Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Jatuh Cinta ????? (Beti dan Dokter Bayu)


__ADS_3

Langit disenja itu terlihat bewarna jingga bercampur kelabu. Entah karena mendung ataupun memang fenomena alam yang menghiasi nya. Namun terlihat begitu serasi menghiasi hamparan ibukota disaat itu.


Jalanan terlihat sedikit padat karena banyak orang orang yang berlalu lalang untuk pulang kerumah mereka masing masing setelah seharian penat berada diluar rumah.


Begitu pula dengan Beti, yang saat ini sedang berada didalam mobil bersama dokter Bayu yang mengemudikan nya.


Sudah hampir setengah jam lebih perjalanan menuju rumah utama keluarga Reyza.


Sesekali Beti melirik dokter Bayu yang terlihat sangat keren dimata nya dengan mengemudikan mobil itu, meski wajah nya terlihat lelah namun entah kenapa selalu bisa membuat jantung Beti berdesir hangat.


"kenapa melirik melirik begitu?" tanya dokter Bayu tiba tiba membuat Beti terkesiap kaget


"ah Abang ngejutin aja" gumam Beti tertawa kecil membuat dokter Bayu juga ikut tertawa


"kamu lapar tidak?" tanya dokter Bayu sembari melirik Beti sekilas dan kembali pada arah jalanan didepan nya


"lapar sih, lupa kapan terakhir kali makan" jawab Beti membuat dokter Bayu langsung menoleh pada nya


"loh kenapa begitu" tanya nya heran


"iya emang begitu bang, gak selera aku makan" jawab Beti


"kamu sakit?" tanya nya langsung, namun Beti menggeleng


"lalu?" tanya dokter Bayu kembali


"aku terlalu gugup mau jumpa Abang hari ini, jadi gak selera mau makan" jawab Beti dengan tawa kecil khas nya


dokter Bayu langsung terbahak dan menggeleng pelan


"kamu sudah mulai berani menggoda saya ya" kata nya masih dengan sisa tawa nya


"hehe, kan Abang yang ngajari, aku jadi ketularan. masak aku aja yang termakan gombalan manis Abang itu, buat perut ku jadi kenyang terus" kata Beti lagi membuat senyum diwajah dokter tampan itu semakin merekah dan sulit untuk dipudarkan. Akhir nya dia sudah bisa menarik kembali sifat asli Beti yang ceria, setelah sebelum nya Beti masih terlihat malu malu dan canggung


"kamu ini, sekarang saya yang rasa nya menjadi kenyang" ungkap nya pula


"yah, jangan gitu lah, perut ku udah lapar beneran ini. kalau nunggu Sampek dirumah tuan ganteng bisa keburu pingsan aku" sahut Beti serius, membuat dokter Bayu kembali terbahak, dan... Beti begitu senang melihat wajah ceria itu


"oke oke, kita makan dulu ya, saya tak akan kuat membawa tubuh mu jika kamu sampai pingsan nanti" jawab nya membuat Beti terkesiap dan langsung duduk mengarah kearah dokter Bayu yang masih fokus pada kemudi nya , namun tawa kecil masih menghiasi wajah nya


"eh, emang nya aku gendutan ya bang?????" tanya nya begitu serius menatap lekat dokter Bayu yang mengulum bibir nya sembari mengangguk pelan dan melirik Beti dari ekor mata nya, gadis itu langsung memegang pipi nya dengan wajah yang begitu lucu


"perasaan ini netral kok. aku kan selalu diet" gumam nya, namun dokter Bayu malah terkekeh pelan


"baaaaang" pekik nya kesal membuat dokter Bayu semakin terbahak bahak


"hahaha, enggak kok enggak. ideal lah kamu. saya bercanda" jawab nya cepat sembari mengaduh pelan karena pukulan tangan Beti yang mendarat dibahu nya


"ish pukulan kamu lumayan ya" ringis nya


"rasakan, Abang belum tahu aja kalau aku ini memang tukang pukul nya Naina" jawab Beti angkuh


"percaya sih, maka nya gak ada yang berani Deketin kamu kan" ucap dokter Bayu membuat Beti memicingkan mata nya


"apa maksud nya itu" tanya nya sinis


"maksud saya, karena kamu tukang pukul maka dari itu kamu masih jomblo sampai sekarang, ya kan" ejek nya membuat Beti kembali melayangkan pukulan nya


"enak aja, kayak Abang sendiri udah laku aja. padahal umur Abang udah tua" balas Beti kesal


"ya kan karena saya menunggu kamu, maka nya saya masih belum laku" jawab nya membuat Beti mendengus, namun rona merah terlihat samar diwajah nya


"hih, alasan macam apa itu" dengus Beti


"itu alasan yang tepat untuk kita berdua loh. kamu tidak ada yang berani dekat, maka saya yang akan mendekatimu, dan karena saya tidak laku laku, maka kamu yang harus mau untuk bersama saya" jawab Dokter Bayu yakin, membuat Beti kembali menatap wajah nya dengan ekspresi yang terlihat aneh namun malah berhasil membuat dokter Bayu tertawa kembali

__ADS_1


"itu sih pemaksaan nama nya, yaelah, dokter gini amat ya" gumam Beti


"hahaha, yasudah, mulai sekarang kamu menjadi pacar saya" kata nya lagi


"enak aja. siapa juga yang mau" jawab Beti terpekik kaget, namun hati dia bersorak riang


"ya saya yang mau, dan kamu juga harus mau" kata dokter Bayu lagi sembari memutar stir nya kearah kiri dimana sebuah warung makan sederhana terpampang didepan sama


"apa apaan itu" gumam nya menatap bodoh wajah dokter Bayu yang masih serius memarkirkan mobil nya


"sudah, ayo turun. kata nya kamu lapar" ajak dokter Bayu sembari membuka sabuk pengaman nya


Beti masih menatap aneh wajah dokter tampan yang malah tersenyum menatap nya


"ah, saya lupa. kamu mau dibukakan ya, manja sekali pacar ku ini" ucap dokter Bayu dengan langsung mendekatkan tubuh nya kearah Beti membuat gadis itu tertegun lama dan menatap wajah tampan yang begitu dekat dengan nya itu, bahkan hembusan nafas nya begitu terasa hangat diwajah Beti yang mulai memerah


Dokter Bayu tersenyum lembut menatap wajah yang merona merah itu. Tangan nya mengusap lembut pucuk kepala Beti yang langsung terkesiap kaget dan mengerjapkan mata nya beberapa kali


ah, manis sekali sih perlakuan nya, sungguh tak bisa dielakkan jika Beti memang benar benar terbawa perasaan sekarang.


Bahkan sangking terpesona nya dia, dia sampai tak menyadari jika dokter Bayu telah keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk nya. Tangan nya terjulur kearah Beti yang menatap nya dengan lekat


"ayo sayang" kata nya begitu manis, membuat Beti ingin sekali terbang kelangit ketujuh.


Beti menyambut uluran tangan nan lembut itu dengan sedikit gemetar, bahkan dokter Bayu pun dapat merasakan nya


"bang jangan kelewatan Lah. aku bisa mati lama lama kenak diabetes karena termakan kata kata manis Abang itu" kata Beti yang berjalan disamping dokter Bayu dengan tangan yang masih dibiarkan digenggam pria tampan itu


"tidak akan, saya punya obat nya" jawab nya dengan senyum yang begitu menawan.


"CK, gitu aja terus. dah lah lepas" dengus Beti sembari melepas cepat tangan nya dari genggaman dokter Bayu dan berjalan mendahului nya


"kamu mau pacar tampan kamu ini digoda orang" kata dokter Bayu namun Beti hanya melirik nya sekilas dan kembali berjalan masuk melewati beberapa muda mudi yang sedang makan disana. Warung makan itu sederhana tapi begitu bersih dan luas, tidak banyak terdapat kursi disana, hanya lesehan lesahan dari bambu yang membuat pengunjung nyaman berada disana menikmati makanan mereka.


Beti terhenti dan langsung berbalik, ketika beberapa pengunjung dan pelayan dikafe itu terdengar sedang menggoda dokter tampan yang terlihat biasa saja, namun terkesan keren Dimata perempuan yang melihat nya


"iya mas, sayang Lo, ganteng ganteng sendirian , nanti diculik" timpal teman nya dan yang lain malah cekikikan sembari tersipu melihat senyum Bayu


"siapa yang sendirian, dia sama gue, pacar nya" sahut Beti tiba tiba yang kini sudah menggelayut manja dilengan dokter Bayu menatap sadis gadis gadis itu yang langsung tersenyum canggung dan saling berbisik takut


Beti mendengus dan langsung menarik dokter Bayu menjauh dari mereka


dokter Bayu tersenyum lucu menatap wajah kesal Beti


"sudah saya bilang, kamu gak percaya sih" kata dokter Bayu pada Beti yang menatap nya dengan pandangan kesal


"seneng banget digodain ABG begitu" dengus nya


"lebih senang digoda kamu" jawab dokter Bayu , Beti langsung melepas lengan dokter Bayu dan duduk ditempat nya yang agak jauh dari pengunjung yang lain


"jangan terus terusan godain aku lah bang" kesal nya lagi. senang sih, tapi dia tidak suka jika dokter ini terus terusan mempermainkan nya


"lah salah nya dimana, saya kan godain pacar saya sendiri" jawab dokter Bayu yang duduk dihadapan Beti sembari meletakan kunci mobil, ponsel dan dompet nya diatas meja, semua tak luput dari perhatian Beti,


"salah, karena tanpa Abang sadari itu udah mempermainkan perasaan aku" lirih Beti tertunduk menatap meja didepan nya, dia memainkan kelopak kelopak bunga Lily buatan yang diletakan disana


Dokter Bayu tersenyum menatap nya


"jadi kamu menganggap nya begitu?" tanya nya lembut, membuat Beti menatap nya dan mengernyit


"salah nya saya tidak suka mempermainkan seorang wanita. dan semua yang saya ucapkan memang benar dari hati saya, ya walaupun itu terdengar hanya sebagai gombalan saja, tapi saya serius mengatakan nya" ungkap dokter Bayu lagi namun Beti masih tetap terdiam dengan helaan nafas panjang, apa dia harus percaya


"tidak percaya?" tanya dokter Bayu lagi. Dan Beti menggeleng lemah


"tidak apa apa. nanti saya akan membuktikan semua nya. kamu hanya perlu menunggu dan memantaskan hatimu" jawab nya begitu tenang, berbanding terbalik dengan hati Beti yang saat ini bergemuruh hebat.

__ADS_1


Suasana mendadak hening saat seorang pelayan datang dan membawa buku menu


"kamu mau pesan apa?" tanya Bayu sembari menyodorkan buku menu itu pada Beti


"sama aja lah" jawab nya tak semangat


"kamu yakin?" tanya dokter Bayu lagi dan Beti langsung mengangguk


"baiklah kalau begitu" jawab nya, dan kini menatap pelayan itu yang tersipu melihat nya, membuat Beti kembali merasa kesal. Baru melihat dokter Bayu saja sudah begitu, bagaimana jika melihat tuan ganteng nya, fikir Beti


"saya mau bebek panggang dua, harus matang sempurna ya mbak, sama jeruk hangat nya juga dua" kata dokter Bayu pada pelayan itu yang mengangguk dan langsung mencatat pesananan nya.


Beti menatap lekat dokter Bayu bahkan sampai pelayan itu pergi dari hadapan mereka


"kenapa melihat nya begitu?" tanya dokter Bayu


"aku kira orang kaya pada suka makan yang aneh aneh, nah abang malah doyan makan bebek" kata Beti tak habis fikir


Dokter Bayu langsung terkekeh mendengar nya


"saya juga manusia biasa, saya tidak terlalu suka makanan luar, saya suka makanan khas Indonesia, lebih terasa di lidah. Jangan samakan saya dengan keluarga tuan Askara, mereka tak tertandingi" jawab nya membuat Beti langsung terbahak dan membenarkan perkataan dokter itu, seolah dia lupa perkataan terakhir dokter itu sebelum pelayan datang


"ah Abang benar, terkadang lidah ku juga tak terlalu cocok makan disana, semua harus sesuai dengan kadar gizi dan kolestrol atau apalah itu nama nya, gak ngerti pun aku" jawab Beti


"memang seperti itu, apalagi sekarang ada Nona Naina yang masih harus diperhatikan makanan nya. jika kamu mau saya bisa membawa mu makan dimana pun kamu mau" kata dokter Bayu lagi


"mana lah bisa gitu. bisa dipecat aku nanti" jawab Beti , namun dokter Bayu malah tertawa kembali


"tidak akan, percaya pada saya" balas dokter Bayu


"tapi aku juga penasaran lah bang, kayak nya Abang sama keluarga tuan ganteng Deket kali ya, padahal setahuku keluarga mereka sangat tertutup kan ya, bahkan tuan ganteng aja baru sekarang dikenal orang" ungkap Beti dan dokter Bayu langsung mengangguk


"ya, almarhum papa saya adalah teman dekat tuan besar, jadi saya tahu semua tentang mereka. hanya saja saya memang tidak terlalu dekat dengan tuan Reyza, saya lebih dekat dengan almarhum tuan Abi dulu nya" jawab dokter Bayu membuat Beti langsung mengangguk mengerti


"pantas saja Abang dekat dengan mereka" gumam Beti


"dan karena mereka saya juga bisa dekat dengan kamu" kata dokter Bayu membuat Beti kembali tertegun dan menatap nya dengan lekat


"jangan pikirkan apapun. apalagi sampai berfikiran jika saya hanya mempermainkan mu. saya bukan tipe orang yang seperti itu. percayalah semua yang saya katakan adalah benar, dan suatu saat nanti saya akan membuktikan nya." ungkap dokter Bayu lagi


Beti mengernyit mendengar nya


"maksud nya?" tanya Beti mencoba untuk menampik apa yang ditafsirkan nya


namun pembicaraan mereka terputus kembali karena dua orang pelayan yang datang membawakan pesanan mereka


setelah dua pelayan itu pergi Beti kembali menatap dokter Bayu yang akan memulai menyantap makanan nya


"makan lah, malam masih terlalu panjang jika harus dilalui dengan perut kosong" ucap nya sembari menyodorkan piring milik Beti


"apa aku bisa makan kalau aku masih kepikiran dengan perkataan Abang, aku takut salah menafsirkan nya bang" lirih Beti . dokter Bayu tersenyum dan menatap Beti dengan lekat, gadis cantik yang begitu unik, yang telah mampu menarik perhatian nya


"kamu tidak salah, semua yang kamu rasa dan tafsirkan adalah benar" ucap nya begitu yakin


"ini pertama kali nya aku ngerasain kayak gini, dan aku takut kalau perasaan pertama ku harus dipatahkan dengan semua harapan konyol ku, dan dengan semua kata kata manis Abang" kata Beti


Dokter Bayu langsung menggenggam tangan Beti yang nampak terkesiap


"bersabarlah, tidak akan lama lagi. saya akan membuktikan semua nya. jangan berfikiran saya hanya mempermainkan mu, karena itu terlalu merendahkan harga diri saya sebagai lelaki. " ucap Dokter Bayu begitu serius, dan Beti tahu itu adalah perkataan yang benar benar dari hati , dan sedikit demi sedikit hati nya luluh dan entah kenapa hati nya benar benar mempercayai perkataan lelaki ini


"dengarkan lah kata kata saya ini. Kamu sudah menarik perhatian saya sejak pertama kali saya melihat mu dirumah sakit itu, dan saya tidak akan pernah bisa melepaskan gadis unik yang telah merebut segala hal tentang keindahan didunia ini, karena itu sangat sulit untuk ditemui. Dan saya juga tahu kamu pun merasakan hal yang sama dengan saya bukan, maka dari itu, tunggulah waktu nya untuk saya membuktikan semua nya" ungkap Dokter Bayu kembali


"buktikan apa?" tanya Beti


Bayu melepas perlahan genggaman tangan nya dan tersenyum menatap Beti

__ADS_1


"sesuatu hal yang dinantikan setiap orang yang merasakan... jatuh cinta"


__ADS_2