Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Obrolan DiMeja Makan


__ADS_3

Pagi ini direstaurant hotel Gemilang group telah berisi banyak orang dari keluarga Reyza dan juga Naina. Ada ibu, Abah, dan eyang putri disana, tuan Suryo dan juga Miranti. Sean dan Lolita, serta Beti dan juga dokter Bayu.


Wajah mereka terlihat bahagia, meski rasa lelah akibat pesta semalam masih terasa.


Mereka kini tengah menanti kedatang kedua orang yang bukan lagi pengantin baru, namun entah kenapa bisa telat untuk sarapan bersama.


Para orang tua tampak mengobrol ringan disana, meski canggung berhadapan dengan tuan Suryo, namun orang tua Naina sudah mulai terbiasa berbaur dengan tuan besar itu, apalagi tuan Suryo dan Miranti begitu ramah dan menghargai mereka yang hanya orang kecil.


Sean dan dokter Bayu juga tampak mengobrol ringan ditempat itu, namun sedikit berbisik agak nya.


"Apa tuan Rey tak tahu jika kita menunggu nya disini" gumam Sean


Dokter Bayu yang duduk didepan nya langsung menoleh pada nya setelah tadi bergurau dengan Beti


"Kamu seperti tidak tahu pengantin baru saja" ucap dokter Bayu


"Pengantin baru apa nya, mereka sudah menikah lebih dari tiga bulan" kata Sean pula


"Mereka memang menikah sudah lama, tapi baru malam ini mereka merasakan rasa nya menjadi pengantin baru" jawab dokter Bayu


"Ah, iya juga. Aku lupa" kata Sean terkekeh


"Ngomongin apasih?" Tanya Loli penasaran


"Anak kecil gak boleh tahu" kata Beti membuat Loli mendengus dan Sean langsung mengusap kepala nya dengan lembut


"Bukan apa apa kok" jawab nya lembut


"Kalian juga seperti pengantin baru, saya lihat wajah kalian berseri seri pagi ini" goda Sean membuat Beti dan dokter Bayu saling pandang dan tersenyum malu malu seperti anak ABG, membuat Loli dan Sean meringis geli


"Kak Beti, kalau jatuh cinta ngalahin aku deh" kata Loli


"Sirik aja kau" balas Beti


"Mereka memang cocok Bet, pasangan yang suka sekali menjuliti orang lain" kata Dokter Bayu dan Beti langsung mengangguk setuju, sementara Sean dan Loli tertawa geli


"Kalian kapan lagi, jangan cuma pacaran terus tapi tidak menikah menikah juga" kata tuan Suryo tiba tiba membuat kedua pasangan itu terkesiap kaget dan langsung menoleh kearah tuan Suryo yang duduk dikursi utama


Ternyata sejak tadi tuan besar itu memperhatikan isteraksi mereka


"Tinggal menunggu waktu tuan, tidak lama lagi" kata dokter Bayu dengan senyum teduh nya membuat Beti menunduk malu karena pandangan para orang tua itu menuju pada nya


"Bagus, aku setuju, kalian terlihat sangat cocok dan saling melengkapi" balas Tuan Suryo

__ADS_1


"Ya, mereka memang cocok, Beti beruntung mendapatkan dokter Bayu yang bisa meredam kecerewetan nya" timpal eyang putri membuat semua orang disana mengulum senyum termasuk dokter Bayu


"Saya yang beruntung mendapatkan nya eyang, dia benar benar bisa merubah kehidupan saya yang selama ini terlalu datar" jawab dokter Bayu


"Ya, bahkan hingga setua ini baru ini kau menjalin hubungan kan" goda tuan Suryo , membuat dokter Bayu langsung salah tingkah


"Lalu kalian kapan lagi Sean?" Tanya tuan Suryo pula


"Ah, saya masih lama tuan, Lolita masih harus menyelesaikan pendidikan nya terlebih dahulu" jawab Sean


"Kalian bisa menikah sembari Lolita kuliah bukan?" Tanya tuan Suryo pula


Sean langsung tersenyum getir dan melirik Abah Lolita yang tersenyum menatap nya


"Loli ingin fokus dulu tuan, jadi setelah selesai kuliah Loli bisa fokus untuk menjadi istri yang baik nanti nya, tanpa melibatkan urusan yang lain" sahut Lolita begitu dewasa, membuat Sean langsung meleleh hati nya


"Lagi pula dia masih harus membantuku untuk menyelesaikan proyek besar kita pa" ucap Reyza yang tiba tiba sudah berada disana


Semua orang menatap kearah nya yang pagi ini terlihat lebih segar dan cerah, berbeda dengan Naina, meski wajah gadis itu terlihat bahagia, namun gurat lelah jelas terlihat diwajah cantik nya. Bahkan Naina berjalan sedikit tertatih walau dia sudah menggandeng lengan Reyza. Sehingga itu sudah cukup mampu menjawab semua isi hati orang yang ada disana


"Ah, kalian sudah datang rupa nya" ucap tuan Suryo memandang wajah Reyza dengan senyum penuh arti, sedangkan Sean dan dokter Bayu saling lirik dan tersenyum sembari mengangguk


"Ayo duduk nak, kita sarapan, kamu terlihat lelah sayang" kata Miranti pada Naina yang tersenyum canggung dan langsung duduk dikursi yang telah disediakan Reyza


"Tidak juga" jawab Reyza singkat


"Wajah anda terlihat lebih segar pagi ini tuan" kata Sean pula


"Tapi kenapa wajah kak Nai lesu begitu" tanya Loli pula hingga Naina langsung tertunduk malu sedangkan Reyza masih dalam mode santai nya


"Sudah sudah ayo makan, jangan ribut terus. Biar Naina dan Reyza bisa mengisi energi mereka lagi" ucapan tuan Suryo jelas saja membuat dokter Bayu dan Sean langsung menahan tawa mereka, begitu pula dengan para orang tua disana.


Hanya Beti dan Lolita yang masih belum mengerti kemana arah pembicaraan orang orang itu.


Naina melirik Reyza yang duduk disebelah nya tengah mengambilkan sarapan untuk nya, wajah nya terlihat santai, meski semua orang kini menggoda mereka.


Mana perduli Reyza, yang terpenting dia senang, dan begitu bahagia pagi ini. Ya, meski dia sedikit kasihan pada Naina yang kelelahan akibat ulah nya yang tak memberikan nya waktu untuk beristirahat, bahkan pagi ini dia kembali menggempur Naina, sehingga membuat jadwal sarapan mereka tertunda.


"Nai, seharus nya kamu yang melayani suami mu nak" tegur ibu saat melihat Reyza dengan telaten nya melayani sarapan Naina


Naina tersenyum canggung melirik Miranti dan tuan Suryo yang sudah terbiasa dengan pemandangan itu


"tidak apa apa ibu, aku senang melakukan nya, aku tidak ingin membuat istriku kelelahan" jawab Reyza menatap ibu dan Abah bergantian

__ADS_1


"tapi itu memang sudah tugas seorang istri nak" ucap Ibu lagi, namun Reyza malah menggeleng dan tersenyum


"ya aku tahu ibu, hanya saja aku memang suka melakukan nya, dia ratu ku, bukan pelayan ku" jawab Reyza lagi


"anda tak ingin membuat nya kelelahan hanya karena melayani anda makan, tapi seperti nya itu tak berlaku untuk hal yang lain ya tuan" sindir dokter Bayu sembari menyantap makanan nya


"CK, tidak juga. Hanya saja aku sedikit lupa diri" jawab Reyza membuat dokter Bayu geleng geleng kepala


"ingat, nona Naina masih dalam tahap pemulihan" kata dokter Bayu


"iya , aku tahu" dengus Reyza


"sudah mari kita makan , setelah ini kita semua akan berangkat." kata tuan Suryo tiba tiba membuat semua orang menatap kearah nya dengan heran, kecuali Miranti dan Sean


"berangkat? berangkat kemana pa?" tanya Reyza


"ke Lombok" jawab tuan Suryo singkat


"kau sudah menyiapkan semua nya Sean?" kini tuan Suryo beralih pada Sean yang mengangguk mantap


"tentu tuan, semua nya sudah siap, pesawat pribadi GG juga sudah menunggu dibandara, dua jam lagi jam keberangkatan kita" jawab Sean, membuat semua orang terkesiap kaget karena nya


"Lombok?" gumam Reyza


"ya, kalian harus bulan madu, tapi kami juga butuh liburan, jadi tak masalah jika kita sekalian berlibur disana" jawab tuan Suryo


Beti dan Loli saling pandang sumringah, sedangkan ibu dan Abah saling pandang bingung


"besan, jangan menolak, kali ini kita harus berlibur bersama , dan aku punya tugas untuk besan diresort kami nanti" kata tuan Suryo pada Abah yang masih bingung


"tugas apa tuan?" tanya Abah


"aku ingin merasakan bebek panggang khas daerah mu seperti yang pernah aku makan ketika acara syukuran Naina waktu itu. dan aku ingin kau membuat nya nanti disana" jawab tuan Suryo


semua orang menatap heran kearah nya


"astaga papa, kenapa harus menunggu jauh jauh kelombok untuk makan bebek panggang?" tanya Reyza heran


"karena papa ingin" jawab tuan Suryo santai


"ingat kolestrol pa" kata Miranti pelan membuat semua orang tertawa kecil karena nya


..

__ADS_1


next


__ADS_2