Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Naina Yang Sensitif


__ADS_3

Tidak terasa satu tahun berlalu dengan begitu cepat. Kebahagiaan yang dirasakan Naina dan Reyza juga tidak pernah berubah. Rasa cinta yang mereka miliki semakin hari semakin bertambah. Bahkan keromantisan dalam rumah tangga mereka benar benar membuat siapapun begitu kagum dengan mereka.


Tidak terasa hari ini dua tahun pernikahan mereka. Hari hari yang mereka lalui masih sama seperti biasa nya, Naina bahagia dengan tugas nya menjadi seorang istri Reyza Askara Gemilang, meski terkadang dia selalu bertanya tanya, kenapa sampai kini dia belum juga hamil?


Ya, sampai saat ini Naina belum menunjukan tanda tanda jika diri nya akan mengandung. Oleh karena itu terkadang dia merasa sedih, disaat teman teman nya sudah memiliki anak, dia yang sudah menginjak pernikahan dua tahun belum juga dikarunia anak.


Meskipun Reyza dan mertua nya tidak pernah membahas itu, tapi Naina tahu jika mereka pasti menginginkan keturunan dari Naina, mengingat Reyza adalah anak tunggal saat ini.


Bahkan kini Beti baru saja melahirkan anak pertama mereka. Dan tentu saja itu membuat hati Naina seperti tercuil dan terasa pedih. Tapi setiap dia bercerita dengan Reyza, suami tampan nya itu selalu bilang "tidak apa apa, mungkin kita masih diharuskan untuk menambah kadar cinta kita".


Seperti saat ini, Naina tengah memasangkan dasi dikerah Reyza. Kebiasaan nya setiap pagi melayani suami tampan nya itu.


"by" panggil Naina lembut


"ya sayang" jawab Reyza dengan senyum teduh nya


"kenapa sampai saat ini Nai belum hamil juga ya" tanya Naina menatap Reyza yang masih tetap tersenyum


"karena kita masih harus menambah kadar cinta kita" jawab Reyza santai membuat Naina menepuk kesal dada bidang Reyza dengan wajah yang cemberut


"Nai serius hubby" kata Naina yang kini beralih dan duduk dikursi hias nya


Reyza menghela nafas nya sejenak dan berlutut menghadap Naina. Dia mengambil tangan istri nya dan mengecup nya dengan lembut dan penuh cinta


"Nai sedih, Nai belum bisa memberi keturunan untuk hubby, Nai belum bisa memberi cucu untuk papa dan mama" ungkap Naina dengan mata yang berkaca kaca bahkan nyaris menetes, karena dia benar benar sedih saat ini


"jangan begitu, kamu tahu kan, semua sudah ada yang mengatur. Mama dan papa tidak mempermasalahkan itu sayang, aku juga tidak banyak berharap, ada kamu dihidupku saja sudah cukup untuk membuat ku bahagia" jawab Reyza begitu lembut, tangan nya mengusap air mata yang sudah menetes diwajah cantik istri nya


"tapi kebahagiaan kita kurang lengkap tanpa hadir nya dia hubby" kata Naina lagi


"siapa bilang, aku sudah cukup bahagia saat ini. Apa kamu tidak bahagia sayang?" tanya Reyza serius


"Nai bahagia, tapi Nai sedih karena belum bisa jadi istri yang sempurna" jawab Naina lagi


"hei, kamu sudah cukup sempurna untuk ku sayang. Jangan berfikiran seperti itu. Jika kamu bersedih dan menyalahkan dirimu sendiri, itu arti nya kamu menyalahi ketetapan Nya sayang. Kamu harus ingat, semua sudah ada yang mengatur, kamu cukup berserah diri supaya semua terasa indah" kata Reyza masih menggenggam tangan Naina yang menatap nya penuh haru


"hubby tak apa jika Nai tidak bisa memberi kan anak?" tanya Naina ragu


"tidak sayang, ada atau tidak ada nya anak tidak menjamin kebahagiaan, yang terpenting kamu mencintai aku untuk seumur hidup mu. Itu adalah kebahagiaan ku" jawab Reyza begitu tulus


"hubby tidak akan mencari perempuan lain kan?" tanya Naina lagi


Reyza langsung tersenyum dan menggeleng, dia menarik hidung mancung Naina dengan gemas


"tidak akan. Bagaimana aku mencari wanita lain, jika Naina ku sudah mengambil seluruh perhatian ku dari seluruh keindahan didunia ini" jawab Reyza membuat Naina langsung mendengus senyum


"gombal banget" jawab Naina dengan wajah merona


Reyza langsung berdiri dan memeluk Naina nya dengan erat


"bukan gombal sayang, itu ungkapan isi hati" ucap Reyza


"terimakasih sudah menjadi suami terbaik untuk Nai by" kata Naina dalam pelukan Reyza


"terimakasih juga sudah menjadi istri yang terhebat sayang" balas Reyza


"jangan sedih lagi, aku tidak suka jika kamu bersedih. Anak bisa kita cari, tapi jika kamu bersedih, aku tidak tahu dimana mencari kebahagiaan dan senyum kamu" ungkap Reyza membuat Naina menatap nya dengan haru

__ADS_1


"gombal terus deh" kata Naina pura pura cemberut


"gak tahu kenapa, seneng banget gombalin kamu yang akhir akhir ini sensitif banget" jawab Reyza


"entah lah, mungkin Nai mau datang bulan kali ya, bawaan nya melow terus" jawab Naina


"yang penting jangan berlarut" ingat Reyza dan Naina langsung mengangguk


"yasudah, aku boleh pergi kerja tidak nih?" tanya Reyza dengan senyum menggoda nya


"sebenar nya gak boleh, tapi nanti papa marah, kamu malah dikeluarin dari KK" jawab Naina membuat Reyza langsung tertawa dan mengecup singkat bibir Naina


"udah bisa bercanda, berarti udah gak sedih lagi" tanya Reyza sembari kembali memeluk pinggang Naina


"enggak kok. maaf. Yasudah hubby pergilah. Tapi nanti pulang cepat kan, Nai mau masak buat makan malam" kata Naina pada Reyza yang masih asik memeluk nya


"iya, aku usahain pulang cepat. Tapi kamu jangan kelelahan sayang, harus jaga kesehatan terus" balas Reyza


"iya, cuma masak doang kok. Nai juga bosen kalau diem aja dirumah. Lagian pasti hubby lupa ini hari apa" kata Naina cemberut.


"hari Kamis" jawab Reyza membuat Naina menatap nya dengan kesal


"tuh kan lupa. Udah deh, pergi aja sana" usir Naina sembari melepaskan pelukan Reyza yang tertawa melihat wajah kesal Naina


"salah aku dimana sih sayang, kan bener ini hari Kamis" kata Reyza masih dengan tawa nya


"iya deh iya, hubby memang paling bener. Awas aja nanti kalau pulang telat" ancam Naina


"emang mau diapain?" goda Reyza


"tidur diluar malam ini, dan jangan sentuh Nai selama sebulan" ancam Naina dengan wajah kesal nya


"biarin" kata Naina sambil melengos dan meninggalkan Reyza yang masih tersenyum dan menggeleng menatap nya


Reyza mengikuti langkah kaki Naina kemeja makan untuk sarapan, dimana mama dan tuan Suryo sudah berada disana menyantap makanan mereka


"sayang" panggil Reyza pada Naina yang hanya melirik nya sekilas dan kembali berjalan , membuat Reyza tertawa pelan dalam langkah nya


"pagi pa, ma" sapa Naina saat mereka tiba dimeja makan.


"pagi sayang, ayo sarapan" ajak mama


Seperti biasa, kini Naina yang melayani Reyza makan. Dan Reyza masih saja memandangi wajah Naina yang nampak lain, entah kenapa akhir akhir ini istri nya itu begitu sensitif, mudah marah, Ngembek dan terkadang menangis seperti tadi pagi. Menangis sebentar namun dalam sekejap juga sudah bisa tertawa kembali


"kamu tidak sarapan Nai?" tanya mama saat Naina hanya makan buah saja


"Nai lagi gak selera ma, pengen makan buah aja" jawab Naina


"kamu sakit sayang?" tanya Reyza menatap Naina dengan khawatir


"enggak by, nanti Nai makan kok" jawab Naina dengan senyum nya


"bener ya" kata Reyza serius dan Naina hanya mengangguk


"Oh iya Nai, sebentar lagi pertunangan Sean dengan Loli kan. Kita harus bawa apa ya?" tanya mama tiba tiba


"oh iya, Nai lupa ma, tapi kayak nya gak usah repot repot deh ma. Lagian kalau dikampung gak terlalu ribet kok. Kan semua udah disiapin sama orang tua kak Sean, kita tinggal Dateng aja" jawab Naina

__ADS_1


"ya sepaling tidak kita harus cari baju buat acara" tambah mama


"mama kalau belanja nomor satu" goda Reyza


"iya dong, apalagi sekarang udah ada yang nemeni mama belanja" jawab mama senang


"tapi jangan lama lama ma, kasian Naina nya kelelahan" ucap papa


"iya iya, gak lama yakan Nai" kata mama pada Naina yang langsung mengangguk


"gak apa apa pa" jawab Naina


Namun beberapa detik kemudian, dia langsung merasakan ada yang aneh dengan perut nya. Rasa nya mual dan ingin muntah


"ada apa sayang?" tanya Reyza melihat gelagat Naina yang aneh, bahkan wajah nya sudah memucat


Tanpa berkata apa apa, Naina langsung berlari kearah westafel dapur. Dia langsung memuntahkan isi perut nya disana.


Reyza yang panik langsung mengejar Naina begitu pula dengan mama.


Reyza membantu memijit tengkuk Naina yang masih memuntahkan isi perut nya.


"kenapa, apa yang sakit?" tanya Reyza cemas saat Naina sudah membersihkan mulut nya


Reyza mengusap mulut Naina dengan tisu


"ada apa Nak?" tanya Miranti tak kalah cemas


"enggak tahu ma, perut Nai tiba tiba mual, mungkin masuk angin ya" jawab Naina sembari memegang perut nya yang masih tidak enak


"kamu tidak makan malam semalam?" tanya Reyza kesal


Naina hanya mengangguk dan tersenyum canggung melihat ekspresi kesal Reyza


"kita kedokter sekarang" ajak Reyza namun Naina langsung menahan nya


"gak usah by, Naina gak apa apa. Cuma masuk angin aja. Nanti minum air hangat juga sembuh" kata Naina menahan tangan Reyza


"tapi wajah kamu pucat sayang" ucap Reyza lagi


"Nai cuma butuh istirahat aja. Mendingan hubby pergi kerja, kan ada mama dirumah" kata Naina lagi


"gak apa apa, nanti kalau Naina muntah lagi, mama akan langsung menghubungi kamu" sahut mama


"tapi aku takut kamu kenapa kenapa sayang" kata Reyza masih cemas


"Nai gak apa apa hubby" kata Naina menenangkan Reyza , meski kini kepala nya benar benar pusing tapi dia tidak ingin membuat Reyza bertambah panik


"beneran?" tanya Reyza lagi


"iya" jawab Naina yakin


Reyza pun hanya menghela nafas pasrah


"janji kalau ada apa apa langsung telfon aku ya" kata nya lagi


"iya sayang" jawab Naina

__ADS_1


mama hanya geleng geleng kepala melihat sifat posesif nya Reyza. Dia tahu Naina adalah segala nya bagi anak nya itu


Setelah perdebatan panjang, akhir nya dengan berat hati Reyza pergi keperusahaan nya meninggalkan Naina dirumah dengan mama, karena tuan Suryo juga pergi keperusahaan cabang mereka.


__ADS_2