
Siang ini Naina baru selesai manggung disalah satu stasiun tv swasta yang berada diibukota .Dia tengah berada diruang rias untuk membersihkan riasan wajah nya.
"beberapa hari ini kamu kelihatan pucat Nai, apa lagi gak enak badan? " tanya Dian make up artis Naina
"cuma sering pusing aja kak" jawab Naina lesu. Memang beberapa bulan ini dia sering merasakan pusing dikepala nya. Dan beberapa hari ini pusing itu semakin sering terjadi.
"sehabis ini kita periksa aja ya Nai, kau kelelahan itu" kata Beti yang sedang menyusun barang barang Naina.
"nanti aja lah Bet, aku udah pengen pulang aja. Pengen istirahat" jawab Naina
"kau ini bandel kali, wajah mu itu pucat kali Nai, kemaren juga udah sempet pingsan dikamar mandi, untung ada yang tau" kata Beti kesal
"periksa aja Nai, siapa tau tensi mu rendah" ucap Dian lagi
Naina pun hanya diam saja sembari memegangi kepala nya yang terasa pusing lagi
Setelah siap berbenah, Beti dan Naina pun keluar dari hotel itu dengan wajah Naina yang semakin lesu dan semakin pucat.
Saat tiba dilobi mereka berpapasan dengan Niko yang kebetulan ada ditempat itu.
"baru mau pulang Nai? " tanya Niko menatap aneh raut wajah Naina
"iya pak" jawab Naina lemah
Niko memperhatikan Naina yang sudah pucat.
"kamu sakit...
Bruk
Naina tiba tiba pingsan dan dengan sigap Niko langsung menangkap nya
"astaga Nai" ucap Beti dan Niko tampak panik
Niko langsung mengangkat tubuh Naina dan membawa nya kemobil. Asisten Niko pun langsung membuka pintu mobil agar Niko segera meletakan Naina didalam mobil nya. Sedangkan Beti naik kemobil Naina bersama Putra.
Mereka membawa Naina kerumah sakit terdekat. Niko terus berusaha untuk menyadarkan Naina yang terlihat sangat lemah, tangan nya terus menggenggam erat tangan Naina yang mulai dingin.
"Nai bangun" lirih Niko menepuk pelan wajah gadis itu. Wajah Niko terlihat sangat dingin dan terlihat kecemasan yang mendalam diwajah nya.
Mata nya tidak pernah lepas dari wajah Naina, gadis yang mampu mencuri hati nya sejak dulu, namun seperti nya tidak ada celah sedikitpun untuk dia bisa masuk dan menembus pertahan cinta Naina untuk Reyza.
"cepat sedikit Jack" teriak Niko pada asisten nya
"baik tuan" jawab Jack cepat, dapat dia rasa kecemasan luar biasa diwajah tuan nya itu
Setelah hampir dua puluh menit mereka tiba dirumah sakit yang terdekat, Niko dengan sigap menggendong gadis itu. Terlihat wajah nya begitu panik melihat Naina terkulai lemas tak berdaya.
Naina segera dibawa keruang IGD untuk langsung menjalani pemeriksaan.
Niko masih dengan setia duduk menunggu didepan ruangan itu bersamaan dengan Beti dan juga Putra yang telah tiba disana.
Tidak ada yang berbicara satu sama lain, Niko dengan hati nya yang begitu cemas, sedangkan Beti dan Putra hanya saling lirik takut karena ada bos Naina disana.
Hampir lima belas menit Naina ditangani diruang Igd barulah dokter keluar dari ruangan itu.
Niko dan Beti langsung mendekati dokter
"bagaimana kondisi nya dokter? " tanya Niko langsung
"seperti nya dia hanya kelelahan pak, sekarang sudah membaik. Dia sedang tertidur karena pengaruh obat" jelas dokter itu
__ADS_1
Terlihat Niko menghembuskan nafas nya dengan lega.
Setelah berbincang sebentar Niko dan Beti pun masuk keruangan Naina.
Niko menatap sendu wajah Naina yang terbaring lemah. Diusap nya lembut lengan Naina. Sungguh hati nya sudah jatuh terlalu dalam pada gadis itu.
Melihat itu Beti pun keluar dari ruangan untuk membiarkan CEO itu menemani Naina.
Kasian sekali Cintamu bertepuk sebelah tangan pak bos. Batin Beti.
Sementara Niko masih setia memandangi wajah pucat Naina, diusap nya lagi wajah itu dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan. Hati nya benar benar telah jatuh hati pada Naina, bahkan sejak pertama kali dia melihat Naina.
Gadis sederhana yang bisa menjerat hati seorang Niko yang terkenal dingin dan datar, bahkan banyak artis yang lebih cantik dan lebih segala nya dari Naina, namun entah kenapa Niko tidak bisa menata hati nya dengan baik, padahal dia tahu Naina sudah ada yang memiliki.
Sudah sering Niko berusaha untuk melupakan perasaan nya pada Naina, namun semakin dia mencoba semakin dalam perasaan nya terpaut pada gadis itu. Dan ketika egois itu menekan hati nya, dia berusaha untuk menerobos pertahanan Naina, mencoba mencuri hati Naina saat dia jauh dari kekasih nya, namun lagi lagi Niko gagal, hati Naina begitu kuat untuk Reyza, meski segala cara telah Niko coba. Tapi itulah yang membuat Niko semakin kagum dan jatuh hati pada gadis itu, kekuatan hati nya yang setia pada Reyza yang jauh Disana dengan berbagai godaan yang dia berikan tidak mampu membuat hati Naina goyah.
Niko kembali memandang wajah Naina yang masih terpejam tenang, sudut bibir nya terangkat sedikit menatap wajah cantik pucat itu.
"sayang nya hatimu sudah dimiliki orang lain Nai,
Maafkan aku yang sudah jatuh cinta padamu.
Aku tau ini salah, tapi aku juga tak bisa membuang perasaan ini begitu saja.
Walau pun tak bisa memilikimu, namun dengan melihatmu saja, sudah membuatku bahagia" gumam Niko.
Dia pun mengecup lembut kening Naina, begitu lembut dan lama seolah itu menggambarkan seberapa kuat nya perasaan nya pada gadis itu.
"maaf" bisik nya ditelinga Naina. Dia mengusap kembali wajah itu dengan hati yang terasa pedih, namun dia tahu hati tak bisa dipaksakan.
maaf pak, hati ku sudah jatuh pada Reyza, semoga kamu mendapatkan seseorang yang lebih baik dari ku" batin Naina yang ternyata sudah sadar namun tak berani membuka mata nya karena pernyataan dari Niko
Setelah beberapa saat Niko keluar dari ruangan itu. Terlihat Jack masih setia menunggu nya.
"siap pak bos" kata Beti membungkukan sedikit badan nya
Tak berapa lama kemudian setelah Niko pergi datang lah Lolita bersama Clarissa.
"kak, gimana keadaan kak nai? " tanya Loli cemas
"sudah lebih baik Lol, sekarang dia lagi istirahat" jawab Beti
Mereka semua pun masuk kedalam ruangan dan melihat Naina yang ternyata sudah sadar tersenyum lembut pada mereka.
...
Keesokan hari nya Naina sudah boleh pulang. Dokter hanya berkata bahwa dia cuma kelelahan karena aktivitas nya yang begitu padat.
Namun Beti dan Loli merasa ada yang tidak beres pada gadis itu belakangan ini.
"Nai, apa gak sebaik nya kau periksa kerumah sakit yang lebih besar lagi, ku tengok badan mu semakin layu sekarang, kau juga sering sakit kepala kan" ungkap Beti yang kini tengah berada dikamar Naina bersama dengan Lolita.
"iya kak, siapa tau ada yang serius, udah beberapa bulan ini kakak sering pusing kan, bahkan terkadang mimisan" timpal Loli pula
"besok besok aja deh, mungkin memang aku kelelahan" jawab Naina
"jangan bandel, pokok nya besok kita harus periksa. Lagian besok juga kau tak ada jadwal manggung" kata Beti memaksa
"iya kak, biar kami temenin" tambah Loli
"ya ya, terserah kalian ajalah" jawab Naina pasrah.
__ADS_1
..
Keesokan hari nya....
Naina bersama Beti dan juga Lolita telah berada disebuah rumah sakit terbesar dikota itu.
Saat ini Naina sedang menunggu hasil pemeriksaan kesehatan nya.
Dengan setia Beti dan juga Loli menemani gadis itu.
Nampak gurat khawatir mewarnai wajah mereka.
Setelah dua jam menunggu akhir nya Naina dipanggil keruangan dokter yang memeriksa nya.
"nona Naina, ini hasil lab kesehatan anda, apapun hasil nya anda harus siap ya" jelas dokter itu lembut sembari menyerahkan sebuah map kepada Naina yang duduk didepan nya.
Dengan tangan gemetar Naina membuka map itu. Dilihat nya catatan catatan kesehatan dan juga hasil ronsen yang sama sekali tidak dimengerti nya.
Beti dan juga Lolita memperhatikan raut wajah Naina yang tampak mengernyitkan dahi nya.
"dokter maaf, saya tidak mengerti. Bisa dokter jelaskan! " pinta Naina yang mengembalikan beberapa kertas ditangan nya pada dokter itu.
Dokter itu pun mengangguk. Namun seketika dia menarik nafas dalam yang membuat ketiga gadis itu semakin was was dan tegang
"nona Naina, mohon maaf, dari hasil pemeriksaan ini nona dinyatakan mengidap kanker otak stadium 3" ungkap dokter itu iba
Jeduaarrrr
Seketika tubuh Naina menegang. Dia mencoba untuk mengilah, namun ekspresi dokter itu seolah membenarkan setiap perkataan nya. Seperti ada sebuah batu besar yang menghantam dada nya. Hingga dia kesulitan bernafas saat ini.
Air mata langsung mengalir deras dari mata indah nya.
Tak terkecuali Beti dan Loli, mereka langsung memeluk erat tubuh Naina yang bergetar dan terdiam membisu.
"apa ini gak salah buk dokter? mungkin ada kekeliruan" ucap Beti bergetar
dokter itu tampak menggeleng perlahan
"hasil ini akurat mbak. pihak rumah sakit sudah memeriksa sampel darah mbak Naina dengan teliti" jawab dokter itu membuat mereka bertiga lemas tak berdaya
"tapi masih bisa sembuh kan dokter? " tanya Loli menatap harap pada dokter Wilma yang mencoba tersenyum walau sebenar nya dia juga begitu terkejut dan iba mendengar kenyataan ini, bahwa penyanyi yang sedang ramai diperbincangkan orang ternyata mengidap penyakit yang mengerihkan.
"dengan kemoterapi dan beberapa jenis pengobatan lain nya, saya pastikan kanker itu masih bisa dihilangkan. " jelas dokter wilma yang seperti angin segar bagi Beti dan Loli, namun tidak dengan Naina
"apa tidak ada jalan lain dokter? " tanya Naina mencoba tegar meski kini hati nya sangat hancur saat ini
"kanker anda sudah hampir menjalar kesepertiga bagian vital di kepala anda nona, jadi tidak ada jalan lain selain itu, kalaupun dengan obat obatan itu sangat kecil kemungkinan untuk sembuh" ungkap dokter itu menatap iba Naina. Dia tau bagaimana terkenal nya Naina sheralia yang jam terbang nya sudah keseluruh indonesia bahkan luar negeri.
"kau harus lakukan itu Nai, pasti kau sembuh lagi, sebelum terlambat" jelas Beti yang menahan isak nya
"iya nona, anda harus secepat nya melakukan pengobatan. Jangan dibiarkan berlama lama" jelas dokter itu lagi
"baik lah dok, besok saya akan kemari lagi" jawab Naina lesu
"tetap lah semangat nona, ini ujian yang pasti akan ada akhirnya. Anda hanya perlu bersabar dan berikhtiar, jangan pernah putus asa" ucap dokter wilma
Naina pun hanya mengangguk
Hati nya seperti hilang arah, apa yang akan dia lakukan sekarang, apakah dia masih bisa tetap hidup? Bagaimana dengan karir dan cinta nya?
Semua pemikiran itu langsung tercetak jelas dikepala nya saat ini.
__ADS_1
..