
Kini Reyza sudah tiba diperusahaan nya bersama supir pribadi nya.
Namun dia tidak berhenti didepan lobi perusahaan melainkan diparkiran belakang gedung.
Reyza sengaja memarkirkan mobil nya diparkiran khusus karyawan agar dia dapat melihat seperti apa kinerja karyawan diperusahaan pusat ini.
Reyza membuka jas nya dan menggulung sedikit lengan kemeja nya, dia mulai berjalan melewati para security yang berjaga.
Terlihat beberapa karyawan pria masih betah berkumpul sembari merokok padahal jam sudah menunjukan hampir masuk jam kerja.
Reyza pun menghampiri mereka.
"hei, kenapa kalian masih disini, apa kalian tidak tau ini sudah masuk jam kerja? dan lagi. apa kalian juga tidak tahu jika tempat ini dilarang merokok" tanya Reyza menatap tajam mereka
Orang orang itupun pun menatap sinis Reyza
"cih, apa pedulimu, pergi sana"
"bukan urusan mu, dasar karyawan baru tak tau diri
Reyza pun hanya memandang tajam sembari menggeleng gelengkan kepala nya. Dia pun langsung pergi dari hadapan mereka.
Tiba dilantai utama ketika melewati beberapa ruangan tempat karyawan bekerja dia pun melihat pemandangan yang lagi lagi membuat mata nya sakit.
Beberapa karyawan wanita ada yang berkumpul menggosip dan beberapa pula ada yang sedang merias diri nya.
"kalau kalian datang kekantor hanya untuk membuat rusak citra kantor ini, lebih baik kalian pulang" ucap Reyza tajam
Seketika mereka semua pun menoleh kearah reyza. Dan langsung tertawa geli
"hei, kau siapa melarang kami"
"urus saja dirimu sendiri"
"bos disini juga tidak akan perduli"
Reyza yang kesal pun langsung meninggalkan mereka yang kini tengah tertawa terbahak bahak
Reyza pun langsung masuk keruang hrd tempat para petinggi dan pengawas berkumpul.
Mata nya menggeram melihat kelakuan mereka yang tak ada beda nya dengan para bawahan nya.
Astaga, pantas saja perusahaan ini jalan ditempat. jika kelakuan orang orang nya seperti ini, malah asik minum kopi padahal sudah masuk jam kerja. Batin Reyza kesal
Setelah itu dia langsung pergi menuju ruangan presdir dan langsung masuk keruangan itu tanpa mengindahkan omelan sekretaris papa nya yang memang belum tau siapa sebenar nya Reyza.
Reyza memperhatikan seluruh sudut ruangan kerja tuan Suryo dengan tatapan dingin nya. Dia berdiri didepan dinding kaca sembari menatap keluar dengan tatapan tajam nya.
"kalian belum tau siapa aku. Kali ini kalian harus tau sisi lain diriku" gumam Reyza tajam
Hingga tak lama kemudian tuan Suryo pun tiba dengan asisten setia nya, pak Roy.
"Kau sudah siap boy, satu jam lagi kita akan mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan jabatan mu." ungkap tuan Suryo yang kini tengah duduk dikursi kebesaran Reyza.
Dan Reyza pun hanya mengangguk menanggapi perkataan papa nya.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu diketuk. Dan munculah seorang pemuda yang sangat dikenal Reyza. Namun Reyza hanya menatap nya dengan tatapan dingin dan datar
__ADS_1
"mulai sekarang dia yang akan menjadi asisten sekaligus sekretaris pribadi mu" kata tuan Suryo.
Pemuda itu langsung mengangguk hormat didepan Reyza
"apa tidak ada orang lain lagi" tanya Reyza masih menatap lekat wajah pemuda itu dengan tatapan dingin nya.
"dia sudah berpengalaman diperusahaan ini. Kau akan bersyukur mendapatkan rekan seperti nya" jelas tuan Suryo
"terserah" ketus Reyza
"bekerjalah dengan baik Sean Atmaja. Jangan kecewakan kami" tutur tuan Suryo
"baik tuan" jawab Sean sopan.
Sebenar nya Reyza begitu terkejut dengan kehadiran Sean yang langsung didapuk sebagai asisten nya tanpa sepengetahuan diri nya, tapi dia juga tidak bisa membantah keputusan Tuan Suryo.
Dan begitu pula dengan Sean, awal nya dia hanya menjabat sebagai kepala menager diperusahaan itu, namun betapa terkejut nya dia saat tuan Suryo mengangkat nya menjadi asisten pribadi Reyza beberapa hari yang lalu, mau menerima dia berat, menolak juga dia tidak berani. Dan akhir nya setelah tidak punya pilihan lain, disini lah dia berdiri sekarang, menjadi asisten seorang Reyza Askara Gemilang. Melihat wajah Reyza, entah kenapa dia langsung ingat dengan Naina.
...
Kini saat yang ditunggu tunggu tiba, tuan Suryo dan asisten nya juga Reyza bersama Sean yang kini telah menjadi asisten nya sudah bersiap siap untuk keluar menghadiri konferensi pers yang akan disiarkan diseluruh stasiun tv.
Dengan langkah gagah Reyza berjalan dibelakang tuan Suryo membuat semua orang menatap heran kearah nya. Bukankah itu pemuda yang pagi tadi marah marah tidak jelas, lalu kenapa dia berjalan dibelakang tuan Suryo dengan penampilan yang begitu gagah. Batin semua karyawan Gemilang grup.
Saat tiba diruang konferensi, Tuan Suryo langsung duduk didepan meja yang telah disediakan dengan wibawa nya. Disebelah kanan ada Reyza dan juga Sean dan disebelah kiri nya ada pak Roy
Kilatan kamera memenuhi sudut ruangan itu membuat Reyza sedikit risih.
Tuan Suryo pun langsung mengeluarkan suara nya. Dia berdiri dari duduk nya dengan penuh wibawa.
"selamat pagi rekan rekan semua, baik yang ada disini maupun yang berada ditempat lain. Baiklah , kalian sudah pasti tau maksud dan tujuan saya berdiri disini, hari ini, dan detik ini saya akan mengumumkan ahli waris kejayaan Gemilang grop. Dia adalah putera kebanggan saya Reyza Askara Gemilang.
Dan kini Reyza yang berdiri dari duduk nya. Dengan tatapan tajam dan tanpa senyum dia membuka suara. Pesona nya sungguh dapat menusuk hingga kejantung siapapun yang melihat. terlihat sangat berwibawa dan berkharisma meski tiada senyum yang terpancar dari wajah sempurna yang dimiliki nya.
"saya Reyza Askara Gemilang, hari ini akan mengantikan posisi tuan Suryo seno gemilang untuk memimpin perusahaan ini. Siapapun yang ingin maju silahkan bekerja sama dengan baik. Terima kasih" ucap Reyza lantang
Brukk
Brukk
Brukk
Beberapa orang yang tadi pagi sempat meremehkan Reyza jatuh pingsan karena syok.
Ada juga yang bergetar mengingat bagaimana mereka menyepelekan Reyza yang ternyata adalah putera pewaris Gemilang group.
Ditempat lain..
Prang....
Gelas yang dipegang Dion langsung terjatuh dari tangan nya ketika dia melihat berita di tv yang memberitakan bahwa sebenar nya Reyza adalah pewaris tunggal kejayaan Gemilang group.
"apa ini mimpi, oh my god. Riki coba tampar aku" ucap Dion yang masih terus menatap layar tv diruangan nya dengan wajah nya yang pucat pasih
Plak
"auuh sakit bodoh" kata Dion kesal sembari memegangi pipi nya yang memerah
__ADS_1
"lah, tadi tuan minta ditampar" kilah Riki asisten Dion
"astaga jadi ini benar bukan mimpi. Jadi selama ini Reyza adalah anak sultan itu. Oh my god, gue tertipu. Habis lah aku kali ini" gumam Dion sembari berjalan kesana kemari membuat Riki bingung
"anda mengenal tuan muda Askara tuan? " tanya Riki heran
"bukan kenal lagi, bahkan kami sering makan dan tidur bersama" jelas Dion masih dengan keterkejutan nya
"kalian gay? " tanya Riki yang langsung mendapat jitakan dikepala nya
"gay mbah mu, maksud ku dia lebih dari sekedar teman. Dia sahabatku. Dan bodoh nya aku tak pernah tau tentang dia. Sungguh pintar sekali anak itu menyembunyikan status nya" ungkap Dion yang masih berjalan mondar mandir
"lantas apa yang anda risaukan tuan? " tanya Riki yang kini tengah duduk dikursi kebesaran Dion
"dulu aku sering mengejek nya bahkan menggoda nya. Kira kira apa yang akan dilakukan nya padaku ya" tanya Dion khawatir. Rasa nya dia ingin guling guling mengetahui fakta yang sangat mengejutkan ini. Seharus nya dia menyadari dengan sikap dan wibawa Reyza selama ini, orang tua nya yang tak pernah menampakan diri, hingga barang barang mewah yang diberikan nya pada Naina. Astaga, kenapa dia tidak berfikir sejauh itu, Dion begitu kesal sekaligus terkejut
"mungkin anda akan dilempar kesegitiga bermuda, atau mungkin kehutan amazon" jawab Riki santai
"hah, apa kau serius sebegitu mengerikan nya mereka. Ah matilah aku" ucap Dion semakin panik membuat Riki semakin senang menggoda bos gila nya ini
"tentu saja tuan, dia punya segala nya, apa yang tak mungkin" ucap Riki menahan tawa nya
"oh my god. Apa yang harus aku lakukan. Habis lah aku kali ini" lirih Dion sembari memegang kepala nya yang tiba tiba berputar dan tentu saja itu membuat Riki mulai melepaskan tawa nya
Hahhahaha
"hei, kau, bukan nya membantu malah mentertawakan ku. Dasar asisten durhaka kau! " sewot Dion kesal
"haha, ampun tuan . Anda lucu sekali" ejek Riki dan sebelah sepatu Dion langsung mendarat dikepala nya
"diam!! " teriak Dion
..
Ditempat Niko...
"astaga, jadi selama ini Reyza adalah pewaris tunggal Gemilang group. Pantas saja Naina tak bisa berpaling sedetikpun dari dia. Ternyata aku bukan apa apa dibanding dia" gumam Niko terkejut begitu mendengar fakta tentang Reyza.
..
Ditempat Clarissa...
"oh my god, jadi kak Reyza anak tuan Suryo. Astaga apa ini mimpi.
Pantas saja dia bisa membelikan Naina barang mewah
Dan oh my, pantas saja dulu perjodohan kami begitu mudah dibatalkan, ternyata dia orang nya. Lalu apa Nai tau ya?? " gumam Clarissa yang juga tak kalah terkejut nya
..
Ditempat Naina...
"kak Reyza akhir nya kamu kembali. Nai rindu kak. Nai rindu. Hiks hiks" isak Naina terdengar pilu
"sudah jangan nangis, kalau kau mau biar aku temani menemui nya" ajak Beti
"tidak bet, jangan. Biarlah seperti ini. Lihat lah dia begitu gagah, tidak pantas mendapatkan aku yang penyakitan ini" lirih Naina semakin terisak pilu
__ADS_1
Beti pun langsung mengusap lembut punggung gadis itu membiarkan nya menangis kembali, entah kapan sahabat nya itu bisa bahagia