Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Menjenguk Naina


__ADS_3

Siang ini Sean dan juga Lolita sudah diperjalanan menuju rumah eyang putri. Karena rumah nya yang cukup jauh dari kota maka perlu memakan waktu hingga 5 jam perjalanan.


Setelah lama didalam mobil dengan hanya berhenti untuk istirahat, mereka pun tiba disana. Kedatangan Lolita dan Sean disambut oleh ibu dan eyang putri.


Mereka menyalami para orang tua itu satu persatu.


"iki siapa ndok? " tanya ibu menatap Sean yang baru saja mencium punggung tangan nya


"ini kak Sean bu, temen deket Loli sama kak Nai" jelas Lolita pada ibu


"maaf jika kedatangan saya menganggu bu, saya hanya ingin melihat keadaan Naina" jawab Sean sopan dan sedikit membungkukkan tubuh nya


"iya gak papa nak, cuma ibu heran aja selama ini Naina kan gak pernah ngijinin orang lain tau tentang keadaan nya" ungkap ibu sendu


"kak Sean bisa jaga rahasia kok bu. Gak papa. Nanti biar Loli yang ngejelasin" kata Loli meyakinkan ibu nya


"wes, bener kata Loli, nak Sean pasti bisa jaga rahasia. Ndak apa apa. Bawa masuk aja" kata eyang putri yang langsung meninggalkan mereka.


Ibu pun hanya bisa pasrah. Akhir nya mereka masuk kerumah sederhana tempo dulu. Banyak furnitur furnitur yang unik dan aneh menurut Sean.


Dia duduk sembari memperhatikan setiap sudut ruangan itu. Sementara Loli dan ibu pergi menemui Naina.


Ini rumah apa museum ya. Batin Sean


"menurut mu apa? " tanya eyang putri yang sontak saja membuat Sean terkejut


Apa dia tau isi hatiku. Batin Sean heran


"udah gak usah mikir yang macem macem. Ini minum dulu. Kau punya hubungan dengan cucu gembil ku kan? " tanya eyang putri sembari menyerahkan segelas teh hangat pada Sean


"cucu gembil? " tanya Sean bingung


"iya, si Loli" ketus eyang putri


"eh, bagaimana eyang tau? " tanya Sean gugup


"ya tau lah, kalau kau tak punya hubungan apa apa, ngapain kau repot repot mengantar nya kemari. Dasar bocah gemblung" sembur eyang putri dan Sean pun hanya cengengesan


"hehe, iya eyang, " jawab Sean sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sama sekali


"awas kalau kau buat dia kecewa ya, aku sunat lagi kau nanti" ancam eyang putri dengan mengeluarkan keris kecil dari dada nya, dan sontak saja membuat Sean langsung menelan saliva nya


"i iya eyang. Ampun. Saya janji gak akan buat Loli kecewa. Beneran" kata Sean terbata dan sedikit menunduk takut


"hemm, dan lagi cinta lama mu udah kau buang jauh kan, awas kalau masih belum usai juga" kata eyang lagi dan lagi membuat Sean bingung


"maksud eyang? " tanya Sean bingung


"tak usah pura pura bingung kau, dulu kakak nya sekarang adik nya, apa tidak ada orang lain yang masuk dalam hati kecil mu itu? " sindir eyang tajam


Sean pun hanya bisa terperangah mendengar kata kata eyang putri yang bisa menusuk jantung nya.


Apa dia cenayang, bisa tau semua tentangku. Batin Sean


"jangan mengejek ku gemblung" ucap eyang putri sembari melempar cangkir kosong kearah Sean dan tepat mengenai kepala nya

__ADS_1


"auh,, i iya eyang. Ampun ampun" jawab Sean takut takut sambil mengatupkan kedua tangan nya didada


Hingga tak lama kemudian datang lah Loli menghampiri nya.


Ah selamat. Batin Sean sembari mengelus dada nya


"kakak kenapa? Ayo kita temui kak Nai" ajak Loli


Sean pun hanya mengangguk


"eyang kami kebelakang dulu" pamit Loli


Dan lagi eyang hanya mengangguk namun tatapan nya seolah mengancam kearah Sean membuat nyali pemuda itu seketika menciut


Sean pun berjalan mengikuti Lolita. Sepanjang jalan dia memperhatikan seluk beluk rumah yang seperti museum itu, ah tidak, ini seperti rumah hantu. Batin Sean.


Dari luar rumah itu tampak biasa, namun didalam sungguh luar biasa. Banyak lorong dan sekat yang membatasi setiap ruangan yang ada didalam nya.


Lukisan lukisan kuno dan juga furnitur antik menghiasi setiap sudut ruangan membuat Sean seketika merinding.


Dia melirik kearah Loli yang santai saja berjalan.


Astaga, aku seperti berada dirumah hantu. Batin Sean


Hingga beberapa menit berjalan tampak sebuah pintu besar yang terbuat dari kayu dan tentu saja terdapat ukiran ukiran kuno pada setiap pahatan nya.


"Lol, kenapa rumah eyang mu seperti ini. Dan lagi sepi sekali disini? " tanya Sean yang sudah tak bisa lagi menyembunyikan rasa penasaran nya.


"jangan banyak tanya dulu disini kak. Tembok disini bisa dengar. Jadi cukup dilihat dulu aja ya" jawab Loli tanpa melihat raut wajah Sean yang sudah berubah


Astaga, apa aku salah jatuh hati, benar benar keluarga aneh. batin nya lagi


Tak lama kemudian Loli pun mendorong kuat pintu besar itu. Dan terpampang lah pemandangan yang menyejukan mata. Ternyata itu adalah halaman belakang rumah eyang putri. Terlihat sebuah taman bunga dan danau kecil ditengah tengah nya. Beberapa pohon rindang dan juga sebuah gazebo tempat bersantai.


Dan disebuah gazebo itu Sean melihat seorang gadis berkerudung putih duduk ditemani oleh teman nya.


Loli pun mengajak Sean menemui Naina. Sejenak Sean terpaku melihat keadaan Naina yang begitu memprihatinkan, sangat jauh berbeda dari Naina yang terakhir ditemui nya beberapa bulan lalu.


Hati Sean terasa teriris melihat gadis yang pernah menjadi penghuni hati nya itu kini lemah dan tidak berdaya seperti ini.


"hai Nai, apa kabar? " tanya Sean menyapa Naina


Dia dapat melihat wajah lesu dan sayu Naina, kepala yang baru ditumbuhi rambut dan badan yang terlihat kurus. Sangat kontras dan jauh berbeda dengan terakhir kali dia berjumpa.


"kak Sean, seperti yang kakak lihat" jawab Naina tersenyum seperti biasa meski menampakan sebuah beban yang amat berat disenyum nya.


Kasihan sekali kau nNai. Batin Sean menatap sendu gadis yang dulu pernah memporak porandakan hati nya itu


"tidak apa apa. Kau pasti sembuh. Harus tetap semangat ya" kata Sean tulus


Naina pun hanya mengangguk.


Mereka pun mengobrol seperti biasa dengan Beti dan Loli hanya sebagai pendengar.


Loli terus saja menatap Sean dan juga Naina, dia tau dari Clarissa bahwa dulu Sean pernah menaruh hati pada kakak nya itu.

__ADS_1


Ada sedikit rasa cemburu melihat Sean dekat dengan Naina, namun dia tau hati kakak nya itu masih sepenuh nya terpaut pada Reyza.


Sean yang melihat Loli hanya diam saja pun tiba tiba menggenggam tangan gadis kecil itu yang sontak saja membuat siempu nya menjadi salah tingkah.


Naina yang melihat itupun hanya tersenyum bahagia. Dia tau adik nya sudah jatuh hati sejak lama pada Sean.


"sekarang kami sudah resmi menjalin hubungan, kau merestui kami kan ?" tanya Sean pada Naina sementara Loli hanya tersenyum malu. Dia sungguh tak menyangka jika Sean akan meminta restu pada kakak nya itu


"tentu saja. Aku sangat bahagia mendengar nya. Jangan kecewakan adiku" jawab Naina sembari mengusap lembut wajah Loli


"siap kakak ipar" jawab Sean mengedipkan mata nya pada Loli dan sontak saja sebuah cubitan kecil mendarat diperut nya.


"auuh sakit sayang" ucap Sean memelas


"aiishh kalian ini, memang nasib aku lah yang bakalan jomblo seumur hidup ya. Si Loli yang baru netas aja udah dapet pacar, nah aku yang udah mateng gini masih aja jomblo. Nasib nasib" ungkap Beti tiba tiba yang membuat ketiga orang itu terkekeh geli


"kau cepat lah sembuh Nai, aku sudah tak sabar ingin menikahi adikmu ini" kata Sean


"kakak, baru juga jadian sehari udah mintak nikah aja" sewot Loli


"lah kenapa, kakak serius kok" jawab Sean santai


"jangan menungguku, Nai tidak tau bisa sembuh atau tidak. " lirih Naina menunduk sedih


"hei, jangan berkata seperti itu. Setiap penyakit pasti ada obat nya. Kau hanya perlu semangat Nai. Kau tak ingin melihat orang orang disekitarmu bahagia? " tanya Sean menatap wajah pucat Naina


"Nai hanya takut kak" jawab Naina dengan mata yang berkaca kaca


Loli pun langsung memeluk erat Naina


"kami akan selalu ada untuk mu, jangan putus asa, tidak baik, kamu harus yakin bisa sembuh. Kasian orang tua mu, mereka pasti sedih melihat mu tak bersemangat seperti ini" ungkap Sean serius yang membuat Naina terdiam


Benar saja selama ini ibu dan abah selalu bergantian menjaga nya. Terlihat gurat lelah dan sedih diwajah tua mereka.


"kakak harus sembuh ya, jangan takut. Ada kami yang akan nemeni kakak selalu" timpal Loli pula


Naina pun langsung membalas pelukan Lolita adik kesayangan nya


"iya, doain kakak ya, terima kasih karena kalian selalu ada untuk kakak" isak Naina


Dan tentu saja membuat mereka tersenyum bahagia


"kak Sean, tolong jangan beri tahu siapapun tentang keadaan Nai ya" pinta Naina penuh harap


"tapi Reyza berhak tau Nai" kata Sean yang membuat Naina seketika meneteskan air mata nya


"Nai yang sekarang sungguh tidak pantas untuk diperjuangkan oleh pangeran seperti dia kak" lirih Naina disela isak tangis nya


"hmh baiklah, aku tak akan memberitahu nya atau siapapun. Tapi kau harus janji untuk sembuh ya, harus tetap semangat" kata Sean lagi


"iya kak. Nai janji" lirih Naina tak yakin


Akhir nya mereka pun mengobrol menemani Naina sepanjang hari itu.


Loli dan Sean memutuskan untuk berada ditempat itu sampai dua hari kedepan. Meski Sean berat mengingat betapa menyeramkan nya eyang putri, namun demi dua gadis nya dia pun akhir nya pasrah.

__ADS_1


__ADS_2