
Seminggu berlalu..
Malam ini Reyza dan Dion tengah berada disebuah club malam terbesar dikota itu. Reyza sengaja ingin menghabiskan malam dengan sedikit minum agar dia dapat merasakan sedikit ketenangan karena penat nya bekerja dan lelah nya hati yang masih saja teringat akan Naina.
"kau yakin kita masuk kesini? " tanya Dion ragu saat mereka sudah berada didepan club malam itu
"kau seperti anak kecil saja, pulang sana kalau takut, biar aku saja yang masuk" ketus Reyza langsung masuk meninggalkan Dion
Bukan nya aku takut. Tapi kalau tuan Suryo tahu bisa habis kita. Batin Dion ngeri
Akhirnya mau tidak mau Dion juga langsung masuk mengikuti Reyza kedalam sana. Mereka duduk diruangan vvip mengingat mereka adalah pembesar dinegeri itu jadi dengan mudah keluar masuk ditempat itu.
Mereka memesan beberapa botol anggur berkualitas premium.
Sudah hampir dua botol Reyza menghabiskan minuman nya belum sampai satu jam mereka disana.
"sudah lah za, kau sudah mabuk. jangan sampai tuan Suryo tahu kau mabuk begini" kata Dion merebut botol dari tangan Reyza
"ck, diamlah" kata Reyza merebut kembali minuman nya, dan kembali meneguk isi nya, wajah nya sudah terlihat memerah namun kesadaran nya masih terjaga.
Mereka hanya minum karena Dion dan Reyza tak memperbolehkan wanita wanita penggoda mendekati mereka.
Suara dentuman musik menemani malam mereka hingga benar benar larut.
Hingga Reyza benar benar mabuk dan mulai meracau tak jelas.
"Nai, aku rindu Nai, kenapa kau tega sekali padaku Naina!! " racau Reyza dengan tubuh yang sudah menyandar lemas disofa dengan tangan yang masih terus memegang botol minuman nya.
Melihat itu Dion yang sudah setengah mabuk pun langsung menelpon asisten nya dan juga asisten Reyza.
...
Ditempat lain..
"aaah sayang sakit, huhuhu"
"bentar lagi yank, tahan ya"
"aaaah gak kuat, gak kuat!! "
"ck, belum lagi yank, nanggung"
"aku gak kuat kak, sakit banget. Aku bilangin ibu nih kalau kakak ngelakuin ini sama aku"
"kamu apaan sih, kenapa harus ngadu ibu, nanti aku dimarah, bentar aja kok. Sesudah itu pasti enak"
"huhuhu tapi sakit"
Pletakkk
Aarrrggghhh
"kakak sakiiit, masak narik nya begitu, kakak mau matahin kaki aku" teriak Lolita menampar lengan Sean dengan kuat
"ck, cengeng banget sih, orang dibenerin juga. Coba deh digerakin, pasti kurang sakit nya" kata Sean kesal
Loli pun menggerak gerakan kaki nya yang tadi sempat terjatuh dan keseleo.
__ADS_1
"eh, iya udah kurang. Hehe " ucap nya cengengesan sembari meraba pergelangan kaki nya dan menatap Sean canggung
Sean hanya mendengus melihat sikap manja Loli
"maka nya kalau jalan hati hati. Ngapain juga tengah malam gini keluyuran gak jelas" omel Sean menyentil dahi Naina dengan gemas
"iih aku kan laper, jadi keluar sebentar kewarung depan, eh malah keseleo. Maaf ngerepotin" ucap Loli manja sembari mengusap dahi nya
"kakak gak papa kamu mintain tolong, tapi kakak khawatir kamu kenapa kenapa" ungkap Sean sembari mengusap lembut pipi chubby Lolita.
Lolita pun hanya mengangguk dan tersenyum . Sean menatap bibir mungil merah muda milik kekasih nya, dia kemudian mendekat kan bibir nya kebibir Loli, melihat itu Lolita pun langsung memejamkan mata nya dengan jantung yang mulai berdetak tak beraturan.
Semakin lama semakin dekat dan kemudian..
Drrt drrt drrt
Ponsel Sean bergetar membuat mereka langsung menjauhkan diri. Sean terlihat mendengus nafas kesal sembari mengeluarkan ponsel nya dari saku jaket nya melihat siapa pengganggu nya itu, tertera nama tuan Askara memanggil.
Dengan segera Sean langsung mengangkat nya
"ya tuan"
"apa, ya ya baiklah" jawab Sean cepat
"ada apa kak? " tanya Loli penasaran dengan raut wajah Sean yang sudah berubah kesal
"kakak harus pergi, tuan gila itu buat ulah lagi. Kamu baik baik ya" kata Sean lembut
Cup
Dia mengecup singkat bibir mungil gadis nya dan kemudian dengan cepat beranjak dari rumah Loli meninggalkan gadis itu dengan wajah yang sudah merona seperti kepiting rebus.
..
"hei, apa kau tak bisa memperbaiki penampilan mu dulu? " tanya Sean heran menatap asisten teman bos nya itu
"hoam,,, apa masalah nya, aku sedang enak tidur malah diganggu nya. Menyebalkan sekali dia" umpat Riki kesal sembari berjalan masuk dan sesekali menutup mulut nya yang menguap, asisten Dion itu memang agak aneh, sama seperti bos nya, batin Sean
"kau enak sedang tidur, nah aku sedang mau wik wik , bisa kau bayangkan betapa sakit nya diganggu" ungkap Sean tak kalah kesal
"hahaha, beginilah resiko punya bos gila" kata Riki tergelak
"malang sekali nasib kita" balas Sean sedih dan Riki langsung mengangguk setuju. Namun apalah daya mereka, mereka telah berjanji untuk mengabdi pada tuan mereka walau bagaimana pun keadaan nya. Meski bisa dibilang mereka termasuk asisten yang durhaka karena berani mengumpat bos mereka dibelakang.
Mereka kemudian mendatangi ruangan tempat dimana Reyza dan Dion minum.
Terlihat mereka berdua sudah tepar dengan racauan tak jelas keluar dari mulut mereka.
Sean memapah Reyza sedangkan Riki memapah Dion.
Sean membawa Reyza keapartemen nya, mengingat hari sudah tengah malam dan tidak mungkin dia membawa Reyza pulang. Bisa habis mereka dibuat tuan Suryo fikir Sean
Dengan penuh usaha dan susah payah, akhir nya Sean berhasil memapah tubuh gagah Reyza sampai diapartemen nya. Sesampai nya dikamar Sean langsung membaringkan tubuh Reyza diatas kasur nya.
Dia membuka baju Reyza yang sudah terkena muntahan, Reyza pun hanya pasrah dengan mulut nya yang meracau tak jelas memanggil nama Naina.
Astaga menyusahkan sekali . Untung bos kalau tidak sudah kubuang kau. Batin Sean kesal
__ADS_1
Namun dia sedikit tertegun mendengar racauan yang keluar dari mulut Reyza. Semua hanya tentang Naina.
Sean kemudian dengan cepat mengambil ponsel nya dan merekam suara Reyza yang sudah tidak sadar itu.
Naina, aku rindu Nai,
Kenapa kau tega pergi dari ku
Apa salah ku Naina
Apa kurang nya aku dari laki laki brengsek itu Naina
Aku mencintaimu Nai
Aku juga membencimu naina
Kau senang kan melihat ku hancur
Kau senang kan melihat ku begini
Kakak, aku benci gadis itu kakak!!!!!
teriak Reyza dengan air mata yang mengalir disudut mata nya.
Siapa laki laki yang dimaksud nya, apa mungkin ceo rc itu. Batin Sean penasaran
...
Keesokan paginya Reyza terbangun dari tidur nya. Dia memijit kepala nya yang terasa masih begitu pusing.
Dilihat nya kesekeliling, terasa sangat asing, bukan dikamar nya.
"aku dimana? " tanya Reyza bingung
"anda di apartemen saya tuan, semalam anda mabuk berat jadi saya membawa anda kemari" jelas Sean yang tiba tiba keluar dari kamar mandi
"mandi lah dulu tuan, saya akan menyiapkan sarapan" kata Sean meninggalkan Reyza yang masih terdiam
Reyza pun langsung masuk kekamar mandi untuk segera membersihkan dirinya yang terasa sangat lengket dan gerah, entah kemana pakaian nya, dia hanya bertelanjang dada saat ini.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian yang disiapkan oleh Sean dia pun bergegas menuju dapur apartemen itu.
Terlihat Sean meletakan secangkir kopi hangat dan dua potong sandwich kedalam piring dan menyerahkan nya pada Reyza.
"makan lah tuan, hanya itu yang bisa saya buat" kata Sean
"terimakasih, maaf merepotkan mu" jawab Reyza sembari menikmati sarapan nya
"sudah tugas saya tuan" ucap Sean membungkukan sedikit badan nya
Mereka makan dalam diam, Reyza dengan wajah dingin nya dan Sean dengan wajah datar nya.
Setelah selesai sarapan mereka pun pergi kekantor bersama. Meski masih merasa pusing namun Reyza tetap memaksakan diri nya. Karena dia tau ini salah nya karena minum terlalu banyak.
Sesampainya diperusahaan itu semua karyawan nampak saling membungkuk dan memberi hormat pada Reyza. Namun lagi, tidak ada balasan, yang ada hanya wajah dingin dan datar nya. Membuat semua karyawan seakan terancam hidup nya karena kehadiran Reyza sang tuan baru mereka.
..
__ADS_1
hayuk jangan lupa tinggalin jejak ya guys