Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Melamar


__ADS_3

Sudah tiga hari Reyza berada dirumah eyang putri. Tiga hari pula dia menemani setiap pengobatan yang dilakukan oleh Naina.


Tidak pernah sekalipun Reyza meninggalkan Naina, hanya saat Naina berendam, mandi, dan tidur saja yang mereka lakukan terpisah. Bahkan urusan perusahaan tuan Suryo yang kembali turun tangan. Meski setengah mati Reyza memohon izin untuk cuti selama beberapa hari ini .


Saat ini Reyza tengah duduk digazebo tempat biasa Naina menghabiskan waktu nya setiap sore.


Reyza duduk seorang diri disana sembari menunggu Naina selesai berendam air ramuan eyang putri. Sebenar nya Reyza ingin sekali menemani nya karena kata Beti setiap berendam Naina pasti mengeluh kedinginan dan sakit disekujur tubuh nya, tapi apalah daya Reyza, mereka belum menikah dan tidak mungkin Reyza melakukan hal lebih dari sekedar menemani nya.


Dan, saat ini itulah yang sedang difikirkan nya, dia ingin menemani Naina dan mengurus Naina sendiri, menghabiskan waktu nya untuk menemani Naina berjuang melawan maut tanpa takut dosa dan fitnah. Membawa nya berobat kerumah sakit yang lebih besar dengan pengobatan yang terkenal canggih.


Karena sungguh melihat Naina tersiksa seperti ini dia benar benar tidak tega, hati nya terenyuh setiap kali menemani Naina melakukan pengobatan, apalagi melihat tubuh nya yang sudah sangat layu dan kurus. Reyza sudah berbincang dengan eyang putri tentang pengobatan Naina, eyang putri berkata bahwa pengobatan ini hanya tinggal seminggu lagi dan setelah itu Naina akan melanjutkan pengobatan nya dirumah sakit untuk mengangkat sisa sel kanker nya. Dan Reyza memutuskan untuk membawa Naina ke Jepang untuk melakukan pengobatan selanjut nya. Akan dia lakukan apapun untuk gadis nya itu supaya mereka bisa bersama kembali seperti janji mereka dulu nya.


Lamunan Reyza seketika buyar ketika tiba tiba saja ibu datang menghampiri nya dengan membawa segelas lemon teh yang selalu Reyza nikmati saat berada dirumah eyang putri.


"minum dulu nak, kamu terlihat lelah" kata ibu sembari menyerahkan gelas pada Reyza yang menyambut nya dengan senyum hangat nya.


"terimakasih Bu, seharus nya ibu istirahat saja. tidak perlu repot repot seperti ini" jawab Reyza tak enak


"tidak apa, kamu juga lelah nak. tidak ada beristirahat sama sekali selama disini" balas Ibu yang kini duduk disebelah Reyza yang tengah menikmati teh nya


"tidak ibu, tidak ada kata lelah untuk saya. hanya saja terkadang saya tidak sanggup jika melihat nya tersiksa seperti itu" ungkap Reyza sendu


Ibu menatap wajah tampan Reyza yang terlihat kusut itu dengan lekat, meski tak dipungkiri nya bahwa pesona Reyza benar benar sungguh mempesona meski tertutupi dengan wajah lelah dan kusut nya.


"bersabar lah nak, ibu mohon kuat untuk Naina, hanya kamu yang bisa membuat nya kembali bertahan. Sudah lama ibu tidak pernah melihat nya tertawa dan tersenyum seperti ketika kamu sudah berada disini seperti sekarang" jawab Ibu sendu, dapat Reyza lihat wajah renta ibu Naina yang memang memendam kepedihan akan keadaan anak sulung nya itu


"maafkan saya Bu, seharus nya saya berada disini sejak dulu. tapi karena kebodohan saya, saya tidak mencari tahu keadaan Naina" ucap Reyza penuh sesal


"nak, berhentilah minta maaf, ini bukan salah mu. ini keinginan dari Naina sendiri yang memilih menyembunyikan keadaan nya" jawab Ibu


"ibu sangat bersyukur kamu ada disini sekarang, setidak nya semangat nya sudah kembali bangkit untuk sembuh" ungkap Ibu lagi.


Reyza memandang ibu dengan lekat dan mengambil tangan ibu dari orang yang sangat dicintai nya itu


"ibu, izinkan saya menikahi nya! " pinta Reyza dengan yakin membuat ibu terhenyak kaget


"apa kau yakin nak, kondisi Naina seperti itu. Dia bukan Naina yang dulu lagi" jawab Ibu masih tak percaya, bahkan bulir air mata kini memenuhi wajah tua nya


Reyza menghapus air mata dipipi wanita yang sudah melahirkan cinta nya itu.


"ibu, saya tahu kondisi nya seperti itu. Saya mencintai nya tulus bu, dengan menikah maka saya bisa menjaga dan merawat nya dengan baik , tanpa takut fitnah dan dosa. Saya ingin menjadi seseorang yang berguna untuk nya, saya hanya ingin selalu berada didekat nya tanpa ada batasan apapun diantara kami" ungkap Reyza tulus


"tapi bagaimana dengan kedua orang tua mu nak, kalian orang besar, apa kata orang nanti" kata ibu lagi, dia benar benar khawatir akan hal ini


"ibu, tolong jangan fikirkan hal itu dulu. Sekarang yang terpenting kesehatan Naina. Ibu merestui kami kan? " tanya Reyza sendu


"ibu merestui kalian nak, apapun yang membuat nya bahagia itu pasti merestui nya" jawab Ibu membuat Reyza langsung tersenyum dan memeluk ibu


"berjanji lah untuk membantu nya sembuh kembali. ibu merindukan Naina yang dulu" pinta ibu dengan hati yang begitu sakit membuat Reyza terenyuh pilu


"saya berjanji Bu, saya berjanji akan menjadi kekuatan nya untuk sembuh kembali. terima kasih, terimakasih untuk restu ibu" jawab Reyza tulus dan dia langsung mencium sopan punggung tangan ibu yang tersenyum penuh haru melihat keseriusan Reyza pada Naina.


...


Malam ini Reyza dan Naina tengah duduk diatas ranjang yang terbuat dari bilik bambu diteras belakang rumah eyang putri berdua sembari menikmati udara dingin dan memandang langit malam yang penuh bintang itu.


Naina bersandar didada bidang Reyza yang memeluk erat pinggang nya. Sudah lama sekali mereka tidak berduaan seperti ini

__ADS_1


"kak" panggil Naina membuat Reyza menoleh pada nya sekilas


"ya sayang" jawab Reyza sembari membenarkan selimut ditubuh Naina


"Nai rindu kita yang seperti ini" kata Naina yang masih setia bersandar didada Reyza


Reyza tersenyum sendu mendengar penuturan Naina, karena diapun juga merindukan masa masa mereka dulu, masa masa bahagia tanpa ada rasa sakit diantara mereka.


"kakak juga rindu sayang, dan sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi, kakak akan selalu ada disisi mu, menemani mu lagi seperti dulu, sehingga tidak akan ada lagi rindu yang menyiksa diantara kita" jawab Reyza mengecup lama dahi Naina yang menatap wajah tampan nya


"Nai rindu senyum ini" ucap Naina sembari mengusap lembut bibir Reyza yang tersenyum menatap nya


"senyum ini hanya milik mu sampai kapanpun" jawab Reyza, yang kemudian mencium lembut penuh cinta bibir tipis nan pucat milik Naina. Naina langsung memejamkan mata nya menikmati sentuhan lembut dan hangat dari Reyza yang selalu bisa menjadi obat dari segala rasa sakit nya.


"kak" panggil Naina lagi


"ya"


"kalau nanti Nai gak ada, kakak jangan sedih ya" ucap Naina membuat Reyza tertegun sesaat. Seperti ada sesuatu yang menabrak jantung nya


"kamu berniat meninggalkan kakak sayang?" tanya Reyza sendu


Naina tersenyum dan mengusap wajah tampan Reyza yang menatap nya dengan lekat


"Nai, lelah kak. Sudah setahun tapi rasa nya semua nya hanya berjalan ditempat. Nai sedih, melihat semua orang begitu sibuk dan lelah mengurus Naina yang seperti ini" ungkap Naina sendu membuat Reyza menghela nafas nya sejenak


"sayang, tidak ada kata lelah untuk orang yang kita cintai, orang tua kamu, eyang putri, Beti dan Loli semua nya berharap kamu sembuh, terutama aku. Jika kamu putus asa seperti ini, bagaimana kami akan kuat?" tanya Reyza membuat Naina langsung tertunduk dan meneteskan air mata nya


"apa Nai bisa sembuh kembali?" lirih Naina membuat Reyza menarik nya dalam pelukan nya


"kamu pasti sembuh. kamu harus yakin, kamu tidak mau kan perjuangan eyang putri dan ibu sia sia" kata Reyza lagi


"kakak berjanji akan selalu ada buat kamu. sekarang dan selama nya hanya untuk kamu" jawab Reyza yakin, meski hati nya begitu sakit jika membayangkan kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, apalagi mengingat kondisi Naina yang sekarang.


"berjanjilah untuk tetap kuat sayang, berjanjilah untuk kami" pinta Reyza menahan Isak tangis nya


"Nai berjanji kak, Nai berjanji" jawab Naina lemah . Rasa sakit nya kembali terasa membuat dia mengeratkan pelukan nya dan menyesap kuat aroma tubuh Reyza yang membuat nya sedikit tenang.


"Nai mencintai kakak, sangat" lirih Naina yang sudah memejamkan mata nya dalam pelukan Reyza, tanpa Reyza tahu jika darah telah keluar dari hidung Naina


"kakak juga mencintai kamu sayang, lebih dari apapun" jawab Reyza menciumi pucuk kepala Naina


"berjanjilah untuk bertahan sayang, kakak tidak akan sanggup jika kehilangan kamu" ungkap Reyza lagi sembari mata nya yang berkaca kaca menatap bintang yang bertabur diatas sana


'kak, sungguh aku tidak sanggup melihat nya seperti ini'. lirih Reyza memejamkan mata nya hingga air mata nya menetes kembali


Reyza terenyuh saat merasakan pelukan Naina telah melemah dan kepala nya kini tersandar lemah didada Reyza.


"ya Tuhan, tolong angkat penyakit nya, izinkan kami bahagia, sudah cukup kesakitan yang kami rasakan selama ini" pinta Reyza yang tak dapat lagi membendung air mata nya saat melihat Naina yang telah pingsan dan berdarah kembali.


Reyza mengusap darah dari hidung Naina dengan hati yang terisak pilu. Dia mencium lama kening Naina sebelum mengangkat nya masuk kedalam rumah.


'bertahanlah untuk ku sayang'. pinta Reyza dalam hati sembari membawa Naina menuju kamar nya. Ya, sudah beberapa kali Naina pingsan dengan darah yang selalu keluar dari hidung nya, namun tetap saja dia begitu takut, dan sangat takut jika Naina tidak akan bangun lagi


Reyza merebahkan tubuh Naina diatas tempat tidur nya dan menyelimuti gadis itu dengan lembut. Disusul oleh ibu dan eyang putri yang membawa ramuan nya kembali


"dia pingsan lagi?" tanya Eyang putri pada Reyza yang hanya mengangguk lemah

__ADS_1


"tidak apa apa. dia pasti sembuh" kata eyang putri pada Reyza yang hanya terdiam menatap ibu yang meminumkan ramuan itu pada Naina dengan sendok sedikit demi sedikit


"istirahat lah nak, biar ibu yang menemani nya disini" kata ibu pada Reyza yang lagi lagi hanya mengangguk lemah dan melangkah dengan berat keluar kamar .


Eyang putri hanya geleng geleng kepala melihat Reyza yang terlihat lesu


"sebenar nya dia lebih rapuh dari pada Naina, tapi sok kuat demi gadis nya" ungkap Eyang putri ,


"ya, saya tau itu bu" jawab Ibu tersenyum sembari mengusap kepala Naina. Dia tahu karena sesekali memergoki Reyza yang menangis diam diam disudut rumah saat selesai menemani Naina melakukan pengobatan, ataupun setelah menenangkan Naina yang merasa kesakitan


...


Reyza pun langsung duduk disebelah Sean yang sedang santai minum kopi.


Dia menatap asisten gila nya itu dengan tatapan penuh arti.


"kau kenapa disini terus, tidak adakah pekerjaan mu selain menghabis kan makanan eyang putri? " tanya Reyza sembari menyandarkan kepala nya disofa


"aku kan pengangguran, kau sudah memecatku" jawab Sean santai


"alasan mu saja. Bilang saja kau mau berdekatan dengan Loli. Malam tadi sempat sempat nya kalian pacaran dibelakang rumah" jawab Reyza


"eh tuan, sssttt. Diamlah, bagaimana kau tau? " tanya Sean kelimpungan sembari melirik kesana kemari


"apa yang tidak ku tau, aku akan memberitahu kan itu pada eyang putri" ancam Reyza dengan senyum devil nya membuat Sean pucat


"oh ayolah tuan, jangan begitu. Bisa digantung aku dengan eyang putri, kau tau kan bagaimana kejam nya dia" ucap Sean memelas


"apa peduli ku." jawab Reyza acuh


"aiishh, ayolah, anggap saja ucapan terimakasih karena aku sudah membawamu kemari" ungkap Sean lagi membuat Reyza tersenyum sinis


"wajah bonyok ku sudah menjadi bayaran nya. Dan sekarang aku yang memegang kendali" kata Reyza pula membuat Sean semakin frustasi


"ck, kau ini licik. Ayolah tuan, apapun akan aku lakukan agar kau tak memberi tahu eyang" kata Sean pasrah


Akhir nya tikus masuk perangkap. Batin Reyza


"kau serius? " tanya Reyza lagi


"tentu saja" jawab Sean yakin


"kalau begitu kembalilah jadi asisten ku lagi" kata Reyza menatap datar wajah Sean


"ok deal" kata Sean langsung menjabat tangan Reyza.


"ok, pekerjaan pertamamu siapkan acara pernikahan ku secara sederhana untuk besok lusa. Besok pagi pagi sekali aku akan pulang kekota untuk memberitahu orang tua ku" ungkap Reyza


"oke siap tuan" jawab Sean cepat


"yang kedua, setelah aku menikah aku menyerahkan seluruh urusan perusahaan padamu, lakukan sebaik mungkin" kata Reyza yang membuat Sean terperangah


"what, apa aku sanggup tuan, apa kau tidak takut aku berkhianat? " tanya Sean serius


"kau sudah tau kan apa yang akan aku lakukan jika kau berkhianat" jawab Reyza santai tetapi membuat Sean langsung menelan saliva nya


Benar benar licik dia memanfaatkan ku. Batin Sean kesal

__ADS_1


"jangan mengumpat ku" kata Reyza dengan mata yang terpejam dan tubuh bersandar disofa


Astaga. Aku benar benar bisa gila. Batin Sean lagi


__ADS_2