Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Berbuka Puasa


__ADS_3

Malam telah larut, acara pesta juga sudah mulai sepi dari para tamu.


Setelah puas menggoda Reyza, dan acara pemotongan kue telah usai, Sean dan dokter Bayu memisahkan diri mereka untuk menikmati waktu berdua bersama pasangan mereka masing masing. Sedangkan Dion sudah pamit pulang bersama istri nya.


Para orang tua kini tengah berkumpul di sebuah ruangan sembari beristirahat dan berbincang ringan.


Pasangan pengantin yang menjadi pemeran utama diacara itu kini sedang duduk berdua sembari menikmati alunan lagu lagu romantis yang masih menghiasi malam itu.


Reyza melirik Naina yang terlihat beberapa kali menggerakan tubuh nya


"kamu lelah sayang?" tanya Reyza


"iya, kaki Nai udah gak sanggup berdiri kayak nya" jawab Naina sembari menunjuk kaki nya


Reyza beranjak dari duduk nya dan berlutut dihadapan Naina, membuat Naina terkesiap kaget


"hubby, apa yang hubby lakuin" tanya Naina kaget, apalagi ketika Reyza meraih kaki nya dan melepaskan high heels yang dipakai Naina


"buka saja, kaki mu sudah memerah, seharus nya kamu bilang dari tadi sayang, agar kita beristirahat saja" kata Reyza sembari memijat pelan kaki Naina, dia tak perduli tatapan tatapan kagum dan heran orang orang yang masih berada disana


"tadi Nai belum merasakan nya, tapi sekarang rasa nya benar benar lelah" jawab Naina,


"hubby, jangan merendahkan diri seperti ini. banyak yang melihat" kata Naina tak enak


"tidak apa, aku hanya ingin membantu istriku,bukan merendahkan diri" balas nya


Kini Reyza berdiri dan menatap Naina dengan lembut


"kita istirahat ?" tanya Reyza , namun Naina malah melirik kesekeliling nya dimana para tamu masih ada beberapa


"tapi masih ramai" jawab nya


Reyza berdecak


"jangan fikirkan mereka, fikirkan saja dirimu sayang. Papa benar benar gila mengundang orang sebanyak ini" gerutu nya sembari mengangkat tubuh Naina yang terpekik kaget


"hubby, jangan begini, malu" kata Naina melirik canggung semua orang yang menatap mereka


"jangan lihat mereka. cukup lihat aku" jawab Reyza, hingga Naina pun menatap wajah tampan suami nya itu dan langsung melingkarkan tangan nya keleher Reyza.


Sungguh dia begitu malu saat ini, karena pandangan semua orang tertuju pada mereka. Bukan pandangan menghina atau apa, yang dia tangkap semua orang memandang kagum pada Reyza, karena memperlakukan Naina dengan begitu manis.


Reyza membawa Naina menuju kamar hotel yang memang telah disiapkan untuk mereka.


Sepanjang jalan Naina terus menerus menatap wajah tampan itu, namun ketika Reyza membalas tatapan nya dia malah menyembunyikan wajah nya didada Reyza.

__ADS_1


"kenapa hmm, kamu membuat ku gemas" kata Reyza sembari mencium singkat bibir istri nya yang tersipu malu


"ternyata suami Nai tampan sekali" kata Naina dengan senyum yang terlihat menggoda Dimata Reyza


"kamu mencoba menggoda ku ya" kata Reyza membuat Naina langsung menggeleng


"enggak, Nai kan berkata jujur" jawab Naina


"benarkah, tapi dimata ku kamu terlihat menggoda" kata Reyza dengan tatapan yang terlihat lain Dimata Naina


"hubby" rengek Naina membuat Reyza terkekeh pelan


Dan ketika kamar hotel itu terbuka, Naina membelalakan mata nya dengan sangat.


Reyza membaringkan Naina ditempat tidur nya, namun gadis itu langsung duduk dan menoleh kesekeliling.


Kamar yang dihias begitu indah, tempat tidur nya dihiasi oleh taburan kelopak mawar merah, lilin aroma terapi yang dibentuk hati dilantai yang juga berhiaskan kelopak mawar.


Benar benar mampu membuat jantung Naina berdebar hebat, otak kecil nya langsung memikirkan apa apa yang akan terjadi setelah ini.


Dia melirik Reyza yang tengah membuka jas nya, kemudian dasi nya


"kenapa hmm" tanya Reyza dengan senyum menggoda, dia begitu gemas melihat ekspresi Naina saat ini. Padahal mereka sudah menikah selama hampir tiga bulan lebih, tapi istri nya ini masih begitu polos, apa mungkin karena mereka belum membuka segel?


Naina menggeleng dan tersenyum canggung


Reyza mengangguk dan menjulurkan tangan nya


"mandi bersama ?" tanya Reyza masih ingin menggoda, namun jawaban Naina sukses membuat nya terkejut


"boleh" jawab Naina malu malu seiring tangan nya yang menyambut tangan Reyza


Reyza langsung tersenyum senang, bahkan dalam hati nya ia bersorak riang, karena seperti nya malam ini dia bisa berbuka .


Dan tanpa menunggu aba aba, Reyza langsung mengangkat tubuh Naina kembali dan membawa istri nya kekamar mandi


Reyza mendudukan tubuh Naina diatas bak mandi, dan langsung membuka kemeja nya sendiri, membuat jantung Naina berdebar dengan kencang.


Ini gila, sudah sering dia melihat dada telanjang Reyza, tapi kali ini seperti nya ada yang berbeda, Reyza terlihat begitu menggoda Dimata nya. Apalagi ketika Reyza membuka celana nya dan hanya menyisakan celana pendek saja, membuat Naina memalingkan wajah nya yang merona.


Reyza tersenyum melihat istri nya yang sudah memerah wajah nya


"ayo sini, aku bantu buka" kata Reyza menarik tangan Naina yang terasa dingin


"Nai bisa sendiri by" jawab Naina pelan, namun tubuh nya seolah menolak ketika Reyza memutar nya dan meraih kancing belakang gaun nya

__ADS_1


Tubuh Naina bergetar hebat mendapat sentuhan lembut tangan Reyza, begitu pula dengan Reyza, dia langsung menelan Saliva nya yang terasa mencekam, bahkan hawa tubuh nya sudah terasa meningkat hanya karena melihat punggung mulus milik istri nya.


Padahal dulu dia yang merawat Naina ketika Naina koma dan belum bisa melakukan apapun, bahkan Reyza juga yang memandikan dan memakaikan nya pakaian, dan dia juga sudah melihat seluruh lekuk tubuh istri nya tanpa terkecuali, namun tidak ada hasrat sama sekali waktu itu, namun kini, hanya melihat punggung nya saja darah Reyza sudah terasa mendidih dan bergejolak


Reyza menarik gaun Naina dengan pelan seiring dengan deru nafas nya yang bergemuruh. Gaun itu jatuh kelantai kamar mandi, dan kini menampilkan seluruh lekuk tubuh Naina yang hanya dibalut oleh pakaian dalam saja.


Mata Naina terpejam, saat Reyza memeluk nya dari belakang dan melingkarkan tangan nya disana.


Jantung nya berdetak tak beraturan hingga tubuh nya bergetar, ada sensasi yang membuat nya terasa panas dan gelisah.


Apalagi ketika Reyza mendaratkan kecupan demi kecupan dibahu nya yang terbuka membuat Naina melenguh sesaat


"uuuggh hubby" gumam nya sembari memegang lengan Reyza yang masih memeluk nya


Reyza membalikan tubuh Naina hingga kini mereka saling berhadapan. Dan dapat Naina lihat, wajah Reyza yang sudah memerah, nafas nya yang terdengar berat dan mata nya yang sudah berkabut gairah


Reyza menghidupkan air shower hingga mengguyur tubuh mereka berdua. Dan dibawah guyuran air Reyza langsung ******* bibir Naina dengan lembut, awal nya, namun lama kelamaan pagutan itu berubah menjadi panas, bahkan Naina pun ikut terbawa dalam suasana itu.


Tangan Reyza merayap kebawah dan membuka penutup bukit kembar istri nya dan memainkan tangan nya disana membuat Naina melenguh kembali, dan tentu saja lenguhan Naina membuat jiwa Reyza semakin terbakar gairah.


Lama mereka saling memagut dan saling memberi rasa nikmat, namun Naina langsung melepaskan diri dari Reyza saat tangan lelaki itu berusaha meraih mahkota yang masih tertutup sehelai kain


"jangan disini hubby" pinta Naina sembari menggiring tangan Reyza dan menggenggam nya.


Reyza tersenyum dan mengangguk. Hampir saja, dia sudah tak bisa menahan lebih lama lagi. Dia langsung mengambil bathrop dan memakaikan nya pada Naina setelah sebelum nya mereka saling membersihkan diri.


Reyza kembali membawa tubuh Naina kekamar nya dan menghempaskan tubuh Naina dengan lembut disana


Dia langsung melepaskan handuk yang menutupi benda pusaka nya hingga benda itu terpampang jelas Dimata Naina, membuat Naina langsung memalingkan wajah nya yang memerah


"aku sudah tidak tahan lagi sayang, izinkan aku memiliki mu malam ini" kata Reyza dengan suara nya yang terdengar begitu serak.


"Nai milik mu hubby, Nai milikmu" jawab Naina tersenyum, meski sebenar nya dia begitu takut jika benda sebesar itu menghantam tubuh nya


Reyza tersenyum dan langsung memagut lembut bibir Naina dengan begitu menuntut membuat Naina kewalahan menyeimbangi nya.


Tangan Reyza bergerak cepat menarik tali dan handuk milik Naina hingga tubuh polos istri nya terpampang nyata dihadapan nya.


Tubuh yang sudah tak kurus lagi, tubuh yang kini sudah sangat menggoda, terasa sangat segar dan begitu ranum hingga Reyza tak dapat lagi menahan hasrat nya yang sudah terpendam selama beberapa bulan ini


Akhir nya malam itu, kamar pengantin itu menjadi saksi atas penyatuan cinta mereka, kini mereka telah saling memiliki, mereka telah bersatu dalam satu rasa yang benar benar membuat mereka terbuai dan tak berhenti untuk melakukan nya lagi dan lagi.


Penantian Reyza terbayar malam itu, dia begitu gila dengan semua milik Naina yang benar benar membuat nya tak dapat berhenti.


Malam itu seakan akan menjadi malam yang akan mereka kenang seumur hidup mereka, malam yang penuh gairah dalam ikatan cinta yang suci.

__ADS_1


...


next


__ADS_2