Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Ujian LDR


__ADS_3

Keesokan hari nya..


"Nai, matilah kau Nai" seru Beti tiba tiba menghampiri Naina dan Lolita yang tengah sarapan bersama


"apaan sih bet" tanya Naina heran


"nah, coba kau tengok ini. Bisa bisa nya gambar kau dan pak bos muncul lagi, makin mesra pula" kata Beti menyerahkan tablet yang dipegang nya pada Naina


Naina pun menghembuskan kasar nafas nya.


"itu salah paham bet, " jawab Naina


"salah paham katamu, kalau tuan bos ngeliat bisa ngamuk lagi dia" kata Beti sembari mencomot roti milik Naina


"pasrah deh aku. Yang jelas kamu kan tau aku gak ada apa apa sama pak Niko" jawab Naina yang merasa sudah lelah jika menghadapi berita seperti ini.


Bukan hanya kali ini saja, semenjak kepergian Reyza dirinya sudah beberapa kali digosipkan dekat dengan CEO RC itu.


"iya iya, tau nya aku. Ini ujian untuk cinta kalian Nai. Semoga tuan bos paham" kata Beti dengan mulut penuh nya


"tuan bos siapa sih? " tanya Lolita yang masih belum mengerti


"siReyza lah" jawab Beti


Dan Loli hanya angguk angguk dan kembali melanjutkan sarapan nya


"mbak Nai, ada temen mbak tuh didepan" kata Putra yang tiba tiba sudah berada dibelakang mereka


"his kau ini kayak hantu aja pun, tiba tiba udah nongol aja" sewot Beti yang terkejut


"hehe, habis nya kalian pada serius kali ngobrol nya" kata Putra terkekeh


Naina pun menyudahi sarapan nya dan menemui tamu nya.


Terlihat Clarissa dan juga Dion tengah duduk disofa Naina sambil bermanjaan mesra. Membuat jiwa ldr Naina seketika meronta


"haiiss bisa gak sih gak usah mesra mesraan didepan aku. Bikin ngiri aja" kata Naina sembari menghempaskan tubuh nya disofa depan Clarissa


"hehe, mumpung deket Nai" jawab Clarissa terkekeh


"berita itu bener gak sih Nai? " tanya Dion to the point


"menurut kakak? " tanya Naina memijit pelipis nya


"lah gue nanyak malah nanyak balik lo" kata Dion heran


"palingan juga cuma salah paham" bela Clarissa yang masih bergelayut manja dilengan Dion


"iya, udah capek banget aku denger berita begitu. Ada aja yang ngegosipin aku sama pak Niko" jelas Naina frustasi

__ADS_1


"yang penting kan hati lo masih sama Reyza kan Nai? " tanya Dion serius


"kalau gak, mungkin aku gak akan bertahan nunggu dia sampek sekarang kak" jawab Naina sendu, hati nya benar benar rindu Reyza


"udah jangan sedih, yang penting kan kalian saling percaya. Kalau jodoh pasti bersatu" kata Clarissa


"iya, Reyza disana juga setia sama lo Nai. Asal lo tau aja, Dia udah kayak batu bernapas , cuma mau ngomong kalo ada perlu nya aja" ungkap Dion membuat Clarissa tertawa dan Naina langsung tersenyum tipis


"iya mudah mudahan dia percaya sama aku kak, kakak kan tau sendiri gimana profesi aku, banyak banget cobaan nya" ungkap Naina menatap Dion


"iya gue tau, terkadang gue heran sama si Reza, dia gak marah liat lo foto sama cowo lain, tapi kalo udah bersangkutan sama tu CEO RC pasti sewot banget tu anak" kata Dion terkekeh geli


"haha, mungkin dia tau kalau pak Niko saingan terberat nya kak" timpal Clarissa pula


"entah lah, aku juga gak tau gimana. Pekerjaan aku kan dibawah naungan dia, jadi setiap saat pasti berurusan sama dia" jelas Naina


"iya sih. Oh ya, ini ada titipan dari Reza. Baru sempet ngasi gue" kata Dion sembari mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku jaket nya.


"makasi kak" jawab Naina sumringah dan langsung mengambil kotak itu dan membuka isi nya.


Terlihat sebuah liontin perak bermata batu permata hijau. Simpel tapi sungguh manis. Reyza memang benar benar tahu selera Naina.


Naina pun tersenyum memperhatikan hadiah kecil dari kekasih nya yang jauh disana.


Sementara Clarissa dan Dion saling pandang curiga.


Dia dan Dion langsung memperhatikan kalung itu membuat Naina menatap heran mereka


"ini asli, dan pasti nya harga nya juga fantastis. kalung ini juga limeted edition kak. Ini beneran kak Reyza yang ngasih? " tanya Clarisa menatap Dion


"iyalah, tapi darimana dia dapet ya" tanya Dion pula


Naina pun menjadi gelagapan dan gugup.


Aduh mampus aku, seharus nya jangan dibuka sekarang. Batin Naina gugup dan bingung


Naina pun langsung merampas kembali kalung itu.


"ck, mungkin ini yang kw nya" kata Naina sembari menyimpan kembali kalung itu kedalam kotak nya.


Dion dan clarissa pun hanya diam saling menatap heran. Dari mana Reyza bisa mendapatkan kalung sebagus itu fikir mereka.


..


Dibelahan bumi lain Reyza tengah berbaring diranjang empuk nya sembari mengatur nafas nya yang terasa sesak.


Bagaimana tidak, lagi dan lagi dia mendapati foto Naina yang tengah bergandeng mesra dengan Niko. Ralat, ditarik Niko.


"huh,, aku harus apa Nai, sungguh aku takut kamu berpaling Nai" gumam Reyza sembari memijit pelipis nya yang terasa pusing

__ADS_1


"masih dua tahun lagi, apa kamu sanggup menungguku"


"baru tahun pertama tapi ujian cinta kita sudah begitu berat bagiku" lirih Reyza


Hingga beberapa detik kemudian ponsel nya berbunyi tanda pesan masuk. Reyza meraih nya dengan malas namun langsung tersenyum dengan penuh


Terlihat Naina mengirimkan gambar nya yang tersenyum manis memakai kalung pemberian nya.


membuat Reyza kembali mengangkat sudut bibir nya.


Terima kasih hadiah nya sayang. Apapun yang terlihat dan didengar, percayalah, hati Nai cuma untuk kakak..


I Love You Reyza Askara Gemilang


"semoga cinta kita selalu bersama Naina" gumam Reyza sembari mengelus lembut foto Naina.


..


Beberapa hari kemudian Dion sudah kembali ke London. Urusan kampus memang benar benar tidak bisa ditinggalkan terlalu lama. Apalagi dia dan Reyza mengejar target agar cepat lulus dan kembali ketanah air tercinta.


Saat ini dia tengah berada dikamar Reyza. Ya, mereka satu apartemen, awal nya Reyza menolak dan memilih untuk tinggal di apartemen biasa saja supaya Dion tidak curiga, namun bukan Dion nama nya jika mau berpisah dengan Reyza, alhasil dia yang membeli apartemen itu untuk tempat nya tinggal bersama Reyza, dan Reyza tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti kemauan Dion.


"nih, titipan dari bini lo" kata Dion sambil meletakkan sebuah paper bag berisi kotak kado berukuran sedang.


Reyza pun membuka kotak itu. Terlihat sebuah syal berbahan sutra berwarna coklat dan bertuliskan inisial nama mereka. N ❤ R


Dia tersenyum manis memegang lembut syal itu.


"tau aja kalo disini lagi musim dingin" kata Dion sembari berbaring diranjang Reyza


Reyza pun hanya tersenyum dan menyimpan kembali syal nya


"eh za, ngomong ngomong lo dapet dari mana kalung buat si Naina, maaf ni ya kalo gue kepo. Gue tau itu bukan kalung murah kan" tanya Dion curiga


"kw kok, duit tabungan sama beasiswa gue" jawab Reyza santai


"masak sih, tapi itu asli za, bukan kw, lo kira gue gak tau" ucap Dion sewot


"apaan sih, kepo banget lo" kata Reyza yang juga berbaring disebelah Dion


"ck, lo aneh za" gumam Dion namun masih terdengar ditelinga Reyza


Reyza pun hanya cuek saja menanggapi pertanyaan Dion..


..


*maafkan jika tulisan ku membosankan


tapi semoga pembaca setia ku mau meletakkan jejak nya disinj😉*

__ADS_1


__ADS_2