Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Mencari Naina


__ADS_3

Pagi pagi sekali Reyza sudah terlihat rapi, meski tetap saja wajah nya kusut bahkan kantung mata nya yang menghitam juga begitu kelihatan karena dia memang tidak tertidur sepanjang malam.


Pagi ini dia memutuskan untuk mencari keberadaan Naina, meski dia tahu ini sudah begitu terlambat.


Dia langsung bergegas keluar rumah dengan hanya memakai setelan kemeja tanpa jas nya, namun langkah nya terhenti diambang pintu ketika tuan Suryo memanggil nya.


"mau kemana kau? " tanya tuan Suryo yang masih duduk disofa rumah mewah nya


"mencari Naina" jawab Reyza singkat tanpa mau menoleh pada papa nya


"kenapa baru sekarang kau mencari nya" tanya tuan Suryo lagi


Reyza pun hanya diam saja dan kembali ingin melanjutkan langkah nya.


"kau diberi otak yang cerdas, tapi begitu bodoh dalam mengendalikan hatimu" ucap tuan Suryo yang membuat Reyza langsung membalikan tubuh nya dan menatap tajam papa nya itu.


"papa tau apa yang terjadi pada Naina? " tanya Reyza mengernyitkan dahi nya


"tentu saja, dia calon menantu dikeluarga Askara. Tentu saja aku harus tau semua tentang dia. Kau saja yang tak pernah mau tau kan, cemburu mu membutakan hatimu" sahut tuan Suryo tajam membuat Reyza semakin merasa bersalah


"kenapa papa tak pernah bilang padaku? " tanya Reyza lemah menundukan pandangan nya


"heh bodoh, kau yang memilih nya sebagai cinta mu kan, lalu kenapa kau yang malah tidak mau tau. Kakak mu pasti sangat membencimu sekarang" telak tuan Suryo yang membuat Reyza terhenyak


Kakak. Batin Reyza semakin pilu


"lalu dimana dia sekarang pa? " tanya Reyza memelas


"cari saja sendiri" ketus tuan Suryo langsung meninggalkan Reyza yang masih terdiam membisu


Reyza pun hanya bisa menghela nafas nya dengan berat


'aku memang bodoh' batin Reyza


Dia langsung berlari menuju mobil nya dan mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Harapan dan rasa bersalah nya semakin besar karena saat ini dia benar benar tidak tahu dimana keberadaan gadis itu.


Reyza melajukan mobil nya berkeliling kota tanpa arah tujuan dengan hati yang begitu getir, bahkan dia mengabaikan perusahaan yang menunggu nya setiap hari.


"arrgghh, aku harus mencari kemana. Naina maafkan aku" ucap Reyza frustasi sembari memukul stir kemudi nya dengan kesal


Seketika tiba tiba saja dia mengingat Sean, ya Sean, dia pasti tahu dimana Naina berada. Dia pun langsung melajukan mobil nya keapartemen milik Sean.


Hingga hampir satu jam kemudian dia tiba didepan sebuah apartemen elite. Dia langsung turun dan berlari tanpa memperhatikan orang orang yang menatap nya dengan tatapan heran dan terkejut.


Setiba nya didepan pintu apartemen itu terlihat Sean yang juga hendak keluar dengan tas ransel nya.


Sean begitu terkejut melihat Reyza yang ada didepan apartemen nya nya itu dengan wajah kusut nya.


"mau apa kau? " ketus Sean, sungguh dia masih sangat emosi melihat bos gila nya itu saat ini


"Sean ku mohon, beri tahu aku dimana Naina berada" pinta Reyza


"tidak akan. Kau cari saja sendiri" jawab Sean sambil mengunci apartemen nya


"Sean ku mohon" pinta Reyza memelas namun tak dihiraukan Sean, pemuda itu pun mendorong tubuh Reyza agar menyingkir dari hadapan nya, namun Reyza tetap kekeh tak mau menyerah


"kenapa baru sekarang kau cari, aku tidak akan memberitahumu dimana dia" kata Sean tajam hendak berlalu namun Reyza langsung berlutut dihadapan nya membuat Sean terkejut sesaat namun langsung menguasai emosi nya

__ADS_1


"Sean, tolong lah aku, ku mohon beri aku kesempatan untuk menemui nya. " pinta Reyza memelas menatap Sean yang sebenar nya juga merasa kasihan pada tuan nya itu


"cih, kenapa?, kau baru menyesal sekarang kan? sungguh rasa nya aku ingin menghajar mu " geram Sean, tak perduli lagi bagaimana status Reyza kini, karena mengingat perlakuan Reyza kemarin dia sungguh begitu emosi dan tidak terima


"kau boleh memukul ku sesuka mu tapi ku mohon beritahu aku dimana Naina" kata Reyza memohon, dia sudah tidak perduli harga dirinya hancur didepan mantan anak buah nya sendiri, karena yang terpenting bagi nya adalah keberadaan Naina


Sean pun langsung menghajar Reyza tanpa ampun.


Kapan lagi. Batin nya. Anggap saja ini sebagai balasan kebodohan tuan Askara itu yang terlalu mementingkan ego nya sendiri.


Reyza terlihat begitu pasrah dan hanya meringis saat Sean memukul nya hingga dia terkulai lemah tak berdaya dengan wajah yang membiru dan berdarah disudut bibir nya


Setelah meluapkan emosi nya dia langsung berlalu dari hadapan Reyza yang masih terduduk dilantai apartemen itu sembari mengusap sudut bibir nya, luka semalam yang diberi Sean belum hilang dan kini bertambah lagi, benar benar sudah entah seperti apa rupa tuan muda Askara itu kini.


Sebenar nya Sean tak benar benar mengeluarkan kemampuan nya, karena dia juga takut jika Reyza benar benar marah seperti pada karyawan nya yang berkhianat itu.


"ikut aku kalau kau ingin bertemu dengan nya" kata Sean dingin


Reyza langsung bangkit dan dengan langkah terseok seok dia mengikuti langkah kaki Sean.


Seluruh penghuni apartemen menatap heran wajah Reyza yang penuh lebam.


"bukankah dia tuan askara"


"kenapa dengan wajahnya"


Setelah itu dia pun masuk dan mengendarai mobil nya mengikuti mobil Sean yang telah dulu meninggalkan apartemen itu.


Sesekali dia menghapus darah yang keluar dari sudut bibir nya, dia melajukan mobil nya tetap dibelakang mobil Sean, tak memperdulikan lagi badan nya yang terasa begitu sakit dan lemas akibat tidak tidur dan makan dari semalam ditambah lagi dengan pukulan bertubi tubi dari asisten gila nya itu.


Mata Reyza mulai memerah menahan kantuk, sekujur tubuh nya juga mulai kaku dan pegal.


Namun dia tetap semangat demi bertemu dengan Naina, gadis cantik yang telah disia siakan nya.


Reyza begitu heran melihat jalanan dan daerah disekeliling nya, kanan dan kiri jalan tidak ada rumah sama sekali. Hanya perkebunan akasia yang terlihat sejauh mata memandang.


Dia mau bawa aku kemana. Batin Reyza heran dan agak ragu


Satu jam kemudian Sean menepikan mobil nya didepan sebuah rumah besar namun terlihat kuno dan Reyza juga menepikan mobil nya dibelakang mobil Sean.


Reyza langsung ikut turun dari dalam mobil. Dia memandang kesekeliling nya. Seketika jantung nya berdebar dan nyali nya menciut melihat tatapan tajam dari empat wanita berbeda usia didepan nya.


Eyang putri, ibu, Beti dan Loli yang menyambut kedatangan Reyza dengan tatapan membunuh mereka.


Meski ragu namun kaki Reyza harus tetap melangkah kesana. Apapun yang terjadi dia harus menghadapi nya karena ini memang salah nya


"mau apa kau kemari? " tanya Beti ketus


"ku mohon. Izinkan aku menemui Naina" pinta Reyza


"setelah apa yang kau lakukan pada nya? " tanya Loli pula tak kalah ketus nya


"maafkan aku" ucap Reyza lemah


"itu ibu nya, kau minta izinlah pada nya" ucap Beti menunjuk ibu yang berdiri diujung pintu bersama eyang putri


Reyza pun langsung pergi dan langsung berlutut dihadapan ibu Naina yang terkesiap kaget, begitu pula dengan semua orang yang ada disana.

__ADS_1


Reyza langsung menangis tersedu menyesali perbuatan nya.


"ibu, maafkan saya, maafkan saya, saya sungguh tidak bermaksud membuat kondisi Naina bertambah buruk, maafkan saya yang baru datang sekarang. Maaf ibu" isak Reyza sembari memegang kaki ibu


Ibu juga terlihat ikut menangis melihat Reyza yang begitu menyesali perbuatan nya, meski dia tahu ini juga bukan sepenuh nya kesalahan Reyza karena dia tahu kondisi Naina yang sebenar nya.


Orang orang disana juga sebenar nya iba melihat Reyza, namun mereka tetap diam.


"kau benar benar mencintai putri ku? " tanya ibu sembari membantu Reyza berdiri


"iya Bu, saya sungguh mencinta nya" jawab Reyza dengan penuh keyakinan disela isak tangis nya


Ibu pun menatap eyang putri meminta persetujuan.


Eyang putri pun mengangguk, dia tau Reyza salah paham pada Naina


"pergilah, beri dia semangat untuk sembuh. Hanya kau yang bisa membangunkan semangat nya" pinta ibu sendu dan begitu lirih membuat hati Reyza seketika berdenyut pilu


"terima kasih bu, terima kasih. Sekali lagi maaf kan saya" kata Reyza tulus


Ibu pun langsung memeluk tubuh kekar Reyza, pria yang sangat dicintai putri nya, Reyza juga membalas pelukan ibu dengan erat seolah restu sudah berada ditangan nya


Reyza pergi dengan diantar Beti ketempat dimana Naina berada.


Jantung nya mulai berdetak tak beraturan, sakit, begitu sakit, seharus nya sejak hari pertama dia manapakan kaki diIndonesia dia mencari Naina, tapi karena kecemburuan nya membuat nya mengabaikan semua nya.


"kau tau tuan bos, setahun ini orang yang paling ingin ditemui nya adalah dirimu, bahkan dengan perlakuan mu kemarin dia pun masih berharap bisa bertemu dengan mu" ungkap Beti pelan


"maafkan aku bet, rasa cemburuku membutakan mata hatiku" lirih Reyza


"bukan kah kau sudah sering melihat gosip tentang mereka? " tanya Beti curiga tanpa melihat kebelakang dimana Reyza mengikuti langkah nya


Reyza pun menghela nafas nya perlahan


"dia memutuskan ku bersamaan dengan tersebar nya gosip itu. Bagaimana aku tidak menaruh curiga, setelah beberapa bulan tidak memberiku kabar dia langsung memutuskan hubungan kami tanpa memberi penjelasan. Aku hancur Bet" lirih Reyza, Beti pun berhenti dari langkah nya dan menatap wajah kusut Reyza


"hmmh, aku tau. Naina juga sama hancur nya seperti mu. Sekarang bantu lah dia untuk sembuh, aku sudah menepati janjiku untuk selalu menemani nya saat kau tak ada. Sekarang kau yang harus tepati janji mu, berjuanglah bersama nya sekali lagi tuan" pinta Beti sendu. Sungguh sebenar nya dia tidak tega melihat nasib percintaan Reyza dan juga Naina yang begitu rumit


"pasti, terima kasih banyak Bet" ucap Reyza tulus.


"dia ada ditaman itu, setiap sore dia selalu menghabiskan waktu nya disana. Pergilah, aku hanya mengantarmu sampai disini" kata Beti sembari membukakan pintu besar dihadapan mereka.


..


Ditempat Sean...


"auu ampun eyang, sakit" seru Sean sembari mengusap usap daun telinga nya yang ditarik oleh eyang putri


"dasar bocah nakal, pasti kau yang membuat wajah tampan anak itu jadi jelek kan" tuding eyang putri tajam


Sean pun menggaruk kepala nya canggung sembari menampilkan senyum nya yang menyebalkan


"hehe, maaf eyang, aku kesal sekali dengan nya" jawab Sean cengengesan sementara ibu dan Loli hanya geleng geleng kepala melihat Sean dan eyang putri yang tak pernah akur


"bodoh kau, kenapa tidak sekalian kau patah kan kaki nya, aku pun kesal dengan dia" ucap eyang putri yang membuat ketiga manusia itu terperanga kaget


"haa?? " ucap mereka bertiga terperanga

__ADS_1


__ADS_2