
Wajah Reyza memucat, tangan nya terus mengusap wajah Naina yang juga pucat.
"sayang, bangun" panggil Reyza berkali kali namun Naina juga belum sadarkan diri
"mama, Naina ma" lirih Reyza pada Miranti yang sedang mengusapkan minyak kayu putih dihidung Naina
"tenang lah nak, sebentar lagi dokter Bayu tiba" jawab Mama yang juga merasa cemas
"kita bawa kerumah sakit saja ma. Rey benar benar khawatir" ucap Reyza masih dengan wajah panik nya
"sebentar lagi, dokter Bayu sudah jalan kemari, hanya dia yang tahu bagaimana kondisi Naina, sabar lah" kata Tuan Suryo yang juga sudah berada dikamar Reyza
"tapi Naina belum sadar sadar juga pa" kesal Reyza
"sabar nak" kata mama sembari mengusap lembut tangan lengan Reyza
Reyza mengusap wajah nya yang begitu frustasi. Bayangan masa masa itu langsung terlintas difikiran nya, membuat sebuah trauma tersendiri didalam hati nya.
Dan tidak lama kemudian dokter Bayu tiba didalam kamar itu diantar oleh kepala pelayan
"lama sekali kau" seru Reyza kesal, dia benar benar sudah hilang akal sekarang, padahal baru lima belas menit yang lalu tuan Suryo menelpon dokter Bayu.
Untung nya dokter Bayu sudah ada dalam perjalanan menuju kerumah nya setelah bertugas dirumah sakit, sehingga sudah dekat dengan komplek perumahan tempat Reyza tinggal.
Dokter Bayu hanya tersenyum dan mengangguk singkat pada tuan Suryo.
"maaf tuan" jawab nya masih dengan wajah tenang. Meski dia tahu semua orang nampak begitu cemas dan tegang saat ini.
Reyza dan mama langsung bergeser dan membiarkan dokter Bayu memeriksa Naina.
Beberapa menit segala prosedur pemeriksaan dilakukan oleh dokter tampan itu. Namun alis nya berkerut membuat Reyza, mama dan tuan Suryo saling pandang bingung dan cemas.
"apa sebelum nya nona ada keluhan?" tanya Dokter Bayu pada Reyza
"tadi pagi dia muntah dan pusing" jawab Reyza
"apa sudah berulang kali?" tanya dokter Bayu lagi, namun Reyza hanya menggeleng pelan
"Naina tampak tidak berselera makan beberapa hari ini nak, dia juga sering mengeluh mual dan pusing" jawab mama membuat dokter Bayu langsung mengangguk dan tersenyum, namun Reyza nampak nya menatap mama nya dengan perasaan tidak menentu
"kenapa Rey tidak tahu" gumam Reyza
"kamu tidak selalu berada bersama nya sayang, dan Naina juga tidak ingin selalu mengeluh, dia tidak ingin membuat mu khawatir" jawab mama membuat Reyza berdecak kesal, lagi lagi istri nya itu menyembunyikan apa yang dirasakan nya
"jadi apa yang terjadi pada menantuku?" kini tuan Suryo yang langsung bertanya pada dokter Bayu yang baru saja menyuntikan sesuatu dilengan Naina
"nona muda tidak apa apa tuan" jawab dokter Bayu dengan senyum nya, dia menatap satu persatu wajah tegang itu
"lalu kenapa dia bisa pingsan kalau dia tidak kenapa kenapa, apa yang kau periksa ha" seru Reyza kesal membuat Miranti langsung mengusap bahu nya dengan lembut
__ADS_1
"tidak ada masalah yang serius, ini adalah hal yang wajar pada ibu hamil" jawab dokter Bayu yang membuat ketiga orang itu tertegun
"apa, apa menantuku hamil?" tanya tuan Suryo langsung, sementara Reyza dan mama masih terdiam dengan keterkejutan mereka, seolah tak percaya dengan apa yang mereka ketahui
"iya tuan, prediksi saya, nona muda sedang hamil saat ini. Untuk lebih akurat nya, kalian bisa membawa nya kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut" ungkap dokter Bayu lagi
"istriku hamil" gumam Reyza dengan mata yang berkaca kaca
"Alhamdulillah ya Allah." ucap mama penuh syukur begitu pula dengan tuan Suryo
"ya, feeling saya tidak mungkin salah tuan muda" jawab dokter Bayu sembari menyimpan kembali alat medis nya
"tapi apa tidak apa apa, mengingat dia pernah sakit dulu nya" tanya Reyza masih begitu takut, namun dokter Bayu segera menggeleng dan menepuk bahu nya dengan pelan
"jangan khawatir, penyakit itu sudah tidak lagi tersisa ditubuh nona. Dia sudah bersih berkat kerja keras anda selama ini, dan sekarang waktu nya kalian menikmati buah kesabaran kalian" kata dokter Bayu begitu lembut, membuat Reyza dan mama langsung menitihkan air mata bahagia mereka
"nona akan sadar sebentar lagi. Tidak perlu khawatir, itu alami karena masa kehamilan nya yang masih muda. Anda bisa membawa nya kerumah sakit besok untuk memeriksakan keadaan calon bayi kalian" kata dokter Bayu lagi
Reyza hanya mengangguk pelan, namun mata nya hanya tertuju pada Naina yang masih nyaman dalam ketidaksadaran nya
"terimakasih Bayu. Ini adalah kejutan yang luar biasa. Saya akan memberikan bonus untuk mu nanti" ucap tuan Suryo
"terimakasih tuan, kalau begitu saya pamit dulu, anak dan istri saya sudah menunggu dirumah, mereka pasti senang dengan kabar ini" kata dokter Bayu
"ya, sampaikan salam pada Beti dan Brian ya" ucap Mama dan dokter Bayu langsung mengangguk dengan senyum teduh nya
"mama akhirnya kita punya cucu" ucap tuan Suryo begitu bahagia
"iya pa, ini sungguh kebahagiaan yang tiada terkira" kata mama pula
Reyza hanya tersenyum melihat kedua orang tua nya yang sangat bahagia itu. Apalagi dia sebenar nya tahu jika selama ini mereka sangat mengharapkan cucu dari Naina, namun mereka seperti mengalah dan tidak terlalu menuntut mengingat Naina yang tidak seperti wanita lain. Dan saat ini Reyza sangat bersyukur karena Tuhan begitu berbaik hati pada nya dan keluarga nya, dia masih diberikan kebahagiaan yang lain sebagai pelengkap kebahagiaan mereka selama ini.
Ya, Reyza tak pernah berharap lebih untuk bisa memiliki anak, meski jauh dilubuk hati nya rasa ingin memiliki itu ada, tapi dia cukup sadar diri. Diri nya sudah terlalu banyak meminta, kesehatan Naina dan hidup lebih lama dengan Naina, itu sudah cukup untuk nya. Namun ternyata, sekarang mereka malah diberikan bonus atas buah kesabaran mereka.
Tidak lama kemudian, Naina mulai sadar kan diri. Reyza langsung tersenyum dan menatap istri nya itu dengan lekat. Mata nya masih berkaca kaca, meski kini hati nya sudah jauh lebih lega, karena ternyata hal buruk yang sempat terlintas dibenak nya sama sekali tidak terjadi, begitu pula dengan mama.
"by" panggil Naina dengan sangat pelan
"iya sayang, aku disini" jawab Reyza sembari mengusap lembut pucuk kepala Naina
"Nai kenapa?" tanya Naina sembari memegang kepala nya yang pusing
"kamu tidak kenapa kenapa sayang" jawab Reyza dengan senyum nya
Namun Naina merasa ada yang aneh, karena melihat mata Reyza yang memerah, bahkan mertua nya juga menatap nya dengan senyum penuh arti
"apa yang kamu rasakan sayang, apa masih sakit?" tanya Mama mendekat pada Naina
"tidak ma, hanya pusing sedikit" jawab Naina
__ADS_1
"setelah ini kamu tidak boleh kelelahan ya, kamu harus banyak istirahat, dan tidak boleh stres" ucap mama
"dan kamu tidak boleh lagi menyembunyikan rasa sakitmu dari aku sayang" tambah Reyza pula
"kamu harus jaga diri baik baik Nai" kali ini papa yang berbicara membuat Naina menatap bingung ketiga orang itu. Seketika fikiran buruk langsung terlintas dibenak nya
"kenapa, apa penyakit Nai kembali lagi?" tanya Naina dengan mata yang berkaca kaca
Reyza dan mama langsung menggeleng dan tersenyum
Reyza meletakan tangan nya dan tangan Naina diatas perut Naina yang masih rata
"karena keinginan kamu sudah ada disini sayang, dia sudah tumbuh didalam sini" ungkap Reyza membuat Naina mengernyit bingung dan tak percaya
"dia?" tanya Naina dengan mata yang berkilauan karena semakin menimbun air yang hendak keluar
"ya, anak kita" jawab Reyza
"Nai hamil?" tanya Naina tak percaya dengan
Reyza langsung mengangguk dan menghapus air mata Naina
"ya, kamu hamil sayang" jawab Reyza yang juga ikutan menangis, membuat mama juga menangis karena terharu nya, bahkan mata papa sudah berkaca kaca
"ini beneran kan by, bukan mimpi?" tanya Naina lagi dengan Isak tangis nya, bahkan tangan nya sudah bergetar dan mendingin dalam genggaman Reyza
"ini nyata sayang, ini beneran. Besok kita lihat anak kita ya" kata Reyza yang juga dengan air mata bahagia terus mengalir diwajah nya
"huaaaaaa.... Nai hamil. Nai akan jadi ibu, Alhamdulillah ya Allah" ucap Naina tersedu sedu sembari memeluk Reyza dengan erat, mereka menangis bersama disana
"Nai hamil mama, Nai hamil" kali ini Naina beralih pada mama yang juga menangis haru karena nya
"iya sayang, kamu dan Reyza akan menjadi orang tua, dan kami akan mempunyai cucu" jawab mama
Dan malam itu rumah mewah milik keluarga Gemilang grup dihebohkan dengan kabar kehamilan Naina. Bahkan tuan Suryo langsung memberikan pengumuman pada seluruh pekerja dan pelayan nya jika mereka akan mendapatkan bonus atas kabar bahagia ini, tuan Suryo benar benar bahagia karena calon penerus kejayaan keluarga sebentar lagi akan hadir setelah sekian lama keinginan nya ini sempat terpendam.
...
Keesokan hari nya Reyza dan Naina pergi kerumah sakit untuk memeriksakan kandungan Naina.
Mama dan tuan Suryo tidak ingin ketinggalan, mereka juga ikut menemani Reyza dan Naina. Masalah perusahaan lagi lagi dilimpahkan pada Sean.
Saat ini Naina dan Reyza sudah berada didalam ruang pemeriksaan.
Dan lagi lagi Reyza dan Naina menangis haru bersama melihat calon bayi mereka yang masih berusia lima Minggu.
Masih belum terbentuk sempurna, namun semua orang terlihat begitu gembira melihat nya.
Kebahagiaan yang tak pernah terbayangkan sebelum nya. Dan Naina benar benar bersyukur, ternyata apa yang diinginkan nya bisa terkabul, dia bisa memberikan cucu untuk kedua orang tua dan mertua nya, dan terutama anak sebagai pelengkap kebahagiaan mereka.
__ADS_1