Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Ribut Lagi


__ADS_3

Pagi ini Naina sudah dikampus nya, kini dia sedang bersama dengan Clarissa diperpustakaan kampus. Karena dosen yang mengajar tidak dapat hadir jadi mereka memutuskan untuk keperpustakaan sambil mengerjakan tugas mereka.


"Nai" panggil Clarissa


"hmm"


"lo kenapa sih kalau dideketin kak Sean selalu ngehindar, kasian gue liat dia tau Nai, dari awal kita masuk sampek sekarang gak lo respect juga tu orang" ungkap Clarissa


"aku gak suka Cla" jawab Naina tanpa menatap wajah Clarissa dan tetap fokus pada buku ditangan nya


"dia baik lo Nai, pinter lagi, dari dulu dia selalu nunggu lo" kata Clarissa lagi


"ya gimana, hati kan gak bisa dipaksain" jawab Naina


"lo belum coba Nai, move on dong, jangan berlarut larut terus" kata Clarissa hati hati. Dia tau hati sahabat nya ini masih terlalu rapuh sejak kejadian itu


"hmh, udah aku coba Cla, tapi ntah kenapa sakit nya masih terasa, dan Sean gak cukup kuat untuk bisa gantiin dia" lirih Naina mulai berkaca kaca dan menatap Clarissa


Clarissa pun langsung memeluk sahabat nya itu. Dia tau duka itu masih selalu menyelimuti hati Naina.


"maaf Nai, bukan maksud gue ngungkit luka itu lagi, tapi gue cuma pengen lo move on dan bahagia" kata Clarissa tulus


"iya gak papa, suatu saat aku pasti nemu orang yang bisa buat aku bahagia kok, tapi mungkin bukan kak Sean Cla, sampek sekarang aku gak ngerasain apa apa saat deket dia" ungkap Naina sendu


"iya iya, mudah mudahan orang itu akan segera hadir " jawab Clarissa menatap sendu wajah sahabat nya.


Naina pun hanya mengangguk dan tersenyum tipis


Mereka pun kembali mengerjakan tugas mereka sampai beberapa saat kemudian banyak bisik bisik yang menganggu mereka.


"kenapa sih mereka, berisik amat" tanya Naina sembari menatap Clarissa yang duduk didepan nya ternyata sudah terpelongo dengan mata yang berbinar binar sejak tadi


"hei, kamu kenapa Cla? , liat apaan sih? " tanya Naina heran. Dia pun mengikuti kemana arah mata Clarissa melihat.


"astaga Cla, aku kira liat setan, ternyata induk nya setan" ucap Naina melengos melihat Dion dan Reyza yang duduk beberapa meja dari meja mereka.


"oh ya ampun nai, kak Dion gue,, vitamin ini Nai. Vitamin " ucap Clarissa sudah salah tingkah saat Dion menatap nya


"ck, vitamin apaan, racun iya, bosen aku liat muka nya" kata Naina melengos


"racun?? Lo bilangin kak Dion gue racun Nai?? " tanya Clarissa melotot kesal


"isshh. Bukan Dion kamu, noh yang disebelah nya" sewot Naina


"lo kenal? " tanya Clarissa heran sambil memandang teman Dion


"gak, tapi dia juga kerja di cafe tempat aku kerja. kalau ketemu tu orang sial mulu hidupku, Nyebelin banget tu orang," kata Naina sewot tanpa sadar orang yang dibicarakan nya sudah berdiri dibelakang nya bersama Dion.


Clarissa hanya mampu terdiam gugup, ia mengedip ngedipkan mata nya pertanda agar Naina berhenti bicara, namun nampak nya Naina masih mengeluarkan kekesalan nya.

__ADS_1


"dimana ada dia pasti nyari ribut, liat aja tu udah nongol lagi disini, muka aja ganteng tapi nyebelin nya subhanallah" gerutu Naina lagi.


Dion sudah terkekeh geli menahan tawa nya sementara Reyza menatap nya horor


"emm Nai, hati hati lo, benci banget kayak nya " kata Clarissa semakin gugup


"ya emang benci banget aku sama tu orang, nyebelin banget. Kalo jumpa pengen aku pites aja bawaan nya" kata Naina lagi sambil mengepalkan tangan nya


"benci sama cinta beda tipis lo" ucap Dion tiba tiba yang membuat Naina langsung terlonjak kaget. Dia pun membalikan tubuh nya dan langsung menganga melihat Reyza yang sudah siap menerkam nya


"oh my god, mati aku" batin Naina menjerit


"apa!! Nie gue udah didepan lo, ayo sini," ucap Reyza gemas sembari menatap tajam Naina


"a a aku, ck. Ayo Cla pergi" ajak Naina menarik tangan Clarissa


Dion terkekeh geli melihat kelakuan Naina dan Reyza yang seperti kucing dan anjing


"oh gak bisa ini cewe bagian aku, ayo dek ikut kakak" kata Dion menarik lengan Clarissa. Membuat Naina semakin gugup dan Clarissa hanya terdiam melongo.


Diapun pergi bersama Dion yang menarik lengan nya menjauh dari tempat Naina dan Reyza


"eh eh kak, mau kemana, itu temen aku nanti diapa apain sama temen kakak lo" kata Clarissa mulai panik namun juga girang karena berada didekat idola nya


"gak bakalan, udah biarin aja mereka nyelesain masalah nya. Kamu temenin aku" ucap Dion masih mengenggam tangan Clarissa hingga semua orang menatap mereka


"mau kemana? " tanya Clarissa heran


"haha, kakak ini. Yauda tapi lepasin dulu tangan aku. Noh liat mereka ngeliatin kita terus" kata Clarissa yang membuat Dion gugup dan salah tingkah


"eh, hehe. Maaf maaf. Gak sadar gue" jawab Dion sembari menggaruk tengkuk nya


Sementara Naina dan Reyza sudah saling ingin menerkam.


"lo kayak nya sensi amat sama gue ya, salah apa gue sama lo" tanya Reyza yang sudah memuncak kekesalan nya


"nyebelin , itu salah kakak. " sewot Naina


"lo yang nyebelin, cewe gak tau terima kasih" ucap Reyza lagi


"apa kakak bilang, ngapain aku harus berterima kasih sama kakak. Gak guna banget" kata Naina beranjak pergi dari hadapan Reyza


"tuh liat, gak sopan banget orang lagi ngomong malah pergi" sewot Reyza


"bodo amat" kata Naina melengos. Diapun sudah menghilang dari balik pintu meninggalkan Reyza sendiri dalam kekesalan nya.


"heran gue, perasaan dia yang selalu ngajak ribut, ada ya makhluk kayak gitu. " batin Reyza dalam hati


Diapun langsung keluar dari perpustakaan itu kembali kekelas nya. Duduk sambil memegangi kepala nya yang mulai pusing karena kelakuan gadis itu.

__ADS_1


Hingga beberapa menit kemudian Dion masuk dan duduk mengejutkan nya.


"hei, gimana tadi, berhasil? " tanya Dion menepuk pundak Reyza


"ck, berhasil apa nya" tanya Reyza malas


"ya sama cewe tadi, cantik juga gue liat" goda Dion yang membuat Reyza melengos


"cantik, tapi kayak mak lampir. Males banget gue berurusan sama orang kayak gitu" kata Reyza sewot


"haha, kenapa, sayang tampang ganteng lo gak lo gunain" kata Dion semakin mengejek


"cih males gue berurusan sama cewe. Cuma bisa nyakitin hati doank" jawab Reyza lemas. Seketika dia mengingat memori nya yang lalu


"wah pernah patah hati lo ya maka nya gitu amat" tanya Dion mulai kepo


"udah ah, males gue ngebahas yang kayak gitu" kata Reyza yang mulai menghindar


"haha, ok ok. Paham gue" ucap Dion menyerah


..


Sementara dikelas Naina, dia sedang duduk merenung dikursi nya.


Terlihat Clarissa baru masuk dan mengejutkan nya.


"hai Nai, gimana, udah selesai? " tanya Clarissa yang nampak nya tengah bahagia


"hmmh ngapain nanyak nanyak, jahat banget ninggalin aku sendiri" kata Naina melengos kesal


"hehe, maaf sayang, kan lo liat tadi kak Dion narik gue, mana mungkin kan gue sia siain kesempatan emas kayak gitu" kata Clarissa sumringah


"ya bahagia deh kamu diatas penderitaan aku" lirih Naina pura pura sedih


"hahaha, muka lo jelek banget. Ayolah Nai, ganteng banget lo gue liat wajah temen kak Dion itu, kalau diperhatiin kak Dion yang pangeran dikampus ini juga kalah ganteng sama dia, cocok lo Nai" kata Clarissa lagi


"ganteng tapi kalo nyebelin gitu siapa yang mau" sewot Naina


"jangan terlalu ngebenci, takut nya lama lama jadi cinta lo" kata Clarissa menggoda


"amit amit" sewot Naina


"amit amit apa amin amin" goda Clarissa


"Cla, " seru Naina kesal


Sementara Clarisa hanya tertawa geli melihat wajah kesal Naina


..

__ADS_1


next


__ADS_2