Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Persiapan Pernikahan Dion dan Clarissa


__ADS_3

Tiga minggu telah berlalu, Lusa adalah hari pernikahan Dion dan juga Clarissa.


Pasangan fenomenal itu menggelar resepsi pernikahan mereka dihotel milik Gemilang group. Reyza menyewakan hotel nya secara gratis sebagai bentuk hadiah pernikahan untuk Dion dan juga Clarissa. Tentu saja itu merupakan reward yang sangat luar biasa untuk pasangan pengantin itu.


..


Ditempat Naina...


Naina kini tengah menatap sendu foto foto preweding Dion dan juga Clarissa. Foto foto mereka tersebar luas didunia maya. Mereka mengadakan acara secara mewah karena kedua mempelai sama sama berasal dari kalangan bangsawan dinegara itu.


Naina tersenyum getir melihat itu, hanya ada kata 'andai saja' yang kini memenuhi kepala nya. Ya, andai saja dia tidak sakit, pasti dia bisa berada disana sekarang, bersama Reyza. Dan pasti nya mereka juga akan segera menikah sesuai dengan janji Reyza dulu.


"pasti Cla kecewa karena aku tidak memberi nya kabar sampai sekarang" gumam Naina namun masih terdengar ditelinga Beti yang selalu setia menemani nya


"kenapa kau tidak datang aja Nai? " tanya Beti memberi saran


"aku takut bertemu kak Reyza bet" lirih Naina sendu


"kata mu kau merindukan dia, bisa menatap nya dari jauh kan sudah lumayan untuk bisa melepas rindu mu" saran Beti lagi


Naina pun nampak terdiam memikirkan sesuatu


"apa tidak apa apa, aku kan tidak diundang" tanya Naina bingung. Diapun langsung menatap Beti yang sedang sibuk membereskan pakaian Naina kedalam lemari


"tak apa lah, Clarissa kan tidak tau kau berada dimana, macemana dia mau ngundang. Anggap aja kedatangan mu menjadi kejutan untuk nya" ungkap Beti sambil terus fokus pada pekerjaan nya


"baiklah, tapi kau temani aku ya" pinta Naina


"iya, tenang saja. Aku ini udah macam bayangan mu, dimana ada kau, disitu ada aku. Hehe" ucap Beti terkekeh


Membuat Naina juga tersenyum melihat nya.


..


Ditempat lain...


"besok anda pergi dengan siapa tuan, apa perlu saya temani? " tanya Sean pada Reyza. Saat ini mereka tengah menikmati makan siang disalah satu restauran tak jauh dari perusahaan Reyza


"entah lah, aku juga belum tau" jawab Reyza singkat


"tuan bolehkah saya bertanya sesuatu? " tanya Sean hati hati


"hmm" gumam Reyza

__ADS_1


"bagaimana hubungan anda dengan Naina? " tanya Sean yang sontak membuat Reyza menatap nya tajam


"apa urusan mu menanyakan hal itu" tanya Reyza tak suka, terlihat jelas sorot mata nya memendam sakit yang begitu dalam


"maaf tuan, saya hanya ingin tahu" jawab Sean tertunduk


"jangan campuri hal yang bukan urusan mu" ucap Reyza tajam dan dingin membuat nyali Sean menciut


"apa sebegitu benci nya tuan pada dia? " tanya Sean lagi, entah mengapa bibir nya tak bisa berhenti bertanya membuat Reyza semakin tak suka, nama itu yang selalu ingin dia buang jauh jauh dari hidup nya.


Brakk


Reyza menggebrak meja dihadapan nya yang sontak saja membuat Sean terkejut. Untung saja ruangan itu privat yang hanya ada mereka berdua.


"kalau kau masih mau bekerja denganku, ingat batasan mu" kata Reyza menatap tajam Sean yang tertunduk takut


Reyza pun segera berlalu keluar dari ruangan itu namun lagi lagi langkah nya terhenti.


"saya harap tuan tidak akan pernah menyesal. Karena apa yang kita lihat terkadang tidak selalu benar pada kenyataan nya" ucap Sean lantang


Reyza pun mengabaikan Sean dan segera berlalu dari ruangan itu.


Sementara Sean hanya menghela nafas nya.


Bagaimana cara nya menyatukan mereka. Mereka sama sama cinta, tapi kenapa takdir mereka begitu rumit. Batin Sean. Dia sudah memikirkan ini dari jauh jauh hari.


Lolita juga masih sering berkata jika Naina sampai saat ini masih hanya Reyza yang menjadi semangat nya untuk bertahan, dan itu membuat Sean bertekad untuk menyatukan mereka kembali bagaimana pun cara nya.


Dia tidak ingin Reyza selalu salah paham dan terus membenci Naina, dan dia juga tidak ingin Naina terpuruk dalam rasa tidak pantas nya, dia ingin mereka bersatu, dia tak ingin semua terlambat dan ada penyesalan dikemudian hari, mengingat keadaan Naina yang masih belum ada kemajuan sampai saat ini.


Walau bagaimana pun Naina adalah gadis yang pernah menempati hati nya dan kini menjadi kakak dari kekasih nya, dia ingin yang terbaik untuk gadis itu, juga untuk Reyza yang sekarang sudah menjadi tuan nya.


...


Keesokan hari nya....


Siang ini Naina dan juga Beti sudah berada dirumah Loli. Subuh ketika matahari belum menampakan wujud nya mereka sudah pergi dari rumah dengan diantar Putera. ibu dan eyang putri sebenar nya sangat terlihat keberatan dan resah melepas Naina mengingat kondisi nya yang masih sangat lemah. namun akibat bujukan dan rayuan Naina mereka pun akhirnya memperbolehkan Naina berpergian. dan tentu saja itu membuat Loli terlihat sangat senang melihat kedatangan kakak nya itu.


Mereka bertiga memutuskan untuk pergi kesebuah pusat perbelanjaan untuk membeli gaun pesta dan juga hadiah pernikahan untuk Dion dan juga Clarissa.


Naina pergi dengan menggunakan kerudung, kacamata dan juga masker untuk menutupi wajah nya agar tak dikenali orang.


Sudah hampir setahun dia tak melihat dunia luar, rasa nya sungguh asing.

__ADS_1


eyang putri dan ibu sebenar nya berat untuk melepas Naina karena kondisi nya yang masih lemah, namun karena Naina mendesak dan memelas akhir nya mereka pun dengan terpaksa memberi izin.


Kini tiga gadis cantik itu sedang berada disalah satu butik untuk memilih gaun pesta.


Sudah hampir satu jam mereka mengelilingi mall tersebut dan baru ini mendapatkan baju yang pas.


Terlihat Naina sudah mulai kelelahan dan wajah nya sudah begitu pucat


"aku lelah Bet" kata Naina lemah sembari mendudukan tubuh kurus nya disebuah kursi


"oh ya ampun, ayo kita pulang," ajak Beti langsung terlihat panik, begitu pula dengan Loli, kenapa mereka bisa lupa dengan keadaan Naina.


Mereka pun langsung pulang kerumah agar Naina bisa beristirahat karena malam nanti mereka akan pergi ke acara pernikahan Dion dan Clarissa.


Hingga sore menjelang, Naina sudah terlihat lebih baik, Naina kini tengah didandani oleh Lolita.


Dia mengenakan rambut palsu untuk menutupi rambut nya yang baru mulai tumbuh.


Sentuhan lipstik bewarna merah menyala membuat wajah pucat nya terlihat lebih segar, meski mata dan tubuh nya tak bisa dibilang baik baik saja.


Dengan gaun yang juga bewarna merah panjang menjuntai hingga menutupi betis nya yang sudah tinggal tulang terlapisi kulit. Leher nya dihiasi kalung permata merah kecil membuat Naina semakin terlihat manis.


"kakak yakin kakak kuat kan, disana pasti banyak wartawan, Loli takut kakak kelelahan nanti nya" kata Loli menatap Naina yang masih duduk memperhatikan diri nya didepan cermin


"kakak kuat kok, lagian kita cuma sebentar disana" jawab Naina,


Loli hanya mengangguk dan melirik Beti yang juga menganggukan kepala nya.


Sebenar nya Beti ragu membawa Naina keluar rumah apalagi ketempat ramai, mengingat kondisi nya yang masih begitu lemah. Tapi dia ingin Naina dapat bertemu Reyza disana, agar kerinduan nya pada pria itu bisa tersalurkan walau sebentar. Dia tidak tega melihat Naina setiap malam menangisi foto Reyza, dia ingin Naina kembali seperti dulu, menjadi Naina yang ceria dan penuh semangat, walau dia tidak tahu apa yang akan terjadi kedepan nya nanti.


..


Ditempat Reyza..


Dia kini tengah duduk termenung dikamar nya, rasa nya sungguh sesak.


Entah mengapa melihat Dion menikah dia jadi teringat dengan Naina gadis kesayangan nya.


Berjanji untuk saling setia dan menunggu. Namun apa yang terjadi, malah berakhir begitu saja.


Reyza memang tak pernah mencari keberadaan Naina, karena yang dia tau Naina memutuskan nya karena lebih memilih ceo rc itu.


Meski terkadang hati kecil nya ingin sekali menemui gadis itu dan bertanya apa yang sebenar nya terjadi, kenapa dia tega mengkhianati cinta tulus nya.Tapi kekecewaan dan ego nya menutupi rasa rindu yang sebenar nya membelenggu jiwa nya itu.

__ADS_1


...


next


__ADS_2