Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Bolehkah Berharap Lebih (Beti)


__ADS_3

Naina dan Reyza kini berada ditaman tempat dimana mereka menghabiskan waktu sewaktu mereka masih sama sama kuliah dulu. Tempat kenangan untuk mereka berdua, tempat pertama kali mereka memulai ikatan pertemanan hingga mereka terjebak dalam cinta yang begitu mendalam.


Saat ini mereka duduk dibawah pohon rindang yang masih berdiri kokoh disana, tidak ada yang berbeda dari tempat itu. Hanya ditambah beberapa kursi dan sebuah saung dipinggiran danau. Selebih nya masih sama seperti waktu dulu.


Naina menyandar didada Reyza yang duduk bersandar dibatang pohon besar. Kerudung Naina melayang layang terhembus angin yang menerpa tubuh mereka. Sungguh sore itu begitu tenang dan mendamaikan hati nya yang selama satu tahun lebih ini tidak pernah menghirup udara terbuka seperti ini.


"Ditempat ini kita memulai semua nya" ungkap Reyza


"Ya, tempat bersejarah yang gak akan pernah bisa dilupakan" gumam Naina pula. Mata nya masih memandang lurus kearah danau yang begitu jernih meski dihiasi oleh bunga bunga teratai


"Maafkan aku yang sudah mengabaikan mu terlalu lama sayang, seharusnya aku tidak meragukan cintamu" kata Reyza membelai sayang kepala Naina dan menciumi nya penuh cinta


Naina tersenyum lembut menatap wajah tampan Reyza


"Semua sudah berlalu, jangan diungkit lagi. Anggap saja itu sebagai ujian cinta kita" balas Naina membuat Reyza mengangguk


"Kamu benar, itu adalah ujian yang benar benar menyakitkan" jawab nya


"Terimakasih sudah menjadi yang terbaik untuk Naina hubby" ucap Naina begitu lembut membuat Reyza tersipu hingga wajah tampan nan tegas nya merona samar


"Terimakasih juga telah kembali. Jangan pergi lagi, walau hanya sekejap" kata Reyza pula


Naina langsung memeluk erat tubuh Reyza yang balas mendekap nya dengan lembut


"Bagaimana mungkin Nai pergi jika semua nya sudah Nai dapatkan. Hanya maut yang bisa memisahkan kita" jawab Naina


"Dan aku berharap maut pun tak akan dapat memisahkan kita sayang, aku ingin kamu menjadi pasangan ku saat didunia maupun dialam sana nanti" kata Reyza membuat Naina kembali tersenyum penuh haru


"Semoga, Nai juga berharap begitu" jawab Naina


Mereka menghabiskan waktu hingga menjelang sore disana. Dapat Reyza lihat senyum Naina yang terus merekah indah, seolah olah dia baru saja kembali hidup setelah sekian lama meredup.


Naina berdiri memejamkan mata nya menikmati hembusan angin yang menerpa wajah dan tubuh nya. Dan bibir nya kembali merekah indah saat Reyza yang tiba tiba memeluk nya dari belakang, membenamkan wajah nya dibahu Naina


Naina mengusap lembut lengan Reyza yang melingkari perut nya.


"Maafkan aku yang terlalu mengekang mu ya" ucap Reyza


Naina tersenyum dan menggeleng


"Tidak apa apa, Nai suka. Nai tahu jika hubby hanya mau yang terbaik untuk Nai" jawab Naina , Reyza mengeratkan pelukan nya kembali


"Aku hanya takut kamu sakit lagi sayang" ucap nya lirih


"Jangan khawatir sayang , Nai janji akan selalu sehat untuk suami terhebat Naina ini" balas Naina mengusap lembut wajah tampan itu


Reyza hanya tersenyum dan kembali merebahkan kepala nya dibahu Naina


"Kenapa tempat ini sepi sekali, hanya ada kita" kata Naina mengedarkan bola mata nya kesegala arah


"Ya karena tempat ini hanya milik kita" jawab Reyza singkat seiring dengan wajah nya yang menciumi tengkuk Naina menghirup aroma vanila yang selalu menenangkan hati nya

__ADS_1


"Nai serius sayang" kata Naina sembari menggeliat geli


"Aku juga serius" jawab Reyza membuat Naina mendengus dan mencubit gemas lengan kekar yang masih betah menempel pada nya


Reyza tertawa kecil sembari beranjak dan berdiri disamping Naina


"Aku sudah membooking tempat ini, sehingga tidak akan ada yang bisa menganggu kita" ungkap Reyza membuat Naina langsung menoleh kearah nya


"Kenapa begitu, tidak ada juga yang berani ganggu, dari dulu juga gak ada yang ganggu" gumam Naina heran


Reyza langsung menarik gemas hidung bangir Naina membuat istri nya itu berdecak kesal


"Semua orang sudah tahu siapa aku, mereka juga pasti mengenal mu sebagai penyanyi yang pernah naik daun, kamu mau kita gagal refreshing karena harus menghindari tatapan dan kehebohan mereka" jelas Reyza membuat Naina tertegun, dia baru ingat akan hal itu sekarang


"Iya ya, kenapa Nai bisa lupa" gumam nya, Reyza kembali mengusap gemas pucuk kepala nya dan melabuhkan kecupan singkat disana


" kamu terlalu lama bergaul dengan Beti sayang sehingga menjadi begitu polos tak menentu" ejek Reyza membuat Naina memukul lengan nya kembali


"Sembarangan, dia itu meskipun cerewet tapi paling ngerti dan paling baik ya, Nai berhutang Budi sama dia" jawab Naina membuat Reyza tertawa


"Haha, iya iya, aku tahu. Maka dari itu cara kita membalas nya adalah dengan mewujudkan kebahagiaan nya" jawab Reyza


"Dengan dokter Bayu?" Tanya Naina


"Ya" jawab Reyza


"Apa dokter Bayu punya perasaan yang sama, Nai takut Beti kecewa sayang" kata nya cemas


"Hubby begitu mengenal nya" gumam Naina


"Sebenar nya tidak juga, dia lebih dekat dengan kak Abi dulu nya, aku hanya sering bertemu dengan nya jika mereka bertemu. Dia adalah salah satu dari sekian banyak nya orang yang mendapat beasiswa terbaik yang diberikan oleh papa." Ungkap Reyza


"Seperti mas Danil?" Tanya Naina


"Ya, tetapi mas Danil melalui perantara kak Abi, karena mereka adalah sahabat, sedangkan dokter Bayu langsung dari papa karena almarhum papa dokter Bayu adalah sahabat papa dulu nya" jelas Reyza lagi membuat Naina menganggukan kepala nya


"Nai harap Beti benar benar mendapat kebahagiaan nya, kasihan dia hanya sebatang kara" lirih Naina


"Orang tua nya?" Tanya Reyza


"Ibu nya sudah meninggal sejak melahirkan nya, dan Ayah nya ada, tapi tidak pernah perduli, maka dari itu Beti memutuskan untuk merantau kesini demi mengubah nasib nya" ungkap Naina dan kali ini Reyza yang mengangguk


"Dia gadis baik, pasti akan mendapatkan hal yang terbaik pula" jawab Reyza


"Ya semoga" balas Naina


...


Ditempat lain...


Beti sedang menahan gugup nya saat ini karena sedang berhadapan oleh ibu dokter Bayu yang baru saja tiba disana untuk menjaga cucu semata wayang nya.

__ADS_1


"Ibu, perkenalkan ini Beti, teman Bayu" kata dokter Bayu pada ibu nya


Beti mengangguk dan langsung mencium punggung tangan ibu dokter Bayu yang tertegun sesaat namun tak lama dia tersenyum melihat gadis cantik berambut keriting itu


"Salam kenal Bu" ucap Beti begitu sopan meski logat nya masih ketara


"Kamu cantik nak. Tapi ibu tidak pernah melihat mu selama sebulan disini" ungkap ibu dokter Bayu


"Saya memang sudah lama tidak kemari Bu" jawab Beti


"Dia ditugaskan tuan Suryo untuk menjaga istri tuan Reyza Bu" jelas dokter Bayu pula


"Oh begitu, berarti kamu tinggal dirumah nya ya" kata ibu dokter Bayu begitu ramah membuat Beti melebur rasa gugup nya


"Iya Bu" jawab nya , ibu dan anak itu sama sama begitu meneduhkan hingga hati Beti berdesir hangat dibuat nya


"Bu, Bayu tinggal sebentar ya, Bayu mau membereskan berkas berkas dulu sebelum pulang" ucap Bayu pada ibu nya yang mengangguk


"Bet, saya tinggal dulu. Kamu sama ibu dulu tak apa kan" kini Dokter Bayu beralih pada Beti


"Gak papa bang" jawab nya


Selepas kepergian Bayu, ibu Bayu membawa Beti untuk mengobrol disofa tak jauh dari ranjang dimana Rayanza masih tertidur. Dia tertidur begitu lama bahkan sudah beberapa jam sejak Beti datang, mungkin karena pengaruh obat juga


"Kami bukan berasal dari sini nak?" Tanya ibu Bayu


"Enggak Bu, saya dari Medan, merantau kemari" jawab Beti


"Sudah lama?" Tanya ibu Bayu lagi


"Udah Bu, mungkin hampir depalan tahun, dari saya masih kecil Sampek setua ini" jawab nya serius membuat ibu Bayu tertawa pelan


"Ibu terkejut saat melihat mu disini, apa kalian memiliki hubungan ?" Tanya ibu dokter Bayu lagi namun Beti menggeleng lemah,


"Enggak Bu, saya kenal dokter selama merawat istri tuan Reyza disini, dan baru ketemu hari ini lagi" jawab nya begitu jujur


"Berarti kamu satu satu nya wanita yang beruntung nak" ungkap nya membuat Beti mengernyit kan dahi nya


"Beruntung?" Tanya nya tak mengerti


"Ya, tidak pernah ada satu orangpun yang dekat dengan nya sampai dia mempercayakan Rayanza pada orang itu." Jawab ibu Bayu, namun Beti masih dengan wajah bingung nya membuat ibu Beti tersenyum menatap nya


"Bayu tidak pernah memperkenalkan seorang gadis pun pada ibu. Walau hanya sebatas teman, ibu bahkan tahu jika banyak sesama dokter maupun perawat disini yang begitu mengagumi nya, namun tidak ada satu orang pun yang berhasil mencuri perhatian nya. Dan dengan memperkenalkan mu pada ibu, seperti nya ibu sudah tahu apa maksud nya" ungkap ibu Bayu lagi dengan senyum yang terus mengembang diwajah nya


"Saya masih gak ngerti Bu, tapi menurut saya dokter Bayu itu memang cuek kan" kata Beti


"Tidak juga, kamu pasti merasakan nya, dan ibu berharap semua nya sesuai dengan harapan" kata ibu dokter Bayu begitu ambigu


Beti hanya terdiam dan tersenyum hambar


Semua perkataan wanita itu benar benar mengusik relung hati nya. Ingin sekali dia berharap begitu, jika dia memang wanita beruntung itu, tapi apa boleh dia berharap lebih, setelah banyak nya penderitaan yang dia rasakan, dia juga takut merasa kecewa, apalagi ini yang pertama kali dirasakan nya

__ADS_1


__ADS_2