Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Kegundahan Reyza


__ADS_3

Malam ini Naina masih terbaring dirumah sakit, keadaan nya masih sangat lemah. Bahkan dia masih belum sadarkan diri dari pingsan dihotel Gemilang tadi. Terlihat infus masih terpasang ditangan kanan nya dan juga selang dihidung nya. Dengan setia Beti dan juga Loli menemani nya didalam ruangan itu. Wajah mereka terlihat begitu lelah namun juga sangat mencemaskan keadaan Naina, tak pernah dibayangkan oleh Beti jika Reyza yang dulu sangat menyayangi dan mencintai Naina akan setega itu sekarang, entah apa yang ada difikiran nya hingga dia bisa sekasar itu pada Naina, mengingat selama ini dia selalu menjaga Naina dengan baik, bahkan nyamuk mendekat saja mungkin dia tidak akan membiarkan nya, namun sekarang yang terjadi malah sebalik nya. Dan sungguh Beti sangat menyesali pertemuan ini. Dia sangat berharap dengan Naina yang bertemu Reyza akan membuat keadaan Naina membaik, tapi kenyataan nya Naina semakin parah saat ini.


Sementara Sean duduk merenung dikursi tunggu depan ruangan Naina.


Sungguh dia sangat menyesali saran nya agar Naina bertemu dengan Reyza. Apalagi jika mengingat perkataan dokter yang berkata jika mental Naina bisa saja menjadi down dan semangat hidup nya bisa menjadi terganggu akibat kejadian tadi.


..


Sementara ditempat Reyza


Kini Reyza sedang duduk ditaman belakang rumah nya. Wajah nya kusut dengan rambut yang acak acakan, lengan kemeja nya juga sudah menggulung keatas.


Dia termenung sembari menatap hamparan bintang bintang yang menemani hati nya yang tengah hancur berkeping keping.


Entah kenapa dia merasa sangat sedih dan hancur melihat Naina memelas dan memohon pada nya seperti tadi.


Seharus nya pertemuan nya tidak harus seperti itu, seandai nya Naina tidak memutuskan hubungan ini, dan seandai nya saja dia mau menunggu, pasti kejadian nya tidak akan seperti ini. Pasti sekarang mereka sudah bersama mewujudkan impian mereka. Batin Reyza merana. Dia menghembuskan nafas nya yang terasa berat.


Melihat wajah Naina yang layu dan begitu sendu, tubuh nya yang kurus membuat Reyza merasa sangat bersalah telah bersikap kasar pada gadis itu. Namun rasa sakit hati nya membuat nya tak bisa berfikir dengan jernih pada saat itu.


Maafkan aku Nai, tapi sungguh hatiku sangat sakit ketika melihatmu. Batin Reyza sedih


Sebenar nya dia butuh ketenangan malam ini, dia ingin menghabiskan waktu nya diclub seperti biasa, tapi dia ingat tidak ada lagi orang yang dipercaya nya untuk mengurus nya jika dia mabuk seperti biasa, dan juga besok ada meeting besar yang melibatkan seluruh pemegang saham terbesar disetiap perusahaan cabang Gemilang grup.


Dan Reyza memilih untuk langsung pulang kerumah dengan menyendiri dibelakang rumah menyesali setiap takdir yang terjadi dalam hidup nya.


..


Dua hari telah berlalu. Reyza kini tengah berada diperusahaan nya. Ketidakhadiran Sean membuat nya sedikit kerepotan mengurus masalah pekerjaan yang begitu menumpuk. Apalagi sekarang hati nya juga sedang tidak menentu.


Reyza memijat pelipis nya yang terasa sangat pusing. Sungguh untuk saat ini dia tidak bisa untuk berfikir apa lagi untuk bekerja. Bahkan meeting besar kemarin juga hampir berantakan karena fikiran nya benar benar tidak fokus.


Tok tok tok

__ADS_1


Terdengar suara pintu diketuk. Dan munculah sekretaris cantik nya masuk dengan membawa beberapa map dan sebuah kertas undangan.


"tuan, ini berkas yang harus ditanda tangani, dan ini ada undangan personal dari CEO RC" jelas Bela sekretaris Reyza sembari menyerahkan map dan undangan yang dibawa nya.


Reyza hanya mengangguk. Dan Bela juga langsung keluar dari ruangan itu, dia begitu ngerih saat ini melihat tampang Reyza yang kusut, bahkan dua hari ini dia terlihat seperti monster yang ingin memakan seluruh karyawan nya yang melakukan kesalahan meski hanya kesalahan kecil, bahkan dia masih ingat dengan OB yang dipecat karena terlambat beberapa detik membawakan nya kopi, dan juga seorang karyawan yang dipecat hanya karena salah mengetik satu huruf dilaporan nya.


Dan dia bersama para karyawan Gemilang grup yang lain sungguh dibuat ketar ketir oleh emosi Reyza yang sangat tidak pada tempat nya.


"Sean kemana lagi, biasa nya jika ada dia tuan Rey tidak akan semengerihkan ini" kata Bela pada Lina, dan Risma, sekretaris yang lain


"iya kan, beda banget sama tuan Suryo, dia tampan sih, tapi juga serem banget. Aku berasa sport jantung kerja dibawah aturan nya" keluh Lina


"kalau ada kerjaan lagi aku milih resign, tapi cuma disini yang gaji nya lumayan diantara perusahaan lain" timpal Risma


" iya mbak, kredit mobil ku belum selesai, maka nya aku bertahan" jawab Lina


"udah deh, kita berdoa aja, semoga itu tuan Rey, cepet dapet hidayah biar gak nindas kita terus. aku juga udah capek banget harus sering kerja lembur walaupun gaji nya berkali kali lipat, tapi aku gak sempat kesalon, muka aku jadi kusut lama lama disini" ungkap Bela membuat kedua teman nya terkekeh


Mereka larut dalam pembicaraan mengenai sikap Reyza, hingga tiba tiba Lina tersentak kaget dan langsung menatap Bela dan Risma dengan wajah yang memucat


Lina langsung menunjuk cctv yang tepat mengarah ke mereka, hingga membuat Bela dan Risma langsung copot jantung nya, mereka langsung terduduk lemas dikursi mereka masing masing dengan wajah pucat Pasih


"habis lah kita" gumam mereka


..


Diruangan nya, Reyza melihat undangan mewah berwarna hitam metalik yang masih berada diatas meja nya, Dia memicingkan mata nya melihat tulisan yang tertera dengan inisial pengantin N & N disampul undangan itu.


Rahang nya langsung mengeras, bahkan wajah nya memerah dengan hati yang bergemuruh hebat.


Dia langsung meremas sekuat tenaga undangan itu dan membuang nya tanpa ingin melihat lagi isi didalam nya.


"kalian benar benar mempermainkan perasaan ku rupa nya. Kalian belum tau siapa aku" geram Reyza dengan wajah yang dibalut amarah

__ADS_1


..


Sementara ditempat Naina


Saat ini Naina sudah dibawa kerumah eyang putri oleh Sean. Dia merasa sangat bersalah akan keadaan Naina sekarang. Meski kini keadaan nya sudah lebih membaik dari dua hari yang lalu.


Sean juga memutuskan untuk menemani Beti dan Loli untuk membantu merawat Naina disana.


Dia sudah memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan Gemilang grup. Rasa nya dia sudah sangat muak melihat bos gila nya itu. Biarlah untuk sekarang dia menjadi pengangguran, harta pak Brata masih cukup untuk mereka hidup batin nya, ya asalkan jangan dijentik oleh tuan Suryo saja, jika tidak, maka habis lah mereka.


Saat ini mereka sedang berada dikamar Naina. Naina sudah nampak tertidur diatas ranjang nya, Beti duduk disebelah nya sementara Sean duduk bersama Loli disofa yang tak jauh dari ranjang itu.


Terlihat Loli meneteskan air mata nya ketika membaca buku diari milik Naina yang mereka temukan dibawah bantal nya. Sean yang melihat itu langsung mengambil buku diari itu.


Dia juga tertegun membaca beberapa kalimat yang ditulis oleh Naina.


Isi nya semua hanya tentang Reyza, Reyza dan Reyza.


Sean menarik dalam nafas nya yang terasa sesak.


"rasa nya ingin ku bunuh sibodoh itu" gumam nya emosi sembari menatap Naina yang tertidur dengan wajah tenang nan pucat nya.


"jangan kak, jangan menambah masalah. Kak Reyza hanya salah paham" jelas Loli pelan takut terdengar Naina


"dia begitu naif, tak pernah bisa merasakan besar nya cinta Naina. Hah, dasar orang gila, psikopat." Umpat Sean masih terlihat kesal, Loli segera mengusap lengan Sean yang terlihat sangat emosi


Beti yang mendengar pun hanya dapat terdiam. Dia juga sama emosi nya melihat perlakuan Reyza pada Naina kemarin, walaupun dia tahu Reyza salah paham, tapi setidak nya jangan kasar pada Naina, apa dia tidak merasa ada yang berbeda dengan Naina, batin Beti.


"sayang, aku pamit dulu ya, aku harus menyelesaikan masalah ini. Si bodoh itu tak akan pernah mengerti jika tidak dengan memakai cara kasar" jelas Sean menatap Loli


"kakak mau apa? " tanya Loli cemas, begitu pula dengan Beti, namun dia memilih untuk tetap diam


"tenang lah, setelah urusan nya selesai. Kakak pasti kemari lagi. Kakak pinjam buku nya" jawab Sean sembari mengecup singkat kening Loli dan langsung keluar membawa buku diari milik Naina.

__ADS_1


Setelah berpamitan pada ibu dan eyang putri, siang itu Sean langsung berangkat ke ibukota untuk menemui mantan bos nya itu


__ADS_2