Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Mulut Pedas Warga Kampus


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu sejak kejadian dipesta itu. Meski hati nya masih berat untuk bertemu dengan Danil namun Reyza memilih untuk berdamai dengan keadaan. Bagaimana pun dia menghindar dan sejauh apapun dia melangkah, Reyza sadar nampak nya takdir Tuhan masih tetap mempertemukan nya dengan masa lalu nya. Lalu apa yang harus dilakukan nya lagi selain berdamai dengan keadaan, menghindar lagi tidak mungkin, pergi jauh pun tidak mungkin, apalagi sekarang dia sudah ada Naina yang ia janjikan kebahagiaan nya.


Saat bekerja dicafe pun Reyza bersikap biasa saja meski terkadang dia menghindar saat Danil ada dicafe itu. Rasa nya masih ada sakit yang tersisa saat cinta nya sudah berada ditangan orang lain, dan bahkan orang yang dikenal nya. Namun apalah daya Reyza, Danil tidak lah salah, dia sama sekali tidak mengetahui hubungan masa lalu antara Reyza dan juga istri nya. Itu fikir nya.


Sekarang Reyza hanya fokus pada kuliah nya dan juga hati nya bersama Naina. Dia berjanji pada orang tua nya untuk belajar sungguh sungguh karena kini hanya dia lah yang akan menjadi pewaris tunggal kejayaan orang tua nya. Dan juga janji nya pada almarhum kakak nya untuk menjaga dan membahagiakan Naina, gadis kesayangan kakak nya dulu dan mungkin kesayangan nya untuk masa yang akan datang.


Reyza memang menyembunyikan status nya dari Naina tentang hubungan nya dengan Abimanyu, karena menurut nya jika Naina tau mungkin Naina akan berfikiran jika dia tidak tulus untuk dekat dengan gadis itu. Mungkin sekarang dia memang ingin membahagiakan gadis itu untuk kakak nya walau diapun belum tau bagaimana hati nya, tapi untuk kedepan nya tinggal waktu yang akan menjawab semua.


Naina juga sudah mulai berdamai dengan takdir, sakit itu pasti ada ketika rindu datang namun tak bisa dilampiaskan. Apalagi ketika melihat Reyza yang menurut nya selalu mengingatkan nya pada kekasih nya dulu. Tapi apalah daya, mungkin Tuhan punya rencana indah dibalik ini semua. Naina tidak mempermasalahkan bagaimana perasaan Reyza terhadap nya karena ia tahu hati Reyza pun masih bersusah payah untuk bangkit lagi. Sekarang dalam hati nya hanya satu, menerima takdir seperti yang dikatakan Reyza, menatap nya jika ia rindu dengan masa lalu nya, Reyza juga tidak mempermasalahkan itu fikir nya. Masalah hati biarlah waktu yang menjawab. Untuk saat ini baik Naina maupun Reyza masih dalam tahap menyembuhkan hati mereka masing masing. Luka dimasa lalu membuat mereka sama sama harus lebih menjaga hati mereka.


..


Saat ini Naina dan juga Reyza tengah berada dikantin kampus. Mereka janjian untuk makan siang bersama. Sementara Clarissa dan Dion berada ditaman kampus, mereka sengaja memisahkan diri agar Naina dan Reyza bisa semakin dekat.


Saat makan mereka mendengar beberapa orang tengah menyindir nyindir mereka dengan suara yang lumayan sakit untuk didengar.


Naina maupun Reyza hanya saling pandang dan tersenyum mendengarkan perkataan mahasiswa dikantin itu. Mereka tetap makan dengan santai nya karena sudah hal biasa jika mereka menjadi bahan omongan para mahasiswa kaya dikampus itu.


"liat tuh, cocok ya mereka, cantik dan ganteng,"


"iya, tapi sayang menang tampang doang"


"menang casing, isi nya gak ada. Kere"


"heran gue kenapa bisa masuk dikampus ini ya, gak pantes banget"


"mereka kan kacung nya pangeran kampus sama pacar nya, wajarlah mereka belagu"


"pasti cuma manfaatin sipangeran kampus, biasa kan gitu kalau orang miskin"


"iya, morotin aja tu bisa nya, tampang aja keren, gak bermodal"

__ADS_1


Begitulah kasak kusuk mahasiswa dikantin kampus itu.


Naina dan juga Reyza yang sudah siap makan pun langsung berlalu meninggalkan kantin dengan omongan omongan pedas nya.


Saat ini mereka sudah duduk disebuah gazebo dekat taman kampus.


"pedes banget mulut mereka, udah kayak ulekan cabe sekilo" kata Naina cemberut yang membuat Reyza terkekeh


"iya, maka nya mulut mereka itu gak ada yang seksi" sahut Reyza yang membuat Naina juga ikut ikutan tertawa


"hahaha, perhatian banget ya kakak, " kata Naina tertawa geli


"gimana gak perhatian, mulut nya dimana mana, lebar lagi, haha" balas Reyza


"iya kan ya, senang banget mereka itu ngomongin kita, pakek bilangin manfaatin si pangeran kampus lagi" ucap naina kesal


"udah biar aja, gak usah didengerin, anggap aja mereka itu radio rusak" kata Reyza menepuk pelan punggung tangan Naina


"ingat aja Nai, takdir Tuhan bisa berubah kapan aja, mungkin sekarang kita yang jadi kacung pangeran kampus, mungkin suatu saat kita yang jadi raja dinegara ini" kata Reyza tenang


"amin, amin, pengen banget aku beli mulut mulut pedes mereka itu" kata Naina melengos


"untuk apa kamu beli mulut mereka? " tanya Reyza terkekeh


"biar aku kasi makan piaraan bebek abah dikampung" jawab Naina asal membuat Reyza langsung terbahak karena nya


"hahha, cocok, nanti kakak bantu beli deh" timpal Reyza lagi. Mereka pun bercerita sambil bercanda hingga tak terasa waktu sudah berjalan tengah hari.


"Nai, pulang yuk, dosen gak masuk siang ini" ucap Clarissa tiba tiba


"benarkah, tau gitu dari tadi mending pulang aja" kata Naina kesal

__ADS_1


"ya, pak Malik juga gak masuk Za," kata Dion pula


"kok barengan sih? " tanya Reyza heran


"mana gue tau, mereka mau pacaran mungkin" kata Dion asal yang langsung mendapatkan cubitan dilengan nya dari Clarissa


"sembarangan aja deh kalo ngomong, " kata Clarissa


"hehe, ya habis nya mereka janjian. Yauda kalau gitu kita aja deh yang pacaran, yuk yank, males banget pulang cepat" kata Dion sembari menarik lengan Clarissa


"pacaran mulu kerjaan lo, dasar bucin" kata Reyza malas


"ck, sirik aja lo. Noh ajak si Nai jalan, biar gak sirik sama kita. Yuk yank" kata Dion beranjak pergi menarik lengan Clarissa yang jengkel dengan ulah Dion


"bye Nai, maklum ya pangeran kampus baru ngerasain jatuh cinta, jadi begini" teriak clarisa yang langsung ditarik cepat oleh Dion. Sementara Naina dan Reyza saling pandang dan tertawa.


"hmh, kita jalan juga yuk Nai, dikost juga gak da kerjaan kan, sore juga masih lama" kata Reyza menatap Naina


"kemana ?" tanya Naina


"kemana aja, nama nya juga jalan" balas Reyza


"emm boleh deh, tapi kekost ku dulu ya kak simpan motor" kata Naina


"oke" jawab Reyza


Mereka pun pulang kekost Naina dengan motor masing masing. Setelah itu barulah pergi dengan motor Reyza membelah jalanan ibu kota disiang hari itu.


..


jangan lupa tinggalin jejak ya guys

__ADS_1


__ADS_2