Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Mimpi


__ADS_3

Naina tengah berjalan disebuah pantai yang sangat indah. Angin sepoi sepoi serta deburan ombak yang tenang menambah suasana yang sangat mendamaikan hati.


Naina melihat kesekeliling nya, sepi, tidak ada satu orang pun yang terlihat.


Hingga dari kejauhan seorang pria bertubuh tinggi, dan berbadan kekar memakai baju serba putih menghampiri nya. Terlihat wajah nya begitu teduh dan berseri seri


"Nana," panggil pria itu. Naina pun menoleh kearah nya. Betapa terkejutnya dia melihat seseorang yang selama ini selalu dirindui nya ada dihadapan mata.


"kak Abi" ucap Naina yang langsung menghambur kedalam pelukan Abimanyu.


Naina memeluk nya erat dan Abi pun membalas pelukan itu sembari mengelus sayang pundak gadis itu.


"Nana rindu kak" isak Naina dalam pelukan Abimanyu


"kakak juga rindu sayang, jangan menangis lagi" ucap Abimanyu sembari menghapus air mata Naina


"jangan pergi lagi, kalau kakak pergi Nana ikut" rengek Naina yang memegang wajah tampan Abimanyu yang berseri


"dunia kita sudah berbeda sayang, kamu harus tetap disini lanjutkan impian mu, kamu harus bahagia, apa kamu mau melihat kakak disana tersiksa karena melihat kesedihan mu? " tanya Abimanyu sambil mengusap air mata Naina


Naina pun hanya menggeleng pelan.


"berjanjilah kamu akan bahagia disini, ikhlaskan kepergian kakak, Tuhan sudah mengirimkan dia sebagai pengganti kakak untukmu" ungkap Abimanyu lembut sambil terus menatap wajah Naina


"apa dia bisa sebaik kakak, yang tulus menyayangi Nana? " tanya Naina lagi


"dia sangat menyayangi mu, percayalah sayang. Bahagialah bersama nya agar kakak juga bahagia disana" jawab Abimanyu dan selalu dengan tersenyum


"Nana sayang kakak, terima kasih untuk semua nya" ucap Naina yang kembali memeluk Abimanyu


"kakak juga sangat menyayangi mu sayang" balas Abumanyu yang kemudian menghilang dari dekapan Naina.


"kak Abi!! " teriak Naina yang langsung terbangun dari tidur nya.


Dia langsung memegang dada nya dan tersenyum namun air mata menetes diwajah cantik nya.


Kak Abi, aku menyayangi mu kak.


Aku berjanji akan bahagia untukmu


Terima kasih sudah mengirimkan dia untukku


..


Setelah menetralkan perasaan nya Naina pun berjalan kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Dia bersiap siap untuk pergi kuliah pagi ini. Dia duduk dimeja makan untuk sarapan. Namun sampai beberapa saat sereal dimangkuk nya belum juga disentuh.


"Terima kasih kak sudah mau hadir dimimpiku, walaupun hanya mimpi itu sudah cukup mengobati sedikit rasa rindu ini. Tenanglah disana, Nana janji akan bahagia untukmu. Aku mencintaimu Abimanyu askara."


gumam Naina


Diapun melanjutkan sarapan nya dengan tidak terlalu berselera.


Tuhan sudah mengirimkan dia sebagai pengganti kakak.


Kata kata itu terus terngiang dikepala Naina. Entah harus percaya atau tidak, tapi untuk sekarang kehadiran Reyza memang sudah menjadi candu untuk nya.


..


Setelah menyelesaikan sarapan nya Naina pun beranjak keluar rumah. Namun alangkah terkejutnya dia ketika membuka pintu sudah berdiri tegak seseorang yang sedari tadi ada difikiran nya. Dia tengah tersenyum hangat menatap Naina yang masih terpelongo sambil mengerjap ngerjapkan mata nya.


Apa ini mimpi, kenapa bisa secepat ini, ya tuhan, Engkau terlalu baik padaku yang suka mengeluh ini. Batin Naina yang menatap Reyza dengan wajah heran nya, membuat Reyza mengernyitkan alis nya


"hei, kenapa seperti melihat hantu begitu? " tanya Reyza heran sembari menjentikan jemari nya didepan wajah Naina


"eh, em, kok kakak bisa ada disini? " tanya Naina masih dengan keterkejutan nya


"pertanyaan macam apa itu Naina, udah ayuk berangkat" kata Reyza yang langsung menarik tangan Naina


"eh, tunggu, Nai kunci pintu dulu kak" kata Naina menarik tangan nya yang digenggam Reyza.


"kamu kenapa diem aja Nai, gak seneng kakak jemput? " tanya Reyza yang menoleh kebelakang melihat Naina


"eh, enggak kok. Cuma terkejut aja, kan semalam kakak bilang masih dirumah orang tua kakak, nah pagi ini malah udah disini. Berasa mimpi jadi nya" kata Naina sedikit keras karena suara motor Reyza yang berisik.


"hehe, iya tadi subuh kakak udah berangkat dari sana, jadi cepat sampai disini nya" balas Reyza pula


Hingga beberapa saat kemudian mereka tiba dikampus mereka yang langsung disambut Dion dan juga Clarissa yang juga baru tiba diparkiran.


"kalian itu pasangan yang serasi, tapi yang buat gak enak ini motor lo bikin telinga gue sakit za" kata Dion sembari memegang Telinga nya


"yakan dari jauh biar tau kalau gue yang dateng. Hehe" jawab Reyza terkekeh


"ganti ngapa motor lo ini, gak kasian lo liat Naina tungkian gara gara naik motor lo ini" kata Dion mengejek yang membuat Reyza mencebikan bibir nya


"sirik amat lo, enggak lah ya kan Nai, nama nya cuma punya motor ini" ucap Reyza menatap Naina yang sudah tersenyum geli


"sebener nya sih sakit juga, tapi karena cuma ada nya ini ya mau gak mau kak. Hehe" kata Naina tertawa


"nah tu, udah besok biar gue yang beliin motor baru buat kalian" ucap Dion lagi

__ADS_1


"jangan" teriak Naina dan juga Reyza bersamaan dan jelas saja membuat Dion dan juga Clarissa terdiam terkejut.


"kenapa? " tanya Dion dan Clarissa juga bersamaan


"ck, males kami dibilang manfaatin pangeran kampus mulu" jawab Reyza terkekeh


"iya, mana pedes pedes lagi mulut mereka. Kami gak papa deh kak naik motor berisik dari pada mulut orang yang berisik" ungkap Naina pula


"jangan didengerin kali Nai mulut mereka" kata Clarissa tak enak


"iya, cuma kalian yang tulus berteman sama kita" timpal Dion pula


"gue sih bodo amat, cuma kasian Naina disindir mulu. Gak papa deh, makasi banget tawaran lo Di" ucap Reyza tulus


"iya kak, lagian masih ada motor aku yang gak berisik kok" kata Naina pula


"ya gak berisik, tapi udah gak kuat jalan dia Nai" jawab Clarissa membuat Naina terbahak


"gak papa, kami ingin mandiri aja" sahut Reyza pula


"yauda lah, terserah kalian aja." balas Dion menyerah


"oh ya za, hari ini ada seleksi nilai untuk dapetin beasiswa s2 keluar negeri. Lo ikut gak, lumayan tau" ungkap Dion sembari berjalan kehalaman kampus


"kemana? " tanya Reyza lagi


"London, lumayan kan, nilai lo kan diatas rata rata, gue yakin deh lo bisa masuk" ungkap Dion menatap Reyza. Sementara Naina dan Clarissa hanya diam menyimak


"nanti gue fikirin, lo ikut? " tanya Reyza pula


"kalau lo ikut gue ikut, kalau gak ya buat apa, gak da temen gue disana" jawab Dion terkekeh


"cinta banget lo ya sama gue, sampek segitu nya ngikutin gue" kata Reyza mencibir


"haha, udah klop aja gue sama lo. Lo kan pinter jadi kalau gue gak ngerti gue bisa tanya elo" jawab Dion


"sialan" sewot Reyza


"ikut aja kak, lumayan, siapa tau nasib berubah" ujar Naina


"noh bini udah ngedukung. Apalagi coba" ucap Dion


"ya ya, nanti difikirin lah, masih ada setahun lagi kan" jawab Reyza


Mereka pun kembali kekelas mereka masing masing. Memulai pelajaran seperti biasa dan menghabiskan waktu bersama dikantin kampus dan ditaman kampus.

__ADS_1


...


next


__ADS_2