
Malam ini Reyza dan Naina terlihat bersemangat dalam pekerjaan yang mereka lakukan. Tidak ada lagi wajah dingin dan suram pada raut muka mereka.
Sesekali sembari melayani pengunjung Reyza melirik gadis yang sedang menyanyi diatas panggung, sesekali juga dia melempar senyum hangat nya pada gadis yang kini tanpa sadar telah mengisi sebagian hati nya tersebut.
Gadis kakak nya dulu yang ia perjuangkan kebahagiaan nya, namun sekarang nampak nya ia lah yang bahagia dekat dengan gadis itu.
Begitu pula dengan Naina tidak ada lagi lagu galau yang keluar saat ia menyanyi, hanya lagu lagu cinta yang selalu ia lantunkan untuk para pengunjung cafe tersebut.
Semenjak mengenal Reyza ia sangat bersyukur dapat mengurangi sedikit kesedihan nya akibat kepergian kekasih nya dulu.
Meski awal nya berat menerima kenyataan bahwa Reyza hampir memiliki kesamaan dengan Abi namun sekarang ia mencoba untuk menerima takdir dari Tuhan ini.
Mulai menjalani kehidupan baru dengan pengganti Abimanyu, meski separuh hati nya masih dipenuhi oleh rasa cinta untuk mantan kekasih nya.
Naina sedang menyanyikan lagu dari bunga citra lestari "tentang kamu" dengan senyum manis nya yang sesekali menatap Reyza yang juga menatap nya.
Dari sudut cafe didepan pintu ruangan nya Danil memperhatikan mereka dengan senyum yang mengembang dibibir nya.
"tidak lama lagi tugas ku berakhir Bi" batin Danil
Setelah beberapa saat membawakan beberapa buah lagu dan tanda selesai nya acara panggung dicafe itu Naina pun turun menuju pantry dapur untuk mencari minuman karena tenggorokan nya terasa kering.
"nih minum dulu" ucap Reyza yang tiba tiba sudah berada dibelakang Naina
"kakak, ngejutin aja kayak hantu deh" kata Naina sembari memegang dada nya
"mana ada hantu seganteng aku, ini minum dulu biar seger" kata Reyza menyerahkan segelas jus lemon pada Naina
"terima kasih" balas Naina sambil meneguk habis air dalam gelas nya
"anak gadis minum nya kayak begitu" ejek Reyza terkekeh melihat kelakuan Naina
"haha, haus banget kak" kata Naina sembari meletakan gelas nya dinakas tak jauh dari tempat mereka berdiri.
"woi, kalian ini gak dimana mana bedua terus ya, heran kali aku" kata Beti geleng geleng
"ck, sirik aja lu Bet. kamu itu yang ada terus dimana mana" jawab Reyza yang terkejut
"sirik la aku, coba la kalian carikan aku pasangan, biar gak ngiri aku liat kalian" kata Beti lagi
"haha, tu sama si Putra aja, cocok kalian" kata Reyza menunjuk Putra yang sedang bersih bersih meja
"bener itu mak bet" timpal Naina pula
"aih mak jang, masak aku disuruh sama playboy cap gayung kayak dia, males kali aku, gak ada yang lebih bagus lagi apa. Ya paling enggak kayak abang ganteng ini lah" ungkap Beti terkekeh
"ini limited edition mak bet, gak ada lagi dipasaran" kata Naina tertawa
"woah jahat banget, kamu kira aku barang" kata Reyza mencubit gemas hidung Naina
"hahah, sakit kak. Kan bener, gak ada dipasaran muka kakak" jawab Naina sembari mengelus hidung mancung nya
"aiisshh, ya paling enggak yang kw pun gak papa lah, ngiri kali aku nengok kalian. Sayang muka cantek ku ini mubajir" kata Beti pula
"haha, pasang sablon aja dipinggir jalan, butuh jodoh, entar pasti bakal dateng tu antrian" ujar Reyza mengejek
"hiss sialan kau bang, kau kira aku ini indomi" sewot Beti.
"hhaha, sejenis nya lah, lihat lah rambut mu kriting begitu" ejek Reyza lagi
"hoah pengen tak gigit ini Nai, gak tau dia kalau ini rambut kebanggaan ku" kata Beti mengibaskan rambut kriting nya
"haha, udah udah kalian ini. Bekemas lah ayuk, biar cepet pulang, " kata Naina terkekeh meninggalkan Beti dan juga Reyza yang masih saja saling mengejek
"bye mbak indomi" kata Reyza melangkah pergi meninggalkan suara lengkingan Beti
__ADS_1
"kurang ajar kau ya bang, kusunat lagi kau nanti" seru Beti kesal
Sedangkan Reyza sudah tertawa terbahak bahak
Mereka pun mengemasi dan membersihkan setiap sudut cafe. Setelah selesai mereka semua pulang kerumah mereka masing masing.
Naina dan juga Reyza tengah dalam perjalanan pulang. Sesekali mereka bercerita dan bersenda gurau sembari menikmati jalanan yang mulai sepi.
Namun tak berapa lama saat tiba dijalan sepi motor mereka dihadang oleh sebuah mobil.
Reyza pun langsung menepikan motor nya.
Terlihat lima orang keluar dari dalam mobil itu.
"kak, mereka siapa, mau ngapain? " tanya Naina yang mulai panik karena raut wajah mereka sungguh tak bersahabat.
"itu Andre dan temen temen nya. Kamu jangan takut, tetep dibelakang kakak ya" kata Reyza menggenggam tangan Naina yang mulai bergetar takut.
Ditatap nya wajah Andre yang nampak nya mulai menunjukan emosi.
"mau apa kalian? " tanya Reyza tenang
"mau ngabisin lo, dasar brengsek. Gara gara lo gue di DO dari kampus itu" kata Andre dengan suara bariton nya
"kenapa gue, lo yang salah, cari ribut sama gue" balas Reyza masih dengan sikap tenang nya
"cih, lo itu miskin tapi belagu, pasti lo yang pengaruhi Dion dan petinggi kampus untuk ngeluarin gue, iyakan! " bentak Andre lagi
"bukan kerjaan gue kayak gitu, lo nya aja gak tau diri, harta bokap lo ,lo banggain, cih. Menjijikan! " ucap Reyza yang semakin membuat Andre naik pitam
"sialan lo, kurang ajar! " teriak Andre. Diapun langsung mengarahkan tendangan kearah Reyza, namun secepat kilat Reyza dapat menghindar dengan menarik Naina yang sudah ketakutan dibelakang nya
Teman teman Andre yang lain pun sudah mengelilingi mereka.
"kak" ucap Naina yang bergetar takut
Andre dan anak buah nya pun langsung bergerombol menghajar Reyza dan juga Naina. Naina menjerit ketakutan saat lengan nya ditarik oleh salah satu teman Andre, sedangkan Reyza sedang menghajar tiga orang lain hingga tak berdaya
"kakak! " teriak Naina saat sebuah pisau sudah hampir mendarat dileher nya
"astaga Nai !, hei, lepaskan dia sialan!!!" teriak Reyza berang
"haha, tidak semudah itu bodoh, lo harus jadi budak gue dan bilang sama Dion untuk nyuruh pihak kampus nerima gue, baru gue mau ngelepasin gadis ini" sahut Andre lantang
Sementara Naina sudah menangis dalam kungkungan teman Andre.
Reyza masih terdiam seraya memikirkan taktik untuk melepaskan Naina.
Namun karena ancaman Andre dia jadi tidak bisa berfikir jernih apalagi ketika melihat Naina sudah meringis kesakitan.
Reyza pun mengeluarkan ponsel nya hendak menghubungi pak Roy, namun saat melirik kearah belakang Naina dan juga Andre dia melihat Danil sudah menodong kan senjata kearah kaki teman Andre yang menyandera Naina.
Reyza pun menghembuskan nafas nya lega. Dia tetap berpura pura pada ponsel nya.
"cepat sialan, atau gadis ini gue bunuh! " kata Andre lantang
Dor
Arrggh
Reyza segera menarik lengan Naina dan mendekap tubuh Naina yang terlihat lemas.
Sementara teman Andre sudah terduduk tak berdaya karena kaki nya ditembak oleh Danil.
"sialan, kurang ajar. Siapa lo berani ikut campur ha? " ucap Andre menatap Danil dengan tatapan emosi nya
__ADS_1
"jangan bergerak, atau kau juga akan ku tembak" seru Danil menodongkan senjata nya dikepala Andre
Andre pun mulai ketakutan, dia langsung mengangkat tangan nya keatas.
Danil melirik Reyza yang sedang menenangkan Naina. Hingga tak lama kemudian mobil polisi datang ketempat itu karena sudah diberitahu oleh Danil sebelum nya
Andre dan teman teman nya pun langsung diringkus dan dibawa kekantor polisi.
Sedangkan Danil menemui Reyza dan Naina yang berdiri tak jauh dari tempat nya.
"terima kasih banyak mas sudah menolong kami" ucap Reyza tulus
"sudah tugas ku, kamu tidak apa apa kan Nai? " tanya Danil begitu khawatir melihat Naina dan tentu saja itu membuat Reyza menatap nya dengan heran
"tidak apa pak, terima kasih banyak" jawab Naina dengan berusaha tersenyum meski kaki nya masih gemetaran dan sangat lemas
"kalian bisa pulang sendiri atau mau saya antar? " tanya Danil menatap Reyza dan Naina bergantian
"kami bisa sendiri mas, terima kasih " jawab Reyza cepat dan Naina hanya mengangguk
"baiklah, kalau begitu saya akan kekantor polisi untuk mengurus orang orang itu. Kalian hati hati" ucap Danil menatap Naina yang terlihat masih syok
"sekali lagi terima kasih banyak" kata Reyza
"hmm, jaga Naina baik baik, saya permisi" kata Danil dan Reyza hanya menganggukan kepala nya menatap heran pria itu yang bersikap terlalu perhatian pada Naina.
Setelah kepergian Danil, Reyza membawa Naina pulang kekontrakan nya. Sepanjang jalan Naina masih banyak terdiam.
Setelah sampai dikontrakan nya Reyza pun membawa Naina masuk kerumah nya dan duduk disebuah kursi panjang dalam rumah itu.
"kamu beneran gak papa kan Nai? " tanya Reyza khawatir
"gak papa kak, Nai masih shock dikit aja kok" jawab Naina berusaha tersenyum
"maaf ya, gara gara masalah kakak, kamu jadi ikutan kena bahaya" jawab Reyza merasa bersalah
"Nai gak papa kak, ini bukan salah kakak kok" jawab Naina berusaha meyakinkan pria itu dan menatap wajah sendu Reyza
"kamu gak papa kan kakak tinggal" tanya Reyza lagi
"gak papa, kalau kakak gak pulang nanti kita bisa dikawinin" jawab Naina tersenyum.
"ya gak papa, malah bagus" balas Reyza terkekeh pelan
"kakak ih, yauda pulang lah. Udah malem banget" kata Naina lagi
"iya, kalau ada apa apa langsung hubungi kakak ya" ucap Reyza sembari mengelus pelan pucuk kepala Naina
"iya, kakak hati hati" kata Naina lagi.
Reyza pun hanya menganguk dan langsung berlalu meninggalkan rumah Naina.
Setelah kepergian Reyza, Naina pun masuk kekamar mandi untuk membersihkan badan nya.
Setelah bersih dia membaringkan tubuh nya yang terasa sangat lemas.
Terima kasih kak, kau telah mengirimkan orang orang baik untuk menjagaku. Aku menyayangimu kak Abi. Batin Naina
Dia ingat bahwa sepeninggal Abimanyu, Danil lah yang selalu menjaga nya, meski dia tahu Danil seorang ceo namun dia tetap berada dicafe itu untuk selalu bisa menjaga Naina dari jauh.
Sementara ditempat Reyza, kini dia tengah berbaring diatas kasur lipat nya. Meregangkan otot otot nya yang terasa ngilu akibat perkelahian tadi.
"Kenapa Danil begitu perhatian pada Naina, dulu dia mengambil Angelina ku, tak mungkin kan dia juga menaruh hati pada Naina. "Gumam Reyza
...
__ADS_1
next