
Sore hari yang begitu cerah ditanah Lombok. Hamparan pantai yang membentang seluas mata memandang begitu memanjakan mata. Pohon pohon kelapa dan berbagai pohon rindang lain nya terlambai bergoyang sendu mengikuti arah angin yang begitu menyejukkan.
Reyza menggenggam tangan Naina menuntun nya menuju tepian pantai berpasir putih yang terlihat sangat putih dan bersih.
Mereka baru tiba diresort milik keluarga Reyza beberapa waktu yang lalu, setelah beristirahat sejenak dari lelah nya perjalanan mereka pun memutuskan untuk keluar dan berkeliling sejenak.
Sebenar nya sudah sejak tiba tadi Naina begitu ingin langsung bermain dan berkeliling, namun apalah daya Reyza dan mertua nya tidak memperbolehkan nya dan menyuruh nya untuk beristirahat sejenak. Mereka begitu takut jika Naina akan kelelahan nanti nya.
Naina dijaga seperti permata yang begitu berharga oleh Reyza dan keluarga nya, sehingga membuat orang tua Naina dan eyang putri benar benar bersyukur untuk itu.
Beti dan Loli bersama pasangan mereka sudah pergi terlebih dahulu sejak tadi, entah kemana, yang pasti Naina sangat iri melihat nya.
Namun sekarang tidak lagi, karena akhir nya dia bisa keluar dan menginjakan kaki nya dipasir pantai itu.
Sudah lama sekali sejak dia sakit dia tak pernah lagi liburan dan menikmati hari hari nya. Hari yang tak pernah terbayangkan oleh nya.
Rambut Naina melambai lambai dibalik topi pantai yang dikenakan nya, angin pantai sore itu cukup kuat namun tetap mendamaikan hati.
"kamu senang sayang?" tanya Reyza sembari terus memperhatikan raut wajah istri nya yang terus tersenyum sedari tadi
Naina menoleh kearah Reyza dan langsung mengangguk senang
"ya by, rasa nya sudah lama sekali tidak merasakan ketenangan seperti ini, dan rasa nya Nai seperti hidup kembali" kata Naina sembari menarik nafas dalam dalam dengan mata yang terpejam
Angin pantai menerpa wajah nya, dan juga dres putih yang dikenakan nya, sangat cantik dan mempesona, membuat Reyza semakin jatuh hati melihat istri nya itu.
"maafkan aku yang terlalu mengekang mu sayang, seharus nya aku tahu jika kamu butuh liburan seperti ini" kata Reyza sembari memeluk Naina dari belakang
Kini mereka telah berada ditepian pantai, menikmati suasana yang begitu mendamaikan
"tidak hubby, Nai tahu jika Hubby melakukan itu untuk kebaikan Nai sendiri. Nai tak apa" jawab Naina , dan Reyza semakin mengeratkan pelukan nya membuat Naina semakin merasa berada dalam suasana yang begitu nyaman
"sekarang apapun yang kamu mau, kamu harus bilang padaku, aku akan mengabulkan semua nya" kata Reyza, membuat Naina langsung beralih dan menatap Reyza yang tersenyum teduh menatap nya
"apapun?" tanya Naina lagi
"ya, apapun, kecuali berpisah dengan mu" jawab Reyza
"Nai gak ingin apapun lagi by, semua nya sudah terasa sempurna untuk sekarang, Nai hanya berharap, rumah tangga kita selalu bahagia ditengah cobaan yang ada, Nai ingin hidup bersama hubby didunia dan disurga Nya nanti" ungkap Naina menatap Reyza dengan mata yang berkaca kaca, membuat Reyza langsung memeluk istri yang paling dicintai nya itu
"tentu sayang, kita harus selalu bersama sampai kapan pun" jawab Reyza sembari memeluk erat tubuh Naina
"aku mencintaimu sayang" ucap Reyza begitu tulus
"Nai juga sangat mencintai hubby, sangat" balas Naina dalam pelukan Reyza
Reyza melepaskan pelukan nya dan menatap dalam wajah Naina, dia hendak mencium bibir ranum milik istri nya namun tiba tiba saja
"ehhhmmm, tolong lah ya, hormati dulu kami yang ada disini" kata Beti tiba tiba membuat Reyza dan Naina terkesiap kaget dan menoleh keasal suara dimana Beti dan dokter Bayu sudah berada didekat mereka, dan tak jauh dibelakang mereka ada Sean dan Lolita yang sedang mendebatkan sesuatu
"CK, mengganggu saja" kesal Reyza membuat Dokter Bayu dan Beti terkekeh pelan
"kalian itu gak nampak apa ada kami, serasa dunia punya kalian berdua aja bah" ucap Beti
"memang nya kalian dimana, kami gak lihat dari tadi" jawab Naina sembari membenarkan topi nya
"disana, dibawah pohon. kalian aja yang nganggep kami makhluk halus. heran aku kalau udah berdua lupa sama yang lain" kata Beti membuat Naina tertawa
"hei, kenapa kalian tidak pacaran ditempat lain saja. ini bulan madu kami, kalian mengganggu" ucap Reyza masih dengan wajah kesal
"kami sudah puas tuan, saat kami ingin pulang kami malah melihat anda disini, kami hanya ingin menyapa, apa salah nya" jawab dokter Bayu santai
__ADS_1
"alasan saja kau" ketus Reyza
"sudah lah by," kata Naina tersenyum lucu melihat wajah kesal Reyza
"Nai ingin kesana" ajak Naina sembari menunjuk pinggiran pantai dimana ombak terus berkejaran dengan tenang disana
"ayolah, biar aku yang kawani, udah lama kita gak main air Nai" kata Beti sembari menarik tangan Naina tanpa memperdulikan wajah kesal Reyza
baru saja ingin membuka mulut tiba tiba suara lain menghentikan nya
"kakak ikutt!!!" teriak Lolita yang langsung berlari menyusul Beti dan Naina yang melambaikan tangan nya
"lihat, dia melupakan aku" kata Reyza dengan wajah kesal melihat Naina yang kini bermain air bersama Beti dan Lolita
"biar kan saja dulu tuan, mereka juga perlu waktu bersama" ucap dokter Bayu
"ya, anda masih punya waktu malam nanti bukan" timpal Sean yang sudah bergabung bersama mereka
Reyza hanya mendengus dan berjalan mendekati para gadis itu, namun masih dalam beberapa jarak. Dia membiarkan Naina nya bermain air disana.
Senyum langsung terbit diwajah Reyza saat melihat tawa lepas dari Naina. Tawa yang selalu membuat hati nya tenang dan juga ikut bahagia
"aku sangat bersyukur bisa melewati hari hari kelam itu, rasa nya benar benar takut jika mengingat hari dimana dia tak berdaya" gumam Reyza
dokter Bayu dan Sean langsung menoleh kearah Reyza, yang memang berdiri ditengah tengah mereka.
Mereka berdiri dengan pesona masing masing sembari terus memperhatikan gadis gadis mereka yang sedang tertawa bersama disana
"Tuhan masih sangat menyayangi anda tuan" jawab dokter Bayu membuat Sean dan Reyza mengangguk
"ya, dia masih ingin melihat anda bahagia dengan nona Naina" kata Sean pula
Reyza langsung tersenyum mendengar kalimat dari orang yang telah berjasa pada hidup nya dan Naina itu
Mereka kembali tersenyum dan memandang kedepan, dimana tiga gadis cantik dengan karakter yang berbeda itu masih asik bermain tanpa memperdulikan lelaki mereka.
"Nai basah aku" teriak Beti saat Naina memercikan air kewajah nya
"siram aja kak, kak Beti kan belum mandi" ejek Lolita membuat Beti mendengus kesal
"enak aja kau, udah mandi aku ya, udah wangi. yakali aku gak mandi, gak Kelen tengok itu Abang dokter kemana mana selalu rapi, heran aku, masak kepantai aja pakek kemeja" gumam Beti membuat Naina dan Lolita langsung terbahak bahak mendengar nya
Memang dokter tampan yang satu itu begitu rapi, disaat Reyza dan Sean hanya mengenakan t-shirt dan celana pendek santai, dokter Bayu malah mengenakan kemeja, ya meskipun dipadukan dengan celana pendek dan sepatu kets, namun tetap saja, penampilan nya selalu rapi tak mengenal tempat
"yakan kalian saling melengkapi kak, yang satu rapi yang satu nya urakan" ejek Loli lagi dan terus saja membuat Naina tertawa lucu
"ya ampun, biar aja kenapa sih Bet, sirik banget deh. Yang penting kan dia tetap ganteng sesuai dengan kriteria mu kan" kata Naina pula masih dengan sisa tawa nya
"iya memang, ya karena itulah yang buat aku gak tahan, dia ganteng terus Nai. aku jadi pengen cepet dinikahi" ucap Beti sembari menghentakkan kaki nya didalam air
Naina dan Loli kembali tertawa mendengar dan melihat ekspresi Beti yang begitu lucu. Memang gadis satu ini benar benar moodbooster untuk mereka.
"asik banget ketawa nya?" kata dokter Bayu tiba tiba dan berhasil meredakan tawa mereka, Reyza dan Sean menyusul disamping nya
"itu dokter, kak Beti minta dinikahi kata nya" ucap Lolita membuat Beti mendelik kesal sementara Naina kembali tertawa disebalah Reyza
"benar???" tanya Dokter menatap Beti yang sudah salah tingkah
"enggak, bohong itu si Loli" kata Beti salah tingkah
"ngaku aja lah Bet, kamu gak lihat dokter Bayu sehari aja udah seperti hilang arah" ejek Sean pula.
__ADS_1
"dih, kayak sendiri nya enggak aja" balas Beti kesal
"sabar ya, saya pasti akan menikahi kamu kok. saya bukan tipe lelaki yang suka mengumbar janji palsu, apalagi status palsu" ungkap Dokter Bayu membuat wajah Beti seketika merona
"aaaa so sweet" kata Loli sembari memainkan air ditangan nya
"ngomong saja, dinikahi tidak juga" ucap Reyza membuat Sean terbahak
"bener tu" timpal Sean
"sabar tuan, semua butuh proses, sesuatu yang indah tidak akan berjalan mudah dan instan bukan" jawab dokter Bayu dengan senyum teduh nya membuat Beti seketika meleleh dengan wajah yang berbinar binar.
Naina dan Loli saling pandang geli melihat Beti yang baru kali ini jatuh cinta
mereka saling mengangguk dan tiba tiba
"hei, wajah dikondisikan" teriak Naina dan Lolita sembari menciprati air kewajah Beti yang terkejut
"hei, sialan kalian" teriak Beti kesal sembari berlari dan bersembunyi dibelakang tubuh dokter Bayu yang akhir nya menjadi basah karena ulah Lolita dan Naina
"jangan curang!!!" teriak Lolita dan Naina kesal
"hahaha, biar aja, coba kalau berani" ejek Beti dari balik tubuh dokter Bayu yang geleng geleng kepala
"kak Sean!!!"
"hubby!!" panggil Naina dan Lolita pada Reyza dan Sean yang saling pandang dan mengangguk
"wah kalian curang" ucap dokter Bayu dan Beti saat Reyza dan Sean juga ikut menyirami mereka dengan air
"oke, sebelum papa tahu kita seperti anak kecil, maka cepat lah Sean" teriak Reyza yang menyirami dokter Bayu dan Beti yang sudah kewalahan
"kalian memang benar benar seperti anak kecil" seru dokter Bayu
Naina , Lolita dan Beti malah tertawa senang dan begitu bahagia, mereka bisa bermain air sepuas nya, bahkan mereka juga saling tertawa saat ombak menerpa tubuh mereka
"ahh, rasa nya benar benar bebas!!" seru Sean sembari terjun kedalam air dan bermain ombak yang lebih dalam
"kakak ikutt" teriak Lolita , Sean akhir nya membawa Lolita bermain ombak begitu juga dengan Dokter Bayu dan Reyza.
Reyza memeluk tubuh Naina saat ombak menerjang tubuh mereka. Tawa Naina benar benar membuat nya ikut bahagia
"hati hati sayang" kata Reyza menahan pinggang Naina saat ombak hampir membuat tubuh nya oleng
"haha, ini begitu seru hubby" ucap Naina sembari memeluk leher Reyza
"kamu bahagia" tanya Reyza sembari mengeratkan pelukan nya
"tentu" jawab Naina
Beti yang bermain ombak masih didekat bibir pantai bersama dokter Bayu pun terlihat begitu menikmati keseruan ini. Rasa nya benar benar menyenangkan hati nya yang sudah lama tidak merasa kan sensasi yang berbeda, setelah sebelum nya hanya berkutat seputar Naina dan keluarga Askara
"kamu senang?" tanya Dokter Bayu yang masih menggenggam tangan Beti, dokter satu ini lebih tenang dibandingkan yang lain, pembawaan nya benar benar teduh dan damai
"senang kali pun bang. udah lama kali aku gak liburan" jawab Beti sembari kaki nya memainkan air yang tenang
"setelah ini saya akan sering membawa mu liburan, kemana pun kamu mau" ucap dokter Bayu
"kemanapun" tanya Beti dan dokter Bayu langsung mengangguk
"ya, apalagi jika kamu mau terus berlibur dihati saya. saya pastikan kamu akan bahagia selama nya" kata dokter Bayu
__ADS_1
Beti langsung tertawa dan menggeleng
"kumat lagi, berasa makin mabuk aku kenak gombalan Abang" kata Beti dan kini dokter Bayu yang tertawa