Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Hati Ku Lemah Melihatmu


__ADS_3

Reyza mengedarkan pandangan mata nya kesegala penjuru tempat yang seperti taman itu, sangat luas dan terlihat sejuk karena diisi oleh berbagai pohon pohon rindang dan sebuah Gazebo kecil.


Mata Reyza berkaca kaca saat melihat gadis yang dicari nya ada ditempat itu. Dia berjalan perlahan mendekati Naina yang tengah duduk sambil bersender ditumpukan bantal yang diletakan disebuah gazebo terbuka.


Terlihat gadis itu sedang melamun sehingga tidak mendengar langkah kaki Reyza.


Reyza memperhatikan Naina dari belakang gadis itu dengan tatapan nanar. Gadis cantik yang kini sudah tidak berdaya. Sangat jauh berbeda dari Naina yang dia kenal dulu, bahkan pertemuan terakhir mereka Naina masih terlihat segar dengan rambut palsu dan juga riasan diwajah nya. Tapi kini, gadis cantik itu telah berubah, tubuh nya begitu kurus, bahkan dapat Reyza lihat jika rambut yang menjadi mahkota kebanggaan nya sudah tidak ada lagi, hanya menyisakan anak rambut yang baru mulai tumbuh kembali.


Dengan balutan dress biru muda pendek yang menutupi tubuh kurus nya, dan juga kerudung biru muda tipis yang terjuntai menutupi mahkota nya yang baru tumbuh.


Betapa sakit nya hati Reyza melihat keadaan Naina yang sekarang. Hati nya seolah terpukul beban berat yang membuat ia seakan luruh lantak tak bertenaga. Gadis kesayangan nya yang kini tengah berjuang melawan maut.


Reyza berjalan perlahan kearah Naina dengan hati yang teriris, langkah nya gontai mengiringi setiap pijakan yang semakin lama semakin mendekat kearah gadis nya.


Betapa jahat nya dia yang tidak pernah mencari tahu tentang keadaan Naina selama ini, betapa bodoh nya dia yang tidak percaya dengan cinta Naina dan lebih memikirkan kecemburuan yang hanya berujung penyesalan mendalam untuk nya sekarang.


"Nai" panggil Reyza lembut namun terkesan lirih, sekuat tenaga dia berusaha menahan air mata nya yang hendak jatuh menetes


Suara itu membuat lamunan Naina buyar. Naina membalikan tubuh nya dan betapa terkejut nya dia melihat orang yang sedang ada difikiran nya kini telah berada didepan nya.


Ditatap nya wajah kusut Reyza yang sudah berlinang air mata.


"kak Reyza" lirih Naina, dia pun langsung terduduk dipinggir gazebo itu memandang lekat wajah Reyza yang langsung berlutut dihadapan Naina sembari tangan nya menggenggam lembut tangan pucat milik Naina.


Ditatap nya wajah pucat gadis itu, yang membuat nya semakin tak berdaya, hati nya begitu teriris pilu.


"maafkan kakak Nai, maafkan kakak yang tidak pernah mau tau keadaan mu, maafkan atas sikap kakak kemarin Nai, maaf. maaf sayang, maaf" ucap Reyza terisak penuh penyesalan


Naina langsung menjatuhkan bulir bulir air dari mata nya. Tidak pernah dibayangkan oleh nya jika Reyza akan datang pada nya saat ini, saat dia memang begitu merindukan sosok gagah itu, sosok yang kini memang terlihat begitu gagah dan sangat mempesona meski hanya memakai setelan biasa


"maafkan kakak Nai" isak Reyza yang masih menggenggam tangan Naina dan meletakan kepala nya dipangkuan Naina yang juga terisak lirih


"maaf"


"maaf sayang" gumam Reyza terus menerus dan menciumi punggung tangan Naina


"kak" panggil Naina pelan, air mata nya terus jatuh membasahi wajah pucat nya, entah air mata bahagia atau air mata kesedihan, karena kedua rasa itu kini bercampur menjadi satu. Bahagia karena bisa bertemu dengan Reyza lagi, namun juga sedih meratapi nasib nya yang begitu buruk


"kenapa kamu tak pernah bilang dari awal tentang keadaan mu, kenapa kamu biarkan kakak memendam prasangka buruk tentang mu Nai" kata Reyza menatap lekat wajah Naina yang mencoba tersenyum pada nya


"kak, Nai hanya gak ingin membebani kakak. Maafin Nai juga" jawab Naina lembut sembari menghapus air mata Reyza


"tidak, kakak yang salah, kakak yang tak pernah mencari keberadaan mu. Maaf sayang, maaf" ungkap Reyza mencium lembut tangan Naina

__ADS_1


Naina membantu Reyza untuk bangun. Menatap lekat wajah tampan pemuda yang telah memenuhi seluruh hati nya.


Reyza langsung mendekap erat tubuh ringkih Naina dengan penuh perasaan, sakit, hati nya begitu sakit melihat keadaan Naina, air mata nya terus jatuh diwajah tampan nya dengan kenyataan yang dia dapatkan ini.


Kenapa harus Naina, kenapa harus gadis nya yang mengalami ini. Sungguh rasa nya dia tidak sanggup Tuhan.


'kenapa harus Naina ku ya Tuhan' batin Reyza pilu


Mereka saling berpelukan erat melepaskan kerinduan yang selama ini menumpuk dan menjadi sesak yang tak tertahan kan dihati mereka masing masing. Saling melepaskan segala beban yang menggunung dihati masing masing, bahkan mereka menangis tersedu sedu bersama dengan saling memeluk erat.


Reyza terus menciumi pucuk kepala Naina dengan hati yang pilu, sementara Naina menyesap aroma maskulin yang selalu bisa membuat nya tenang dan damai, aroma yang sudah tiga tahun lebih selalu dirindukan nya.


Reyza melepaskan pelukan nya dan menatap lembut wajah Naina, dia mengusap air mata Naina dan menciumi seluruh wajah gadis itu. Didekap nya lagi tubuh Naina seakan tak ingin berpisah lagi.


"maafkan kakak Nai, maafkan kebodohan kakak" kata Reyza lagi, rasa nya walaupun mengucapkan seribu kata maaf tidak akan bisa menghilangkan penyesalan dalam diri nya akibat kebodohan nya sendiri


Naina hanya mengangguk dalam dekapan Reyza. Masih menikmati aroma maskulin yang sangat dirindui nya.


Sementara ibu, Loli dan Beti sudah menitihkan air mata mereka melihat Naina dan Reyza yang saling melepas rindu.


Sementara Sean dan eyang putri hanya menatap datar mereka walaupun dihati mereka juga ikut bahagia melihat Naina dan Reyza sudah dapat bertemu kembali. Entah bagaimana takdir mereka nanti yang jelas untuk saat ini biarkan mereka bertemu dan saling memberi kekuatan .


...


Reyza sedari tadi tidak melepaskan tatapan mata nya pada wajah pucat Naina, tangan nya terus mengusap kepala gadis itu, bibir nya juga sesekali mengecup puncak kepala Naina.


"kakak, Nai sudah tidak cantik lagi sekarang. Rambut Nai juga sudah habis. Nai sudah jelek" ungkap Naina membuat Reyza menatap nya sendu, dia pun mengecup kembali kepala gadis itu dan mencoba tersenyum pada Naina yang menatap nya dengan tatapan sendu dan begitu sedih membuat Reyza harus berusaha menyembunyikan kesedihan nya


"siapa bilang. Kamu tetap Naina yang cantik dimata kakak, Naina yang kuat, rambut mu juga nanti pasti tumbuh lagi" jawab Reyza membelai lembut wajah Naina


"apa kakak gak berniat mencari perempuan lain? " tanya Naina membuat Reyza menatap nya lekat


"tidak, Naina kakak sudah cukup membuat kakak bahagia" jelas Reyza berusaha tersenyum manis meski hati nya sungguh tidak sanggup melihat keadaan Naina saat ini


"tapi kak..


"sssstt, sudah apapun yang terjadi, kakak tetap akan selalu ada untukmu. Itu janji kita dulu kan. Ayo kita berjuang sekali lagi" kata Reyza sembari menggenggam erat tangan Naina dan menatap lekat wajah sendu nan pucat itu


"tapi Nai lelah kak, Nai takut perjuangan kakak kali ini sia sia" lirih Naina tertunduk dengan mata yang kembali berkaca kaca


"Nai, sudah bertahun tahun kita berjuang, tidak ada yang akan sia sia jika kita yakin. Apa kamu sudah tidak mencintai kakak lagi hmm? " tanya Reyza, Naina pun menatap lekat wajah Reyza


"sampai saat ini rasa itu masih sama kak, bahkan setiap hari semakin bertambah" jelas Naina yang membuat Reyza tersenyum

__ADS_1


"kalau begitu demi kakak, berjuang lah sekali lagi ya, berjanjilah untuk tetap kuat. " pinta Reyza penuh harap


"apa kakak masih mau menemani Nai terus, Nai takut, meski sudah ada ibu dan beti tapi entah kenapa setiap saat nai selalu merasa takut. Nai lemah kak" lirih Naina sendu


Reyza langsung memeluk erat tubuh Naina


"sayang, kakak berjanji akan selalu ada disini. Jangan takut lagi ya, kakak akan selalu menemani kamu untuk berjuang. Kamu harus sembuh, kamu harus tetap jadi Naina yang kuat seperti dulu" ungkap Reyza. Meski hati nya lemah melihat keadaan Naina, namun dia harus tetap terlihat kuat didepan gadis itu


"kakak janji?" tanya Naina


"janji sayang" jawab Reyza yakin


"apa kakak tidak akan menyesal, Nai bukan seperti yang dulu lagi" lirih Naina


"sayang,mau seperti apapun kamu, kamu tetap Naina kakak, Naina yang sangat kakak cintai, dari dulu dan sampai kapanpun. kamu harus percaya itu ya" kata Reyza memegang lembut pipi Naina yang sudah menjatuhkan air mata nya kembali


"tiga tahun kakak menahan sakit nya rindu Nai, dan sekarang kakak tidak ingin lagi merasakan kehilangan itu. Kakak sungguh sangat mencintai kamu, hanya kamu dan cuma kamu" kata Reyza yakin membuat Naina kembali memeluk erat tubuh gagah yang hanya dibalut kemeja biru itu


"terima kasih kak,Nai janji untuk sembuh demi kakak" ungkap Naina membuat Reyza menerbitkan senyum nya


"terima kasih juga. Apa pun yang terjadi tetaplah bertahan dan apapun yang kamu rasakan jangan dipendam sendiri lagi ya. Sekarang ada kakak yang akan selalu menemani kamu untuk berjuang seperti dulu" kata Reyza menangkup wajah Naina


Naina hanya menganggukan kepala nya dan tersenyum menatap wajah tampan Reyza


"cepat lah sembuh, agar kita bisa cepat punya anak banyak" bisik Reyza ditelinga Naina yang membuat gadis itu langsung merona malu


"kakak , kenapa jadi mesum begitu" sahut Naina cemberut


"biarin, udah gak tahan kok, kan janji nya dulu begitu, kalau kakak kembali kakak lamar kamu, kita menikah dan punya banyak anak " jawab Reyza menggoda Naina hingga membuat Naina semakin salah tingkah


Naina pun langsung mencubit perut Reyza membuat Reyza menggelinjang geli


"haha, ampun sayang, emang kamu gak mau punya anak banyak" tanya Reyza semakin menggoda


"kakak ih, nih rasain nih" ucap Naina semakin mencubiti seluruh tubuh Reyza


"haha, udah udah, liat ini pipi mu gembung, jelek banget" kata Reyza mencubit pipi Naina yang merona


"biarin" ketus Naina memalingkan wajah nya yang merona


"laah ngambek, ayo sini, rasain" ucap Reyza menggelitiki perut Naina yang membuat gadis itu tertawa terbahak bahak


Reyza tersenyum senang bisa melihat tawa itu kembali. Sudah sangat lama batin nya

__ADS_1


Sementara keempat penguntit itu pun juga merasakan hal yang sama dengan Reyza, bahagia mereka melihat Naina sudah mulai ceria bisa tertawa dan tersenyum setelah setahun ini hanya tangisan yang menemani keseharian nya.


__ADS_2