Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Naina Sadar


__ADS_3

Tiga hari kemudian...


Kini Reyza sudah berada disamping Naina, pagi ini kondisi Naina sudah stabil dan sudah boleh dijenguk oleh semua orang, setelah sebelum nya hanya satu orang saja yang diperbolehkan untuk melihat nya.


Terlihat ibu, dan mama Reyza duduk disofa yang tak jauh dari ranjang Naina.


Mereka hanya terdiam ketika melihat Reyza duduk sembari membisikan kata kata cinta pada Naina.


Membelai wajah pucat gadis itu dan mengecup seluruh wajah nya.


"bangunlah sayang, tidakkah kau merindukan ku Nai. Sudah sebulan lebih kau tidur. Itu sudah cukup kan untuk menebus kesalahan ku yang mengabaikan mu selama ini.


Ku mohon bangun lah sayang, aku sedih melihat mu begini. Aku ingin melihat senyum manis mu lagi. Bangunlah istriku" lirih Reyza sembari mengelus lembut bibir pucat Naina


"lihatlah, ibu dan mama menunggu mu bangun, mereka sangat merindukan mu. Berjuanglah untuk kami sayang" ucap Reyza pelan.


Dia kemudian merebahkan kepala nya didekat bahu Naina hingga tanpa sadar terlelap karena beberapa hari ini selalu tidak pernah tidur dengan lelap dan selalu terjaga.


Ibu dan mama yang sedari tadi memperhatikan Reyza pun mendekat dan dibuat sedikit terkejut melihat pergerakan kelopak mata Naina yang mulai bergerak mencari jalan untuk terbuka


"astaga , Naina mulai sadar" kata Miranti terhenyak


"nak, ayo bangun lah sayang, kami menunggumu" kata ibu mulai terisak dan memegang lengan Naina disisi lain


Mama langsung memencet tombol pemanggil dokter yang terletak diatas ranjang Naina.


Mendengar sedikit keributan Reyza pun terbangun. Dan betapa terkejut nya dia melihat Naina sudah mulai membuka mata nya walau masih terlihat sangat sayu.


"ya Tuhan Nai, kau sudah sadar sayang, " kata Reyza langsung tersenyum dengan mata yang berkaca kaca sementara ibu sudah menangis bahagia


Reyza langsung merengkuh tubuh Naina dalam pelukan nya dan menangis penuh syukur


"terima kasih tuhan, terimakasih sayang, akhirnya kau bangun juga" ungkap Reyza terisak bahagia masih memeluk dan menciumi seluruh wajah Naina yang mencoba tersenyum pada nya


"kak" panggil Naina pelan dan sangat lemah


"iya, ini kakak sayang. Tenang lah " jawab Reyza sembari mengecup kembali seluruh wajah Naina


Setelah puas memandang wajah Reyza, Naina beralih memandang wajah ibu nya dan sesekali melirik kearah mama Reyza


"i bu" lirih Naina memanggil ibu yang sudah menangis bahagia


"iya nak, ini ibu. " jawab ibu terisak. Dia pun menangkup pipi Naina dan mengecup lembut kening anak nya. Miranti yang melihat itupun tersenyum bahagia dengan mata yang berkaca kaca


Tak berapa lama kemudian datang lah dokter Bayu dan dokter Hoishi keruangan itu didampingi oleh seorang perawat.


Reyza, ibu dan mama langsung memberikan jalan agar para dokter bisa memeriksa keadaan Naina yang masih terlihat sangat lemas, namun Reyza begitu bersyukur istri nya sudah sadar kembali.


Beberapa menit setelah nya para dokter itu pun dapat tersenyum puas.


"bagaimana dokter? " tanya Reyza cepat

__ADS_1


"hasil nya sangat baik, bahkan jauh dari prediksi saya nona Naina akan sadar kurang lebih seminggu lagi, namun mukjizat tuhan dia sadar lebih awal. Sel sel saraf dikepala nya juga tidak banyak mengalami kerusakan, kekuatan cinta dan usaha kalian berbuah manis. Semoga kanker nya bisa hilang keseluruhan" jelas dokter Hoishi sementara dokter Bayu masih sibuk menyuntikan cairan kedalam infus Naina


"syukurlah, ini juga berkat usaha dokter. Terimakasih banyak" jawab Reyza berbinar dan membungkukan sedikit tubuh nya didepan dokter Hoishi


"biarkan dia beristirahat dulu, tidur panjang selama sebulan membuat beberapa saraf nya kaku dan terganggu. Namun itu akan segera pulih seiring berjalan nya waktu" jelas dokter Hoishi lagi.


"baik dokter, sekali lagi terima kasih banyak" ucap Reyza tulus sambil kembali membungkukan badan nya


"tak perlu sungkan tuan, itu sudah kewajiban saya sebagai dokter" jawab dokter Hoishi


Ibu, mama dan Naina yang tak mengerti pembahasan mereka pun hanya terdiam dan memberikan senyum ketika dokter itu menyapa mereka.


"selamat nona Naina, perjuangan mu sebentar lagi akan berakhir. Tetap semangat ya, orang orang yang menyayangi mu sudah menunggu kembali" kata dokter bayu pada Naina dan tentu itu juga merupakan sebuah ungkapan yang ditunggu tunggu sejak tadi oleh ibu


Naina hanya mengedipkan mata nya perlahan dan mencoba tersenyum pada dokter Bayu, seluruh tubuh nya kini terasa sangat kaku bahkan suara nya masih terasa sulit untuk dikeluarkan


Setelah selesai memeriksa Naina para dokter itupun keluar digantikan oleh Beti dan Loli yang memang sudah menunggu diluar sejak tadi.


"kakak, akhirnya kau sadar juga. Aku merindukan mu" kata Loli terisak sambil memeluk tubuh kakak nya


Begitu pula dengan Beti yang sudah terisak lirih menatap Naina yang sudah sadar didalam pelukan Loli.


Beti langsung memeluk tubuh sahabat nya itu bergantian dengan Loli,


"akhir nya kau bangun Nai, aku kangen tahu, kau gak bangun bangun. huuuuuuu, penantian kami gak sia sia" Isak Beti masih memeluk Naina


Reyza mengusap air mata nya yang kembali menetes, sungguh dia sangat bersyukur masih bisa melihat Naina kembali, dia berharap semoga ini penderitaan mereka yang terakhir, dan semoga sel kanker nya sudah habis tak tersisa, karena sungguh tidak ada apapun lagi yang dia harapkan selain melihat Naina kembali hidup.


...


Dia masih terus menggenggam tangan Naina sedari tadi tanpa mau melepas nya sedikit pun. Senyum terus mengembang diwajah tampan nya menatap Naina yang kini tertidur kembali karena pengaruh obat yang disuntikan ditubuh nya


Reyza mengusap lembut kepala Naina yang sudah ditumbuhi rambut seujung ruas jari itu, wajah nya masih pucat, namun tidak sepucat sebelum nya.


Nafas nya juga terdengar tenang dan tubuh nya juga tidak sedingin sebelum nya.


Hari sudah mulai larut, namun entah kenapa Reyza enggan untuk terpejam, dia takut, sungguh takut, jika dia tertidur dia akan mendapati Naina tidak bangun lagi seperti sebelum nya. Dia ingin selalu memastikan jika Naina hanya tertidur dan bukan koma ataupun pergi meninggalkan nya.


Mungkin jika orang lain melihat, mungkin mereka akan berfikir jika Reyza sudah gila, tapi memang itulah kenyataan nya, dia memang sudah gila karena cinta dan sayang nya pada gadis ini.


Rasa takut kehilangan sungguh membuat hati nya menjadi rapuh, meski dia tahu semua orang pasti suatu saat nanti akan kembali pada penciptanya, namun untuk saat ini dia ingin egois, dan meminta Naina untuk tetap selalu bersama nya hingga mereka bisa menua bersama.


Reyza mengerjap saat melihat mata Naina bergerak dan tak lama mata sayu itu terbuka dan langsung bersitatap pada manik cokelat nya.


Reyza tersenyum hangat melihat Naina yang kembali bangun, hati nya berdesir hebat melihat mata indah itu dapat terbuka kembali.


"kak" panggil Naina pelan


"Iya sayang, kami sudah bangun" jawab Reyza sembari memencet tombol pemanggil dokter


"haus" gumam Naina membuat Reyza langsung melepaskan genggaman tangan nya yang sudah terasa lengket dan basah karena peluh

__ADS_1


Reyza langsung mengambil air putih diatas meja dan meminumkan nya pada Naina dengan menggunakan sendok sedikit demi sedikit karena Naina masih belum mempunyai tenaga untuk bergerak


tidak lama kemudian dokter Bayu dan seorang perawat masuk keruangan itu membuat Reyza menyingkir sejenak agar mereka bisa memeriksa kondisi Naina.


Dokter Bayu terlihat begitu lembut dan telaten memberikan suntikan obat dan memeriksa tubuh Naina dibantu oleh perawat nya.


"sudah lebih baik, banyak istirahat dan jangan memikirkan apapun dulu ya. harus semangat" kata dokter Bayu dengan senyum hangat nya, Naina hanya mengangguk dan tersenyum tipis


"bagaimana dokter?" tanya Reyza mendekat kearah mereka


"sudah lebih baik tuan. detak jantung nona juga sudah normal kembali. Hanya tinggal menunggu pulih dan membantu nya melatih gerak tubuh saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan" jawab dokter Bayu


"syukurlah, terimakasih dokter" ucap Reyza


"sama sama tuan, ini sudah kewajiban saya, tidak perlu berterima kasih. kalau begitu saya pamit dulu. jika ada yang dibutuhkan segera hubungi saya" kata dokter Bayu lagi


"tentu" jawab Reyza


Setelah dokter Bayu keluar, Reyza kembali duduk dikursi disamping ranjang Naina.


Dia kembali menggenggam erat tangan Naina yang tersenyum menatap nya, senyum yang selalu dia rindukan sebulan lebih ini.


" terimakasih telah kembali sayang, aku begitu merindukan mu" ungkap Reyza dengan mata yang berkaca kaca , dia langsung mencium punggung tangan Naina yang juga mulai meneteskan air mata nya membuat Reyza cemas kembali


"kenapa menangis, apa ada yang sakit" tanya Reyza cepat namun Naina menggeleng lemah


"maaf" lirih Naina membuat Reyza tersenyum dan menghapus air mata nya, meski air mata nya sendiri pun kini mengalir diwajah tampan nya


"untuk apa minta maaf sayang. kamu tidak salah" jawab Reyza


"Nai rindu" lirih Naina kembali, dia belum bisa terlalu banyak bicara, bahkan saat pertama kali sadar tadi dia tidak berbicara apapun. Tapi kini Reyza sangat bersyukur Naina sudah bisa berbicara walau sekata dua kata


"kakak disini sayang, kakak selalu menemani mu, cepat pulih ya," jawab Reyza sembari mencium lama kening Naina yang langsung memejamkan mata nya menikmati sentuhan Reyza yang entah sudah berapa lama tak dirasakan nya.


"tidur" ucap Naina sembari menepuk pelan tempat disebelah nya membuat Reyza kembali tersenyum dan mengangguk


Dia langsung beranjak dan naik keatas ranjang Naina dan berbaring disebelah nya.


Mendekap perlahan tubuh ringkih itu kedalam pelukan nya dan menciumi pucuk kepala istri nya sembari memanjatkan doa agar Naina segera diberi kesehatan seperti sedia kala.


"tidur lah sayang, aku mencintaimu, istriku" kata Reyza pelan sembari mencium kening Naina yang langsung memejamkan mata nya.


'kamu terlihat begitu menderita kak. wajah mu begitu lelah. seberapa besar cinta yang kau punya untuk ku, bahkan aku tidak tahu bagaimana cara membalas nya. Aku tahu setiap saat kamu selalu ada di sisiku, suara mu, jeritan hatimu, dan doamu yang membuat ku terbangun, terimakasih suami ku, jika Tuhan mengizinkan aku untuk sembuh , aku berjanji untuk menjadi istri yang baik untuk mu dan mengabdikan diriku hanya padamu' batin Naina dalam pelukan Reyza yang tanpa sadar telah tertidur memeluk Naina.


Ya, meski dia koma, tapi dia masih bisa mendengar dan merasakan apapun yang ada disekitar nya. Bahkan dia tahu jika setiap saat Reyza selalu ada disisi nya, memanggil nama nya dan terus membisikan kata kata cinta setiap hari pada nya, bahkan yang sering dia dengar adalah suara Reyza dibanding ibu dan yang lain nya.


Karena memang Reyza tidak ingin membuat ibu kelelahan menjaga Naina, dan dia ingin menjaga dan merawat Naina seorang diri.


Sungguh, Naina begitu bersyukur diberikan kedua orang tua yang sangat menyayangi nya, sahabat yang begitu tulus dan suami yang begitu mencintai nya.


...

__ADS_1


next


__ADS_2