
Sudah dua hari berlalu namun panggilan dari Record Company juga belum ada. Hal itu membuat Naina gusar. Seketika bayang bayang impian nya buyar begitu saja.
Saat ini Naina dan juga Reyza sedang berada ditaman tempat biasa mereka menghabiskan waktu bersama.
Mereka duduk dibawah pohon rindang seperti biasa sembari menatap hamparan danau hijau yang tebentang luas.
"apa suara Nai kurang bagus ya kak, sampek sekarang gak ada kabar juga dari pak Agung" ucap Naina kesal. Ia duduk sembari melempar batu kedalam danau tersebut.
"sabar aja, mungkin belum rezky atau mungkin CEO nya lagi sibuk" kata Reyza mengacak gemas kepala Naina
"iihh jangan dikusel kusel, kusut kan" kata Naina mengerucutkan bibir nya yang semakin membuat Reyza tertawa gemas
"biarin, lucu kok, apa lagi bibir nya kayak begitu, kayak bebek yang lagi ngambek" ejek Reyza
"kakak, masak disamain sama bebek, jahat bener" ucap Naina kesal dia pun mencubit perut Reyza yang membuat Reyza menggelinjang geli
"haha, maka nya jangan cemberut, liat pipi kamu udah ngembang" kata Reyza yang mencubit pipi Naina
"biarin , biar kayak donat sekalian" kata Naina sewot
Cekrekk
Reyza mengambil foto Naina yang sedang cemberut dengan ponsel nya
"kakaaaakk!!!! " teriak Naina pada Reyza yang sudah berlari menjauh sembari tertawa memainkan ponsel nya
"ya ampun jelek banget gadis ku, pipi nya ngembang, mulut nya kayak bebek, gemesss" teriak Reyza
Naina pun berlari mengejar nya, Reyza tertawa gemas melihat Naina yang sudah kesal setengah mati.
"kakak ih, jahat bener, rasain ni rasain" ucap Naina mencubit seluruh tubuh Reyza. Reyza pun tertawa geli mendapat kelakuan dari Naina.
"hahaha, ampun ampun, aduh, sakit sayang" ucap Reyza mengaduh sambil menahan tangan Naina yang terus mencubit nya tanpa ampun
"biarin rasain, biar bengkak itu badan" kata Naina gemas. Akhir nya dia tertawa puas melihat wajah putih Reyza yang sudah memerah menahan sakit dan geli.
"hahaha, liat wajah kakak udah kayak udang rebus" kata Naina tertawa keras sambil memegang perut nya
"kamu jahat, nyubit nya gak tanggung tanggung, nih rasain pembalasan kakak" kata Reyza menggelitiki perut Naina dari belakang. Naina pun menggeliat geli sembari tertawa terbahak bahak.
"hahaha, ampun ampun, kakak!! " seru Naina yang sudah terduduk menahan geli.
Mereka pun tergelatak diatas rerumputan hijau dipinggir danau yang sepi itu.
Naina menghapus setitik air mata nya yang merembes akibat kebanyakan tertawa.
"udah ah, perut Nai kram ini" kata Naina menatap Reyza yang tengah memandang nya
"kamu cantik kalau tertawa" ucap Reyza sembari mengelus wajah halus Naina
"dan kakak juga sangat tampan, sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna" balas Naina yang juga mengusap lembut wajah tampan Reyza
"aku mencintaimu Naina sheralia putri"
Deg
Jantung Naina bergetar hebat.
Kata itu, kata yang sama dengan orang yang berbeda. batin Naina
Naina menatap wajah Reyza, entah kenapa hati nya bergetar menatap wajah itu.
Diusap nya lembut wajah tampan Reyza yang sudah berada dekat didepan wajah nya. Semakin lama semakin dekat hingga bibir mereka hampir menyatu, namun
Drrt drrt drrt
__ADS_1
Mereka pun tersentak kaget saat ponsel Naina berdering. Naina langsung duduk dengan wajah nya yang sudah merona malu. Sedangkan Reyza menghembuskan nafas nya kasar, ia pun duduk disebelah Naina sembari menetralkan detak jantung nya.
hampir saja. batin Reyza gusar
Naina menerima telpon dengan wajah yang sumringah. Setelah beberapa saat dia pun mematikan panggilan nya. Dia menatap Reyza dan langsung memeluk nya erat. Mendapat perlakuan Naina Reyza pun terkejut namun dia segera membalas pelukan gadis nya itu.
"Nai diterima kak, CEO mereka setuju untuk kasih kontrak ke Nai" ungkap Naina antusias. Tampak wajah nya berbinar bahagia
"selamat ya, gak lama lagi kamu bakal jadi artis dong" kata Reyza menggoda
"kakak ih, besok mereka minta ketemuan jam 9 pagi, kakak mau kan nemeni Naina" rengek Naina manja
"iya sayang, kakak akan temeni kamu terus" ucap Reyza tersenyum gemas
Mereka pun pulang kekost nya karena hari sudah semakin sore. Sepanjang perjalanan pulang wajah Naina terus menyunggingkan senyum bahagia nya. Melihat itu Reyza juga ikut merasa bahagia.
..
Keesokan pagi nya Naina dan juga Reyza sudah berada didepan kantor Record Company.
Reyza dan Naina mengambil izin dari kampus hari ini dan tentu saja atas bantuan Clarissa dan juga Dion.
Mereka masuk kedalam gedung itu dimana asisten pak Agung sudah menunggu mereka dilobi.
Mereka pun berjalan masuk menuju ruangan CEO dengan Reyza yang tetap setia disebelah Naina.
Sesampai nya didepan pintu Reyza pun berhenti menatap Naina.
"kakak tunggu disini aja ya, kamu masuk lah" ucap Reyza pada Naina
"kakak gak ikut juga? " tanya Naina heran
"tidak sayang, kakak tunggu disini saja, gak enak dengan bapak CEO itu. Masuklah" titah Reyza dan
Naina hanya mengangguk pasrah.
"selamat pagi pak" sapa Naina ramah
"pagi Nai, perkenalkan ini pak Niko, CEO direcord company ini, dan pak Niko ini Naina gadis yang saya ceritakan" ungkap pak Agung pada Naina dan juga Niko
Mereka pun saling tersenyum dan berjabat tangan.
"silahkan duduk Nai" titah pak Agung
Naina duduk didepan Niko sementara pak Agung berdiri disebelah Niko.
Jantung Naina berdetak gugup melihat aura dingin bosy milik Niko. Sungguh aura kepemimpinan nya sangat terasa hingga membuat Naina sulit bernafas lega.
"kamu masih kuliah Naina Sheralia Putri? " tanya Niko dingin menatap lekat wajah Naina
"masih pak, semester 5" jawab Naina tegas
"apa kamu sudah yakin untuk bergabung diperusahaan saya? " tanya Niko lagi
"yakin pak" jawab Naina sembari menganggukan kepala nya
"apa alasan kamu untuk mau bergabung dengan kami" tanya Niko lagi dan masih menatap lekat wajah gadis itu
"saya ingin mencapai impian saya pak, menjadi orang sukses dan dikagumi banyak orang" jawab Naina lantang
Niko hanya menganggukan kepala nya
"pak Agung" ucap Niko tanpa melihat kearah pak Agung
Pak Agung pun mengambil map yang berisi syarat kontrak Naina
__ADS_1
"baca ini dengan teliti Nai, semua syarat nya ada didalam sini, jika kamu setuju kamu bisa langsung tanda tangan" ucap pak Agung menyerahkan map itu
Naina pun membaca setiap detail kata yang tertulis didalam sana
Tidak ada syarat yang begitu berat, hanya panggilan bernyanyi kapan saja dia harus siap itu saja yang menurut nya akan sulit membagi waktu antara kuliah dan bekerja.
"baiklah pak, saya setuju" jawab Naina
Naina langsung menandatangani berkas itu, setelah itu bergantian dengan Niko.
"jika kamu bisa menaikan retting mu dengan bagus maka pihak kami akan bisa dengan segera membuatkan mu album Nai" ungkap pak Agung
"baik pak, akan saya usahakan" balas Naina
"besok datang lah jam 10 pagi, kita akan mulai rekaman pertamamu, semoga laris dipasaran, sekalian kita bahas tentang jadwal baru mu" kata pak Agung lagi
"iya pak baik" jawab Naina tanpa berani menatap wajah Niko yang sedari tadi memperhatikan nya
"kamu boleh pulang dulu sekarang Nai" ucap pak Agung
"baik pak, terima kasih. Saya permisi" ucap Naina menjabat tangan pak agung
Dan bergantian menjabat tangan CEO itu
"berusahalah dengan baik agar mimpi mu menjadi kenyataan" kata Niko saat menjabat tangan Naina
"baik pak, saya akan berusaha. Terima kasih banyak" balas Naina yang memberanikan diri tersenyum menatap wajah Niko
Naina pun keluar dari ruangan itu, dia dapat bernafas lega setelah sebelum nya seperti berada ditengah kutub utara bersama dengan Niko yang terlihat dingin dan sangat berwibawa.
Dilihat nya Reyza yang tersenyum hangat masih setia menunggu nya.
"gimana, lancar? " tanya Reyza lembut
"lancar kak, deg degan banget didalem, hehe" jawab Naina kikuk
"kamu ini, yauda kita balik kekampus atau pulang? " tanya Reyza yang sudah berjalan beriringan dengan Naina
Naina melihat jam dipergelangan tangan nya.
Lalu menatap Reyza
"Nai udah gak ada jam lagi kak siang ini, kakak gimana? " tanya Naina balik
"gak ada juga, yauda kita jalan aja yuk, cari makan mungkin" ajak Reyza
"boleh deh " balas Naina pula
Mereka pun pergi kecafe sederhana yang tak jauh dari gedung RC .
"besok siang jam sepuluh Nai mulai rekaman kak, kakak ada jadwal kuliah gak? " tanya Naina saat sudah duduk dimeja cafe
"emm, ada sih, tapi gak papa, kakak anterin kamu aja" jawab Reyza santai
"tapi nanti kakak ketinggalan pelajaran dong. Kan udah semester akhir" ucap Naina merasa bersalah
"gak papa, kan ada Dion, lagian bisa dengan cara online kan, kamu juga pasti ketinggalan pelajaran juga" jawab Reyza menatap Naina yang gelisah
"ya gimana lagi, demi meraih mimpi pasti ada yang harus dikorbanin" lirih Naina
"iya, yang penting kamu harus optimis dan selalu berdoa supaya impian kamu bisa terwujud" ucap Reyza sembari tersenyum
"iya kak, pasti. Terima kasih ya udah selalu dukung Nai" kata Naina memegang lembut tangan Reyza
"iya sayang" balas Reyza mesra.
__ADS_1
...
next