
Sudah dua minggu berlalu, Naina sudah mulai beraktivitas kembali. Jadwal nya yang padat membuat nya jarang bertemu dengan Reyza dan juga sahabat nya Clarissa. Kini Reyza disibukkan dengan skripsi nya yang bulan depan akan melakukan sidang kelulusan.
Hanya sesekali jika ia tidak ada kesibukan dikampus barulah dia akan menemani Naina.
Kini Naina tengah berada di Record company untuk membuat album baru nya.
Dengan setia Beti selalu ada untuk menemani Naina.
Naina tengah menjalani proses pembuatan vidio clip nya. Dengan model nya dia sendiri dan juga aktor lain.
Saat ini dia tengah dirias oleh Dian, makeup artis Naina.
Namun terdengar keributan dari seorang cru dengan mbak Nita.
"gimana ini ya mbak, siDeon kecelakaan, dan cidera dikaki nya, jadi kemungkinan dia gak bisa jadi model dividio clip nya Sheralia" kata mas Adi penanggung jawab program. Dia sudah terlihat gelisah dan begitu sibuk dengan benda pipih nya.
"aduh jadi gimana dong, jadwal nya kan gak bisa ditunda lagi" jawab mbak Nita pula
"mau gak mau kita harus cari pengganti nya ini, kalau gak bisa gagal project album Nai" kata mas Adi menatap cemas mbak Nita
"siapa yang mau dijadiin model, gak gampang nyari yang seperti Deon mas" jawab mbak Nita
"memang harus yang seperti Deon banget ya mas? " tanya Sela pula
"ck, iya sel, dividio clip kali ini aktor kita harus yang bener bener keren, serta pembawaan nya itu harus cool biar cocok sama lagu yang dibawa sheralia yang bertema pangeran dialam mimpi, dan Deon aktor yang mendekati kekriteria itu, nyari nya susah, eh malah sekarang kena halangan dia. Pusing aku" jelas mas Adi sembari memegang pelipis nya yang terasa berat
"wah kalo itu sih pak bos yang paling cocok" kata Sela membuat mas Adi dan mbak Nita terkesiap kaget
"gila kamu, mana mungkin pak bos mau, ngomong aja pelit apalagi jadi model vidio clip" kata mbak Nita kesal
"ngasi saran kok yang gak bisa diterima pakek akal sih sel" timpal mas Adi
"hehe, habis nya pembawaan bos kita kan begitu mbak, mas" ucap Sela terkekeh
Mereka pun terdiam sembari memikirkan nasib Sheralia
"aku tau, kenapa gak.."
"Reza!!" jawab mereka serempak membuat semua Cru yang ada diruangan itu kaget dan menoleh kearah mereka
"pas banget, ayo kita tanya Nai" ajak mbak Nita bersemangat
Mereka bertiga pun berlari kecil kearah Naina yang tengah dirias
"ada apaan sih mbak, kok pada heboh banget? " tanya Naina mengerutkan dahi nya
"gini Nai, siDeon berhalangan hadir gak bisa jadi model vidio clip kamu, jadi berhubung kita gak ada pengganti lain, gimana kalau pacar kamu aja ganti nya, soal nya cuma dia yang cocok Nai" jelas mas Adi menatap penuh harap pada Naina
"ck, dia lagi sibuk ngurus skripsi nya mas, gimana mau jadi model" jawab Naina keberatan
"ayolah Nai, ditanya dulu, ini untuk kemajuan karir kamu lo, kalau ini kita lewatkan kamu gak akan dapat kesempatan buat album lagi" jelas mbak Nita
"iya Nai, atau kamu rayu aja pak bos kalau Reza gak bisa" ucap Sela yang langsung mendapatkan plototan tajam Naina
"enak aja kamu, dari pada ngerayu makhluk es itu lebih baik ngerayu Rezaku" jawab Naina sewot membuat semua orang langsung terbahak
"haha, maka nya ayolah tanya dulu" pinta mas Adi lagi namun dengan wajah yang memelas membuat Naina menghela nafas berat
"iya iya, aku telpon dulu" kata Naina sembari mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas
Reza: Ya sayang
Naina: Kak sibuk gak hari ini
Reza: Lumayan masih ada yang harus diperbaiki, kenapa
Naina: Model vidio clip nai gak bisa hadir, kakak mau gak gantiin nya
Reza: Aduh gimana ya, sorean dikit bisa gak
Naina: Harus sekarang kak
__ADS_1
Sela: Kalau mas nya gak bisa biar kami ngerayu pak bos aja yang jadi model pria untuk mbak Naina
Reza: Ck, iya iya aku kesana sekarang
Naina pun mematikan sambungan telpon nya. Dilihat nya semua orang disana tersenyum sembari menahan tawa mereka.
"siReza kalo udah menyangkut pak bos cepet banget dia" kata mbak Nita tertawa
"haha, iya mbak, takut tersaingi dengan pesona nya pak bos" kata Sela terkekeh
"iya ya, padahal pesona nya juga gak kalah menarik, liat aja semua cru dan artis banyak yang doyan banget godain Reza, untung siNaina gak cemburuan" kata mas Adi pula
"ish kalian ini kenapa jadi ngomongin Reza ku sih" jawab Naina sebal
"haha, habis nya lucu mbak Nai, dibilang pak bos yang bakalan gantiin kalau dia gak mau, ekpresi nya cepet banget bilang iya" jelas Sela tertawa
"iya sih, tapi apa dia bisa, dia lumayan kaku lo" kata Naina ragu
"bisa nai, dia lumayan kok dibanding bos es kita" kata mas Adi
"yasudah, semoga lancar deh" balas Naina
Hingga satu jam kemudian Reyza pun tiba dengan diantar Beti keruangan Naina
"hei Nai, ini abang ganteng udah datang" teriak Beti yang membuat semua orang melihat kearah nya
"ah akhirnya kau datang za, ayo kita langsung aja. Waktu nya udah mepet" kata mas Adi yang langsung menarik lengan Reyza
Reyza pun hanya bisa pasrah mengikuti langkah mas Adi sembari melirik Naina yang tersenyum kikuk memandang nya.
Reyza dibawa keruang ganti untuk berganti kostum dan juga dirias.
Beberapa menit kemudian dia pun keluar dengan pesona nya.
Terlihat semua orang menatap kagum kearah nya hingga membuat dia merasa gugup.
"ya allah subhanallah ganteng nya pacar mu Nai"
"astaga udah kalah pesona pak bos kita"
"aku pinjem bentar mbak nai, mau ku buat pajangan"
"aaahh mbak nai, ngiri banget aku ngeliat dirimu dapetin pangeran kayak gini"
"tolong mata dikondisikan" kata Naina menatap seluruh cru dan juga artis yang menatap Reyza tanpa berkedip karena memang pesona nya sangat memukau, dengan pakaian ala Pangeran Reza benar benar tampak gagah dan berwibawa.
Padahal Naina sendiri pun sangat dan sungguh Terpesona dengan penampilan Reyza yang sudah seperti pangeran sungguhan, melebihi pesona Niko yang selama ini mereka banggakan
"aiihss Nai, macemana mata kami mau dikondisikan kalau abang ganteng ini berubah jadi pangeran, untung kau temen ku, kalau gak udah kuculik dia" kata Beti terkekeh
"haha, iya mbak, pesona nya meluber, pangling aku" ucap Sela pula
"udah udah, ayo kita mulai, kalau kalian terus godain Reza gak bakalan jadi ini album" kata mas Adi sembari menarik tangan Reyza dan mbak nita menarik lengan Naina.
Didalam ruangan tempat Mereka syuting Naina terus menatap kagum Reyza. Sungguh sangat menggetarkan hati nya penampilan Reyza hari ini.
Dengan kostum serba putih dan wajah nya yang berseri serta senyum nya yang menawan membuat Naina enggan melepaskan pandangan nya dari Reyza.
"hei, kenapa mandang nya gitu amat sih, ada yang aneh? " tanya Reyza menjentikan jari nya
Naina menggelengkan kepala nya
"meleleh adek bang, ganteng banget kakak hari ini, Nai sampai pangling" kata Naina menatap kagum Reyza membuat pemuda itu tersipu malu
"hiss udah pande ngerayu ya" kata Reyza mencubit gemas hidung Naina
"serius tau, liat tadi semua orang menatap kagum kakak, sebel banget ngeliat nya" kata Naina mengerucutkan bibir nya
"haha, i'm yours sayang" jawab Reyza yang membuat Naina merona
"udah udah, ayo mulai, za sini, nai kamu disana" ucap mas Adi mengarahkan Reyza dan Naina
__ADS_1
Reyza pun mengikuti semua arahan pengatur koreografi dan juga mas Adi.
Meski awal nya kaku namun lama kelamaan gaya nya bisa diandalkan.
Apalagi kemistri nya dengan Naina yang memang sama sama mempunyai rasa, membuat semua cru dan tim itu menatap kagum mereka.
"gila, chemistry nya dapet banget"
"keren mah ini"
"walau kaku, tapi gak kelihatan ya, natural banget jadi ya"
"pacar Naina bikin iman naik turun"
Gumaman semua Cru dan artis yang terlibat sungguh membuat mas Adi tersenyum bangga, dia benar benar puas dengan penampilan Reyza saat ini.
Kalau bukan untuk Naina dan takut si bos sialan itu yang gantiin, gak bakalan mau gue wajah gue ini diliat banyak orang. Batin Reyza kesal
Setelah berjam jam menjalani syuting vidio clip itu akhir nya Reyza dapat bernafas lega.
"oke finish! " teriak mas Adi
"good job, penampilan kalian luar biasa, " kata penanggung jawab disana
Semua cru pun bertepuk tangan untuk penampilan Naina dan Reyza
"oke, kalian boleh istirahat dan pulang, aku yakin album kali ini bakalan laris dipasaran, chemistri kalian dapet banget, keren lo za" ucap mas Adi menjabat tangan Reyza
"haha, makasi mas, semua berkat tim sukses ini kok" kata Reyza membalas jabat tangan mas Adi.
Setelah berkemas dan berganti pakaian Reyza dan Naina pun pulang kerumah Naina bersama Beti.
"aah akhir nya bisa rebahan juga" ucap Naina merebahkan badan nya disofa ruang tamu nya ketika mereka telah tiba dirumah Naina
"capek juga ternyata ya walaupun cuma begaya doang" kata Reyza yang juga ikut duduk didepan Naina
"hu"um, gaya kakak keren banget tadi, berasa kayak deket pangeran beneran" kata Naina terkekeh
" demi kamu ini, kalau gak males banget wajah tampan kakak ini diekspos media" balas Reyza
"halah bilang aja takut digantiin sama pak bos, aku yakin penampilan nya lebih mempesssooonnaa" kata Beti terbahak menggoda Reyza sembari duduk memakan cemilan nya
"ck, maka nya itu aku dateng, daripada Naina deket deket dia" jawab Reyza sewot membuat Beti terbahak dan Naina tersenyum menatap sekilas Reyza
"haha, heran aku nengok kau bang, Naina sama yang lain kau tak cemburu, tapi sama pak bos yang kayak es itu kau cemburu mintak ampun, " kata Beti menatap Reyza
"beda lah bet, aku tau dia itu ada rasa sama Naina, " jelas Reyza menatap Naina yang diam memainkan ponsel nya
"yang lain juga banyak yang suka sama si nai, bukan cuma dia aja" kata Beti lagi
"hiis, kau itu gak ngerti bet" ucap Reyza yang juga merebahkan tubuh nya
"udah udah, apasih yang kakak takutin, kakak gak percaya sama nai? " tanya Naina menatap Reyza serius
"percaya, cuma kakak takut kamu terpesona sama dia" lirih Reyza memejamkan mata nya
"pesona kakak lebih kuat dari dia, bagaimana mungkin nai bisa kelain hati" kata Naina yang membuat Reyza tersenyum menatap nya
"halah halah, gini ini kalau lagi bucin, semua kata kata manis keluar " sindir Beti
"pigi lah aku, bye" kata Beti lagi yang langsung berlalu dari hadapan Reyza dan juga Naina
Reyza pun terkekeh melihat kelakuan Beti.
"maaf nai, bukan maksud kakak gak percaya sama kamu, tapi kakak cuma takut kamu pergi dari kakak" kata Reyza yang sudah duduk kembali
"kak, kan Nai udah pernah bilang, cuma kakak satu satu nya orang yang bisa buat Nai bangkit lagi, dan cuma kakak satu satu nya orang yang selalu nemeni nai sampek nai bisa kayak sekarang ini, bagaimana mungkin nai gak bersyukur setelah tuhan ngirimkan orang baik seperti kakak, jangan takut nai pergi kak, tapi takutlah ketika hati kakak udah gak percaya lagi dengan cinta yang udah kita perjuangkan selama beberapa bulan ini" jelas Naina menatap teduh wajah Reyza
Reyza pun beranjak dari duduk nya dan beralih ketempat Naina. Dia memeluk tubuh kecil gadis itu sembari mengusap lembut punggung nya.
"terima kasih, kamu sudah jadi obat luka hati kakak nai, dan maaf jika kakak terlalu posesif padamu" ucap Reyza tulus
__ADS_1
"terima kasih juga udah jadi penghibur hati nai, wajar kalau kakak cemburu, nai gak papa, nai senang karena itu tanda cinta kakak. Yang terpenting yang harus kakak tau sampek kapan pun jika tuhan mengijinkan, nai cuma minta sama tuhan untuk tetap menjatuhkan hati nai untuk kakak seorang" jelas Naina menatap wajah tampan Reyza
"terima kasih sayang. Aku mencintaimu"