
Sudah seminggu berlalu semenjak Naina tau dia divonis penyakit mematikan itu, dia lebih sering menyendiri, berasa tidak ada lagi semangat untuk beraktivitas seperti biasa.
Beberapa jadwal pun langsung dia batalkan. Dan tentu saja itu membuat mbak Nita manajer nya keheranan sekaligus kelimpungan. Dan untung nya Naina saat ini tidak ada terikat kontrak dengan management manapun.
Beti dan Loli sudah melakukan berbagai cara untuk membujuk dan menghibur Naina yang tengah bersedih itu. Mereka tahu, Naina belum bisa menerima kenyataan ini, bahkan mereka tahu bahwa setiap malam Naina selalu menangis menumpahkan kesedihan nya.
"Nai, ayolah makan dulu. Jangan seperti ini, kau harus sembuh" ucap Beti yang kini tengah menemui Naina dikamar nya
"kalau kakak seperti ini terus aku laporin ke kak Reyza" ancam Loli pula
Dan seketika itu Naina langsung menatap mereka.
"jangan, ku mohon jangan beritahu siapapun, apalagi Reyza. Aku tidak ingin jadi beban dia" lirih Naina meneteskan air mata nya kembali, wajah nya terlihat pucat dan lusuh.
"maka nya kalau kau tak mau Reyza tau, kau harus semangat untuk berjuang Nai, jangan seperti ini. Kau tak mau sembuh? " tanya Beti kesal
"apa aku masih bisa sembuh bet? Hiks hiks" Isak Naina tersedu, Loli langsung memeluk erat kakak nya itu. Dia juga merasa hancur sama seperti Naina, kakak yang selalu menjadi kebanggan nya kini harus mengalami hal yang mengerihkan seperti ini.
"kau pasti sembuh Nai, kau harus optimis. Yakinkan dirimu. Kau mau Reyza bersedih melihat keadaan mu begini? " tanya Beti lagi
Dan Naina pun hanya menggelengkan kepala nya
"kak, ayolah kita periksa dan mulai pengobatan untuk kakak. Kakak ingin sembuh kan, demi ibu, abah dan juga kak Reyza. Mau ya" bujuk Lolita lagi
"tapi kalian janji jangan beritahu pada siapapun ya" pinta Naina sendu
"iya kami berjanji, yang terpenting kau harus tetap semangat ya, berjuang untuk kami. Kau menyayangi kami kan? " tanya Beti serius
"iya, baiklah" jawab Naina pasrah
Jadilah dari hari itu sampai dua bulan ini Naina menjalani pengobatan nya. Dari berbagai macam obat obatan hingga kemoterapi sudah dilalukan nya.
__ADS_1
Tidak ada seorang pun yang tau tentang penyakit Naina. Kecuali Beti , Lolita dan kedua orang tua Naina. Ibu dan abah begitu terpukul mendengar putri kebanggan mereka mengidap penyakit yang sangat mematikan.
Namun mereka tetap tegar menemani Naina menjalani pengobatan nya.
Aktivitas Naina pun sudah dikurangi mengingat kondisi nya yang semakin melemah akibat pengaruh kemoterapi nya.
Naina menjalani pengobatan diSingapura mengingat jika di indonesia nama nya sudah sangat terkenal dan pasti nya akan sangat heboh jika para paparazi pencari berita tahu akan kebenaran ini.
Saat ini Naina tengah berada diruang perawatan nya. Badan nya terlihat semakin kurus dan pucat. Rambut nya pun mulai menipis akibat paparan radio aktif dari kemoterapi yang dijalani nya.
Ya tuhan, apa aku punya kesalahan yang besar sehingga Kau beri aku ujian seberat ini.
Aku ikhlas jika ini memang takdir ku.
Tapi bagaimana dengan kak Reyza, tak mungkin aku tetap bersama nya dengan keadaan ku yang seperti ini.
Dia seorang pangeran dinegri ku, sungguh aku tak akan pantas jika bersanding dengan dia.
Batin Naina begitu sedih. Dia menangis pilu dengan dada yang terasa begitu sesak.
Sungguh fikiran nya kini hanya tertuju pada Reyza yang tengah berjuang dinegeri orang. Janji untuk saling setia dan menunggu nya kembali sungguh kini semakin menyiksa nya.
"Beti, ponsel ku tolong! " pinta Naina lirih
Beti yang selalu setia berada disamping Naina pun dengan sigap memberi apa yang diinginkan sahabat nya itu.
"bet, siang nanti kita pulang keindo kan, tolong beritahu mbak Nita aku ingin mengadakan pertemuan dengan dia dan juga pak Niko besok malam" ungkap Naina yang membuat Beti terheran heran namun dia pun segera menghubungi mbak Nita
Setelah selesai menghubungi menejer Naina dia pun duduk disebelah Naina.
"kau mau apa Nai mengajak mereka bertemu? Jadwal mu kan sudah dicancel sampai minggu depan" tanya Beti heran
__ADS_1
"aku ingin resign dari dunia ku bet. Sudah cukup rasa nya, aku rasa aku sudah tidak kuat lagi. Biar aku fokus pada pengobatan ku saja" ungkap Naina yang membuat Beti sedikit terkejut
"kau yakin? " tanya Beti. Sungguh dia merasa iba melihat gadis itu
Dan Naina pun hanya mengangguk
..
Sore hari nya...
Saat ini Naina tengah berada ditaman tempat biasa dia menyendiri menenangkan hati nya, dia tiba di Indonesia siang tadi, dan saat ini dia begitu rindu dengan Reyza sehingga dia memutuskan untuk mengunjungi taman tempat biasa mereka bersama dulu nya.
Naina duduk dibawah pohon rindang yang menghadap kedanau hijau yang kini dipenuhi oleh tumbuhan Enceng gondok dan bunga teratai nya.
Mata nya menatap kosong pemandangan didepan nya, hati nya saat ini melayang jauh pada seseorang yang sangat dirindukan nya, pemuda yang sudah dua tahun ini membuat hati nya gundah gulana. Namun saat ini bukan hanya tentang rindu saja yang menyiksa batin Naina, melainkan tentang keadaan nya yang membuat dia bingung harus melakukan apa. Disatu sisi dia begitu membutuhkan kehadiran Reyza disaat saat seperti ini, tapi disisi lain dia merasa tidak pantas untuk tetap mendampingi Reyza, Reyza orang besar, penuh dengan nama baik dan kehormatan, tidak mungkin Naina yang penyakitan ini tetap berada disamping nya, dan dia juga tidak tahu apa diri nya masih bisa bertahan hidup atau tidak nanti nya.
Lamunan Naina seketika buyar saat tiba tiba ponsel nya berdering menandakan panggilan masuk dari seseorang.
Naina mencoba mengabaikan nya, namun sudah beberapa kali tidak juga berhenti.
Dan akhir nya Naina melihat siapa yang menghubungi nya, mata nya tiba tiba menjadi berembun ketika tertera nama sang pemanggil.
kesayanganku
Lolos sudah air mata yang sejak tadi tidak ingin dikeluarkan nya, dua bulan ini dia sengaja mengabaikan Reyza, karena hati nya yang tengah bimbang dan gundah gulana.
Reyza seperti nya tahu dan merasa, jika saat ini Naina memang sedang memikirkan nya, bukan hanya saat ini saja, tapi setiap hari hanya nama nya yang selalu melintas difikiran Naina.
"maafin Naina kak, maaf" gumam Naina menangis tersedu sedu dan kembali menyimpan ponsel nya yang masih berdering itu. Sungguh dia tidak akan kuat jika harus mendengar suara Reyza sekarang, dia memang rindu, tapi dia juga tidak ingin egois, Reyza berhak mendapatkan seorang gadis yang lebih baik dari dia yang tidak tahu akan berumur panjang atau tidak. Naina sudah memutuskan untuk merahasiakan semua nya dari Reyza, dia tidak ingin Reyza sedih dan terbebani dengan keadaan nya yang sekarang. Naina pasrah, jika Tuhan mengizinkan dia sembuh maka dia akan kembali memperjuangkan cinta nya, tapi jika tidak, maka biarlah sakit ini dia tanggung sendiri tanpa harus mengusik ketenangan Reyza.
...
__ADS_1
Next