
Dua Minggu sudah Naina menjadi menantu satu satu nya dikeluarga paling terpandang dinegara itu.
Fase hidup nya benar benar sungguh tidak bisa diduga, dari mulai hanya seorang gadis desa yang mencari peruntungan dikota, beralih menjadi seorang penyanyi papan atas yang sempat berkecimpung dipanggung dunia musikal dan selalu wara Wiri dibeberapa stasiun televisi hingga nama nya sudah dikenal di berbagai pelosok negeri.
Dan kini, hidup nya semakin berubah setelah dia diperistri oleh Reyza Askara, pewaris tunggal kejayaan Gemilang Group, perusahaan yang menaungi hampir seluruh cabang bisnis, mulai dari retail, properti, bahkan hingga kesemua bidang usaha lain nya, seperti hotel, rumah sakit, tempat pendidikan dan hunian hunian mewah lain nya berdiri dibawah naungan Gemilang group.
Bisa dibayangkan betapa beruntung nya dia bisa masuk kedalam kehidupan super mewah itu, yang tidak ada orang lain yang bisa merasakan nya atau bahkan hanya sekedar melihat nya, karena sejak dulu kehidupan pribadi keluarga Gemilang group memang tertutup untuk umum.
Naina menjadi perempuan satu satu nya dinegara itu yang paling beruntung yang bisa merasakan impian setiap wanita. Mempunyai suami tampan, kaya raya dan begitu mencintai nya, dan yang utama disana adalah memiliki mertua yang juga menyayangi nya.
Entah kebaikan apa yang dilakukan nya dahulu sehingga dia bisa merasakan semua kenikmatan ini.
Setiap hari dan setiap saat dia diperlakukan seperti putri raja dirumah itu, dilayani dalam segala hal, bahkan untuk berpakaian dan berhias pun Beti dan seorang pelayan muda bernama Siska yang melayani nya. Dan urusan makanan bi Asih lah yang mengatur semua nya.
Terkadang dia merasa risih diperlakukan seperti itu, dulu sebelum sakit dia memang sudah merasakan kehidupan mewah hasil usaha nya, namun dia lebih memilih mengurus diri nya sendiri, sedangkan Beti hanya mengurus keperluan nya yang berhubungan dengan pekerjaan saja. Tapi kini semua terasa begitu berbeda, beberapa kali Naina menolak diperlakukan terlalu berlebihan seperti itu, namun Reyza dan mama nya menolak mentah mentah dengan alasan kesehatan nya agar bisa cepat pulih kembali, padahal Naina tahu, saat ini diri nya sudah jauh lebih baik.
Sungguh, dia takut jika terlalu terbuai dengan segala kemewahan dan perlakuan mereka yang seperti ini. Dia takut dia tidak bisa menjadi istri yang baik untuk Reyza, jika hanya Reyza yang selalu memanjakan nya hingga tidak ada waktu bagi nya untuk bergantian memanjakan suami tampan nya itu.
...
Saat ini Naina baru saja selesai dirias oleh Beti dan Siska. Dia terlihat lebih manis dan lebih segar dari biasa nya. Ya, Reyza memang mendatangkan produk perawatan untuk Naina dari luar negeri langsung, serta makanan pun juga atas saran dari dokter Bayu dan juga dokter Hoishi, hingga membuat kesehatan Naina cepat pulih dan keadaan nya bisa segera kembali seperti semula.
Naina kini memakai kerudung bewarna soft pink sesuai dengan midi dress yang dikenakan nya. Dia masih harus memakai itu karena mahkota nya belum panjang sempurna. Namun dia bersyukur, setiap obat obatan maupun perawatan yang diberikan Reyza untuk nya begitu berkhasiat, seperti untuk rambut nya ini.
Hari ini adalah jadwal nya untuk cek kesehatan dirumah sakit. Dia sedang menunggu Reyza yang sedang berganti pakaian diruang walking closet nya.
Naina menatap pantulan diri nya didepan cermin, dia tersenyum manis disana membuat Siska juga ikut tersenyum
"anda begitu cantik nona" ucap nya sembari membenarkan kerudung Naina
"kamu bisa saja sis, kamu tidak lihat rambut ku masih seperti ini" kata Naina sembari mengusap rambut nya yang kini sudah tumbuh sebatas bawah telinga nya
"bulan depan dia pasti sudah kelihatan cantik nona, hanya perlu menunggu waktu" jawab Siska
"hmm, iya sih" sahut nya
Naina kini beralih pada Beti yang sedari tadi tampak gelisah, namun tidak beralih dari cermin dan alat alat make up, membuat Naina sedikit heran melihat nya, karena selama ini Beti bukan tipe gadis yang suka make up, karena dia sudah memiliki kecantikan yang alami khas orang Indonesia
"Bet" panggil Naina membuat Beti sedikit terkesiap dan melirik kearah nya sebentar
"apa" tanya Beti sembari terus mengusap blush on dipipi nya.
Naina memperhatikan penampilan Beti yang sedikit berbeda. Dia mengenakan celana Jeans biru dengan kaos putih dipadukan dengan kemeja bermotif kotak kotak, serta rambut yang disanggul keatas dengan asal, kesan nya begitu segar
"kamu pasti sudah tidak sabar kan" kata Naina tersenyum penuh arti
"iya" jawab Beti, namun tiba tiba dia terkesiap dan gelagapan
"eh, enggak kok, enggak" ralat nya lagi membuat Naina terkekeh pelan
__ADS_1
Dan tiba tiba Reyza sudah datang dan langsung memeluk istri nya tanpa memperdulikan Siska dan Beti yang ada disana.
"kamu cantik sekali sayang" ungkap Reyza membuat Naina tersipu, bukan hanya Naina, tapi Beti dan Siksa juga ikut tersipu melihat manis nya perlakuan Reyza pada Naina
"malu ih" kata Naina menggeliat pelan dalam pelukan Reyza yang hanya tertawa kecil, tawa yang jarang dilihat oleh Siska sebelum ada Naina dirumah ini.
"kita berangkat?" tanya Reyza dan Naina langsung mengangguk
"ya, Beti udah gak sabar tuh" jawab Naina membuat Reyza mengernyitkan alis nya menatap Beti yang terkesiap kaget
"heh, kenapa aku pula" tanya nya gugup. Namun Reyza dan Naina malah tertawa karena tahu kenapa Beti seperti itu.
Akhir nya mereka bertiga pergi kerumah sakit dimana Naina dirawat dulu dengan diantar oleh Sean dan beberapa pengawal dibelakang mereka.
Reyza sudah membuat janji dengan dokter Bayu hari ini, karena memang sebulan sekali Naina harus memeriksakan kondisi nya.
Hampir satu jam lebih sepuluh menit mereka tiba dirumah sakit itu. Naina menggandeng lengan Reyza yang terlihat gagah hari ini meski hanya mengenakan kemeja bewarna biru muda dan celana hitam.
Rumah sakit itu sudah disterilkan atas perintah Sean, dan memang lelaki itu selalu ada dimanapun Reyza berada.
Mereka berjalan melewati lobi rumah sakit, dimana setiap dokter, perawat dan beberapa petugas medis langsung menundukan pandangan mereka melihat anak pemilik rumah sakit itu datang kesana. Ya mereka semua tahu jika Reyza akan membawa istri nya untuk memeriksakan keadaan nya disana, hampir dua bulan Reyza ada disana merawat Naina, namun tak ada seorang pun dari mereka yang berani membuat berita atau sekedar mengambil foto Reyza dan Naina, karena mereka tahu konsekuensi nya jika melakukan itu. Pak Roy dan Sean sudah mewanti wanti hal itu terlebih dahulu.
Setelah berjalan beberapa menit, mereka tiba dilantai teratas rumah sakit itu. Beti yang sedari tadi berjalan dibelakang Reyza dan Naina bersama Sean terlihat begitu gugup, bahkan tangan nya terasa dingin hingga dia sesekali meremas tangan nya sendiri.
Sean yang berada disamping nya hanya melirik heran perempuan itu, ada apa dengan nya, apa dia sakit perut, batin nya.
Sean membukakan pintu ruangan bertuliskan nama dokter Bayu, ketika sang pemilik ruangan sudah mempersilahkan mereka masuk.
"selamat datang tuan dan nona Askara, bagaimana keadaan anda nona?" tanya dokter Bayu langsung pada Naina sembari membuka sebuah map dimeja nya
"sudah lebih baik dokter" jawab Naina
"apa ada keluhan selama sebulan ini?" tanya Dokter Bayu lagi
"emm rasa nya tidak ada dokter, hanya saja terkadang jika melakukan sesuatu masih sering cepat lelah" jawab Naina lagi
Reyza langsung menoleh pada nya
" kamu melakukan apa sayang, aku kan sudah bilang jangan melakukan apapun, sudah ada Beti dan Siska, apa mereka kurang?" gerutu Reyza langsung, Naina langsung menggeleng cepat sedangkan dokter Bayu langsung menghela nafas
"tidak ada sayang, hanya terkadang jika berjalan jalan sedikit saja rasa nya masih sering lelah" jawab Naina begitu lembut pada Reyza yang masih menatap nya dengan tajam. Suami nya ini begitu posesif pada nya
"mulai hari ini kamu jangan melakukan apapun" kata Reyza tegas membuat Naina melebarkan mata nya ingin protes, namun lebih memilih diam karena suami nya ini tipe orang yang selalu ingin menang.
Beti dan Sean saling pandang dan kemudian menggeleng lelah
'dasar posesif'. batin mereka
Ya, Reyza menjadi lebih posesif dan begitu membatasi gerak Naina selama Naina menjadi istri nya, entah apa yang anda difikiran pria itu
__ADS_1
"tuan muda Askara, jika hanya berjalan jalan sedikit itu tidak masalah, itu juga dianjurkan untuk melatih seluruh fungsi otot tubuh nona muda agar bisa lebih rileks. Itu juga bisa membantu nya untuk cepat pulih" ungkap Dokter Bayu begitu sabar dan lembut membuat Beti terlihat tersenyum samar dan mengusap perlahan dada nya, rasa rindu nya selama ini terobati melihat dokter itu, ternyata gelisah dan tidak tenang nya karena dia rindu, ya dia sadar itu sekarang.
Reyza ingin membantah perkataan dokter Bayu, namun segera dokter itu kembali berbicara
"berdiam diri tanpa melakukan apapun juga tidak baik untuk nona muda, itu bisa membuat nya stress dan mengganggu sistem kekebalan tubuh nya. Cepat lelah adalah sesuatu yang wajar karena nona muda masih dalam tahap pemulihan, anda sebagai suami harus membantu nya dan selalu memberi nya semangat, tapi bukan dengan cara yang salah" jelas Dokter Bayu lagi membuat Reyza terdiam dan Naina langsung tersenyum senang. Ini yang dia mau, ada seseorang yang memberikan Reyza masukan agar tidak terlalu posesif pada nya, sebenar nya bukan hanya hal tentang jalan jalan saja, tapi untuk kekamar mandi pun dia tidak boleh berjalan sendiri, sungguh keterlaluan.
"saya hanya takut dia kelelahan dan sakit lagi" jawab Reyza menatap wajah dokter Bayu dengan begitu lirih membuat Naina dan semua yang ada disana terenyuh hati nya.
"saya hanya ingin dia cepat pulih, dan menurut saya dengan tidak melakukan apapun akan cepat memulihkan tubuh nya"
"saya hanya takut dia sakit kembali" ungkap Reyza lagi, Naina langsung memeluk lengan Reyza dan mengusap dada nya, sementara dokter Bayu tersenyum teduh menatap mereka.
Tak bisa dipungkiri jika cinta Reyza begitu besar untuk gadis itu, bahkan Sean yang sedari dulu tahu kehidupan percintaan mereka begitu terharu melihat Reyza, yang semakin kesini cinta nya semakin bertambah. Ya cinta nya dulu pada Naina belum ada apa apa nya dibandingkan dengan cinta Reyza yang tulus tanpa menuntut apapun.
"saya tahu kekhawatiran anda tuan. Tapi terkadang apa yang kita pikirkan bukan lah hal yang terbaik yang orang lain butuhkan. Nona butuh ruang gerak yang lebih luas, dengan berjalan jalan pagi ataupun sore hari, hanya sebentar, tidak akan membuat kondisi nya menurun, malah itu akan membuat nya merasa jauh lebih baik, benar begitu nona?" kini dokter Bayu menoleh pada Naina yang mengangguk dan masih memeluk lengan Reyza
"sungguh Nai tidak apa apa sayang, berada dikamar sepanjang hari sungguh membosankan, jika ada keluhan Nai pasti akan langsung memberitahu" kata Naina pula.
Reyza langsung menghela nafas nya dengan pelan
"baiklah, maafkan aku yang terlalu mengekang mu" jawab Reyza sembari mencium singkat pucuk kepala istri nya
"jika begitu mari kedalam nona, biar suster akan memeriksa keadaan anda" kata dokter Bayu menunjuk seorang suster yang sedari tadi berdiri dibelakang nya
Naina pun langsung beranjak dari duduk nya dibantu oleh Reyza, namun dokter Bayu langsung menahan nya
"biarkan dia dengan suster Lila tuan. ada yang perlu kita bicarakan. hanya berdua" kata dokter Bayu pada Reyza dan melirik kearah dua orang dibelakang Reyza.
Sean langsung mengangguk dan mulai beranjak keluar bersama Beti yang mendengus kesal, seperti nya dia kesal karena diabaikan oleh dokter itu
Kini hanya ada dokter Bayu dan Reyza, karena Naina sudah masuk keruang pemeriksaan.
"ada apa, jangan bilang kau mau menambah masa cutiku" tebak Reyza sinis, namun dokter Bayu malah tertawa
"anda masih bisa bertahan tuan?" tanya nya lucu membuat Reyza mendengus
"ini sebuah siksaan untukku" gumam Reyza frustasi
"hanya satu bulan, jika hasil pemeriksaan hari ini bagus, maka satu bulan kedepan anda sudah bisa menikmati nya" jelas dokter Bayu
"jika tidak?" tanya Reyza langsung
"jika tidak maka anda harus menunggu dua bulan lagi" jawab nya enteng, membuat Reyza tersandar lemas dikursi nya
"apa harus begitu lama" tanya nya
"dia berjalan sebentar saja sudah merasa lelah, dan jika anda memaksa itu bisa berakibat buruk, memang tidak akan terjadi apa apa, tapi apa anda tega melihat nya tidak berdaya dan merasakan sakit dikepala nya, operasi kemarin memakan hampir separuh area otak nya, sehingga bukan waktu yang sebentar untuk kondisi nya pulih. dia juga tidak boleh stress sedikit saja, maka dari itu saya melarang keras anda untuk tidak terlalu mengekang nya" ungkap Dokter Bayu terlihat begitu serius
"ya aku tahu. aku lebih memilih tersiksa sendiri dari pada melihat nya kesakitan lagi" jawab Reyza
__ADS_1
"hanya beberapa waktu. Bersabarlah. semua akan segera berlalu" kata dokter Bayu
Dan Reyza hanya mengangguk