. Nai sudah siap" jawab Naina sambil menghela nafas nya
"apa tidak sebaik nya kau katakan yang sebenar nya, dia seperti nya salah paham padamu Nai" kata Sean yang masih fokus pada kemudi nya namun mata nya sesekali melirik Naina yang nampak gugup
"biarlah dulu kak, nai tidak ingin membuat nya sedih, sudah hampir setahun, dia juga pasti sudah bisa mencari yang lain" ungkap Naina sendu, hati nya seperti tercubit saat mengatakan itu
"itu hanya fikiran mu. Namun kenyataan nya dia masih belum bisa melupakan mu Nai. Dia malah makin tenggelam dalam cinta sekaligus kebencian nya padamu" jelas Sean membuat Naina terdiam
Sean pun menghentikan mobil nya dipinggir jalan. ketiga gadis itu saling berpandangan heran ketika Sean mengeluarkan ponsel nya dan menyerahkan ponsel itu pada Naina dan terdengar rekaman suara Reyza yang sedang mabuk disana
Naina tertegun mendengar suara racauan Reyza, meski hanya racauan namun masih terdengar jelas apa yang dikatakan oleh Reyza.
Naina, aku rindu Nai,
Kenapa kau tega pergi dari ku
Apa salah ku Naina
Apa kurang nya aku dari laki laki brengsek itu Naina
Aku mencintaimu Nai
Aku membencimu Naina
Kau senang kan melihat ku hancur
Kau senang kan melihat ku begini
Kakak, aku benci gadis itu kakak !!!!
Naina pun langsung meneteskan air mata nya mendengar perkataan Reyza yang begitu menyakiti hati nya
"itu suara Reyza ketika dia mabuk beberapa minggu yang lalu, hampir setiap minggu dia seperti itu Nai, kau yakin kalau dia bisa melupakan mu dengan mudah? " tanya Sean menatap lekat wajah Naina yang sudah penuh dengan air mata
"Nai, cobalah untuk berdamai dengan takdir. Masalah pantas atau tidak nya kalian bersama itu masalah lain, hal yang perlu kalian perjuangkan adalah perasaan kalian. " kata Sean lagi
Sementara Naina hanya mampu terisak sembari memegang dada nya yang terasa sesak
"Kau tak ingat bagaimana perjuangan nya menemani mu dari nol?
Melepaskan nya bukan jalan terbaik Nai, kau malah membuat nya semakin hancur.
Aku bisa melihat cinta yang dalam untuk mu dimata nya, namun juga kebencian yang tercipta karena kau lebih memilih melepas nya.
Dia hancur Nai, sangat hancur. Dia menjadi dingin tak tersentuh, bahkan pada orang tua nya sekalipun. " ungkap Sean lirih
Naina semakin terisak mendengar penuturan Sean, tidak tahu apa yang dirasakan nya saat ini, hati nya begitu sakit dan hancur, dia kira Reyza bisa dengan mudah melupakan nya, namun nyata nya dia malah membuat luka dihati Reyza semakin menganga lebar
"Aku tak membela nya Nai, justru aku membela mu, sudah cukup penderitaan mu dengan kau berjuang sendiri untuk sembuh. Biarkan Reyza menemani perjuangan mu sekali lagi" tutur Sean lagi
"Nai hanya tidak ingin membuat nya sedih kak" isak Naina yang tengah ditenangkan oleh Beti
Sean menatap lekat wajah Naina
"Nai, seandai nya kau beritahu dia, dia akan sedih hanya pada nasib mu, bukan pada cinta kalian. Kau masih bisa sembuh, percayalah. Tapi hati yang hancur bagaimana menyembuhkan nya" ungkap Sean lagi
"tapi aku sudah terlanjur mengecewakan nya kak" kata Naina ditengah isak tangis nya
"tidak apa, kalian hanya perlu komunikasi yang baik. Itu saja. Sudah jangan bersedih. Kakak pasti akan membantu mu. Tenang lah" ujar Sean
Naina pun hanya mengangguk. Beti dan Loli pun hanya bisa terdiam mendengar penuturan Sean.
__ADS_1
Sean mulai melajukan mobil nya kembali. Sementara Naina masih terdiam sembari memantapkan hati nya untuk bertemu dengan Reyza.
Beti dengan setia memperbaiki riasan wajah Naina yang sudah hancur karena menangis.
Setengah jam kemudian mereka tiba didepan hotel mewah itu. Terlihat para tamu sudah sangat ramai memenuhi hotel itu.
Naina dibantu Beti turun dari mobil nya.
Dia menarik nafas nya perlahan lalu membuang kasar, menetralkan detak jantung nya yang sudah berdetak tak karuan. Perkataan Sean masih terngiang jelas diingatan nya, apalagi racauan Reyza yang sedang mabuk membuat hati nya semakin tidak menentu.
Banyak pasang mata yang menatap kearah Naina. Untung saja acara itu tak mengizinkan wartawan masuk, jadi Naina bisa sedikit lebih nyaman.
Dengan digandeng Beti dia melangkah perlahan mendekati tempat mempelai bersanding.
Terlihat Clarissa dan juga Dion bagai raja dan ratu disinggasana nya. Sungguh sangat mengagumkan. Clarissa yang terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin nya dan begitu juga Dion yang terlihat gagah disebelah Clarissa.
Clarissa begitu terkejut melihat kedatangan naina.
"Nainaa!!! " teriak Clarissa
Naina pun langsung memeluk sahabat nya itu, sudah hampir setahun dia tak bertemu dengan Clarisa.
"kau, dari mana saja kau, dasar kurang ajar. Kenapa baru datang sekarang hmm?" tanya Clarissa yang sudah menangis memeluk erat tubuh kurus Naina
"jangan menangis, maaf kan aku. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan. Selamat ya, semoga kebahagian selalu menyertaimu" ungkap Naina yang juga meneteskan air mata nya. Betapa rindu nya dia dengan sahabat yang menemani nya sedari dulu
Dion hanya menatap datar gadis itu, rasa kesal karena gadis itu penyebab sahabat nya menderita masih sangat terasa.
"Nai kau berhutang penjelasan padaku. Hei, badan mu terlihat kurus sekali" tanya Clarissa memperhatikan tubuh Naina yang memang terlihat sangat kurus bahkan layu meski dia sudah menutupi dengan pakaian dan riasan yang tebal.
"tidak apa, aku hanya diet. Baiklah aku turun dulu. Selamat berbahagia ya" jawab Naina tulus
Naina pun menjulurkan tangan nya pada Dion, namun Dion seolah tak melihat. Naina pun hanya menghela nafas. Sementara Clarissa hanya terdiam, dia tau Dion sangat kecewa pada Naina.
"selamat menempuh hidup baru kak. Semoga bahagia selalu. Maaf jika kedatangan ku menganggu. " ungkap Naina sendu namun Dion masih pada wajah datar nya
"kak, tidak semua yang terlihat seperti pada kenyataan nya" ucap Naina lagi.
Dia pun langsung turun dari tempat itu namun teriakan Clarisa menghentikan langkah nya.
"nyanyikan sebuah lagu sebagai permintaan maaf mu Nai! " teriak Clarissa
Naina pun hanya mengangguk dan tersenyum
Setelah menyapa beberapa orang yang dikenal nya Naina naik keatas panggung kecil untuk menyanyikan sebuah lagu sesuai permintaan Clarissa.
Dia membawakan lagu berjudul cinta sejati. Semua orang menatap kearah nya. Artis yang selama setahun ini menghilang kini muncul kembali. Sebenar nya Beti dan Loli melarang nya, takut jika Naina akan kelelahan, namun Naina malah tidak menghiraukan mereka.
Naina berdiri diatas panggung kecil tak jauh dari pelaminan Clarissa, dia mulai menyanyi dengan segenap tenaga nya yang sudah mulai merasa lelah. Semua orang yang berada didalam gedung itu terfokus menatap Naina
Manakala hati menggeliat
Mengusik renungan
Mengulang kenangan
Saat cinta
Menemui cinta
Suara tepuk tangan pun menggema diruangan itu.
Naina menyanyi namun mata nya tertuju pada satu sosok yang terlihat bersinar yang sangat dirindui nya baru saja tiba ditempat itu
Suara semalam dan siang
Seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu
Memanggil namaku
Dia menyanyikan lagu itu dengan air mata yang mulai membasahi pipi nya, seakan lagu itu memang mewakili isi hati nya
Saat aku tak lagi disisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Sejenak Reyza terdiam dan terpaku menatap kearah gadis yang hingga kini memporak porandakan hati nya itu. Tak dibayangkan nya dia akan bertemu Naina disini. Hati nya bergemuruh hebat, melihat wajah nya dan mendengar suara Naina yang selama ini dirindukan nya
Aku tak pernah pergi
Selalu ada dihatimu
Kau tak pernah jauh
Selalu ada di dalam hatiku
Naina menyanyi sembari menatap Reyza yang juga menatap nya.
__ADS_1
ada tatapan cinta, rindu dan juga benci yang dapat Naina tangkap dari mata Reyza
Sukma ku berteriak
Menegaskan kucinta padamu
Nyanyian Naina sungguh dari hati, tatapan nya tak berpaling dari Reyza yang kini melengos memalingkan wajah nya, sungguh dia tidak sanggup bertahan lama menatap wajah sendu itu
Terima kasih pada Mahacinta
Menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Kutunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh sukacita
Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu
Cinta kita sejati
Saat aku tak lagi di sisimu
Kutunggu kau di keabadian.....
Tepuk tangan para tamu undangan memenuhi ruangan itu.
Terlihat Lolita , Clarissa dan juga Beti meneteskan air mata mereka. Sementara Sean dan juga Dion menatap Reyza yang sudah hendak melangkah keluar gedung itu.
Tak ingin meninggalkan kesempatan, Naina pun langsung berlari mengejar Reyza yang sudah berlalu.
Tak perduli tatapan orang orang dia terus berlari tanpa menghiraukan tubuh nya yang sudah sangat lemah.
Melihat itu Beti, Loli dan juga Sean juga segera ikut mengejar Naina. Meninggalkan tatapan heran Clarissa dan Dion
"kak Reyza" teriak Naina saat sudah didepan hotel itu
Reyza pun menghentikan langkah nya. Entah kenapa kaki nya seperti kaku untuk melangkah, hati dan tubuh nya tak bisa bekerja sama saat mendengar panggilan Naina.
Naina langsung memeluk nya dari belakang. Menyesap erat aroma maskulin yang sangat dirindui nya.
"jangan pergi, maafin Naina kak, maaf" isak Naina pilu penuh rindu. Dia mendekap erat tubuh Reyza yang masih mematung dengan sedikit bergetar, bahkan tangan nya terkepal erat menahan segala luapan emosi antara rindu dan benci, namun mata nya malah terpejam menikmati kehangatan pelukan Naina.
Sean, Beti dan juga Loli berhenti didepan lobi hotel tak berani mendekat.
Reyza memejamkan mata nya sejenak. Jantung nya berdetak tak karuan, ada rasa hangat menjalar ke hati nya. Namun seketika kehangatan itu berubah menjadi benci mengingat bagaimana Naina pergi begitu saja dari hidup nya.
Reyza pun berbalik dan memandang tajam naina.
"kau siapa? " tanya nya dingin
Deg
Seketika runtuh sudah pertahanan Naina
"kak, maafin Naina. Biar Nai jelaskan yang sebenar nya terjadi. " ucap Naina terbata menatap lekat wajah tampan Reyza yang kini sudah sedingin es itu
"aku tak mengenal orang sepertimu" ucap nya tajam dan langsung berbalik pergi namun langkah nya dihentikan Naina
"aku merindukan mu, aku mencintaimu. Tolong dengarkan aku sebentar saja" pinta Naina dengan wajah nya yang sudah sangat pucat
"hahahah, apa peduliku Naina sheralia putri. Kau yang meninggalkan ku, dan sekarang kau juga yang memintaku untuk mendengarkan mu. Dimana harga dirimu ha? " teriak Reyza membuat semua orang menatap kearah nya sedangkan Naina terdiam menatap wajah Reyza yang kini sudah tidak ada lagi cinta dimata nya, melainkan kekecewaan dan kebencian yang begitu mendalam
"dulu tanpa mendengarkan aku kau meninggalkan ku, dan sekarang kau memintaku untuk mendengarkan mu. Jangan harap. Pergi kau" bentak nya sambil mendorong keras tubuh ringkih Naina hingga membuat gadis itu langsung tersungkur kejalan.
"Naina!! " teriak Beti, Loli dan juga Sean. Sementara Reyza sudah berjalan meninggalkan Naina
"kak Reyza! " teriak Naina lirih karena suara nya sudah enggan untuk keluar lebih kuat lagi, Reyza mendengar, namun ia tetap melangkahkan kaki nya pergi dari tempat itu. Hati nya begitu sakit melihat Naina, sebenar nya dia tak tega, tapi kebencian merasuk kedalam jiwa nya.
"Reyza askara, kau pasti menyesal seumur hidup mu! " teriak Sean emosi.
"jangan campuri urusan ku atau kau kupecat! " balas Reyza tak kalah berteriak
"persetan dengan pekerjaan, aku tak sudi bekerja dengan orang yang hanya memikirkan diri nya sendiri" jawab Sean tajam.
Reyza pun melengos dan berlalu pergi. Sekilas dia melihat Naina yang sudah pingsan, entah mengapa hati nya terasa begitu sakit, ingin rasa nya dia kembali dan merengkuh tubuh gadis itu namun lagi lagi ego nya mengalahkan semua.
Sean langsung mengangkat tubuh Naina untuk dibawa kerumah sakit. Melihat Naina yang sudah tak sadarkan diri dan sudah banyak mengeluarkan darah dari hidung nya.
Beti dan Loli nampak sangat cemas melihat Naina yang lemah tak berdaya seperti itu.
Apalagi Sean, dia merasa sangat bersalah, karena diri nya lah yang menyarankan agar Naina menemui Reyza. Namun kenyataan nya dia salah besar.
..
jangan lupa like and coment nya guys😉
__ADS_1