
Keesokan siang nya sesuai dengan janji Reyza, dia mengajak Naina untuk berjalan jalan. Mereka singgah ditaman tempat biasa mereka berdua. Sudah menjadi tempat favorit mereka menghabiskan waktu bersama ditempat itu.
Setelah cukup lama duduk santai ditaman itu Reyza pun membawa Naina keacara bazar rakyat yang tak jauh dari kota itu.
Terlihat disana banyak pertunjukan seni dan juga orang orang yang berjualan aneka makanan, aksesoris maupun pakaian.
Naina dan juga Reyza berkeliling keliling sambil menikmati suasana yang padat pengunjung itu.
Reyza menggenggam tangan Naina seakan tak ingin jauh dari gadis itu, dan Naina hanya tersenyum penuh makna mendapat perlakuan manis dari Reyza.
Tak disangka nya dengan Reyza dia mudah dekat, padahal saat pertama kali bertemu mereka terlihat saling benci dan adu mulut. Entah apa yang dirasakan nya, namun saat dengan Reyza dia merasa nyaman dan tenang, sama seperti saat bersama kekasih nya dahulu.
Naina dan Reyza singgah dstand aneka jajanan pasar yang berasal dari gulali. Banyak bentuk dan warna yang lucu dan unik, membuat Naina seketika ingin menyicipi nya.
"kak, mau itu" ucap Naina menghentikan langkah nya, dia menunjuk sebuah permen kapas yang berbentuk seperti bunga bunga sakura.
"mau itu, yauda ayo kita beli" kata Reyza yang masih menggenggam tangan Naina dan mendekat kearah gulali itu.
Reyza pun membelikan Naina apa yang diinginkan nya tadi. Mereka duduk disebuah bangku sambil menikmati permen kapas itu.
"coba kak, enak lo" kata Naina sembari menyuap kan permen kapas itu kemulut Reyza. Reyza pun menyambut nya dengan senang hati, meskipun dia kurang begitu menyukai makanan manis namun melihat wajah Naina yang begitu bahagia membuat nya menjadi tidak tega untuk menolak.
"enak kan" tanya Naina dengan wajah berbinar
"iya, manis seperti kamu" jawab Reyza menggoda dengan mengedipkan sebelah mata nya
"dih, udah pande ya" kata Naina terkekeh
"hehe, baru belajar kok" jawab Reyza sembari mengusap pelan pucuk kepala Naina.
Banyak pasang mata yang melihat mereka dengan senyum kekaguman, bagaimana tidak, meskipun Reyza dan Naina berpenampilan sederhana namun pesona mereka tidak bisa dielakkan.
Reyza yang memang berpostur tubuh tinggi tegap dan berkulit putih serta wajah tampan yang tegas sedangkan Naina, gadis cantik dengan kulit putih, mata hitam berkilau dan rambut panjang hitam lebat nya membuat siapapun akan terpana pada mereka yang terlihat sangat serasi.
Kini mereka melanjutkan perjalanan mengitari area itu, terlihat ada sebuah kerumunan orang orang yang tengah berkumpul menonton sebuah pertunjukan silat.
"ck, Nai kirain apa, ternyata cuma silat" kata Naina malas. Diapun membalikan badan nya meninggalkan tempat itu
"jadi kamu mau lihat apa hm? " tanya Reyza yang mencubit gemas hidung Naina
"gak ada konser musik nya, gak seru. Masak cuma silat silat gitu" kata Naina cemberut
"yauda kamu aja yang konser" kata Reyza asal
"ck, kalo sendirian malu lah kak, " jawab Naina malas
"kakak temenin deh, pasti ramai kalau kamu yang nyanyi" ungkap Reyza membuat Naina mengernyitkan dahi nya
Dan Naina terdiam tampak berfikir, kemudian diapun tersenyum penuh makna
"ya bener juga, lumayan dapet duit kan kita" kata Naina dengan wajah berbinar
"sama duit aja cepet Nai" sahut Reyza terkekeh
"ya biar kita cepet beli mulut tetangga kak. Hehe" jawab Naina tertawa yang membuat Reyza semakin gemas
"tapi gimana cara nya, la ya wong alat nya aja gak ada" kata Naina lagi
Reyza pun melihat kesekeliling nya. Hingga pandangan nya tertuju pada penjual alat alat musik.
"kamu tunggu disini sebentar" kata Reyza segera berlalu ketempat yang dituju meninggalkan Naina yang menatap nya dengan heran.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Reyza kembali dengan sebuah gitar dan microfon ditangan nya.
"dapet dari mana kak? " tanya Naina heran
"tuh disana" tunjuk Reyza pada stand penjualan alat musik
"kakak beli? " tanya Naina terpelongo dan Reyza menganggukan kepala nya santai
"astaga kak, kan sayang uang nya, gajian masih lama. Ini gitar lumayan mahal pasti kan" kata Naina mengomel
"ish kamu ini udah kayak emak emak komplek aja sih, maka nya kamu nyanyi yang bagus biar kita dapat uang banyak, udah ah ayok" ucap Reyza seraya menarik tangan Naina untuk duduk dikursi ditengah tengah area itu
"biar kakak yang main gitar kamu yang nyanyi, " kata Reyza yang sudah duduk dikursi sembari menyetel gitar nya
"emang kakak bisa? " tanya Naina menatap Reyza tak percaya
"ya ampun, jangan sepele kamu ya, belum tau aja bakat terpendam kakak. Udah siap siap kita nyanyi. lagu apa? " tanya Reyza lagi
"lagu cinta aja" jawab Naina cepat, meski ragu namun dia membiarkan Reyza untuk menunjukan bakat nya.
Naina pun duduk disebelah Reyza yang menatap nya dengan senyum nya yang manis membuat Naina terpaku sejenak, senyum yang selalu mampu membuat nya luluh tak berdaya.
Reyza mulai memetik senar gitar nya dengan lincah, melihat itu Naina terperangah tak percaya, dia pun langsung tersenyum penuh makna menatap Reyza.
Beberapa orang pengunjung yang ada disana langsung berkumpul mengelilingi mereka. Menatap kagum pasangan muda itu. Bagaimana tidak pesona Reyza yang memang tampan dan berkharisma seolah menyihir mereka untuk mendekat ditambah lagi dengan gadis cantik bersuara emas.
Naina pun mulai menyanyikan lagu nya sembari menatap Reyza yang juga menatap nya.
..
Awal nya ku tak mengerti
Segala nya berubah dan rasa rindu itupun ada
Sejak kau hadir disetiap malam dan tidur ku
Aku tau sesuatu sedang terjadi padaku
Sudah sekian lama
Kualami pedih putus cinta
Dan hadirmu membawa cinta
Sembuhkan lukaku
Aku tau sesuatu sedang terjadi padaku
Aku jatuh cinta
Kepada dirimu
Sungguh sungguh cinta
Ooh apa ada nya
Tak pernah ku ragu
Namun tetap selalu merindu
Sungguh aku
__ADS_1
Jatuh cinta kepadamu
.....
Tepuk tangan sorak sorai pengunjung pun menggema diarea bazar itu. Naina dan juga Reyza menatap kesekeliling mereka yang sudah penuh dengan pengunjung yang menonton mereka.
Sungguh mereka tidak menyangka jika banyak peminat yang mau menonton aksi mereka berdua. Apalagi Reyza, ini merupakan hal baru dalam hidup nya.
"sekali lagi dong mbak, mas" teriak beberapa pengunjung
"ayo dong mbak, lagi" pinta pengunjung yang lain
Naina dan juga reyza saling pandang dan mengangguk.
Setelah sepakat Naina kembali menyanyikan sebuah lagu cinta. Lagu dari ungu tercipta untukku disenandungkan Naina dengan penuh perasaan.
Dia menyanyikan lagu itu sembari menatap Reyza yang juga menatap nya. Membuat semua pengunjung ikut terbawa suasana romantis dua pemuda itu.
Reyza tersenyum manis dengan hati yang sangat damai, belum pernah dirasakan nya kebahagiaan seperti ini sebelum nya. Meski pun hanya sederhana dan jauh dari kata mewah, namun ketika melihat senyum Naina yang tulus dan berbinar hati nya terasa berdesir hangat, apalagi melihat begitu antusias nya pengunjung yang melihat mereka.
Setelah menyanyikan lagu itu Naina dan Reyza pun membungkukan badan tanda hormat dan pertunjukan mereka selesai.
"terima kasih bapak dan ibu, mbak mbak, mas mas dan adik adik semua. " ucap Reyza saat semua pengunjung memberikan tips untuk mereka disebuah kotak kardus yang telah disediakan Reyza didepan mereka duduk.
Setelah beberapa saat mereka semua pun membubarkan diri sementara Reyza dan Naina beranjak ketempat yang lebih sepi.
"woaah, banyak banget duit nya kak, liat deh" kata Naina berbinar melihat tumpukan uang ditangan nya
"iya, lumayan" ucap Reyza yang masih menatap wajah bahagia Naina
Tidak susah membuatmu bahagia Nai. Batin Reyza
"kalau gini setiap hari bisa cepet kaya kita kak, hihi" kata Naina terkekeh geli
"emang kamu mau ngamen tiap hari? " tanya Reyza heran
"kalau kayak gini penghasilan nya mah siapa yang nolak. Hehe" jawab Naina lagi sedangkan Reyza hanya geleng geleng kepala
"kakak yang males Nai dikerubungi ibu ibu kayak tadi" ucap Reyza sambil meminum minuman yang dibeli nya tadi
"habis kakak ganteng banget sih, maka nya ibu ibu itu pada gemes" kata Naina yang masih asik menghitung uang nya
"iya, memang susah jadi orang ganteng" jawab Reyza terkekeh geli
"nih kak, uang kakak yang untuk beli gitar tadi, terus ini sisa nya kita bagi dua ya" kata Naina memberi dua tumpuk uang pada Reyza
"gak usah lah, buat kamu aja, kan kamu yang nyanyi" kata Reyza menolak
"eh jangan gitu, kan kita sama sama, jadi harus bagi dua donk. Ni ambil" kata Naina menyerahkan uang nya lagi
"yauda, semua nya bagi dua aja, kakak kan beli gitar nya untuk kakak juga" ucap Reyza mengembalikan lagi uang nya
Alhasil mereka pun tarik menarik uang penghasilan mereka.
Astaga anak ini. Uang segini tidak ada apa apa nya untuk ku. Batin Reyza sembari melihat beberapa pecahan uang recehan itu
Setelah dirasa cukup lelah dan puas seharian bersama mereka pun kembali kekost masing masing karena hari sudah mulai sore dan mereka juga harus sudah bekerja lagi.
..
jangan lupa tinggalin jejak ya guys
__ADS_1