Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
OTW Liburan


__ADS_3

Saat ini semua anggota keluarga Naina dan Reyza sudah berada didalam pesawat pribadi milik keluarga Gemilang.


Pesawat pribadi yang besar dan sangat mewah itu benar benar membuat Naina dan orang tua nya berdecak kagum. Mereka dilayani dengan begitu baik oleh para pramugari yang bekerja dipesawat itu.


Semua tempat merupakan tempat eksklusif sehingga nyaman untuk perjalanan mereka.


Bahkan ibu yang awal nya takut untuk naik pesawat, kini terlihat begitu nyaman duduk sembari menikmati pemandangan dari atas awan.


Ibu dan ayah benar benar kagum dengan kemewahan dan kekuasaan besan nya itu. Entah mimpi apa mereka bisa menikmati semua kemewahan ini.


Begitu pula dengan Beti dan Lolita. Mereka sampai mengusap dada berkali kali dengan semua kemewahan ini.


"gila ya bang, sebenar nya seberapa kaya nya situan ganteng ini, Sampek pesawat sebagus ini bisa tebeli. Biasa nya aku naek pesawat sama Naina cuma pesawat biasa, ini luar biasa kali kurasa" ungkap Beti yang duduk bersama dokter Bayu, dia tengah menatap kagum kearah luar jendela pesawat saat ini, sambil sesekali mengedarkan pandangan mata nya keseluruh sudut pesawat yang terjamah mata nya


Dokter Bayu langsung tersenyum dan sedikit membenarkan kemeja yang dipakai nya. Penampilan nya selalu rapi dimanapun dia berada.


"tidak bisa diperhitungkan Bet, mereka adalah salah satu dari orang terkaya dinegara kita. Bahkan kekayaan nya melebihi seorang presiden" jawab dokter Bayu


"iya yakan, bahkan yang aku dengar, rumah sakit, sekolah, hotel, semua rata rata punya mereka" kata Beti lagi


"ya, memang benar" balas dokter Bayu cepat


"enak kali lah jadi mereka, gak pernah ngerasain susah" gumam Beti


dokter Bayu langsung menatap nya dan tersenyum sendu


"setiap manusia selalu mempunyai ujian masing masing. Hidup mereka tidak selalu bahagia Bet, meski bukan dengan masalah ekonomi, tapi pasti diuji dengan masalah lain" ungkap dokter Bayu, membuat Beti membalas tatapan dokter Bayu


"mereka diuji dengan banyak nya orang orang yang mencoba menjatuhkan mereka, diuji dengan kehilangan anak yang paling mereka cintai, itu adalah ujian yang berat bukan" kata dokter Bayu lagi membuat Beti tertunduk lirih


"ya memang, tapi untuk sekelas orang kayak aku, rasa nya kalau nengok mereka, mereka udah sempurna kali bang" balas Beti


dokter Bayu langsung mengusap kepala Beti dengan lembut


"oleh sebab itu kita diperlukan untuk memiliki rasa syukur yang kuat. Saya tahu kamu memiliki masalah hidup yang berat, begitu juga dengan saya. Kita hanya harus perlu lebih banyak bersyukur atas kehidupan yang kita jalani sekarang, agar Tuhan memberikan balasan yang indah atas rasa syukur kita nanti" ucap dokter Bayu begitu bijak


Beti langsung tersenyum dan mengangguk menatap wajah teduh dokter Bayu


"kamu tahu, dulu orang tua saya adalah orang yang tidak mampu. Orang tua saya hanya pekerja disalah satu perusahaan tuan besar. Ayah saya dekat dengan beliau karena dia adalah salah satu orang kepercayaan tuan besar yang mengurus perusahaan cabang nya. Saya kehilangan ayah saya sewaktu saya masih SMA, dan karena kebaikan alm tuan Abi dan tuan besar lah saya bisa sampai seperti ini, mewujudkan cita cita saya menjadi dokter." ungkap dokter Bayu dengan mata yang menerawang jauh


"berarti dokter sudah kenal lama sama mereka" tanya Beti lagi dan dokter Bayu pun langsung menganggukan kepala nya


"sudah lama sekali, jadi sedikit banyak nya saya tahu bagaimana kehidupan mereka" jawab dokter Bayu


"mereka bahagia dengan harta, tapi mereka diuji dengan kehilangan. tapi sekarang, Alhamdulillah, mereka sudah kembali bahagia dengan kehadiran nona Naina" ungkap dokter Bayu lagi


"ya, aku juga bisa lihat itu bang" balas Beti


"maka dari itu, seberat apapun masalah hidup mu, jangan pernah mengeluh, Tuhan tahu yang terbaik untuk kamu. Tuhan tahu kamu kuat, maka dari itu dia memberi kamu ujian untuk mengangkat derajat mu" kata dokter Bayu, Beti langsung tertunduk dan berkaca kaca


"ya, kayak nya aku memang kurang bersyukur. aku selalu iri jika melihat kehidupan orang lain yang lebih baik dari aku. Aku iri lihat Naina yang punya orang tua sayang kali sama dia, aku iri bang" kata Beti dengan air mata yang mulai mengalir diwajah nya namun dengan cepat dia menghapus nya


Dokter Bayu tersenyum lembut dan langsung mengambil tangan Beti dan digenggam nya dengan halus

__ADS_1


"itu wajar, karena kamu sudah merasakan kepahitan hidup yang tidak kami alami. Tapi percayalah Bet, jika kamu bersabar, kebahagiaan pasti menghampiri mu" kata dokter Bayu


Beti menatap wajah teduh itu dengan begitu lekat


"jangan bersedih, kamu tidak sendiri. Orang tua Nona Naina adalah orang tua mu, orang tua tuan Reyza juga orang tuamu, dan ibu saya juga akan menjadi ibumu nanti nya" tambah dokter Bayu membuat Beti mendengus senyum dengan sisa air mata yang masih melekat diwajah nya, namun dengan segera dokter Bayu menghapus nya


"kamu kuat, saya percaya itu" tambah nya lagi, membuat Beti berdesir hati nya. Selama dia hidup baru kali ini dia benar benar merasa diperhatikan dan diperdulikan, membuat air mata kembali membanjiri wajah nya


"iya bang, hiks. aku bersyukur aku punya mereka yang udah baik kali sama aku, yang udah anggap aku kayak anak nya sendiri" ungkap Beti terisak. Dan dokter Bayu langsung memeluk nya dengan hangat,


Beti tertegun sebentar disela Isak tangis nya mendapat perlakuan dari dokter Bayu, namun dia malah semakin menumpahkan air mata nya dalam dekapan dokter itu


Dokter Bayu tahu cerita hidup gadis itu, dimana dia hanya sebatang kara diibukota. Ibu nya sudah meninggal, dan ayah nya tidak tahu lagi dimana keberadaan nya. Semua dia tahu dari Naina, Naina menceritakan semua nya tentang Beti pada dokter Bayu, sehingga dia tahu seperti apa sakit yang dirasakan oleh Beti. Dibalik sifat nya yang ceria dan cerewet, ternyata dia memendam beban luka yang teramat dalam.


...


"waaahhh, enak banget memang kalau jadi orang kaya, punya pesawat pribadi, bisa jalan jalan kemana mana" ungkap Loli sembari menatap keluar jendela pesawat dengan pandangan kagum nya, membuat Sean langsung geleng geleng kepala, karena sejak tadi hanya itu yang diomelkan oleh gadis kecil nya itu


"memang nya kamu belum pernah naik pesawat" tanya Sean membuat Lolita langsung menoleh kearah nya dan tersenyum canggung


"udah sih kak, waktu kak Nai masih sehat dulu. Tapi kan baru kali ini naik pesawat semewah ini, milik pribadi lagi, rasa nya amzing aja gitu" ungkap Lolita


Sean langsung mengacak gemas pucuk kepala gadis nya itu


"gak boleh iri, kakak gak bisa beliin pesawat buat kamu soal nya" kata Sean membuat Lolita tertawa karena nya


"kakak ih, Loli gak iri kok, Loli cuma kagum. Lagian siapa juga yang mau minta dibeliin pesawat, nanti kakak malah gak betah dirumah lagi" jawab Loli sedikit cemberut


"enggak mau, nanti kakak malah betah dipesawat, apalagi pramugari nya cantik cantik begitu" ucap Lolita sembari dagu nya menunjuk kearah pramugari yang masih terlihat melayani tuan Suryo dikursi depan


Sean langsung tertawa karena itu.


"kamu cemburu yaa" goda Sean membuat Lolita berdecak sinis


"ya jelas, mereka cantik, gak ada yang boleh deketin kakak selain Loli" ungkap Lolita dengan posesif


"uuuhh gemes banget deh, pengen gigit" kata Sean sembari mencubit gemas pipi chubby milik adik Naina itu


Loli hanya merengek manja dan melepaskan tangan Sean dari wajah nya


...


Sementara didalam kamar kecil yang memang ada didalam pesawat itu, Reyza sedang duduk dan mengusili Naina yang sedari tadi bermasam muka.


Dia begitu kesal karena Reyza tak memperbolehkan nya duduk bersama yang lain dan memandang kearah jendela. Dan Reyza malah mengurung nya disini.


"sayang" panggil Reyza sembari masih terus memeluk Naina yang duduk dengan tangan terus menghalangi tangan Reyza masuk kedalam baju nya


"lepasin by" rengek Naina begitu kesal membuat Reyza semakin gemas melihat istri nya itu


"gak boleh tahu ngambek lama lama, apalagi sampai merengut begini" kata Reyza membuat Naina menghela nafas sejenak


"hubby sih nyebelin, Nai kan ingin lihat pemandangan keluar sama yang lain. Kenapa hubby malah ngurung Nai disini, bukan nya bikin Nai istirahat malah gangguin terus" jawab Naina kesal membuat Reyza kembali tertawa dan beranjak dari tempat nya kearah dinding

__ADS_1


"yasudah, kemari, mendekat" ajak Reyza menarik tangan Naina, namun Naina menggeleng dengan cepat


"jangan ih, masak iya ngelakuin nya didalam pesawat" kata Naina tak habis fikir


Namun Reyza malah terbahak mendengar perkataan istri nya, dia langsung mencubit gemas hidung Bangir Naina


"hubby!!" pekik Naina kesal sembari mengusap hidung nya


"kamu itu fikiran nya mesum aja ya, masih kurang yang semalam ya" goda Reyza membuat wajah Naina merona merah mengingat betapa seksi nya Reyza semalam


"tidak" dalih nya memalingkan wajah


"jangan bohong, aku tahu kok, aku juga ingin, tapi waktu nya gak tepat, sabar ya sayang" goda Reyza lagi membuat Naina langsung melempar bantal pada Reyza yang terbahak kembali


"hubby" rengek Naina


"hehe, sudah ayo kemari, dan lihat ini" ajak Reyza sembari memencet sebuah tombol disela sela dinding.


Dan Naina langsung terperangah takjub saat sebuah dinding tipis yang seperti kaca bergeser dan memperlihatkan pemandangan luar pesawat yang menakjubkan


"wow, cantik sekali" ucap Naina yang langsung beranjak dengan cepat


Wajah nya berbinar indah, dengan tangan yang menempel kekaca jendela, yang ternyata memang didesain khusus untuk melihat pemandangan keluar dari kamar itu, sungguh menakjubkan.


"kenapa gak dari tadi sih, kalau tahu begini Nai bakalan betah disini" kata Naina membuat Reyza terkekeh kembali dan langsung memeluk nya dari samping


"kamu sih ngambek terus, aku tahu apa yang kamu mau sayang" ucap Reyza membuat Naina langsung tersenyum malu dan memeluk Reyza dengan erat


"maaf" ucap nya manja


...


..


next


*untuk yang masih setia baca cerita ku, maaf baru update setelah sekian lama...


percayalah guys, menulis sungguh butuh mood yang bagus


terimakasih yang masih menunggu


dan aku kembali lagi untuk segera menyelesaikan cerita ini


sampai ketemu dengan Naina dan Reyza lagi


gak akan lama lagi


beberapa bab lagi, kita akan berpisah dengan mereka,


sekali lagi terimakasih yang masih mau membaca


sehat selalu buat kalianšŸ¤—*

__ADS_1


__ADS_2