Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Wisuda Dan Salam Perpisahan


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu semenjak kecelakaan yang menimpa Reyza. Baik Dion maupun yang lain masih juga belum mengetahui siapa sebenar nya Reyza. Dion begitu terkejut saat mengetahui Reyza kecelakaan, dia hanya mendengar sepintas lalu jika kekasih Sheralia memang kecelakaan, dan ternyata kabar itu memang benar.


Selama seminggu lebih Reyza dirumah sakit, Dion dan Clarissa dengan setia menemani nya, begitu pula dengan Naina yang akan kembali kerumah sakit setelah jadwal manggung nya selesai, meski dia harus pulang pergi luar kota demi menemani Reyza.


Awal nya Reyza cukup bingung menjelaskan setiap pertanyaan Dion tentang mengapa dia tidak pernah melihat orang tua Reyza menjenguk nya, namun berbagai alasan diberikan oleh Reyza agar Dion tetap percaya, apalagi dia yang ditempat kan diruang VVIP dirumah sakit besar itu semakin menambah rasa penasaran Dion dan Clarissa, namun untung nya ada Naina yang mampu meredam rasa penasaran mereka.


Naina dan Beti juga menyimpan rapat tentang identitas Reyza meski sekarang Naina lebih berasa sedikit canggung karena mengetahui fakta sebenar nya tentang siapa tuan muda Askara yang ternyata adalah kekasih nya sendiri.


Awal nya berat bagi Naina menerima kenyataan ini, apalagi ditambah dengan kenyataan bahwa Reyza adalah adik dari Abimanyu, rasa nya tidak bisa dijabarkan, semakin kesini semakin terasa jika mereka benar benar mirip, atau mungkin karena Naina yang merasa masih berat menerima kenyataan ini, namun tidak bisa dipungkiri bahwa rasa cinta itu memang sudah ada dihati nya untuk Reyza. Walau sampai kapan pun nama Abimanyu tidak akan pernah terhapus dari hati nya.


...


Hari ini adalah hari wisuda bagi Reyza dan juga Dion. Terlihat mereka sudah memakai setelan formal yang menunjukan pesona mereka semakin terpancar jelas.


Banyak pasang mata yang menatap kagum pada sosok Reyza yang hari ini tampak sangat berbeda.


"haiss kalah pesona gue hari ini gara gara lo za" ucap Dion saat mereka tengah duduk dikursi yang sudah disediakan oleh panitia kampus


"haha, biasa aja lah. Lo tetep pangeran kampus disini kok" jawab Reyza dengan senyum tipis nya


"eh, ngomong ngomong gadis gadis kita udah pada dateng belum ya? " tanya Dion menatap Reyza yang masih sibuk dengan ponsel nya


"udah, mereka lagi didepan. Si Naina lagi nyanyi kayak nya" balas Reyza


"denger aja lo suara bini lo" sewot Dion


Reyza pun hanya terkekeh pelan menanggapi ocehan Dion


"eh za, orang tua lo mana, kok belum dateng. Acara kan bentar lagi mau mulai" tanya Dion menatap sekeliling nya


"gak bisa dateng orang tua gue, ada urusan dikampung" jawab Reyza singkat


"lah, ini kan hari penting lo za" tanya Dion heran


"gak papa. Udah ada lo sama Naina kan" jawab Reyza masih dengan gaya santai nya


"ya kan tetep aja beda bego, aiish heran gue liat lo, gak niat apa lo ngenalin si Nai sama orang tua lo" tanya Dion lagi


"nanti lah, ada masa nya" balas Reyza


Dion pun hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Reyza.


Bener bener misterius ini anak. Gue yakin dia bukan orang biasa. Batin Dion menatap lekat Reyza


"kenapa lo ngeliatin gue begitu?" tanya Reyza yang tiba tiba menoleh kearah Dion yang langsung terkesiap kaget


"enggak" jawab nya singkat


Hingga tak lama kemudian acara pun dimulai. Beberapa susunan acara dan kata sambutan dari berbagai kalangan dan juga pemilik saham diuniversitas itu pun sudah diberikan.


Reyza tampak sedikit terkejut melihat tuan Suryo sudah ada diatas podium memberikan arahan nya sebagai pemilik saham terbesar dikampus itu.


"wiih gila, mau juga tuan Suryo dateng" gumam Dion


Ya jelas lah, yang wisuda gue anak nya. Batin Reyza geli


"liat deh wibawa nya gak bisa dibandingkan dengan siapapun, penasaran banget gue gimana bentuk anak nya" bisik Dion disebelah Reyza


"bising lo ah. Yang pasti lebih keren dari pada elo" balas Reyza yang juga berbisik


Dan acara inti pun dimulai. Ketika pengumuman mahasiswa terbaik dikampus itu yang memang jatuh pada Reyza. Nampak Dion yang paling senang melihat sahabat nya menjadi yang terbaik meski baru setahun dia memulai kuliah dikampus ini. Semua orang yang ada digedung itu memberikan tepuk tangan pada Reyza yang dengan gagah nya berjalan naik keatas panggung. Pesona nya benar benar tidak bisa terbantahkan. Bahkan saat ini pesona pangeran kampus yang ada pada Dion hilang begitu saja.


"gila, pesona nya bener bener. gak cocok banget dia jadi orang susah" gumam Dion melihat Reyza dari tempat duduk nya

__ADS_1


Reyza pun naik keatas podium untuk menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh tuan Suryo papa nya sendiri.


"selamat Reyza askara. Saya bangga kepadamu" kata tuan Suryo memandang bangga Reyza sembari menjabat tangan Reyza


"terima kasih tuan" balas Reyza tersenyum hangat


Setelah memberi beberapa kata sambutan Reyza pun kembali ketempat nya dan duduk didekat Dion yang langsung menyambut nya hangat


"woaah, selamat bro. Salut gue sama lo. " kata Dion memeluk singkat Reyza


"terima kasih" balas Reyza memeluk Dion


Setelah acara wisuda selesai Dion dan juga Reyza keluar dari ruangan untuk menemui gadis mereka.


Terlihat Naina dan juga Clarissa yang sudah tampil cantik dengan tampilan kebaya modern yang pas ditubuh indah mereka. Dengan gaya anggun bersama sebucket bunga ditangan masing masing Naina dan juga Clarissa menghampiri pasangan mereka.


Untuk hari ini, Naina sengaja mengosongkan jadwal nya karena dia tidak ingin melewatkan hari bahagia nya Reyza.


"congratulations sayang. Semoga berkah ilmu nya dan semakin semangat menuju sukses" ucap Naina lembut menatap wajah tampan Reyza yang sangat mempesona hari ini.


"terima kasih sayang. You look so beautiful " bisik Reyza ditelinga Naina membuat pipi gadis itu bersemu merah


"ayo kita rayain wisuda kita za, sesuai rencana" kata Dion tiba tiba


"oke" jawab Reyza yang sudah menggenggam tangan Naina


"mau kemana? " tanya Clarissa


"adadeh yank, kalian ikut aja" jawab Dion yang juga menggenggam tangan kekasih nya


Naina melirik Reyza yang hanya mengendikkan bahu nya


Mereka pun pergi bersama dengan mengendarai mobil Dion. Entah akan dibawa kemana namun Naina dan juga Clarissa hanya bisa pasrah mengikuti kemauan para lelaki mereka itu


Mereka sesekali bercerita sembari bercanda ditengah tengah perjalanan yang sudah hampir dua jam lama nya itu.


"kita mau kemana sih kak? " tanya Naina heran


"iya nih, dari tadi gak sampek sampek" ungkap Clrissa pula


Dion pun menepikan mobil nya membuat para gadis itu semakin terheran.


"udah diem aja dulu. kami gak bakalan macem macem kok. Ini kejutan buat kalian" ungkap Dion sambil memasang penutup mata dimata Clarissa


"gak lama kok. Sabar ya" kata Reyza yang juga memasangkan penutup mata pada Naina


Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka. Hingga setengah jam kemudian mereka membantu Naina dan juga Clarissa untuk turun dari mobil.


Para gadis itu dituntun ketempat yang berbeda yang sudah disiapkan sebelum nya oleh dua pemuda itu.


Reyza menuntun Naina dengan sangat hati hati. Hingga beberapa saat kemudian dia memberhentikan langkah nya.


"buka mata kamu pelan pelan ya" ucap Reyza sembari membuka penutup mata Naina


Naina pun mulai membuka perlahan mata nya. Dia mengerjap ngerjapkan mata nya. Setelah beberapa saat baru lah terlihat jelas pemandangan yang sangat menakjubkan mata dan hati nya.


"kakak ini" ucap Naina menutup mulut nya tak percaya


Terlihat sebuah taman bunga tulip yang sangat luas. Diselingi dengan padang rumput hijau yang menyebar sejauh mata memandang.


Ada rangkaian bunga mawar merah yang bertulisan I Love Naina , yang membuat Naina langsung menitikan air mata bahagia nya.


Terlihat Reyza berlutut dan mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin permata hijau sederhana namun sangat indah.

__ADS_1


"aku mencintaimu Naina sheralia putri. Maukah kau berjanji untuk selalu menungguku sampai saat nya nanti kita bersatu dalam ikatan suci??? " ungkap Reyza lembut menatap wajah Naina yang sudah bermandikan air mata bahagia


Ya tuhan, apa ini mimpi. Batin Naina terharu


Naina hanya bisa menganggukan kepala nya karena saat ini bibir nya terasa kelu untuk berucap.


Reyza langsung bangkit dan memakaikan cincin itu dijari manis Naina yang semakin menangis terisak.


Dia mengecup lembut tangan Naina dan langsung memeluk mesra tubuh mungil gadis itu.


"aku mencintaimu sayang" bisik Reyza


"aku juga mencintaimu kak Reyza" balas Naina


Reyza menatap lekat wajah cantik Naina, semakin lama semakin dekat.


Dan


Cup


Dia mencium penuh sayang bibir tipis milik Naina.


Sementara Naina pun hanya bisa terdiam menikmati sentuhan lembut bibir Reyza.


"kamu mau kan menunggu kakak kembali? " tanya Reyza menangkup wajah Naina dengan kedua tangan nya


"Nai akan selalu menunggu kakak disini" jawab Naina lembut


Reyza pun tersenyum lembut dan membawa Naina duduk dibawah pohon rindang yang menghadap kearah taman bunga itu.


"besar harapan kakak padamu Nai, kakak berharap kamu bisa menepati janji mu" kata Reyza yang masih setia menggenggam erat tangan Naina


"Nai janji, akan selalu setia pada kakak. Apa kakak meragukan cinta Nai? " tanya Naina sendu


"tidak, tapi kakak hanya takut Nai. Tiga tahun bukan lah waktu yang sebentar" ungkap Reyza


"kak, kakak sudah lebih dari segala nya. Apa lagi yang Nai cari didunia ini. Sungguh bodoh jika Nai mengkhianati kakak demi yang lain" balas Naina menatap lekat wajah tampan Reyza


"seharus nya Nai yang takut kakak akan berpaling, kakak punya segala nya, sedangkan Nai cuma orang biasa" kata Naina lagi


"karena yang biasa ini yang bisa buat kakak menjadi luar biasa, jangan takut, kakak tau bagaimana rasa nya dikhianati, jadi tak mungkin kakak melakukan hal itu padamu" ungkap Reyza


"baiklah, semoga takdir berpihak pada kita. Nai akan selalu menunggu kakak disini " kata Naina lembut. bisa dia lihat ketulusan dimata dan disetiap ucapan Reyza


"jaga hati dan dirimu baik baik saat kakak jauh, berjanjilah apapun yang terjadi tetaplah bertahan untuk menunggu kakak ya" ujar Reyza mengusap lembut wajah Naina


Naina pun tersenyum dan mengangguk.


Aku tak tau apa yang akan terjadi kedepan nya. Tapi untuk saat ini aku sangat bahagia bisa dicintai olehmu kak. Semoga takdir berpihak pada kita. Batin Naina


Semoga kita selalu bersama hingga akhir nanti Naina. Batin Reyza


Mereka duduk berdua dengan Naina yang menyandar dibahu Reyza yang memeluk erat pinggang nya sembari memandang hamparan indah taman bunga tulip yang menjadi saksi pertemuan terakhir mereka. Tempat yang menjadi saksi janji temu dikemudian hari.


Entah kenapa, ini menjadi hari yang paling menyedihkan untuk Reyza dan Naina, karena untuk beberapa waktu yang lama mereka harus berpisah, entah seperti apa nanti nya mereka menjalani hari hari setelah ini, mengingat selama setahun ini mereka selalu bersama berbagi kisah dan rasa. Semoga takdir baik berpihak pada mereka, dipisahkan oleh jarak dan waktu bukan lah hal yang mudah, tapi itu lah yang harus mereka jalani sebelum mereka benar benar bersatu.


"kak" panggil Naina pelan


"ya" jawab Reyza, mata mereka masih sama sama memandang Kilauan bunga bunga yang sedang bermekaran


"jangan pernah tinggalin Naina ya" kata Naina yang kini menatap kearah Reyza dengan tatapan sendu nya, Reyza menatap lekat wajah cantik yang kini telah memenuhi hati nya itu


"tidak sayang, itu tidak akan pernah terjadi. Ini hanya sebentar. kakak janji akan cepat menyelesaikan semua nya dan kembali kesini" jawab Reyza sembari menciumi pucuk kepala Naina yang kini menyandar didada nya. Mereka saling memeluk melepaskan rasa sesak didada mereka masing masing.

__ADS_1


Jadilah seharian ini mereka menghabiskan waktu bermesraan bersama, karena lusa Dion dan juga Reyza sudah harus berangkat keLondon untuk melanjutkan studi mereka.


__ADS_2