
Siang ini Naina tengah berada digedung Record Company. Dia beserta rekan artis yang lain dan juga para petinggi perusahaan itu tengah mengadakan pembahasan lanjutan mengenai acara konser untuk Naina alias Sheralia yang akan diadakan malam nanti.
Terlihat Niko dengan wibawa nya memimpin rapat didampingi oleh sekretaris cantik nya. Sesekali mata nya menatap Naina yang juga tengah memperhatikan nya dengan seksama.
Selama setahun lebih saat Reyza tidak berada disamping nya, Naina menyadari bahwa terkadang Niko sering mencari perhatian nya walaupun hanya sekedar memberi perhatian kecil.
Tak bisa dipungkiri bahwa pesona Ceo RC itu begitu kuat, yang terkadang membuat Naina harus bisa menjaga jarak dari Niko.
Hati nya masih dipenuhi oleh sosok penerus Gemilang group yang sekarang tengah mendalami ilmu dinegeri orang. Rasa cinta dan rindu yang kian hari kian menumpuk membuat nya tidak bisa berpaling sedikitpun dari sosok itu barang sedetikpun.
Setelah rapat selesai Naina bergegas untuk kepanggung sembari gladi resik untuk acara nya malam nanti.
"Nai" sapa Niko yang baru datang melihat persiapan yang dilakukan anak buah nya
"eh, iya pak" sahut Naina
"tampilkan penampilan terbaik mu ya, ini konser perdana terbesar mu yang akan diliput disemua stasiun tv, artis artis dari luar negeri juga banyak yang akan mengisi acara kita" jelas Niko sembari duduk disamping Naina
"oh, iya pak. Pasti. Tapi seperti nya saya agak gugup pak. Hehe" jawab Naina menampilkan tawa renyah nya yang begitu manis bagi Niko
"tenang saja. Yakin lah pesona mu pasti bisa meluluhkan hati setiap para penggemar. " ungkap Niko yang juga tersenyum manis menatap Naina
"iya pak, terima kasih semangat nya" jawab Naina
Niko pun hanya mengangguk tipis
"andai aku bisa memiliki mu Nai" batin Niko yang sampai saat ini belum bisa melepaskan Naina dari hati nya, gadis itu selalu bisa mencuri perhatian nya setiap waktu.
..
Beberapa jam pun terlewati dan semua persiapan telah rampung dilaksanakan.
Kini Naina tengah berada diruangan nya untuk bersiap siap karena acara sudah akan dimulai. Dia juga sudah rapi dan tampak begitu memukau dengan gaun dan riasan diwajah nya yang membuat nya terlihat begitu berbeda malam ini.
Terlihat banyak nya antusias penonton yang sudah memenuhi gedung megah dan besar itu baik didalam maupun diluar gedung.
"huh, aku kok gugup gini ya bet" kata Naina sembari memperhatikan wajah nya dicermin
"tenang lah, kayak gak biasa manggung aja kau ini" jawab Beti yang tengah merapikan barang barang Naina
"hiss, yang inikan beda, ini yang pertama buat ku. Ah, andai aja kak Reyza ada. Pasti makin semangat aku" ucap Naina sendu
"tuan bos pasti nonton kok, walaupun gak ada disini, udah jangan melow gitu lah kau" kata Beti
Beberapa saat kemudian acara pun dimulai. Naina berjalan keatas panggung dengan sedikit gugup, mata nya tampak terpana dengan penggemar nya yang ternyata menyambut nya dengan sangat antusias.
Dia memejamkan mata nya sejenak dan setelah itu lampu panggung tampak mati, seluruh lighting berganti dengan cahaya remang remang dan kepulan asap yang seakan menyambut kemunculan Naina.
Suara riuh penonton menjadi sedikit meredam menanti kemunculan Naina. Dan mereka langsung bertepuk tangan serta bersorak saat Naina tiba tiba sudah berada ditengah tengah panggung dengan tema malam bertabur bintang.
Ekor gaun Naina tampak tergelar lebar mengurung dirinya yang berdiri ditengah tengah, dan saat suara Naina mulai keluar para penonton kembali berteriak hirteris dan bertepuk tangan kembali.
Gaun malam bewarna maron yang terbuka dibagian bahu nya serta riasan wajah yang begitu memukau membuat penampilan Naina malam itu sungguh menggoda mata yang memandang. Ditambah lagi dengan gaya dan gestur tubuh yang gemulai saat dia menyanyi membuat pesona nya semakin terlihat menyilaukan mata. Bahkan Niko sampai tidak berkedip memandang Naina saat itu.
Beberapa buah lagu dibawakan oleh Naina diatas panggung, dia menampilkan penampilan terbaik nya malam itu. Dan memang bakat dan pesona nya tidak bisa diragukan lagi.
Sorak sorai penggemar nya menggema disetiap sudut ruangan.
Naina menyanyi dengan pesona nya yang luar biasa. Banyak pasang mata yang menitihkan air mata haru mendengar suara merdu nya, apalagi Naina yang bisa menguasai panggung dengan baik, dia juga mampu membawa penonton masuk kedalam lagu nya.
Terlihat dari kejauhan ada Clarissa yang datang bersama Dion dan juga Lolita bersama Sean.
Naina melambaikan tangan kearah mereka saat mereka meneriakkan nama Naina ditengah hiruk pikuk penonton yang lain nya.
"Nainaa!! We love you!! " seru Clarissa dan Lolita bersamaan
Dion pun hanya geleng geleng kepala sembari masih menatap kagum kekasih sahabat nya itu.
__ADS_1
"nyesel lo gak dateng za'. Batin Dion menatap kagum Naina. Dia baru tiba siang tadi dari London karena sudah berjanji pada Clarissa untuk menemani nya menonton konser Naina, sudah ratusan kali dia membujuk Reyza untuk ikut dengan nya, namun pemuda itu tetap kekeh pada pendirian nya untuk tetap tinggal, padahal Dion tahu jika Reyza benar benar tersiksa karena rindu pada gadis nya ini.
..
Sementara dibelahan bumi lain..
Reyza tengah duduk disebuah resto dengan sebuah iPhone ditangan nya.
Mata nya memandang kagum gadis pujaan hati nya yang tengah menyanyi diatas panggung.
Kamu hebat Naina ku. Batin Reyza menatap sendu Naina terlihat sangat cantik dividio itu
...
Saat ini Naina tengah beristirahat diruangan nya. Acara masih berlanjut dan kini giliran artis lain yang mengisi acara.
Padahal sudah beberapa jam acara berlanjut, namun masih belum juga selesai.
Tiba tiba Beti datang dan menyerahkan ponsel Naina pada nya.
"ada pesan dari tuan bos" ucap Beti membuat Naina langsung dengan cepat merebut ponsel nya
Naina langsung membuka pesan singkat dari Reyza dengan bibir yang tersenyum manis.
Cantik sekali kesayangan ku. Sukses ya sayang. Maaf kan kakak yang tidak bisa hadir.
I love you Naina
"udah jangan senyum senyum kayak orang gila begitu, noh dipanggil mbak Nita. Giliran kau lagi. " kata Beti membuyarkan kesenangan Naina
Naina pun kembali keatas panggung, banyak pasang mata yang menatap kagum kearah nya. Tak terkecuali Niko. Sedari awal konser dimulai dia tak beranjak dari kursi nya. Masih menatap lekat gadis yang sudah mengisi hati nya hampir dua tahun ini.
Saat sudah tengah malam barulah acara selesai. Naina dan juga Beti pun sudah bersiap siap untuk pulang kerumah.
"selamat ya, penampilan mu sungguh luar biasa. Saya bangga padamu Nai" kata Niko sembari menjulurkan tangan nya
"terima kasih pak, ini juga berkat semangat dari bapak" jawab Naina lembut dan membalas uluran tangan Niko
"iya pak, saya pasti datang" balas Naina
Akhir nya Naina dan Beti pun pulang kerumah mereka.
"ah, kalau gak ada tuan bos pasti kau sudah sama pak bos ya Nai" kata Beti saat ditengah perjalanan
"apaan sih bet, " balas Naina melengos
"hehe, secara kan pesona pak bos bikin meleleh, aku aja gak kuat Nai" kata beti terkekeh
"kak Reyza gak kurang bet, bahkan jauh lebih dari segala nya dibandingkan pak Niko, betapa bodoh nya aku kalau sampai berpaling" ungkap Naina sembari memejamkan mata nya
"hehe, iya juga sih, tenang Nai. Dua tahun lagi penantian mu" kata Beti membuat Naina melengos sedih
"hmmm"
..
Keesokan malam nya.
Naina pergi diantar oleh Putera. Mereka tiba didepan sebuah restauran mewah yang sudah dibooking oleh asisten Niko sebelum nya.
Terlihat malam ini Naina sangat cantik dan elegan dengan balutan gaun malam bewarna hitam panjang yang sedikit terbuka dibagian punggung.
Niko sungguh terkesima melihat penampilan Naina yang selalu saja bisa mencuri hati nya.
Mereka makan dengan santai yang sesekali diselingi dengan pembicaraan ringan.
Sering kali juga Niko mencuri curi pandang pada Naina. Meski Naina tahu namun dia masih bersikap biasa saja.
__ADS_1
Para artis lain juga sudah mulai menyadari bahwa CEO mereka menaruh hati pada Naina.
Namun mereka juga salut pada pendirian Naina yang masih tetap teguh pada cinta nya untuk Reyza yang bukan siapa siapa. Fikir mereka.
Beberapa saat kemudian acara makan malam pun selesai. Setelah sebelum nya Niko memberikan kata selamat untuk Naina dan team sukses nya atas kelancaran acara yang baru genap satu hari namun sudah menjadi trending topik didunia Maya.
Konser Sheralia yang sukses tentu saja membuat sebuah keuntungan besar bagi Record Company karena management mereka bisa menciptakan artis yang benar benar berbakat seperti Naina.
Dan tentu saja semakin kedepan pekerjaan Naina akan semakin padat karena nama nya sudah terkenal hingga kancah internasional.
Para artis dan beberapa cru sudah mulai beranjak dari restoran itu.
Tinggalah Naina dan juga Niko beserta asisten disana.
Naina tengah menunggu Putra yang tadi izin pulang sebentar namun sampai kini belum juga muncul.
"butuh tumpangan Nai? " tanya Niko menyapa Naina
"eh, gak usah pak. Bentar lagi supir saya datang" jawab Naina sopan
"baiklah, kalau begitu biar saya temani sampai supir kamu tiba" ungkap Niko yang masih berdiri disamping Naina dengan gaya cool nya membuat Naina seketika kelabakan
"eh, jangan pak. Gak papa. Saya berani kok" jawab Naina nampak tak enak, namun seperti nya Niko tampak tidak begitu perduli, siapa yang melarang fikir nya.
Dan beberapa saat kemudian entah dari mana datang nya beberapa wartawan datang dengan kilatan kamera mereka.
Sontak saja itu membuat Niko dan Naina terkejut dan berjalan mundur perlahan. Niko dengan segera menarik lengan Naina dan membawa gadis itu kebelakang tubuh nya .
"mbak Naina bagaimana perasaan mbak atas sukses nya acara semalam? "
"mbak Naina dan pak Niko apakah kalian mempunyai hubungan kusus? "
"mbak Naina terlihat dekat dengan pak Niko? "
Dan banyak pertanyaan pertanyaan lain yang terlontar dari mulut paparazi itu membuat Naina dan juga Niko semakin kebingungan.
Hingga beberapa saat datang lah asisten Niko dan beberapa orang untuk menghalau para wartawan itu.
Niko pun langsung menarik tangan Naina untuk pergi menjauh dari mereka yang terlihat begitu antusias mengambil gambar Naina dan Niko.
"maaf ya , kami permisi" jawab Naina sembari mengikuti langkah kaki Niko dengan tangan masih berada digenggaman Niko. Dan tentu saja itu menjadi makanan baru bagi para pencari berita.
Mau tak mau akhirnya Naina pun masuk kedalam mobil Niko.
"sial, dari mana datang nya mereka. Bukan kah tempat ini privat Jack? " tanya Niko kesal. Sementara Naina hanya diam saja, dia masih sedikit syok saat ini
"maaf tuan, kami kecolongan" jawab Jack yang sudah mulai melajukan mobil nya
Niko menatap Naina yang masih pucat.
"maaf Nai, saya tidak bermaksud memaksamu" kata Niko menyesal setelah menyadari dia menarik paksa Naina kemobil nya.
"oh, tidak apa apa pak. Saya malah berterima kasih, kalau tidak ada bapak entah bagaimana saya disana" jawab Naina
"setelah ini pasti ada pemberitaan lagi. Saya harap kekasih mu itu tidak salah paham lagi pada saya" kata Niko yang entah kenapa hati nya sedikit tercubit ketika mengingat Reyza.
"dia pasti mengerti pak" jawab Naina lembut.
Niko pun menatap wajah Naina yang sedang tersenyum lembut pada nya. Dan kembali hati nya harus berdesir hebat melihat senyum itu, senyum yang tidak mampu dimiliki nya.
Selama perjalanan kerumah Naina, mereka hanya diam dan tidak ada yang mulai untuk berkata kata. Naina dengan hati nya yang masih terkejut, dan Niko dengan hati nya yang gelisah.
Setelah beberapa saat mereka pun tiba dirumah Naina.
"bapak mau mampir dulu? " tanya Naina ramah
"lain kali saja. Terimakasih" jawab Niko
__ADS_1
"baiklah, terimakasih tumpangan nya pak. Saya masuk dulu" kata Naina
Niko pun menganggukan kepala nya dan menatap nanar Naina yang sudah berjalan masuk kerumah nya.