Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Berbagi Kisah yang Mengejutkan Reyza


__ADS_3

Sepanjang jalan Naina menarik nafas nya yang terasa sesak. Hari ini tepat setahun kepergian kekasih nya. Entah kenapa dia begitu merindukan senyum itu.


Naina memarkirkan motor nya disebuah taman kota yang nampak nya sudah mulai sepi.


Naina duduk disalah satu kursi taman itu sembari menatap langit langit yang bertabur ribuan bintang.


Ditatap nya satu bintang yang paling bersinar dilangit itu. Naina tersenyum namun air mata nya mulai menetes membasahi pipi nya.


"kak, Nana rindu, hari ini setahun sudah kakak pergi." gumam Naina menangis pilu dengan Isak yang tertahan


Dia menatap bintang itu lagi, ada luka yang masih belum bisa disembuhkan nya, meski telah ikhlas namun sakit itu masih tetap menyelimuti nya.


"Tuhan mengabulkan doa kakak, sekarang Nana bisa ngeliat senyum kakak diwajah orang lain, tapi kenapa itu semakin buat Nana ingat kakak, Nana sakit kak, bantu Nana biar Nana bisa ikhlas, maafin Nana yang belum bisa bahagia tanpa kakak disini" gumam Naina lagi


Diapun menangis terisak ditaman itu. Menumpahkan segala kesedihan nya. Setidak nya itu membuat hati nya bisa sedikit lebih lega.


Beberapa saat dia menumpahkan air mata rindu nya. Setelah dirasa puas dan tenang, dia pun membenarkan wajah nya yang sudah basah dengan air mata nya.


Duduk termenung menatap langit, ada banyak bintang malam itu seakan seseorang disana juga ikut memperhatikan nya. Naina membuang nafas nya yang sesak, berdoa dalam hati semoga semua kan baik baik saja.


Tuhan, bahagiakan lah dia disana, dan ikhlaskan hati ku disini. Batin Naina pilu


Hingga lamunan nya buyar ketika seseorang menghampiri nya


"na.. "


Panggil orang itu yang tak lain adalah Reyza. Sedari tadi dia sudah memperhatikan Naina yang tengah duduk melamun dikursi taman itu.


"kak Reza" ucap Naina terkejut, diapun melihat wajah Reyza yang tengah tersenyum pada nya.


ya Tuhan, Batin Naina menatap nanar wajah Reyza


"kamu ngapain disini, gak takut? " tanya Reyza yang sudah duduk disebelah Naina.


Naina pun hanya menggeleng sembari masih menatap langit malam itu.


Reyza menghembuskan nafas nya kasar. Ditatap nya wajah cantik Naina yang sudah sembab karena habis menangis.


"apa kamu sedang merindukan seseorang? " tanya Reyza pelan. Dia pun melihat kearah langit yang sama dengan tatapan Naina


Dan Naina hanya menganggukan kepala nya


"kenapa tidak kamu temui dia? " tanya Reyza lagi


Naina pun menarik nafas nya yang terasa sangat sesak. Ditatap nya dalam wajah Reyza dan kemudian tersenyum. Sementara Reyza hanya menatap nya bingung.


"rindu yang paling menyakitkan adalah rindu kepada dia yang sudah pergi kak, Nai tak bisa lagi melihat nya, bahkan untuk sekedar menatap nya" lirih Naina sendu


Reyza menatap wajah itu, ada banyak luka yang tersimpan dihati nya.


"apakah dia sudah ada disana? " tanya Reyza sembari memandang keatas langit


"hmm, dia sudah disana, dia udah pergi jauh kak" ucap Naina yang kembali terisak, Reyza pun langsung mendekap tubuh Naina yang sudah bergetar karena menangis lagi. Diusap nya punggung gadis itu dengan lembut, membiarkan Naina menangis dalam dekapan nya.


Beberapa saat ketika Naina sudah mulai tenang diapun melepaskan pelukan nya.


"jangan bersedih, kamu harus ikhlas, dia pasti sedih melihat kamu seperti ini. Apa kamu mau dia disana juga ikut bersedih? " tanya Reyza lembut

__ADS_1


Dan Naina menggelengkan kepala nya


"nah, maka dari itu kamu harus kuat, tidak selama nya duka itu terus ada, setiap orang pasti akan pergi, dan memang sudah waktu nya dia yang duluan pergi meninggalkan kamu, sekarang bagaimana kamu menjalani kehidupan tanpa dia, kamu harus ikhlas Nai" kata Reyza lagi


"Nai udah ikhlas kak, tapi entah kenapa setiap kali mengingat nya rasa nya masih sakit kak. Nai sungguh merindukan nya" ungkap Naina sembari menghapus air mata yang terus mengalir


"rindu itu wajar, sedih juga wajar, tapi tidak baik jika kamu terus menerus larut dalam kesedihan. Jika kamu rindu kamu kirim doa untuk nya, atau bisa juga kan berziarah kemakam nya, mungkin itu bisa sedikit mengurangi rasa rindu mu" tutur Reyza mengelus punggung tangan Naina. Entah kenapa dia juga bisa merasakan rasa sakit yang dialami oleh gadis itu.


"Nai bahkan tidak tau dimana makam nya kak" ucap Naina yang membuat Reyza tertegun


"kenapa bisa? " tanya Reyza heran


"jenazah nya dibawa pergi oleh orang tua nya, dan Nai bahkan tidak tau dibawa kemana" lirih Naina tertunduk


Reyza pun tampak diam dan berfikir.


"ingin sekali rasa nya mengunjungi makam nya, tapi Nai juga tidak tau dimana keberadaan nya" ucap Naina lagi


"apa kamu tidak tau dimana rumah nya? " tanya Reyza lagi, Naina masih terdiam dan itu membuat Reyza jadi tak enak hati karena sudah terlalu banyak bertanya


"emm, maaf, maafkan aku, jika kamu tidak ingin bicara tidak apa" ucap Reyza lagi


"apa Nai boleh cerita pada kakak? " tanya Naina pula, entah kenapa dia ingin sekali menumpahkan segala isi hati nya pada pria itu. ada sedikit ketenangan dan kehangatan yang dirasakan oleh nya ketika dekat dengan Reyza


"tentu saja, cerita lah, kemari" kata Reyza sembari menyenderkan kepala Naina dibahu nya


"kami kenal baru berjalan enam bulan kak, dan selama itu baru dia yang bisa membuat Nai merasa jatuh cinta dan dicintai. Mungkin karena cinta nya Nai pada dia sehingga semua tentang dia Nai gak mau tau lagi dan gak pernah tau sampai sekarang.


Yang Nai tau cuma dia bekerja di salah satu perusahaan dikota ini, dia juga menyewa apartemen dijalan xx" ungkap Naina


"dia satu satu nya pria yang bisa buat Nai bahagia saat itu, Nai tau dia kaya, tapi dia bisa menghargai Nai dan selalu menjaga Nai saat Nai belum mengenal siapapun disini, dia yang mengajarkan Nai untuk jadi wanita yang kuat dan mandiri. Dia mengajarkan semua nya kak, cinta, kasih sayang nya, Nai bisa ngerasa kalau semua itu tulus. " ungkap Naina yang masih setia menyender dibahu Reyza sambil mata nya menatap langit


"hingga saat terakhir itu dia mengungkapkan semua isi hati nya dan juga perasaan nya. Nai berasa jadi manusia yang paling bahagia, tapi cuma dalam hitungan jam saja, karena setelah nya dia pun pergi jauh, jauh sekali. Rasa nya Nai ingin ikut kak" lirih Naina sendu. Dia mengusap air mata nya pelan.


Reyza menatap gadis itu sambil tersenyum.


"apa yang dia bilang saat terakhir kalian Bersama? " tanya Reyza sembari mengusap air mata naina


"dia bilang jika Nai rindu, Nai lihat kesana, bintang yang paling indah adalah bintang tanda kasih sayang nya" jawab Naina sembari menunjuk bintang yang paling gemerlap dilangit malam itu


"hmm, lalu? " tanya Reyza lagi yang juga ikut melihat kesana. Entah kenapa dia juga mengingat seseorang yang juga berarti dalam hidup nya namun kini telah pergi jauh


"Nai harus bahagia tanpa dia" jawab Naina lagi


"kalau begitu kamu harus kabulkan permintaan nya agar dia juga bahagia disana. Dia pasti sedih melihat kamu seperti ini. Meski dia telah pergi tapi kamu tetap bisa menyimpan nya dihati kamu kan. " kata Reyza yang membuat Naina terdiam terpaku


"hmm, dan kata kata terakhir dia yang lain juga telah dikabulkan Tuhan" ungkap Naina membuat Reyza beralih menatap nya


"apa itu? " tanya Reyza, Naina duduk tegak dan menatap dalam wajah Reyza


"suatu saat meski dia pergi, Tuhan pasti kasih senyum yang sama seperti milik nya. Dan itu udah Nai temukan sekarang" lirih Naina


"benar kah, siapa? " tanya Reyza penasaran. Dia menatap wajah sendu Naina yang juga menatap nya


"senyum kakak" jawab Naina sendu. Yang membuat Reyza terdiam membisu


Apa selama ini karena melihat senyum ku maka nya dia terkadang berubah sedih. Batin Reyza

__ADS_1


"apa karena senyum ini yang membuat mu semakin bersedih? " tanya Reyza pelan


Naina pun menggelengkan kepala nya


"awal nya iya, tapi Nai tidak mungkin menyalahkan takdir kan, Nai bersyukur masih bisa melihat senyum ini meski bukan pada orang yang sama" jawab Naina sembari memegang lembut bibir reyza. Sementara Reyza terdiam menatap wajah sendu Naina, entah kenapa tiba tiba hati dan jantung nya bergetar melihat wajah sendu itu.


"eh, maaf kak. Maaf" ucap Naina tidak enak setelah menyadari perbuatan nya


"tidak apa, jika dengan melihat senyumku dapat mengurangi sedikit rindu mu" kata Reyza tersenyum.


Naina pun hanya mengangguk dan tersenyum


"Nai, bolehkah aku tau siapa nama nya? " tanya Reyza takut takut


"Abimanyu"


Deg


"Abimanyu? " tanya Reyza lagi dan


Naina pun mengangguk.


Apa mungkin orang yang sama. Batin Reyza


"nama panjang nya? " tanya Reyza dengan jantung yang sudah berdebar


"Abimanyu Askara kak" jawab Naina polos


Astaga, kakak. Apa gadis ini adalah gadis yang pernah diceritakan nya dulu? Batin Reyza sungguh terkejut.


"apakah dia meninggal tepat setahun yang lalu nai? " tanya Reyza lagi


Naina pun mengangguk,


"bagaimana kakak tahu? " tanya Naina curiga


"eh, emm, kakak hanya menebak saja. Bukan kah kamu kelihatan sangat bersedih hari ini" ungkap Reyza gugup


"ya, hari ini tepat setahun yang lalu dia pergi" lirih Naina yang masih setia menatap langit


"sudah, jangan bersedih lagi, kakak tau bagaimana rasa nya kehilangan, kakak juga pernah merasakan kehilangan orang yang sangat kakak sayang. Tapi dengan kita terus bersedih, tidak akan mengubah semua nya. Kamu harus selalu mendoakan nya jika kamu rindu, dan bahagia kan lah dirimu agar dia disana juga bahagia" tutur Reyza sembari menatap langit yang sama.


"iya kak, terima kasih sudah mau mendengarkan cerita ku, maaf jika Nai terlalu banyak bicara" kata Naina menatap wajah tampan Reyza


"tidak apa, kita teman bukan? " jawab Reyza yang juga menatap wajah sendu Naina


"terima kasih" kata Naina lagi. Entah kenapa dia sedikit merasa lega setelah berbicara pada Reyza. Orang yang selama ini sangat menyebalkan fikir nya


"yasudah sebaik nya kita pulang saja, ini sudah sangat larut" ajak Reyza. Naina pun mengangguk


Mereka kemudian pulang kerumah kontrakan masing masing setelah sebelum nya Reyza mengantarkan Naina dengan menggunakan motor nya sendiri.


Dalam hati nya Reyza bertekad untuk membuat gadis kesayangan kakak nya itu bisa bahagia kembali, sesuai dengan keinginan kakak nya dahulu.


..


next

__ADS_1


__ADS_2