
Hari sudah beranjak sore. Naina mulai membuka mata nya yang sejak siang tadi tertidur dengan nyaman.
"emmmhh males banget mau bangun" gumam nya seraya merentangkan kedua tangan nya
Dilirik nya jam kecil yang ada diatas meja, dan tiba tiba saja mata nya membulat saat melihat jam sudah menunjukan pukul lima sore
"astaga" ucap Naina kaget. Bahkan dia langsung melompat dan duduk ditepian tempat tidur. Dia ingin berdiri namun tiba tiba saja tubuh nya oleng dan kembali terduduk disisi tempat tidur nya
"aduh, kok masih pusing ya" gumam nya
"apa karena aku ketiduran terlalu lama" gumam nya lagi
"ya Tuhan, semoga aku gak kenapa kenapa lagi. Udah berapa hari ini pusing terus, jangan sampai kumat lagi" lirih nya sedih
Dia masih ingat, dulu dia selalu mengalami pusing setiap hari, dan setelah diperiksa ternyata dia mengidap penyakit mematikan itu
"apa aku periksa aja ya, tapi kalau hubby tahu dia pasti curiga" gumam Naina
"besok aku kerumah Beti deh, mudah mudahan dokter Bayu bisa diajak runding" ucap nya lagi
Naina berjalan perlahan kekamar mandi untuk membersihkan diri nya. Dan hampir satu jam kemudian dia telah rapi dan cantik dengan dress rumahan nya.
Naina turun kebawah dan menuju dapur, dia ingin memasak seperti janji nya pada Reyza, meski kini hati nya benar benar gelisah dengan keadaan tubuh nya. Bahkan mood nya untuk memasak sudah hilang entah kemana
"nona mau apa, ada yang bisa saya bantu?" tanya Siska mendekati Naina yang sudah berdiri didepan lemari pendingin
"oh kamu, aku mau masak, kamu bisa bantu kan" ucap Naina sembari membuka pintu lemari pendingin itu dan melihat lihat isi didalam nya
"biar saya saja nona. Lagi pula wajah nona kelihatan pucat, apa nona sakit?" tanya Siska
"masak iya, aku baik baik aja kok" jawab Naina sembari mengeluarkan beberapa sayuran dan daging dari dalam sana
"iya, saya perhatiin beberapa hari ini nona agak lain" ucap Siska sembari tangan nya membuka sayuran dan daging untuk dibersihkan
"lain gimana?" tanya Naina yang kini duduk dimeja dengan beberapa bumbu ditangan nya
"tidak sesemangat biasa nya nona, nona juga sudah jarang menyanyi lagi, padahal kami rindu suara emas nona" jawab Siska membuat Naina tertawa kecil
"lagi males sis. Gak tahu kenapa bawaan nya males mulu. Hari ini aja aku tidur siang kelamaan. Kalau mama tahu bisa dipecat aku jadi mantu" kata Naina dan kali ini Siska yang terbahak.
Yah semenjak Beti menikah, teman Naina hanya Siska jika mama tidak sedang berada dirumah
"ya gak mungkinlah, nona kan menantu kesayangan disini. Mau nona tidur satu harian atau cuma main ponsel dan belanja doang juga nyonya pasti gak bakalan marah" ungkap Siska
"kamu bisa aja " ucap Naina
"ya ampun, kenapa jadi gak mood banget deh aku mau masak" gumam Naina
"sudah biar saya saja nona" kata Siska yang mengambil alih bumbu ditangan Naina
"nona bilang saja bagaimana cara memasak nya, biar saya yang mengerjakan" kata Siska lagi
"ah iya, maaf ya, malah merepotkan. Soal nya aku udah janji sama tuan muda kalian mau masak" jawab Naina
"nona kayak sama siapa aja, ini kan memang tugas saya" jawab Siska
Dan akhir nya Naina hanya bermalas malasan didapur itu sembari meminum jus alpukat dan memberi tahu Siska apa saja yang harus dimasak
"kamu sudah bangun nak?" tanya mama mengejutkan Naina
"mama" gumam Naina
"mama dari mana?" tanya Naina lagi
__ADS_1
"dari rumah Sean, mama sama mama nya Sean lagi ngerancanain Makai baju apa buat acara nanti" jawab mama sembari mengambil minum dari dalam kulkas
"ooh begitu" ucap Naina , dia kembali meminum jus nya
"kamu udah makan Nai?" tanya mama duduk didepan Naina
"Nai lupa ma, keenakan tidur tadi" jawab Naina dengan senyum canggung nya membuat mama menggeleng pelan
"kalau Reyza tahu, bisa kena omel mama sama Siska" kata mama dan kali ini Siska yang mengangguk
"iya bener itu nya" sahut nya
"minum ini aja udah kenyang ma, Nai gak selera banget mau makan apa apa" ucap Naina
"kita periksa aja ya Nai" kata mama lagi. Dia benar benar khawatir dengan menantu kesayangan nya ini
"Nai sih mau. Tapi jangan tahu kak Reyza dulu ya ma" pinta Naina membuat mama bingung
"kenapa?" tanya mama langsung
"Nai takut ma, Nai takut penyakit Nai kumat lagi dan Nai takut buat kak Rey sedih lagi" ungkap Naina dengan mata yang berkaca kaca hingga membuat mama semakin tidak menentu perasaan nya
"memang nya apa yang kamu rasain sayang?" tanya mama
"akhir akhir ini Nai sering pusing ma, nafsu makan Nai berkurang, Nai juga sering muntah, tapi kak Rey gak tahu, Nai takut dia khawatir" jawab Naina sudah dengan air mata yang mengalir
mama langsung beranjak dan duduk disamping Naina
"nak, kamu gak boleh terus merahasiakan apa yang kamu rasakan, Reyza itu suami kamu sayang, dia berhak tahu" kata mama begitu lembut
"tapi Nai takut ma, Nai sedih lihat kak Reyza sedih" jawab Naina
"ya sudah, kita periksa dulu besok tanpa sepengetahuan Reyza. Tapi jika sudah tahu hasil nya, apapun itu kamu harus bilang yang sejujur nya pada dia ya" kata mama , dan Naina langsung mengangguk
...
Hampir jam tujuh malam. Makanan sudah tersaji dengan rapi dan indah diatas meja makan. Bahkan ada beberapa tangkai bunga mawar merah yang menghiasi meja makan malam itu.
Naina menghias nya dengan semangat, meski kepala nya sudah mulai pusing lagi saat ini. Dia benar benar mual melihat makanan berupa nasi dan daging, entah kenapa. Tapi dia tak bisa mengelak karena ini adalah makanan kesukaan Reyza.
"hari anniversary kalian sayang?" tanya mama mendekat pada Naina yang baru saja meletakan setangkai mawar merah diatas meja
"iya ma, gak terasa sudah dua tahun" jawab Naina dengan wajah bahagia nya
"semoga kalian bahagia selalu ya, doa mama selalu menyertai kalian" kata mama seraya mengusap lembut kepala Naina
"terimakasih mama, maaf kalau sampai detik ini Naina belum bisa membahagiakan mama dan papa" kata Naina yang kini sudah memeluk mama dengan erat, bahkan dia menangis dalam dekapan mama
"kamu sudah membahagiakan anak mama, itu sudah cukup untuk kami sayang." jawab mama yang mengusap lembut punggung Naina
"jangan menangis, jika Reyza melihat ini dia pasti akan marah pada mama. Make up kamu juga luntur nanti" kata mama membuat Naina langsung melepaskan pelukan nya dan mengusap perlahan air mata diwajah nya
"ah iya, sampai lupa. Padahal Nai sudah dandan bersusah payah" jawab nya membuat mama tertawa lucu melihat Naina
"sudah jangan bersedih, semua pasti baik baik saja" kata mama pada Naina yang mengangguk dan tersenyum getir
"nah, seperti nya mereka sudah tiba, ayo sambut suami kamu" ucap mama dan Naina langsung berjalan kedepan untuk menyambut Reyza
Namun belum sampai kedepan, ternyata Reyza sudah lebih dulu tiba ditempat mereka
"kamu baik baik saja kan sayang?" tanya Reyza sembari mengecup singkat dahi Naina
"baik hubby, sehari ini hubby sudah puluhan kali menanyakan itu" jawab Naina kesal namun Reyza malah tertawa
__ADS_1
"kamu cantik sekali sayang" kata Reyza pada Naina
"tentu saja, Nai harus selalu cantik untuk suami tampan Nai kan" ucap Naina
"karena kamu sudah cantik, aku punya sesuatu buat kamu" kata Reyza lagi
"apa?" tanya Naina penasaran
Reyza mengeluarkan sesuatu dari balik jas nya, sebuah kotak bewarna hitam berhiaskan mutiara yang mengkilap
Reyza membuka nya dan menampilkan sebuah kalung permata yang sangat manis dan cantik
"cantik sekali" gumam Naina dengan wajah berbinar
"spesial untuk seseorang yang sangat berharga dalam hidup ku" ucap Reyza
Dia mengambil kalung itu dari tempat nya, dan memasangkan nya keleher jenjang Naina
"semoga hubungan kita selalu bahagia sayang. Happy anniversary cintaku" kata Reyza menatap Naina yang kini berkaca kaca
"hubby ingat" kata Naina kembali menangis
"tentu saja. Semua tentang kamu, tentang kita, tidak ada yang aku lupakan sedikitpun" jawab Reyza sembari mengusap air mata Naina dan mengecup singkat kedua mata nya dan bergantian dibibir ranum milik istri nya
" I Love You sayang" ucap Reyza sembari memeluk Naina dengan hangat
"I love you too Hubby" balas Naina
Mereka berpelukan dengan begitu lama, hingga akhir nya Naina tersadar dan segera melepaskan pelukan nya
"ada mama" gumam Naina dengan ekspresi panik nya namun Reyza malah terbahak dan memutar tubuh Naina
"loh, tadi mama Disni" kata Naina
"mama disini sayang" kata mama yang baru tiba dari kamar nya bersama papa
"kalau sudah berdua lupa dimana kami berada" goda papa membuat Naina merona malu
"papa seperti tidak pernah muda saja" ucap Reyza membuat tuan Suryo tertawa pelan
Mereka kini sudah duduk dimeja makan masing masing
"wow, makan malam romantis" goda tuan Suryo lagi
"kamu yang memasak?" tanya Reyza pada Naina yang tak lagi banyak bicara
"Siska by, maaf" jawab Naina dengan senyum getir nya
"tidak apa apa sayang, asal ada kamu semua jadi nikmat" jawab Reyza
"ehem" deheman tuan Suryo membuat Reyza terkekeh kembali
Naina berdiri dan hendak menyiapkan makanan untuk suami nya, namun tiba tiba kepala nya mendadak begitu pusing, hingga membuat tubuh nya hampir oleng jika saja Reyza tak menahan lengan Naina
"ada apa sayang?" tanya Reyza panik saat Naina memegang kepala nya yang begitu pusing
"by" lirih Naina dan sesaat kemudian tubuh nya langsung lunglai dan tidak sadarkan diri.
Reyza panik bukan kepalang,
"mama, Naina!!" seru Reyza pada Miranti yang juga panik melihat Naina pingsan
"bawa kekamar Rey" ucap mama langsung dan Reyza langsung mengangkat tubuh Naina kekamar mereka
__ADS_1
"papa telponkan dokter Bayu cepat" kata mama pula pada tuan Suryo yang juga terlihat cemas