
Kediaman tuan Suryo hari ini penuh dengan para tamu yang datang. Pasal nya hari ini mereka mengadakan syukuran empat bulanan kehamilan Naina.
Ya, tidak terasa hari berlalu begitu cepat dengan segala prahara nya. Kehamilan Naina sudah mulai memasuki bulan keempat. Dan mama ingin mengadakan syukuran dirumah mewah nya untuk pertama kali seumur hidup mereka.
Biasa nya setiap acara apapun mereka pasti mengadakan nya digedung ataupun dihotel milik mereka, namun kali ini seperti nya mama dan papa ingin membuat suatu hal yang berbeda.
Kehamilan Naina membuat sebuah suasana baru dalam keluarga itu. Mereka benar benar antusias menyambut lahir nya calon pewaris kejayaan Gemilang grup.
Seluruh anggota keluarga sudah berkumpul semua dirumah mewah itu. Ibu, Abah, eyang putri, Dokter Bayu bersama Beti dan ibu nya, Clarissa bersama Dion dan juga orang tua mereka masing masing. Sean juga datang dengan orang tua nya, dan tak lupa Danil bersama Angelina dan orang tua mereka.
Semua berkumpul penuh dengan keakraban dan kehangatan.
Naina dikerumuni oleh teman teman nya, mereka saling berbagi cerita saat ini. Setelah acara pembacaan doa selesai, dan juga acara penyantunan anak anak yatim piatu yang juga diundang oleh tuan Suryo, kini mereka tinggal kumpul keluarga.
Naina bersama para wanita duduk lesehan ditengah tengah ruangan, sedangkan para lelaki mereka duduk disofa tak jauh dari para wanita. Sementara para orang tua duduk dibagian sudut rumah yang lain.
Naina duduk dengan memangku sikecil Brian yang baru berusia tujuh bulan. Sangat menggemaskan anak Beti dan dokter Bayu itu.
"kamu gak mual mual Nai hamil ini?" tanya Angelina yang tengah memangku anak kedua nya saat ini
"enggak mbak, aku biasa aja, awal awal bulan kemarin iya, tapi sekarang udah enggak lagi" jawab Naina
"iya, ngidam nya ngalih ketuan ganteng" sahut Beti membuat Naina dan Clarissa langsung tertawa lucu
"ke Reyza?" tanya Angelina lagi dan Naina langsung mengangguk
"iya, dia yang mual mual, setiap cium bau gak enak langsung muntah" jawab Naina
"iya, kak Sean juga sampai kebingungan kalau kak Rey udah mabuk dikantor" timpal Loli membuat mereka langsung menggeleng lucu
"ya ampun, kalau gitu enak dong, kamu bisa berbagi sama suami" kata Angelina lagi
"iya mbak, gak kayak kita ya, ngidam , mabuk , semua ngerasain sendiri" ucap Clarissa pula membuat Angel mengangguk
"aku kok enggak ya. Biasa biasa aja tu waktu hamil Brian" kata Beti
"kamu sih enak Bet, suami mu dokter, jadi gak tersiksa kayak kami" sahut Clarissa
"haha, iya sih. Dia sigap banget, ngasiin aku vitamin tiap hari. Untung aja gak overdosis aku" balas Beti membuat mereka semua langsung terbahak bersama
Sementara dikubu para lelaki mereka tengah asik menggoda Reyza.
"asik banget sih tuan muda ini makan itu, gak asem?" tanya Dion menatap ngeri Reyza yang sedang mengunyah mangga muda
"enak banget, mau coba" tawar Reyza membuat Dion langsung bergeser menjauh
"gak lah. Ngelihat nya aja udah ngerih" jawab Dion membuat Reyza dan yang lain tertawa geli
"heran saya, yang hamil nona Naina, yang ngidam malah tuan muda" ucap Sean
"itu nama nya hamil simpatik, mereka saling berkaitan dan bisa saling merasakan satu sama lain" ungkap Dokter Bayu
"ya, mungkin karena tuan muda begitu cinta dengan nona muda" timpal Danil
"aku juga cinta sama istriku, ya tidak begini amat" kata Dion membuat Reyza mendengus
"tidak semua orang seperti itu tuan Dion, hanya ada satu banding seratus. Sama seperti wanita yang mengalami morning sickness, tidak semua wanita mengalami itu" ungkap dokter Bayu lagi
"ya benar. Angel juga begitu. Anak pertama kami dia tidak apa apa, tapi anak kedua dia benar benar mabuk parah" sahut Danil
"istri saya juga begitu. Semua tergantung pembawaan bayi" jawab dokter Bayu lagi
"anak kita seumuran ya mas" tanya Dion pada Danil yang langsung mengangguk dan tersenyum. Mereka langsung menoleh kearah anak anak yang sedang berlari kesana kemari didekat ibu mereka, dan memang anak kedua Danil dan anak Dion seumuran. Sudah berumur dua tahun saat ini
"ya, mereka seumuran kelihatan nya" jawab Danil
__ADS_1
"ah, aku jadi tidak sabar ingin cepat melihat anak ku lahir kedunia" ungkap Reyza yang masih setia dengan mangga muda nya
"itu hal yang paling membahagiakan kau tahu" kata Dion dan diangguki oleh yang lain
"seperti nya hanya saya yang belum beruntung" gumam Sean sembari menyandarkan punggung nya dibadan sofa
"sabar lah tuan asisten, sebentar lagi bukan" goda Dion
"hanya beberapa bulan lagi, kau sudah seperti menunggu seabad" tambah Reyza
"ah tuan muda, umurku ini sudah tua. Hal yang wajar bukan jika saya sudah sangat ingin menikah dan punya anak" jawab Sean
"siapa suruh kau jatuh cinta pada anak dibawah umur" ucap Reyza membuat Sean mendengus dan yang lain malah tertawa
"siapa yang tahu aku bisa jatuh cinta pada nya" gerutu Sean dan mereka kembali tertawa dan bercanda bersama , begitu pula dengan para wanita mereka.
....
....
....
Beberapa bulan kemudian ....
Naina dan Reyza kini sudah berada dirumah sakit khusus ibu dan bayi.
Subuh tadi Naina mengeluh perut nya sakit dan benar saja air ketuban nya bahkan sudah pecah.
Satu rumah benar benar heboh karena itu, apalagi Reyza yang sampai berteriak memanggil semua orang, membuat mereka kelimpungan dan menjadi panik.
Untung nya ibu menginap dirumah mereka karena memang Naina ingin semua orang berkumpul untuk menyambut hari kelahiran bayi nya dibulan ini. Dan baru dua hari ibu disini, pagi ini Naina malah sudah mengalami kontraksi.
Reyza berjalan mondar mandir didepan ruangan Naina. Dokter Salma masih memeriksa pembukaan nya, karena Naina ingin melahirkan secara normal.
"tenang lah nak" ucap mama pada Reyza, namun Reyza sama sekali tidak memperdulikan itu, saat ini dia benar benar cemas dan panik
"CK, Rey khawatir pa ma, kenapa dokter Salma lama sekali, Rey ingin menemani Naina didalam" gerutu Reyza membuat mama dan ibu saling pandang lucu
Mereka juga khawatir, namun melihat Reyza, mereka jadi bingung sendiri
Dan benar saja tidak lama kemudian, seorang perawat keluar dan memanggil Reyza
"tuan muda, silahkan masuk, nona Naina meminta anda kedalam" kata perawat itu.
Dan tanpa basa basi Reyza langsung berlari masuk kedalam dan mendapati Naina yang tengah mengerang kesakitan diatas ranjang nya
"hubby" panggil Naina dengan keringat yang sudah membanjiri wajah nya, bahkan wajah nya sudah pucat saat ini
Reyza mengusap lembut keringat diwajah Naina dan mengecup dahi nya dengan lembut dan penuh sayang
Dia benar benar lemah jika melihat Naina merintih kesakitan seperti ini
"kamu kuat sayang, kamu harus bisa ya" ucap Reyza dan Naina hanya mengangguk sembari terus meringis
"dokter Salma, apa tidak bisa rasa sakit nya dihilangkan" pinta Reyza membuat dokter Salma langsung menggeleng dan tersenyum, dia tengah memakai sarung tangan nya saat ini
"ini hal yang wajar tuan. Rasa sakit itu yang akan membuat bayi kalian cepat keluar, tenang lah. Semangat dari anda adalah sumber kekuatan nona Naina" ungkap dokter Salma
"tidak apa apa by, Nai bisa tahan. Doakan kami ya" kata Naina berusaha untuk tersenyum. Dia tahu suami nya ini benar benar sensitif jika menyangkut tentang kesehatan nya
"kamu pegang tangan aku ya, kamu harus kuat, kamu gak boleh kenapa kenapa" jawab Reyza dan Naina langsung mengangguk pelan dengan senyum getir nya dan masih selalu meringis sakit saat kontraksi kembali dirasakan nya, bahkan sekarang tanpa jeda waktu.
Naina memejamkan mata nya sejenak, dan menarik nafas perlahan. Rasa nya sangat sakit, tapi dia sudah terbiasa dengan sakit ini, apalagi sekarang sakit ini yang akan melahirkan anak nya kedunia
"ayo nona, ikuti aba aba saya ya" ucap dokter Salma dan Naina langsung mengangguk patuh
__ADS_1
Dia menggenggam erat tangan Reyza yang terlihat tegang dan begitu cemas
dokter Salma membimbing Naina berulang kali, keringat mengucur deras dari dahi Naina, wajah nya pucat dan memerah berusaha sekuat tenaga untuk melahirkan buah hati nya
"aaaarggghhhh" teriak Naina tertahan membuat Reyza langsung menitihkan air mata nya melihat perjuangan Naina
oeggg oeeggg
Dan akhir nya seorang bayi laki laki telah terlahir kedunia ,
Reyza langsung memeluk Naina dan menangis tersedu sedu, dia benar benar lega dan tak percaya dengan semua ini
"sayang anak kita, terimakasih terimakasih sayang" ucap Reyza begitu bahagia
Naina juga ikut menangis, apalagi ketika bayi yang masih merah itu diletakan dokter Salma didada nya
"biarkan dia mengenal ibu nya nona. Anak laki laki yang sangat tampan" kata dokter Wilma
Reyza dan Naina langsung menciumi anak mereka dengan penuh cinta dan kasih. Buah hati hasil dari cinta mereka berdua.
...
Reyza keluar ruangan Naina dengan wajah kusut dan mata sembab
"bagaimana Rey?" tanya mama, namun bukan nya menjawab Reyza langsung memeluk mama nya dan menangis kembali
"Rey sudah menjadi ayah ma, Rey sudah menjadi ayah" ungkap Reyza membuat mama langsung mengusap pundak kekar itu
"selamat sayang, kebahagiaan mu bertambah sekarang" jawab mama
"kenapa kau jadi cengeng sekali boy" tanya Tuan Suryo pada Reyza yang menatap nya dengan kesal namun tak pelak, raut bahagia terpancar diwajah kusut nya
"ini karena aku bahagia papa" jawab Reyza yang juga memeluk papa nya
"papa tahu. Jaga mereka dengan baik. Tanggung jawab mu bertambah sekarang" ucap tuan Suryo
"pasti pa" balas Reyza
Dan tak lama kemudian, Dion datang bersama Clarissa, Beti dan dokter Bayu yang menggendong anak mereka. Lolita juga datang bersama Sean yang menyempatkan diri kesana.
Kini Naina telah berada diruang perawatan nya. Bayi mereka tengah berada ditangan ibu yang dikerumuni oleh Loli, Beti dan juga Clarissa. Reyza duduk di ranjang Naina yang masih berbaring dengan wajah lelah nya
"ya ampun ganteng banget deh kamu nak" gumam Lolita mencuil gemas pipi gembul anak Reyza
"perpaduan yang sempurna kan, begini nih kalau orang tua nya ganteng dan cantik. Produk nya gak pernah gagal" tambah Clarissa
"jelas, calon pewaris kejayaan Gemilang grup" ucap Dion membuat Reyza dan tuan Suryo tersenyum bangga
"anak cucuku memang tidak pernah mengecewakan" ucap tuan Suryo bangga, membuat semua yang ada disana tertawa bersama
"kalian beri nama siapa nak?" tanya mama, membuat semua orang disana menatap kearah Naina dan Reyza dengan raut wajah penasaran
Reyza menatap Naina yang langsung mengangguk dan tersenyum
"nama nya Abimanyu Reynan Askara Gemilang" ungkap Reyza lantang
Papa dan mama saling pandang sekejap dan menatap kearah Naina dan Reyza dengan penuh haru
"nama yang akan selalu kita kenang sepanjang hidup kita pa ma, maka nama itu juga yang kami sematkan pada anak kami" ungkap Reyza
"Abimanyu" gumam mama saat ibu menyerahkan Abimanyu kecil pada mama.
Mata mama langsung berkaca kaca, karena demi apapun hanya dia dan papa yang tahu, jika bayi kecil ini memang benar benar mirip dengan paman nya sewaktu masih bayi. Abimanyu Askara.
The End
__ADS_1
...Sampai bertemu lagi, terimakasih yang sudah setia membaca kisah hidup kami. Percayalah, apapun yang terjadi dalam hidup, semua adalah kehendak Nya. Kita hanya perlu bersyukur dan bersabar, karena semua akan indah pada waktu nya....
..._Naina&Reyza_...