Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Dirumah Eyang Putri


__ADS_3

Reyza dan Naina kini telah tiba di kawasan rumah eyang putri bersama dengan Beti dan juga Sean.


Mereka disambut antusias oleh seluruh warga disana karena saat ini Reyza kembali menggunakan helikopter canggih nya agar cepat tiba ditempat, dan juga agar Naina tidak terlalu kelelahan karena jarak tempuh yang lumayan jauh jika menggunakan mobil.


Beti dan Naina begitu antusias sedari diperjalanan tadi, karena ini kali pertama mereka naik helikopter, dan yang lebih mengejutkan mereka adalah ternyata Sean juga bisa mengendalikan helikopter itu bersama pilot nya.


Reyza membantu Naina turun dari helikopter itu perlahan lahan, disusul oleh Beti yang dibantu oleh Sean.


Mata Naina berkaca kaca karena terharu bisa melihat tempat ini lagi, tempat dimana dia menghabiskan waktu setahun untuk berjuang melawan sakit nya.


Reyza yang melihat Naina terdiam dan memperhatikan sekeliling nya langsung mengangkat tubuh kurus nya, hingga membuat Naina terpekik kaget dan langsung melingkarkan tangan nya dileher Reyza


"kak, Nai bisa jalan sendiri" kata Naina pelan sembari melirik kearah orang orang yang memperhatikan mereka dengan tatapan bangga dan lain nya. Dia begitu malu saat ini karena diperlakukan terlalu berlebihan oleh Reyza


"diam lah, aku tidak ingin kamu kelelahan" jawab Reyza santai dan terus berjalan tanpa memperdulikan tatapan para warga desa itu


"tapi Nai malu" kata Naina lagi hingga membuat Reyza langsung tersenyum menatap nya


"kenapa malu sayang, aku suami mu, tidak ada yang salah dengan itu" jawab Reyza membuat Naina mendengus kesal dan langsung menyembunyikan wajah nya didada bidang Reyza untuk menghindari tatapan para warga yang melihat mereka.


Bukan malu karena diperlakukan Reyza begitu istimewa, hanya saja dia tidak cukup percaya diri saat ini. Reyza terlihat begitu gagah dengan setelan kemeja merah nya dan kaca mata hitam yang melekat dimata nya. Ditambah dengan kehebohan yang diciptakan nya dengan mengendarai helikopter super canggih yang terlihat sangat besar itu. Sungguh pesona nya membuat Naina begitu rendah diri, apalagi dengan penampilan nya yang sekarang, rambut yang baru tumbuh, tubuh kurus dan pucat bahkan untuk berjalan jauh pun dia masih belum mampu.


Terkadang Naina berfikir apa yang sebenar nya yang dilihat oleh Reyza pada diri nya itu.


Mereka disambut oleh ibu, Abah dan eyang putri serta beberapa para pelayan eyang putri yang dengan siaga langsung mengambil alih barang barang Naina dan Reyza dari tangan Beti dan juga Sean yang sedari tadi berjalan dibelakang Reyza. Wajah kedua nya terlihat sama sama lesu, entah apa yang sedang mereka rasakan, tapi pasti urusan hati.


Reyza menurunkan tubuh Naina dengan perlahan disambut oleh ibu yang sedari tadi melihat bagaimana lembut nya perlakuan Reyza pada putri nya, terlihat jelas jika lelaki itu begitu mencintai Naina.


"ibu, Nai kangen" kata Naina manja yang kini berada dalam pelukan ibu nya


"baru tiga hari nak" jawab ibu membuat Naina tertawa kecil, tawa yang selalu dirindukan oleh orang orang disekitar nya.


"sama Abah gak kangen toh" kata Abah pula membuat Naina kini beralih pada Abah nya, sementara Reyza dan yang lain nya menyalami ibu dan eyang putri bergantian

__ADS_1


"Nai juga kangen Abah, Abah makin ganteng deh, udah lama gak ketemu" goda Naina membuat Abah dan ibu tertawa. Semua orang yang berada disana begitu bahagia karena Naina mereka sudah kembali ceria seperti dulu, meski tubuh nya masih perlu pemulihan yang ekstra.


Kini Naina kembali memeluk eyang putri yang sedari tadi menatap nya penuh haru, karena perjuangan nya dan usaha nya tidak sia sia selama setahun ini, dengan bantuan nya anak cucu nya tidak akan merasakan sakit nya kehilangan karena ditinggal pergi oleh orang yang tersayang.


"eyang sehat sehat saja kan?" tanya Naina menatap eyang putri yang tersenyum lembut pada nya


"tentu, eyang masih selalu sehat" jawab eyang putri


Akhir nya mereka semua masuk kedalam rumah setelah sebelum nya eyang putri melakukan doa dan ritual khusus pada Naina, dengan memercikan air yang berisi kembang tujuh rupa pada gadis itu.


Eyang juga menyuruh Naina untuk mandi air bunga dengan campuran khusus yang telah disiapkan nya dibantu oleh Beti karena Reyza diperintahkan nya untuk duduk dan mendengarkan petuah serta nasihat nasihat nya, dan Reyza kesal sekali karena itu, meski dia menghormati apapun keputusan Eyang putri yang juga sudah banyak berjasa besar untuk kesembuhan Naina.


Malam ini mereka semua sedang berada diruang makan untuk menikmati makan malam mereka.


Naina terlihat jauh lebih segar setelah mandi air bunga tadi hingga membuat Reyza sedikit resah dekat dengan istri nya itu, apalagi jika ingat pesan dokter Bayu dan juga Eyang putri, rasa nya kepala nya berdenyut ngilu karena harus terus menahan hasrat nya.


"besok setiap pagi sebelum matahari terbit kau sudah harus berada di kolam belakang cucuku, kau harus berendam disana agar kesehatan mu cepat pulih" ungkap eyang putri saat mereka sudah menyelesaikan makan nya


"apa masih harus begitu eyang?" tanya Naina mulai protes


"menunggu apa eyang?" tanya Naina polos membuat wajah Reyza nyaris merona


"bukan apa apa sayang" dengan cepat Reyza yang menjawab sebelum eyang putri berbicara terlalu jauh, hal itu masih menjadi hal yang harus benar benar dijauhkan untuk sekarang batin Reyza, mengingat Naina yang masih belum pulih


Eyang putri terlihat mendengus senyum nya, dia bersyukur Naina mendapatkan orang yang tepat yang mau menerima nya sepenuh hati.


Kini tatapan eyang putri beralih pada Beti dan Sean yang sedari tadi hanya diam dan banyak melamun, padahal dua orang itulah yang selalu banyak bicara biasa nya, namun sekarang mereka seperti dua orang yang sedang patah hati.


"gelas itu tidak akan berpindah tempat jika kalian hanya menatap nya sedari tadi" kata eyang putri membuat lamunan Beti dan Sean langsung buyar dan menatap semua orang yang kini tengah menatap mereka dengan heran


"ada apa dengan kalian?" tanya Reyza membuat Sean dan Beti saling pandang. Mereka tidak mengerti kenapa eyang putri dan Reyza menyebut kata kalian, apa karena mereka sedang mempunyai masalah yang sama, batin mereka masing masing.


"kenapa?" tanya mereka serempak, namun seketika mereka terkesiap dan saling pandang canggung

__ADS_1


"kau kenapa?" tanya Beti pada Sean


"tidak ada" jawab Sean cepat


"mustahil" sahut Reyza dengan senyum penuh arti, kini dia baru mulai mengerti jika asisten nya dan asisten Naina itu pasti sedang dilanda perasaan rindu, yang satu rindu dengan kekasih nya yang tidak ada disini, dan yang satu rindu dengan seorang pria yang entah bertemu lagi atau tidak


"baru tidak jumpa beberapa hari sudah seperti kucing yang tidak dikasih makan sebulan" sindir eyang putri , namun Sean hanya tersenyum canggung dan meraba tengkuk nya sembari melirik kearah Abah dan ibu yang biasa saja mendengar perkataan eyang putri.


memang benar, dia memang merindukan gadis kecil nya itu saat ini. seperti ada yang kurang, apalagi memang mereka sudah sangat jarang bertemu semenjak Sean kembali keperusahaan Reyza, dia begitu sibuk kesana kemari dengan pekerjaan nya sedangkan Loli sibuk dengan kuliah nya.


"kalian itu tidak perlu patah hati, jika berjodoh maka akan dipersatukan. mata ku sakit melihat kalian seperti orang yang hidup segan tapi mati tidak juga" ungkap Eyang putri dan kini Beti yang tersenyum getir mendengar perkataan eyang putri yang terdengar menyakitkan telinga itu.


Entah kenapa dia begitu merasa kehilangan, entah apa, tapi yang jelas saat ini nama dan wajah seorang dokter tampan terus memenuhi hati dan fikiran nya, hingga membuat nya seperti orang lain sekarang.


"Reyza bawa Naina beristirahat dikamar nak" perintah ibu pada Reyza tanpa memperdulikan perdebatan eyang putri dan juga dua orang yang sedang galau itu


"baik Bu, kalau begitu kami pamit duluan" kata Reyza menatap Abah dan eyang putri yang mengangguk


"ayo sayang" ajak Reyza mengulurkan tangan nya pada Naina yang menyambut nya dengan bahagia


"kami duluan, semua nya" pamit Naina dan semua orang yang berada disana hanya menganggukan kepala mereka


Setelah berjalan beberapa langkah, Reyza langsung mengangkat tubuh Naina membuat gadis itu terpekik kaget dan mengomel tak jelas membuat ibu , Abah dan eyang putri menatap mereka dengan senyum haru nya


"Naina begitu beruntung mendapatkan nak Reyza yang begitu menyayangi nya" gumam ibu dengan mata yang berkaca kaca


"iya Bu" jawab Abah


"mereka mempunyai ikatan batin yang kuat, cinta mereka akan selalu saling menguatkan bagaimana pun keadaan dari pasangan mereka masing masing" sahut eyang putri membuat ibu dan Abah mengangguk setuju.


Sedang Sean dan Beti entah kenapa malah menatap iri mereka, rasa ingin seperti itu bersama orang yang kini mengisi hati mereka sungguh sangat besar.


"sudah jangan iri" seru eyang putri memecah pandangan Sean dan Beti yang hanya bisa menarik nafas kesal.

__ADS_1


...


next


__ADS_2