
Pagi ini Reyza sudah duduk manis dikursi kebesaran nya. Seperti biasa dia selalu datang pagi pagi sekali membuat seluruh karyawan pontang panting takut terkena masalah.
Terdengar pintu diketuk dan masuk lah Sean dengan wajah datar nya.
"tuan jam 10 nanti anda ada meeting dengan perusahaan Gladion, mereka akan membahas mengenai kerjasama lanjutan antar penerus " ungkap Sean.
"hmm" gumam Reyza singkat tanpa menoleh dan terus memperhatikan berkas ditangan nya.
"malam nanti pukul 7 ada undangan makan malam ulang tahun Adijaya group. Apa anda akan datang? " tanya Sean lagi
"ya. Kau bisa menjemputku" jawab Reyza singkat dan dingin
"baik tuan" jawab nya dan Sean pun langsung keluar dari ruangan itu.
...
Pukul 10 tiba, kini Reyza tengah berjalan masuk kesebuah restauran mewah yang sudah dipesan oleh pihak Gladion untuk mengadakan meeting mereka.
Reyza sengaja pergi bersama Sean ketimbang salah satu sekretaris perempuan dikantor nya, entah kenapa dia seperti malas berdekatan dengan perempuan sekarang.
Terlihat disana Dion dan juga Riki sudah duduk menunggu mereka.
Dion menatap takjub pesona Reyza, sungguh jauh berbeda dengan Reyza saat menjadi sahabat nya dulu, kini dia terlihat lebih dewasa, lebih matang, gagah dengan pesona dan kharisma nya yang begitu mempesona. Balutan jas mewah dan segala macam aksesoris pendukung nya yang berasal dari barang mewah sudah membuktikan bahwa Reyza memang benar benar anak raja yang sesungguh nya. Dan betapa bodoh nya dia yang tak pernah menyadari ini selama bertahun tahun bersama Reyza.
Namun dia segera memfokuskan diri nya kembali setelah melihat tatapan dari sahabat nya yang terlihat sangat dingin dan datar itu.
Astaga, kenapa gue jadi takut begini sama ini anak. Batin Dion gemetar
"ehm, selamat datang tuan askara" ucap Dion sopan sembari menjabat tangan Reyza
"terima kasih " jawab Reyza singkat, dia segera duduk ditempat nya setelah dipersilahkan oleh Dion
Apa mereka benar benar pernah berteman. Batin Riki
Kenapa Reyza bisa berubah begini. Dulu seperti lem dan perangko jika bersama teman nya ini. Batin Sean yang juga heran melihat sikap Reyza yang begitu dingin dengan Dion, sahabat nya.
Meeting pun dimulai. Baik Reyza maupun Dion sama sama bersikap profesional. Meskipun Dion kesal karena sikap Reyza yang seolah tak mengenal nya namun demi kerja sama dia pun mencoba biasa saja. Hanya sesekali saja Dion berani menatap pria itu melihat sifat Reyza yang seperti nya sudah berubah sangat jauh semenjak kehilangan gadis nya.
Dalam hati nya Dion menatap kagum sosok Reyza yang aura kepemimpinan nya sangat terlihat, wibawa dan pesona nya sungguh membuat siapapun akan mengagumi sosok nya. sungguh Reyza sangat pandai menutupi identitas nya selama ini dari semua orang. Meski sekarang Dion terlihat sangat canggung, padahal dengan Reyza yang dulu kedekatan mereka tak bisa dipisahkan.
Reyza pun sebenar nya tahu jika Dion kesal, namun dia masih tetap bersikap santai.
Aku rindu kau yang dulu za. Apa setelah kembali kau jadi melupakan aku. Batin Dion sedih
Maaf di, rasa sakit ini membuat ku tak bisa menetralkan perasaan ku. Batin Reyza
Dua jam sudah terlalui akhir nya meeting itu pun berakhir dengan keputusan yang memuaskan.
"senang bekerja sama dengan anda tuan" ucap Dion menjabat kembali tangan Reyza
Reyza hanya tersenyum tipis. Dion pun hanya diam saja sembari mengambil tas nya hendak keluar. Kecewa sudah pasti, teman satu kamar, makan tidur, berbagi susah dan senang, namun kini seperti orang asing yang tak saling kenal.
Reyza yang melihat gurat kecewa dimata Dion, dia jadi teringat akan semua kebaikan dan tingkah konyol sahabat nya itu itu dahulu
Dion pun mulai melangkah kan kaki nya namun terhenti karena ucapan Reyza.
"mau makan siang bersama? " tawar Reyza
Dion sempat terperangah namun akhirnya dia pun mengangguk canggung
Akhir nya mereka memutuskan makan berdua direstauran itu sementara para asisten lebih memilih untuk makan dimeja lain.
__ADS_1
Beberapa saat mereka makan dalam diam hingga suara Reyza memecahkan keheningan.
"aku tau kau kecewa padaku. Maafkan aku" kata Reyza tanpa melihat raut wajah Dion yang hampir saja tersedak
Dion menghela nafas nya sejenak
"tidak apa. Aku hanya rindu pada Reza yang dulu" jawab Dion yang juga tanpa melihat kearah Reyza
keheningan kembali tercipta
hingga suara hembusan nafas panjang Reyza terdengar
"kau tau Di, rasa sakit itu terus saja menghantui ku. Terkadang aku tak bisa berfikir dengan jernih" lirih Reyza
Dion pun menengadah melihat raut wajah dingin Reyza, dia bisa melihat bahwa Reyza masih tenggelam pada rasa sakit nya walaupun sudah lama berlalu
"aku tau, tapi setidak nya jangan rubah sifatmu pada kami orang terdekatmu. Aku tau kau dingin bukan padaku saja, tapi juga pada orang tuamu kan. Kau sakit hati pada satu orang, tapi orang lain yang terkena imbas nya. Apa itu adil? " tanya Dion yang langsung membuat Reyza terdiam
"membalas rasa sakit bukan seperti itu cara nya za, kau bisa membuat dirimu lebih baik, lebih sukses agar dia yang meninggalkan mu akan menyesal. Ku rasa itulah cara balas dendam yang sesungguh nya" ungkap Dion menatap lekat wajah sahabat nya
"ya, mungkin aku yang terlalu berlebihan menyikapi nya. Terima kasih sudah menjadi sahabat ku walau seperti apapun keadaan ku? " balas Reyza tulus
"apa aku masih layak menjadi sahabatmu? " tanya Dion dengan wajah menyebalkan nya yang keluar lagi
"maksud mu? " tanya Reyza heran
"kau anak sultan apa masih mau berteman dengan ku? " tanya Dion dengan wajah pura pura sedih nya
"sialan kau" kata Reyza kesal sembari melempar sendok kearah Dion
"hahaha, ampun tuan ampun" kekeh Dion
"sungguh aku sampai jungkir balik mengetahui siapa kau yang sesungguh nya za. Betapa bodoh nya aku yang tak pernah menyadari itu" kata Dion terkekeh geli
"ah, ya ya ya. Baiklah tuan, apapun untuk mu sekarang" kata Dion memelas membuat Reyza memasang wajah jijik
"setiap malam kau harus menemani ku jalan jalan" kata Reyza yang membuat Dion terkejut
"apa seleramu sudah berubah za? " tanya Dion bodoh
"sialan kau, aku masih normal. Sebentar lagi kau akan menikah dan aku tak akan punya teman lagi" jawab Reyza kesal
"ooouuhhh, manis nya. Cinta pertamaku adalah dirimu, tak mungkin aku melupakan mu. Hahahahah" kekeh Dion
" sialan kau. Menjijikan" kata Reyza yang juga ikut tertawa kecil melihat kelakuan Dion
Ah. Akhirnya Reza ku kembali. Batin Dion senang
Sean dan juga Riki yang berada tak jauh dari mereka pun menatap heran kedua orang itu. Pasal nya tadi selama meeting mereka seperti orang yang tak saling kenal, tapi kini sudah seperti persahabatan biasa nya, meski Reyza masih sering menunjukan wajah datar dan dingin nya, namun dengan sesekali tersenyum itu sudah membuat mereka heran.
"hei, apa kah tuan mu itu tak bisa tertawa lebih banyak? " tanya Riki dengan setengah berbisik pada Sean
"bahkan baru ini aku melihat nya tersenyum" jawab Sean pula
Akhirnya setelah sekian lama tak pernah bersua, kedua sahabat itu bisa kembali saling berbagi cerita lagi.
Sedikit rasa sakit nya berkurang jika dia bersama Dion, dan Reyza sangat bersyukur itu.
Setelah selesai makan siang Reyza dan Dion pun kembali keperusahaan nya masing masing.
Sean dan Reyza bekerja seperti biasa hingga jam kerja usai.
__ADS_1
"nanti malam jam 7 saya jemput tuan" kata Sean mengingatkan agenda Reyza
"tidak usah, aku pergi bersama Dion saja. Kau bebas malam nanti" ungkap Reyza
Yes, bisa malam mingguan dengan adik kecil kuh. Batin Sean bersorak riang
"baik tuan , terima kasih" jawab Sean.
..
Malam hari nya
Reyza sudah rapi dengan setelan formal nya. Dia menghampiri orang tua nya yang tengah bersantai diruang tamu.
"Rey keluar pa, ma" pamit Reyza singkat
"keulang tahun Adijaya? " tanya tuan Suryo
"iya " jawab Reyza sembari mengancingi lengan kemeja nya
"dengan Sean nak? " tanyak Miranti pula
"dengan Dion ma" jawab Reyza yang langsung berlalu pergi
Miranti dan tuan Suryo pun langsung geleng geleng kepala melihat sikap Reyza yang sekarang.
"papa sudah tahu kabar Naina?" tanya Miranti pada suami nya
"sudah"
..
Saat ini Reyza dan juga Dion sudah tiba didepan hotel mewah milik Adijaya group. Mereka berjalan beriringan dengan pesona mereka masing masing.
Semua mata memandang takjub pada dua penerus muda perusahaan Gemilang dan Gladion itu.
Dengan mengikuti gaya Reyza, Dion berjalan dengan sok cool dan dengan tatapan datar nya. Membuat Reyza menghela nafas nya sejenak.
"biar gak kalah pesona gue" bisik Dion ditelinga Reyza
"terserah" jawab Reyza malas
Mereka pun menyapa seluruh tamu yang datang. Namun pandangan Reyza terhenti pada satu sosok yang membuat nya langsung mengepalkan tangan nya.
Namun langsung ditenangkan oleh Dion.
"bersikap lah biasa. Jangan hancurkan reputasi mu didepan mereka. Tunjukan kalau kau lebih hebat dari dia" bisik Dion
Reyza pun membuang nafas nya yang terasa sesak, mencoba menetralkan emosi nya.
Terlihat Niko mendekati nya dan langsung menyapa nya ramah.
"selamat malam tuan Askara, senang bertemu dengan anda" sapa Niko ramah
"selamat malam tuan Niko" balas Reyza menjabat tangan Niko namun tatapan mata nya tajam seakan menusuk kedalam jantung pria itu.
Niko pun mencoba untuk biasa saja melihat tatapan Reyza yang tak bersahabat.
Melihat suasana mulai tak terkendali Dion pun segera menarik Reyza untuk bertemu dengan tuan Adijaya.
Ada apa dengan dia. Seperti mempunyai dendam pribadi saja dengan ku. Batin Niko heran
__ADS_1
...
jangan lupa tinggalin jejak ya guys.... 😉