Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Menjemput Lolita


__ADS_3

Satu tahun kemudian....


Sudah satu tahun Reyza dan juga Naina berpisah dan menjalani kehidupan mereka masing masing ditengah rindu yang sama sama membelenggu kedua nya. Jarak dan waktu sungguh menjadi penghalang hubungan cinta mereka, bukan karena tidak mampu untuk bertemu namun lebih tepat nya berjuang untuk dapat bersatu.


Naina masih menjalani peran nya sebagai artis papan atas yang nama nya semakin melejit sukses.


Bahkan tidak jarang dia harus manggung keluar kota hingga keluar negeri karena nama nya sudah sangat terkenal.


Kesibukan nya kini pun membuat ia dan juga Reyza jadi semakin jarang berkomunikasi mengingat waktu yang juga sangat berbeda diantara kedua negara itu.


Reyza mengerti kesibukan Naina karena setiap saat dia selalu melihat berita online tentang gadis nya itu.


Hanya itu yang bisa melepas sedikit kerinduan nya pada Naina.


Naina juga terkadang mengirimi beberapa vidio dirinya yang sedang menyanyikan sebuah lagu untuk Reyza ketika hendak tidur. Hanya itu yang bisa diberikan nya untuk menjadi semangat Reyza diseberang sana.


Begitupula dengan Reyza beberapa kali dalam seminggu dia mengirim gambar nya pada Naina. Meski jarang berkomunikasi namun mereka masih tetap sama sama saling mengerti dan percaya.


..


Saat ini Reyza dan juga Dion tengah menikmati makan siang mereka disebuah resto didekat kampus mereka.


"minggu depan gue balik, lo beneran gak ikut Za? " tanya Dion


"enggak deh, gue disini aja. Lagian kan cuma libur seminggu" jawab Reyza lesu, sungguh disaat saat seperti ini dia terlihat sangat menyedihkan, rindu pada gadis nya itu benar benar sangat menyiksa nya. Jika bukan karena syarat dari papa nya untuk bertahan dan mendapatkan restu, mungkin dia sudah terbang dan menemui Naina sekarang.


"seminggu kan juga udah cukup untuk kita ngelepas kangen sama mereka dan orang tua. Udah setahun kita disini, lo gak kangen apa? " tanya Dion lagi


"ya kangen lah, tapi gimana, kalau belum selesai gue belum bisa balik. Sayang uang nya" kilah Reyza


"ya ampun za, kan udah gue bilang, pake duit gue dulu. Lo kayak sama siapa aja deh" kata Dion kesal


"gak papa. Biar makin mesra nanti kalo ketemu. Gue titip salam aja sama Naina" jawab Reyza tersenyum kecut


"ck, lo ini. Nyiksa diri banget. " kata Dion geleng geleng


kalau bukan karena perintah tuan Suryo yang terhormat itu udah gue duluan yang kesana. batin Reyza frustasi


"eh, tapi kan minggu depan gue denger dari Clarissa si Naina ngadain konser diibukota, kan lo bisa ngasi kejutan ke dia" kata Dion lagi, dia sudah beberapa kali membujuk Reyza agar ikut pulang bersama nya

__ADS_1


Reyza pun menarik nafas nya yang terasa sesak dan begitu berat


"hah, gak usah deh. Nanti makin rindu gue. Lo aja yang balik, lagian tugas kita juga banyak banget yang belum gue selesain" ungkap Reyza tak semangat


"hmh, yauda deh, terserah lo" jawab Dion pasrah


Ya tuhan, rindu ini sungguh menyiksa, kalau gak ada janji sama papa udah dari kemaren gue terbang. Batin Reyza kesal lagi


..


Sementara dibelahan bumi lain Naina sedang berbaring hendak memejamkan mata nya. Dia baru pulang dari acara yang diadakan oleh Record company.


"ah, sudah satu tahun, rasa nya rindu ini udah penuh sampek sesek banget, nunggu dua tahun lagi, apa sanggup" gumam Naina sedih


..


Keesokan pagi nya Naina dan juga Beti hendak pulang kekampung halaman Naina. Mereka pergi bertiga bersama Putra yang sudah dipekerjakan oleh Naina menjadi supir pribadi nya dari beberapa bulan lalu. Mengingat jadwal nya yang semakin padat dan dia juga memerlukan bantuan untuk mengurus semua keperluan nya, bukan hanya Putra tapi beberapa orang lain yang memang dipekerjakan Naina untuk menemani nya kemana pun dia pergi.


Naina pulang kekampung halaman nya untuk menjemput adik perempuan nya yang akan kuliah diibukota dan tinggal bersama nya dirumah mewah nya yang sudah dibeli nya beberapa waktu lalu.


Hampir empat jam perjalanan mereka pun tiba disebuah kampung yang masih sangat terlihat asri.


Naina dibantu oleh orang orang nya membagi bagikan makanan dan souvernir untuk warga dikampung nya itu yang memang telah disiapkan nya, setiap dia pulang kampung dia memang selalu berbagi pada warga kampung tempat orang tua nya tinggal, hingga dia terkenal dengan kedermawanan nya disana. Bukan hanya cantik, namun juga baik hati.


Setelah membagi bagikan beberapa pernak pernik untuk warga disana Naina pun langsung masuk kesebuah rumah sederhana namun sangat nyaman ditinggali.


Terlihat kedua orang tua dan adik nya menyambut kedatangan nya dengan pelukan hangat.


"ibu, abah, Nai kangen banget" kata Naina memeluk mereka bergantian


"baru juga dua bulan ndak ketemu to ndok" kata abah Naina


"is si abah, udah lama banget itu" kata Naina pura pura merajuk


"yowes ayo masuk, ibu udah masak banyak, ayo nak Beti, nak Putra, kalian semua, masuk masuk" ajak ibu Naina ramah


Mereka pun masuk kerumah itu sembari bercengkrama hangat.


Naina dan adik nya serta kedua orang tua nya kini berada didapur rumah itu sedang menyantap makanan yang disiapkan oleh ibu Naina. Hal yang paling dirindui Naina ketika jauh dari keluarga adalah kehangatan dan masakan ibu nya.

__ADS_1


"ibu sama abah beneran gak mau ikut kami aja tinggal dikota" kata Naina saat telah selesai makan


"iya bu, ikut kak Nai aja ya, kan enak tinggal dikota, biar kita bisa ngumpul terus" timpal Loli adik Naina


"ibu sama abah lebih tenang disini lo ndok, wes gak papa. Yang penting kalian baik baik disana," kata abah Naina


"tapi Loli gak tenang biarin ibu sama abah disini" ungkap Loli manja


"ibu sama abah gak papa. Kamu kuliah aja yang bener, kan ada kakak mu, lagian kalian juga bisa pulang kapan aja" kata ibu menenangkan


"tapi kalau ada apa apa, langsung kasi tau kita ya bu, abah" kata Naina pula


"iya, kalian tenang aja. Gak usah mikirin kami. Lagian abah udah seneng bisa ngurus ternak ternak sama kebun yang udah kamu beliin ndok" jawab abah menatap Naina dengan mata yang berkaca kaca, begitu pula dengan ibu dan adik nya


Betapa bangga nya mereka sekarang melihat Naina sudah menjadi artis terkenal. Bisa mengangkat derajat keluarga mereka, membeli ribuan ternak, dan juga berhektar hektar kebun untuk dikelola oleh warga sekitar.


"itu kan udah tugas kami untuk nyenengin ibu sama abah" jawab Naina


"iyo, sungguh gusti Allah sangat baik pada kita ya bah, dari Naina kita bisa nikmati ini semua dihari tua" ungkap ibu dengan mata yang berkaca kaca


"iyo bu, abah gak nyangka anak anak kita bisa jadi orang yang membanggakan. Kamu harus belajar giat ya Lol, biar bisa banggain abah, ibu sama kakak mu juga" kata bapak menatap Lolita


"enggeh pak, Loli pasti belajar yang bener disana nanti" kata Loli yang sudah menitihkan air mata nya.


"bu, abah, Nai gak bisa nginep disini, besok pagi Nai ada jadwal manggung dikota. Gak papa kan Nai langsung balik lagi? " tanya Naina hati hati. Rasa nya belum puas ia berkumpul dengan orang tua nya namun karena tuntutan propesi semua harus direlakan


"yowes, ora popo ndok. Yang penting koe baik baik disana ya, jaga diri baik baik, ibu titip Loli" kata ibu sembari mengelus sayang kepala Naina


"iya bu, doain kami ya bu, abah" kata Naina lagi


Bapak dan ibu pun memeluk anak anak mereka bergantian


Naina pun kembali kekota bersama adik nya dan lain nya dengan hati yang perih, harus meninggalkan dua orang tersayang nya. Jika dulu dia pergi dari rumah masih dengan perasaan tenang karena ada Loli adik nya yang menjaga kedua orang tua nya, kini dia merasa sedih karena mereka hanya tinggal berdua dirumah itu, meskipun banyak tetangga dan keluarga disana.


Entah lah, sejak perpisahan nya dengan Reyza, hati nya terasa semakin cepat tersentuh, mungkin karena efek rindu dan cinta yang semakin lama semakin menjadi


..


jangan lupa tinggalin jejak ya guys

__ADS_1


like and coment kalian sungguh sangat mendukung author 😉


__ADS_2