Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Pulang Kerumah Eyang Putri


__ADS_3

Sudah hampir dua bulan Naina dirawat dirumah sakit, sebulan dalam masa koma nya, dan sebulan dalam masa pemulihan.


Kini Naina sudah mulai pulih dengan baik, dia sudah bisa berjalan sendiri meski masih tertatih tatih. Reyza dalam kesibukan nya mengurus perusahaan selalu menyempatkan diri untuk menemani Naina terapi menggerakan seluruh fungsi otot tubuh nya.


Ibu sudah kembali kerumah eyang putri beberapa hari yang lalu, Loli juga sudah kembali kerumah nya semalam diantar oleh Sean.


Dan kini tinggallah Beti yang menemani Naina dirumah sakit.


Hari ini Naina sudah diperbolehkan pulang oleh dokter Bayu, mengingat kondisi nya yang sudah jauh membaik.


"tetap jaga kesehatan nona, jangan sampai putus obat nya ya, kesehatan anda sangat berharga untuk semua orang" ungkap dokter Bayu setelah selesai memeriksa kembali keadaan Naina


"baik dokter. terimakasih banyak atas perjuangan anda untuk saya selama ini." jawab Naina dengan mata yang berkaca kaca, betapa haru nya dia, tidak pernah terbayangkan oleh nya jika Tuhan masih berbaik hati pada nya dengan masih memberikan nya kesempatan untuk hidup kembali setelah segala kesakitan yang dialami nya selama ini


"itu sudah menjadi tugas saya nona. Kekuatan dari orang orang terdekat dan semangat anda lah yang bisa membuat anda bisa sembuh seperti sekarang." ungkap dokter Bayu lagi membuat Naina mengangguk haru, Reyza juga begitu terharu dengan semua yang didapatkan nya sekarang, dia langsung menggenggam tangan Naina.


"Yang terpenting, tetap jaga kesehatan selalu, dan jangan kelelahan ataupun stress, makanan harus selalu dijaga seperti yang sudah saya resepkan, tuan muda peran anda masih sangat dibutuh kan sampai nanti" kata dokter Bayu lagi yang kini beralih pada Reyza yang duduk disebelah Naina diatas ranjang


"tentu saja, aku suami nya, aku pasti menjaga nya dengan baik. terimakasih dokter, jasa mu sungguh besar untuk Naina ku" jawab Reyza, sedangkan dokter Bayu langsung tersenyum tipis


"itu sudah tugas saya tuan, tapi jika anda berbaik hati anda bisa memberiku sedikit bonus sebagai tanda perpisahan" kata dokter Bayu dengan senyum penuh arti


"tentu saja, tidak perlu khawatir, bonus untuk mu memang sudah aku siapkan" sahut Reyza cepat


"emm, sebenar nya saya tidak mengharapkan bonus yang seperti itu tuan" kata dokter Bayu membuat Reyza langsung mengernyitkan dahi nya


"jadi apa maumu" tanya Reyza langsung, namun dokter Bayu malah menoleh kearah Naina masih dengan senyum tipis nya


"hei, kau ini" seru Reyza sembari menepuk keras lengan dokter Bayu, membuat pria itu terkekeh pelan


"saya sebenar nya mengharapkan bonus dari nona Naina" jawab nya masih dengan tawa hangat nya, namun nampak gurat merah nan samar diwajah tampan nya


"apa maksud mu? bukan nya sama saja" tanya Reyza kesal, dokter satu ini memang selalu bisa membuat nya kesal, seperti tidak pernah takut dengan status Reyza yang merupakan anak dari pemilik rumah sakit tempat dia bekerja. Walau memang sebenar nya mereka sudah saling mengenal sejak Reyza mengenyam bangku SMA


"pasti tentang Beti, benarkan dokter" terka Naina membuat dokter Bayu langsung terkesiap malu namun masih dengan sikap santai nya.


"Beti?" tanya Reyza heran membuat dokter Bayu tertawa menutupi rasa canggung


"hahaha, sudah lah, saya hanya bercanda. kalau begitu saya permisi dulu, sampai bertemu lagi tuan muda dan nona, sampaikan salam saya pada tuan besar" kata dokter Bayu sembari menundukan sedikit kepala nya dihadapan Reyza yang mendengus kesal namun tetap memberikan senyum terbaik nya


"ya, sekali lagi terimakasih" jawab Reyza dan dokter Bayu hanya mengangguk dan tersenyum hangat


"terimakasih banyak dokter, saya akan membalas jasa anda dengan apa yang anda harapkan" sahut Naina dengan senyum yang terasa menggoda Dimata dokter Bayu, membuat pria itu tertawa


"haha, anda begitu pengertian nona. baiklah saya permisi dulu" kata nya lagi, setelah diangguki oleh Naina dan Reyza, dokter Bayu pun keluar dari ruangan itu meninggalkan Naina dan Reyza berdua diruangan itu karena Beti masih berada di kantin rumah sakit saat ini


Reyza langsung memeluk Naina dengan erat dan meletakkan kepala nya dibahu istri nya itu dengan manja, membuat Naina langsung tersenyum hangat dan membalas pelukan Reyza yang selalu terasa menenangkan jiwa nya.


"apa kita tidak bisa langsung pulang kerumah utama saja sayang?" tanya Reyza memelas


"kak, kita harus berpamitan dulu pada eyang putri, dia juga masih ingin memberi kita jamuan dan racikan ramuan nya untuk Nai, hanya seminggu" jawab Naina sembari mengusap punggung Reyza yang masih setia menempel pada nya


" hmm, baiklah, tidak apa apa, supaya kamu cepat pulih juga" balas Reyza,


ya, eyang putri meminta mereka untuk berada dirumah nya selama seminggu dulu sebelum Naina ikut Reyza kerumah utama. Itu bertujuan untuk memulihkan kondisi tubuh Naina dengan ramuan dan segala terapi yang akan dilakukan oleh eyang putri.

__ADS_1


Ibu dan Abah juga sudah berada disana untuk menyambut anak dan menantu nya, sekaligus untuk mengadakan syukuran atas kesembuhan Naina.


"yasudah, apa ada yang ingin kamu siapkan, sebentar lagi Sean pasti tiba disini menjemput kita" tanya Reyza menatap Naina


"tidak ada kak, barang barang Nai sudah dibereskan Beti semua" jawab Naina membuat Reyza langsung mengangguk


"mama tidak bisa mengantar kita, ada hal yang tidak bisa ditinggalkan nya siang ini, sedangkan papa masih berada diperusahaan bersama pak Roy. tapi mereka berjanji akan datang ke acara syukuran kamu besok lusa sekaligus meminta mu secara langsung pada ibu dan abah" ungkap Reyza


"tidak apa apa kak" jawab Naina lembut, Reyza langsung mengusap sayang kepala yang tertutupi selendang bewarna soft pink itu


"ah iya, kemana Beti, kenapa dia lama sekali" tanya Reyza saat menyadari Beti yang belum kembali sedari tadi


"entahlah, kita tunggu sebentar lagi" jawab Naina


..


Ditempat lain


Beti yang baru saja keluar dari kantin untuk makan siang tiba tiba dikejutkan oleh kehadiran dokter Bayu yang menunggu nya dikoridor rumah sakit.


Wajah manis dokter tampan itu selalu bisa membuat jantung Beti berdetak lebih kencang dari biasa nya. Sebelum nya dia memang pecinta pria pria tampan sekelas Reyza dan Niko, namun hanya sebatas kagum tanpa embel embel perasaan yang lain. Namun dengan dokter Bayu, entah kenapa ada gelenyar aneh yang baru dirasakan nya sekarang, jantung nya berdebar kencang, rasa mulas yang tiba tiba datang saat berhadapan dengan dokter itu, dan hanya wajah nya yang setiap saat bermain dalam fikiran gadis berusia 27 tahun itu.


Dokter Bayu tersenyum hangat menatap gadis yang tanpa sengaja telah mencuri perhatian nya itu. Gadis sederhana dengan logat yang sedikit aneh namun terlihat lucu dimata nya.


"hai" sapa dokter Bayu membuat Beti mengerjapkan mata nya berkali kali


"ada apa bang?" tanya nya datar, walau kini hati nya seperti ingin terbang melayang karena pria itu lah yang sedari tadi telah mengusik hati nya


"tidak ada, hanya ingin menyapa mu sebelum kamu pergi" jawab dokter Bayu, dan entah kenapa perkataan itu seperti sebuah sayatan dihati Beti, membuat wajah nya murung seketika


"apa kamu ingin pergi sebentar bersama ku" tanya dokter Bayu lagi


"ketempat biasa. tempat yang kamu senangi saat dirumah sakit ini" jawab nya


"taman belakang?" tanya Beti lagi, dan dokter Bayu langsung mengangguk


"boleh" jawab Beti langsung


Dan disinilah mereka sekarang, duduk berdua dibawah pohon beringin kecil sembari menikmati suasana siang hari yang memang sedang sepi itu.


"kamu akan pergi bersama nona Naina kerumah eyang nya?" tanya dokter Bayu menatap Beti yang sedari tadi banyak terdiam, tidak seperti biasa nya


"iya bang, aku gak punya siapa siapa disini, cuma punya Naina, jadi kemana dia ya aku ikut" jawab Beti tertunduk , dan dokter Bayu dapat merasakan kesedihan disetiap perkataan nya itu, entah kenapa walau banyak wanita dan dokter dokter muda yang mendekati nya namun hati nya malah berhasil dicuri oleh gadis sekelas Beti


"suatu saat kamu pasti punya keluarga sendiri" kata dokter Bayu masih menatap lekat Beti hingga membuat gadis itu semakin kikuk dan mendadak bisu setiap kali bertatapan langsung dengan nya, apalagi kini entah kenapa hati nya menjadi melow mengingat dia yang tidak akan bisa lagi melihat dokter tampan itu.


"hei, kenapa dengan wajah kamu?" tanya dokter Bayu masih dengan senyum nya, Beti langsung meraba wajah nya membuat dokter Bayu tertawa


"kenapa?" tanya Beti heran


"wajah kamu memerah" goda dokter Bayu membuat Beti mencebikan bibir nya dan dokter Bayu semakin gemas melihat wajah kesal Beti yang merona


"yasudah, pergilah, kamu pasti sudah ditunggu oleh tuan Reyza" kata dokter Bayu


"Abang ngusir aku" tanya Beti dengan wajah yang semakin sendu

__ADS_1


"tidak, malah saya ingin kamu tetap berada disini" jawab dokter Bayu


blush


wajah Beti semakin merona karena ungkapan berisi gombalan itu


Dia langsung memalingkan wajah nya untuk menyembunyikan senyum samar yang tak bisa dia tahan


"hei, kenapa , jangan disembunyikan, saya sudah lihat" goda dokter Bayu


"ish, Abang ini. suka kali lah godain aku. udah ku bilang kalo aku baper macemana" kesal Beti membuat dokter Bayu tertawa kembali, tawa yang pasti akan selalu dirindukan Beti nanti nya


"ya tidak apa apa. saya memang suka membuat kamu baper, seperti saya yang selalu baper setiap kali melihat dan mengingat kamu" jawab dokter Bayu membuat wajah Beti kini sudah semerah tomat.


"ish udah lah bang. gak bisa tidur aku Abang buat. Udah lah sudah ini gak jumpa lagi" kata Beti yang keceplosan dan langsung menepuk pelan mulut nya sendiri membuat dokter Bayu kembali tersenyum lucu melihat tingkah gadis itu


"jika kita berjodoh, kita pasti bisa berjumpa lagi" jawab nya


"dah lah, bisa gila aku lama lama disini, bercanda aja pun Abang itu. aku pamit dulu bang, terimakasih untuk semua nya bang" kata Beti yang langsung bangkit dari duduk nya dan melangkah pergi meninggalkan dokter Bayu, namun belum lagi menjauh tangan nya langsung dicekal oleh dokter Bayu, membuat Beti mematung seketika, dia menoleh kearah lengan nya yang berada dalam genggaman dokter Bayu, dan kemudian melirik wajah dokter Bayu yang kini berada dalam mode serius, membuat jantung Beti seperti hendak melompat keluar sangking cepat nya dia berdetak


"saya tidak bercanda. Kita pasti bertemu suatu saat nanti. Terimakasih untuk waktu nya selama disini nona Indomie" ucap dokter Bayu dengan senyum menggoda nya


"nona Indomie" tanya Beti kesal namun dia masih membiarkan dokter Bayu memegang lengan nya


"ya, gadis cantik dengan rambut keriting seperti Indomie, yang selalu bisa menjadi candu untuk saya nikmati setiap kehadiran nya, dan yang pasti selalu saya rindukan ketidakhadiran nya" jawab dokter Bayu,


Beti langsung mematung dengan wajah yang kembali merona, entah lah, dokter tampan ini selalu bisa membuat dia mati kutu dan selalu membuat nya tersipu. entah hanya sekedar godaan atau apalah nama nya, Beti tidak mau ambil pusing, karena dia tahu setelah dari sini mereka tidak akan bertemu lagi


"pergilah. hati hati dimana pun kamu berada" kata dokter Bayu lagi sembari melepaskan tangan nya, membuat Beti langsung tersadar dari lamunan nya


"ah iya, terimakasih dokter. selamat tinggal" jawab Beti


"sampai jumpa" balas dokter Bayu


Beti langsung berlari meninggalkan dokter Bayu yang masih berdiri menatap nya dengan senyum penuh arti


'jika berjodoh, kita pasti bertemu lagi. gadis unik' batin nya


...


Beti membuka pintu ruangan Naina dengan wajah yang terlihat berbeda. Semburat merah masih terlihat diwajah cantik nya, namun gurat sendu juga terlihat disana. Membuat Naina dan Reyza saling pandang heran, karena tidak biasa nya Beti diam begitu


"kenapa Bet?" tanya Naina pada Beti yang langsung duduk disofa


"gak ada" jawab nya singkat


"huh, paling juga patah hati karena si Bayu" tebak Reyza membuat Beti berdecak kesal


"tidak perlu galau begitu. nanti kalian pasti bertemu lagi. atau kau mau aku tempatkan disini saja" kata Reyza lagi


"CK, apasih tuan. siapa juga yang galau" ketus Beti membuat Reyza dan Naina terkekeh pelan


"wajah mu itu tidak bisa berbohong Bet" jawab Reyza


"hah, masak iya" kata Beti sembari meraba wajah nya, Naina hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Beti. Dia tahu pasti sahabat nya itu pasti sedang jatuh cinta sekarang.

__ADS_1


..


next


__ADS_2