
Hari ini adalah hari yang dinantikan oleh Beti dan dokter Bayu. Sebuah gedung milik Gemilang grup telah disulap sedemikian rupa dengan dekorasi yang sangat cantik dan mewah.
Bertema white and soft, sesuai dengan warna kesenangan dokter Bayu dan Beti, bewarna putih, maka semua yang dipakai bewarna putih dan silver.
Semua orang sudah sangat rapi dengan pakaian mereka masing masing.
Saat ini Naina ada didalam ruang hias Beti bersama mama dan ibu Naina. Beti sangat cantik dan benar benar tampak berbeda. Gadis berambut keriting itu terlihat anggun dengan gaun pengantin nya.
"cantik banget sih" puji Naina membuat Beti langsung merona dan tertunduk malu.
"jangan digodain terus kenapa sih, aku malu Lo" ucap Beti membuat ibu dan mama tertawa mendengar nya
"kamu memang cantik nak, sebentar lagi kamu sudah akan menjadi istri orang. Kamu harus bisa lebih lembut dan patuh sama suami kamu ya" kata ibu sembari mengusap lengan Beti, Beti langsung mengangguk dengan mata yang berkaca kaca
"harus bisa menjadi istri yang baik dan menyenangkan suami" tambah mama pula, dan lagi lagi Beti langsung mengangguk namun air mata langsung mengalir diwajah cantik nya
"terimakasih ibu, mama. Terimakasih selama ini udah anggap Beti seperti anak kalian sendiri" ungkap Beti begitu lirih
Mama langsung memeluk Beti dengan lembut
"jangan bersedih, kamu anak kami juga. Ini hari bahagia mu, dan sampai kapan pun kamu tetap anak kami" kata mama
"iya, Beti tetap anak ibu dan Abah, saudara Naina" kata ibu pula
Beti kini beralih memeluk ibu dan menangis disana
"terimakasih" lirih Beti
"udah dong, jangan menangis. Kamu harus bahagia mulai sekarang" kali ini giliran Naina yang memeluk Beti.
Mereka berpelukan dengan erat dan saling menahan tangis bersama. Bertahun tahun mereka bersama dalam suka dan duka, dan mulai saat ini mereka akan berpisah karena harus menjalani kehidupan mereka masing masing
"kau yang buat aku nangis" kata Beti sembari melepas pelukan Naina dan mengusap air mata nya perlahan
"aku sedih" kata Naina
"sudah sudah, make up kalian luntur loh itu" ucap mama
"enggak la ma, ini make up mahal kok" jawab Beti yang membuat mama dan yang lain tertawa mendengar nya
Dan tidak lama kemudian, pintu terbuka dan terlihat Loli yang masuk kedalam. Dia mengenakan kebaya modern bewarna putih serasi dengan kebaya yang dipakai oleh Naina, karena hari ini mereka akan mengiringi Beti kepelaminan.
"kak, udah disuruh turun tuh, ayo" ucap Lolita
"iya, keluarlah. Kami duluan ya" kata mama dan langsung diangguki oleh Beti dan Naina
"aku kok jadi gugup begini ya" kata Beti saat mama dan ibu sudah keluar
"ngerasain deh jadi aku" goda Naina
"dokter Bayu tampan banget kak, pasti kakak makin cinta deh" ungkap Loli menatap Beti dengan senyum menggoda nya
"dia memang tampan, gak kalah lah sama tuan ganteng" balas Beti
"haha, iya deh iya. ya udah yuk kita keluar" sahut Naina
mereka pun berjalan keluar dimana semua orang sudah menunggu mereka.
Beti berjalan perlahan dengan diapit oleh Naina dan Lolita
Saat pintu utama dibuka, semua mata langsung memandang kearah mereka dengan tatapan kagum dan terpesona.
Hingga membuat Beti seketika gugup bukan main
"ya Tuhan Nai, berasa mau mati aku" gumam Beti
"relaks Bet, tarik nafas pelan pelan. Jangan malu maluin deh" bisik Naina
"tau nih kak, aku jadi ikutan gugup ini. Dejavu deh kayak nya" gumam Loli pula
__ADS_1
Beti memejamkan mata nya sejenak dan menghembuskan nafas nya dengan pelan. Sungguh dia benar benar gugup saat ini ditatap oleh ratusan pasang mata yang tak dia kenali sama sekali.
Namun ketika mata nya tertuju kearah pelaminan, mata nya langsung mengerjap perlahan saat tatapan nya bersitatap langsung dengan mata teduh dokter Bayu yang menatap nya dengan penuh cinta dan kekaguman.
Dokter Bayu sudah duduk dikursi nya dihadapan dua orang paruh baya disana. Reyza dan tuan Suryo sudah ada diantara mereka untuk menjadi saksi pernikahan mereka.
Beti berjalan perlahan tanpa memperhatikan lagi sekeliling nya. Mata nya hanya fokus pada sang kekasih hati yang telah menunggu nya disana dengan wajah yang sangat tampan, bahkan dia tak lagi memperhatikan pria tampan lain nya karena saat ini dokter Bayu telah merebut semua perhatian nya hingga membuat gugup nya menghilang entah kemana
"ehhm, fokus amat ngeliat nya" goda Lolita membuat Beti mendengus dan Naina menahan senyum nya
Dokter Bayu tersenyum saat Beti di dudukan disamping nya oleh Naina dan Loli, setelah itu mereka berdua duduk bergabung bersama ibu dan yang lain nya.
Beti menatap ayah nya yang menatap nya dengan mata berkaca kaca. Tidak tahu perasaan apa, yang pasti kecewa, bahagia, semua bercampur menjadi satu hari ini.
Setelah bertahun tahun baru saat akan menikah dia bertemu dengan ayah nya. Ya, setelah melamar Beti waktu lalu, dokter Bayu dan Beti pulang ke kampung halaman Beti mencari ayah nya untuk meminta restu. Dan bersyukur nya Beti ayah nya mau datang dan menikahkan nya, meskipun lagi lagi uang adalah alasan dibalik segala nya.
Setelah membaca syarat syarat nikah, penghulu pun langsung menikahkan mereka.
Dokter Bayu menjabat tangan ayah Beti dengan wajah serius nya, membuat semua orang tampak menahan nafas mereka masing masing, apalagi Beti, dia hanya tertunduk dalam diam nya. Pernikahan ini diadakan dengan begitu khidmat tanpa mengundang awak media, karena dokter Bayu dan Beti tidak menginginkan itu.
"saya terima nikah nya Belinda Maharani Nasution binti Suardi Nasution dengan mas kawin emas 75gram dibayar tunaiii" ucap dokter Bayu dengan lantang dan diakhiri oleh kata sah dari para saksi
Air mata Beti langsung menetes seiring dia yang mencium punggung tangan dokter Bayu
Dokter Bayu tersenyum begitu lembut dan mengecup singkat dahi Beti sembari mengusap air mata nya
"jangan menangis istriku" bisik dokter Bayu membuat Beti langsung memalingkan wajah nya yang merona
"aku baru tahu kalau nama asli nya bukan Beti" bisik Sean pada Lolita
"iya, itu cuma nama panggilan nya aja" balas Loli
Setelah akad nikah, dokter Bayu dan Beti digiring keatas pelaminan. Mereka duduk bersanding dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan.
"ah, akhir nya mereka menikah juga" kata Naina sembari menghapus air mata nya
Reyza langsung mengusap lembut pundak Naina
"iya by" sahut Naina
"ayo kita kesana" ajak Reyza sembari menggenggam tangan Naina dan membawa Naina menuju pelaminan
"selamat untuk pernikahan kalian, kalian harus bahagia selalu" ucap Reyza menjabat tangan dokter Bayu
"tentu tuan, kami akan bahagia selalu" jawab dokter Bayu
"aaahh, akhir nya aku gak jomblo lagi Naiii" seru Beti sembari memeluk Naina yang tertawa namun juga menitihkan air mata nya
"iya, akhir nya penantian mu berujung" jawab Naina
"ciieee, udah gak ngiri lagi dong liat kak Nai sama kak Rey" goda Loli yang juga naik keatas pelaminan
"haha, iya bener kali pun Lol" jawab Beti terbahak
"selamat ya kak, doakan kami cepat nyusul" bisik Loli pada Beti dan Naina
"sekolah dulu yang bener" kata Reyza yang memang mendengar nya
"sekali saja berpihak pada kami tuan" sahut Sean membuat dokter Bayu dan yang lain tertawa
"tidak lama lagi tuan asisten, hanya dua tahun bukan" kata dokter Bayu
"hah, ya anda benar dokter, dan itu sungguh menyiksaku" gumam Sean lemas
Reyza langsung menepuk pundak nya dengan lembut
"tenang lah, jika kau setia dan serius. Aku akan memberikan mu tiket honey moon selama dua Minggu dieropa" ungkap Reyza pada Sean yang langsung segar kembali
"wah, anda harus berjanji tuan" kata Sean langsung
__ADS_1
"tentu saja, aku bukan tipe pembohong" jawab Reyza
"yey, Eropa" seru Lolita kegirangan
"padahal kita cuma keLombok, kenapa mereka bisa ke Eropa?" gumam Naina menatap sinis Reyza hingga membuat semua orang disana kembali tertawa
Reyza langsung menggaruk pelipis nya dan tersenyum canggung
"aku sudah menyiapkan yang lain nya untuk kamu sayang" ungkap Reyza, namun Naina hanya mendengus dan menggeleng
"seperti nya anda tidak akan mendapat jatah malam ini tuan" goda dokter Bayu
"enak saja kau" dengus Reyza
"sudah ayo kita turun, lihat antrian disana sudah banyak" ajak Naina membuat mereka mengangguk patuh
Setelah Naina dan yang lain turun, Beti sedikit tertegun karena kini ayah nya lah yang naik kepalaminan mereka
"bapak mau pulang, kau jaga diri disini. Harus jadi istri yang baik" ucap ayah Beti pada Beti yang terdiam membisu
"kenapa cepat sekali pak?" tanya dokter Bayu
"tidak ada lagi yang bisa ku lakukan disini. Ini bukan tempatku" jawab ayah Beti dan Beti hanya mampu terdiam, kecewa sudah pasti.
"tolong kau jaga dia dengan baik. Jangan sakiti dia seperti aku yang menyakiti nya selama ini" ungkap Ayah beti membuat Beti langsung menatap nya dengan mata yang berkaca kaca
"aku tidak bisa membahagiakan dia, maka aku mohon dengan sangat sama kau, agar kau bisa membahagiakan anak ku" pinta ayah Beti pada dokter Bayu yang langsung mengangguk dengan senyum teduh nya
"saya berjanji akan membahagiakan nya dan tidak akan menyia nyiakan nya pak" jawab dokter Bayu serius
"bapak" lirih Beti
ayah Beti menatap Beti dengan lekat, rasa bersalah, malu dan lain nya membuat nya tidak ingin berada berlama lama disana. Anak yang selama ini ditelantarkan nya kini sudah bahagia, dan dia tidak berhak lagi menganggu nya
Beti langsung memeluk bapak nya, dan menangis terisak disana
"maafkan bapak Bet, kau anak bapak yang baik. Maafkan bapak yang sudah buat kau menderita. Sekarang berbahagialah kau ya nak" ucap Ayah Beti sembari mengusap punggung Beti dengan lembut
"hiks, maafin Beti juga yang gak pernah liatin bapak selama ini" jawab Beti
"tidak, kau tidak salah. Bapak yang salah. Sudah jangan lah kau menangis. Ini hari bahagia mu. Bapak pergi dulu, jangan lagi bersedih" ucap Ayah Beti sembari melepas pelukan nya. Dia mengusap cepat pucuk kepala Beti dan langsung berlalu dari atas pelaminan itu meninggalkan Beti yang masih menangis disana
Dokter Bayu langsung mengusap pundak Beti dan menghapus air mata nya
"sudah jangan menangis, lihat semua orang menatap kesini" bisik dokter Bayu
Beti hanya mengangguk pelan. Ya, dia harus bisa meredam perasaan nya sekarang, dia tak ingin mengacaukan acara ini hanya karena perasaan nya sendiri
Beti berusaha tersenyum kembali dan menatap semua orang yang memang masih memandang kearah nya
Dia melihat kearah pintu keluar dimana ayah nya memang benar benar pergi dari tempat itu
Beti menarik nafas nya dalam dalam dan mengeluarkan nya secara perlahan, mencoba menetralkan perasaan nya
"jangan bersedih, bapak pasti bahagia melihat kamu bahagia sekarang" kata dokter Bayu lagi
"iya bang" jawab Beti dengan senyum yang terasa berat
Dokter Bayu menggenggam tangan Beti yang mendingin
"ratuku tidak boleh bersedih, lihat mereka menantikan senyuman kamu disana, nona Naina sampai merayu tuan muda untuk bisa menyanyikan sebuah lagu untuk kita" ungkap dokter Bayu sembari menunjuk kearah pelaminan dimana Naina sudah berdiri dengan mik nya disana, sementara Reyza berdiri dibawah dengan mata yang menatap fokus pada istri nya
Beti langsung tersenyum saat melihat Naina menyanyikan lagu cinta disana sembari melambai kearah nya
Tepuk tangan langsung menggema didalam gedung itu ketika mendengar Naina bernyanyi. Ya, sudah lama sekali mereka tidak mendengar Naina menyanyi, artis yang sempat naik daun itu sudah lama tidak muncul semenjak menikah dengan pewaris tunggal kejayaan Gemilang grup
Pernikahan Beti berjalan dengan lancar dan penuh kebahagiaan , meski awal nya sedih, namun Beti bersyukur dia masih dikelilingi oleh orang orang baik yang sangat menyayangi nya.
Meski lelah karena harus menyambut tamu tamu dokter Bayu yang banyak namun dia tetap bahagia bisa menikah dengan cinta pertama nya, mendapatkan apa yang selama ini diimpikan nya.
__ADS_1
Pernikahan Beti berjalan hingga malam hari, semua orang berkumpul dan bersuka cita, bahkan saat malam hari mereka bernyanyi bersama dan melepaskan segala penat dan beban yang menghimpit. Clarissa dan Dion juga ikut serta hingga malam hari diacara itu.
Sungguh saat ini semua sudah mendapatkan porsi kebahagiaan nya masing masing.