
Hari sudah berganti pagi. Hujan yang mengguyur semalam juga sudah tinggal menyisakan sisa air yang menggenang saja.
Pagi ini begitu sendu meski matahari sudah mulai menampakan sinar nya.
Beti duduk disofa kamar nya menghadap kearah jendela, sedangkan Naina berbaring di ranjang Beti dengan mata yang mengantuk karena tak dapat tertidur sepanjang malam.
Beti seperti mayat hidup saat ini, mata nya bengkak bahkan nyaris menghitam karena dia menangis dan tak tertidur dari semalam.
"Bet, udah dong, jangan nangis terus" pinta Naina yang kini duduk dan menatap Beti dengan sedih
"aku takut dia kenapa kenapa Nai, aku takut dia pergi ninggalin aku." ungkap Beti dengan mata yang kembali berkaca kaca
"dia gak apa apa kok. Kak Reyza dan papa bilang dia baik baik aja. Cuma cidera ringan. Mereka juga udah bawa dokter Bayu kerumah sakit papa dikota ini" jawab Naina sembari berjalan dan duduk disebelah Beti. Dia mengusap lembut pundak gadis itu
"apa aku gak boleh lihat dia" tanya Beti
"boleh, nanti kak Reyza jemput kita. Kamu mendingan mandi, habis itu sarapan" kata Naina pula.
Dia benar benar lega sekarang, karena baru mendapat kabar jika dokter Bayu tidak apa apa dan hanya mengalami cidera ringan saja
Beti hanya mengangguk dan berjalan kearah kamar mandi dengan lesu
Sementara Naina langsung keluar untuk kembali kekamar nya. Dia harus mandi dan sarapan sebelum Reyza pulang dan melihat diri nya yang kusut seperti ini. Jika tidak bisa dia Pastika, suami tampan nya itu pasti akan menggerutu sepanjang hari
Beberapa saat kemudian, Naina sudah terlihat segar, begitu pula dengan Beti, meski wajah nya masih sembab karena menangis sepanjang malam.
"sudah, ayo kita sarapan dulu" ajak mama
Naina langsung mengambil sepotong sandwich dan meletakan dipiring Beti.
"makan, jangan sampai kamu sakit dan membuat dokter Bayu marah" kata Naina membuat Beti menatap nya dengan gerah
"bukan aku, harus nya kau yang sarapan, jika tidak maka aku akan kembali menangis karena tuan ganteng yang mengamuk" balas Beti membuat mama dan Naina langsung tertawa mendengar nya
"Beti benar nak, kamu juga harus makan. Mama rasa Reyza lebih menakutkan daripada Bayu" ucap mama
"ah mama benar" jawab Naina
Akhir nya mereka sarapan bertiga dengan wajah lesu namun berusaha ditutupi karena mereka tak ingin membuat Beti semakin galau.
Dan tak lama kemudian, tuan Suryo dan Reyza punya tiba dirumah. Mama dan Naina langsung menyambut mereka berdua dengan senyum sempurna.
Dapat mereka lihat wajah Reyza dan tuan Suryo yang sangat lelah dengan mata memerah karena bisa dipastikan mereka tidak tidur sepanjang malam ini
"mau sarapan atau mandi dulu by?" tanya Naina saat mama dan papa sudah masuk kedalam kamar
__ADS_1
"sarapan saja deh. Perut ku lapar" jawab Reyza, dan Naina langsung mengangguk dan menyiapkan sarapan untuk Reyza
"kamu sudah sarapan kan?" tanya Reyza pada Naina yang terlihat begitu telaten melayani nya
"sudah sayang" jawab Naina dengan senyum manis nya
"kamu sudah sarapan Bet?" tanya Reyza pada Beti pula
"sudah tuan" jawab Beti lesu
"tenang lah, dokter Bayu tidak apa apa. hanya cidera sedikit. Pernikahan kalian tidak akan batal hanya karena ini" kata Reyza membuat Beti langsung menatap nya
"apa aku boleh lihat dia?" tanya Beti penuh harap
"sebenar nya gak boleh, tapi karena kamu terlihat begitu menyedihkan seperti ini, ya apa boleh buat" jawab Reyza membuat Beti mendengus kesal
"kalau gak dikasih , aku bisa pergi sendiri" kesal Beti membuat Reyza langsung tertawa mendengar nya
"sama saja seperti dokter Bayu." gumam Reyza
"tapi dokter Bayu gak apa apa kan by?" tanya Naina
"tidak apa apa, hanya luka ringan, Tuhan masih berbaik hati pada nya" jawab Reyza membuat Naina dan Beti langsung bernafas dengan lega
...
Hampir satu jam kemudian mereka tiba dirumah sakit tempat dokter Bayu dirawat.
Beti berjalan dengan tergesa gesa membuat Reyza dan Naina sedikit mempercepat langkah mereka.
"pelan pelan saja Bet" tegur Reyza membuat Beti langsung memelankan langkah nya. Sungguh dia sudah begitu tidak sabar untuk bertemu dengan cinta nya itu.
Tidak berapa lama mereka tiba diruang perawatan dokter Bayu. Reyza langsung membuka pintu itu, dan terlihat disana ada ibu dokter Bayu yang tengah duduk menemani dokter Bayu yang terbaring dengan kepala yang dibalut perban
"Abang" panggil Beti yang sudah terisak melihat dokter Bayu terluka.
Dia berjalan mendekat kearah dokter Bayu yang tersenyum dan menjulurkan tangan nya pada Beti
"kenapa menangis hmm?" tanya dokter Bayu pada Beti yang benar benar menangis tersedu sedu
"Abang jahat, kenapa bisa kayak gini ha, apa Abang gak tahu kalau bentar lagi kita nikah. aku takut Abang gak pulang. huuuuu" Isak Beti membuat Naina , Reyza dan Ibu saling pandang bingung, mau tertawa atau sedih mendengar nya
Namun begitu, mereka lebih memilih untuk keluar kamar dan membiarkan kedua orang itu saling melepaskan rindu
"kamu jelek banget kalau menangis" ucap dokter Bayu sembari mengusap air mata beti yang menggenang diwajah nya
__ADS_1
"aku khawatir tahu" ketus Beti masih dengan Isak tangis nya
"iya, saya kan tidak apa apa. Hanya luka sedikit. Sudah jangan menangis" kata dokter Bayu lagi
"kenapa bisa sampai kayak gini coba. Lihat ganteng nya jadi berkurang kan" ungkap Beti sembari mengusap dahi dokter Bayu yang diperban, dokter Bayu langsung tertawa mendengar ocehan Beti
"saya lengah, mungkin karena lelah dan jalanan yang licin jadi mobil yang saya kendarai oleng dan menabrak pembatas jalan. Tidak apa apa, nanti kalau saya jelek saya bisa operasi dikorea" kelakar dokter Bayu membuat Beti langsung berdecak kesal dan mengusap kasar air mata nya
"pasti kamu tidak tidur satu malaman kan" tanya dokter Bayu, dan Beti langsung menganggukan kepala nya
"Cemana mau tidur, aku khawatir sama Abang" lirih Beti
Dokter Bayu langsung tersenyum teduh seperti biasa nya
"saya tidak apa apa. Kamu lihat kan. Saya pasti baik baik saja dan akan menepati janji saya untuk menikahi kamu. Saya kan sudah bilang, apapun yang terjadi saya pasti akan menjadikan kamu ratu dihidup saya" ungkap Dokter Bayu membuat wajah Beti merona seketika
"iya iya" jawab Beti menundukan kepala nya
"jangan begitu, ayo tunjukan senyum kamu. Saya merindukan senyum kamu Lo, sudah hampir sebulan kita tidak bertemu" kata dokter Bayu lagi
"tapi harus janji, Abang harus cepat sembuh" sahut Beti dan dokter Bayu langsung mengangguk pelan
"tentu, saya pasti cepat sembuh, apalagi obat nya sudah ada disini" jawab nya, membuat Beti mendengus senyum dan langsung memeluk dokter Bayu yang tertawa dan mengusap pundak Beti dengan lembut
"cuma Abang harapan aku, aku gak mau Abang kenapa kenapa lagi" kata Beti dalam dekapan dokter Bayu
"iya sayang, selagi ada kamu, saya pasti akan tetap baik baik saja" jawab dokter Bayu
"Beti cinta Abang" ucap Beti
"Abang juga cinta Beti" balas dokter Bayu
mereka lalu tertawa bersama seiring dengan Beti yang kembali duduk dan menatap dokter Bayu penuh cinta dan kerinduan, begitu pula sebalik nya. Hingga Naina dan Reyza masuk kedalam mengganggu keasikan mereka
"sudah kan, sudah waktu nya kita pulang Bet" ajak Reyza membuat Beti dan dokter Bayu menatap nya kesal
"baru juga duduk, udah disuruh pulang, Cemana nya tuan" kata Beti kesal
"seperti nya anda punya dendam pribadi dengan saya tuan muda" ucap dokter Bayu pula, membuat Naina dan Reyza tertawa bersama
"hei, kalian belum menikah, tidak boleh berdua duaan terus, bukan muhrim" kata Reyza
"dih, lupa sama diri sendiri dulu nya" cibir Beti
"udah deh kak godain mereka" kata Naina membuat Reyza kembali tertawa
__ADS_1
Mereka mengobrol bersama hingga beberapa waktu kemudian mama masuk keruangan itu bersama dengan ibu dokter Bayu.